• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

E. Kerangka Teori

1. Pengembangan Sumber Daya Manusia

meningkatkan dan menambah pengetahuan pegawai baik dari segi kemampuan pengetahuan secara teori maupun praktik.

2. Pendidikan dan latihan (diklat) adalah proses peningkatan kemampuan dan keterampilan agar dapat mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

3. Prestasi kerja adalah tingkat keberhasilan pegawai dalam melakukan tugasnya. Dapat dilihat melalui kualitas/mutu atau volume kerja dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan serta kemampuan untuk memecahkan masalah.

G. Defenisi Operasional

Defenisi operasinal merupakan petunjuk tentang bagaimana suatu variabel diukur (Singarimbun, 1985:23).

Yang menjadi defenisi operasional dalam penelitian ini adalah :

1. Variabel bebas : Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pendidikan dan Latihan (Diklat), diukur dengan indikator : - Periode

Frekuensi atau keteraturan pelaksanaan Diklat - Materi atau bahan-bahan pendidikan dan latihan

Dimana materi atau bahan-bahan yang diajarkan harus relevan dan jelas selama berlangsungnya program Diklat tersebut.

- Metode atau alat, sarana dan prasarana pendidikan dan latihan

Yaitu metode atau cara-cara yang digunakan dalam menyampaikan materi untuk diajarkan selama berlangsungnya program diklat tersebut.

- Pelatih

Yaitu orang yang bertanggung jawab menyampaikan dan mengajarkan bahan-bahan materi diklat kepada peserta.

- Peserta

Yaitu para pegawai yang mengikuti program diklat tersebut.

2. Variabel terikat : Prestasi kerja, diukur melalui indikator :

- Kreativitas dan kecakapan kerja

Kemampuan, pengetahuan yang dimiliki pegawai dan juga kemampuan untuk mengemukakan/menciptakan suatu program kerja baru dalam menghadapi tantangan.

- Kualitas kerja

Kesesuaian hasil kerja dengan yang diinginkan - Kuantitas

Jumlah yang dihasilkan baik dalam nilai uang maupun jumlah unit. - Ketepatan waktu

Pelaksanaan kerja dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.

- Dampak interpersonal

Menyangkut peningkatan harga diri, hubungan baik dan kerjasama yang baik diantara teman kerja maupun bawahan.

I. Sistematika Penulisan

BAB I : PENDAHULUAN

Menguraikan tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka teori, hipotesis, definisi konsep, definisi operasional, sistematika penulisan.

BAB II : METODE PENELITIAN

Meliputi bentuk penelitian, lokasi penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik penentuan skor, teknik analisa data.

BAB III : DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

Meliputi gambaran umum lokasi penelitian, struktur organisasi, serta tugas dan fungsi masing-masing bagian.

BAB IV : PENYAJIAN DATA

Bab ini berisikan penyajian data-data yang diperoleh dari lapangan kemudian mentabulasikannya.

BAB V : ANALISA DATA

Bab ini berisikan data dari setiap data yang disajikan dan diperoleh setelah melakukan penelitian.

BAB VI : PENUTUP

Merumuskan beberapa kesimpulan dan saran-saran dari hasil-hasil penelitian yang dianggap penting bagi pihak yang membutuhkan.

BAB II

METODE PENELITIAN

A.Bentuk Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan maksud untuk memberi pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Dengan metode ini diharapkan dapat menjelaskan fenomena yang ada berdasarkan data dan informasi yang diperoleh.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan pada Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara di Jl. Persatuan No. 3 STM Kampung Baru Medan Sumatera Utara.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiono, 2005:90). Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Metrologi Medan yaitu sebanyak 43 orang.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang dijadikan sebagai objek dan sumber data serta informasi dalam penelitian yang dianggap mewakili dari suatu penelitian. Untuk mendapatkan sampel yang representatif dari

pegawai Balai Metrologi Medan maka peneliti menentukan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan sampel yang tidak didasarkan atas strata atau pedoman, tetapi berdasarkan atas adanya tujuan tertentu yang tetap berhubungan dengan permasalahan penelitian. Menurut Arikunto, Suharsimi (1993:104), apabila subjek penelitian kurang dari 100 orang, maka lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Apabila populasi lebih dari 100 maka dapat diambil 10% - 15% atau 20% - 25% sampel atau lebih.

Dari uraian tersebut penulis menetapkan semua jumlah populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 43 orang dalam penelitian ini.

D. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua macam data menurut klasifikasi jenis dan sumbernya, yaitu:

1. Pengumpulan data Primer, yaitu pengumpulan data yang digunakan secara langsung pada lokasi penelitian. Pengumpulan data primer tersebut dilakukan dengan instrumen sebagai berikut :

a. Metode Observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap fenomena-fenomena yang berkaitan dengan fokus penelitian. b. Metode Angket (Kuesioner), yaitu memberikan daftar pertanyaan

secara tertutup kepada responden yang dilengkapi dengan alternatif jawaban.

c. Metode Wawancara (Interview), yaitu mengadakan Tanya jawab langsung kepada pihak-pihak terkait yang memiliki relevansi terhadap masalah penelitian.

2. Pengumpulan data Sekunder, yakni pengumpulan data dan informasi yang diperoleh melalui catatan tertulis mengenai Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Metrologi Medan, menelaah sejumlah buku, karya ilmiah dan dokumentasi/arsip yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

E. Teknik Penentuan Skor

Teknik penentuan skor oleh nilai yang digunakan dalam penelitian ini adalah memakai skala ordinal untuk menilai jawaban kuesioner yang akan disebarkan kepada responden (Singarimbun,dkk, 1989:102). Penentuan ini dihitung berdasarkan alternatif jawaban yang akan diberikan skor sebagai berikut :

- Alternatif jawaban a diberi skor 5 - Alternatif jawaban b diberi skor 4 - Alternatif jawaban c diberi skor 3 - Alternatif jawaban d diberi skor 2 - Alternatif jawaban e diberi skor 1

Kemudian untuk menentukan kategori jawaban responden terhadap masing-masing alternatif jawaban apakah tergolong sangat tinggi, sedang, sangat rendah, terlebih dahulu menentukan interval dengan cara berikut :

Banyaknya bilangan Skor tertinggi – skor terendah

Maka diperoleh :

Sehingga dengan demikian dapat diketahui kategori jawaban responden masing-masing yaitu :

a. Skor untuk kategori sangat tinggi : 4,21 - 5,00

b. Skor untuk kategori tinggi : 3,41 - 4,20

c. Skor untuk kategori sedang : 2,61 - 3,40

d. Skor untuk kategori rendah : 1,81 - 2,60

e. Skor untuk kategori sangat rendah : 1,00 - 1,80

Untuk menentukan jawaban responden tersebut tergolong sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah atau sangat rendah maka dari jumlah skor variabel yang akan ditentukan rata-ratanya dengan membagi jumlah pertanyaan. Dari hasil pembagian tersebut, maka akan dapat diketahui jawaban responden termasuk kedalam karegori yang mana.

F. Teknik Analisa Data

Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas dan variabel terikat. Adapun metode statistik yang digunakan adalah :

1. Koefisien korelasi product moment

Cara ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya dan besar kecilnya hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat (Sugiono,2005:193).

Perhitungannya dengan menggunakan rumus berikut :

Keterangan :

N = Populasi

rxy = Koefisien korelasi antara gejala X dan gejala Y ∑ xy = Jumlah hasil perkalian antara skor x dan skor y ∑ x = Jumlah seluruh skor X

∑ y = Jumlah seluruh skor Y

Untuk melihat hubungan antara kedua variabel tersebut maka dapat dirumuskan sebagai berikut :

a. Nilai rxy yang positif menunjukkan kedua variabel positif, artinya kenaikan nilai variabel yang satu diikuti oleh yang lain.

b. Nilai rxy yang negatif menunjukkan keduan variabel negatif, artinya menurunnya variabel yang satu diikuti dengan meningkatnya variabel yang lain.

c. Nilai rxy yang sama dengan nol menunjukkan kedua variabel tidak mempunyai hubungan artinya variabel tetap meskipun yang lainnya berubah.

Untuk mengetahui adanya hubungan yang tinggi atau rendah antara kedua variabel berdasarkan nilai r (koefisien korelasi), digunakan penafsiran atau interpretasi angka (Sugiono, 2005:149) yaitu:

Tabel 2.1 : Interpretasi korelasi product moment

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0.60 – 0,799 0,80 – 1,00 Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

Dari nilai rxy yang diperoleh dapat dilihat secara langsung melalui tabel korelasi untuk menguji apakah nilai r yang diperoleh tersebut berarti atau tidak. Tabel korelasi ini menentukan batas-batas r yang signifikan tertentu, dalam hal ini signifikan 5%. Bila nilai r tersebut adalah signifikan berarti hipotesis dapat diterima.

2. Koefisien Determinant

Teknik ini digunakan untuk mengetahui berapa persen besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Perhitungan dilakukan dengan mengkuadratkan koefisien korelasi product moment (rxy) dan dikalikan dengan 100%.

KD = (rxy)2 x 100% Keterangan :

KD = Koefisien Determinant

BAB III

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

A. Sejarah Singkat Metrologi

Metrologi berasal dari bahasa Yunani, yakni Metre yang artinya Ukuran dan Logos yang artinya Ilmu Pengetahuan. Jadi, Metrologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang ukuran. Dan kantor Metrologi adalah kantor yang melakukan Pengujian, Peneraan dan Penyuluhan terhadap alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) serta melakukan Pengujian terhadap Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT).

Secara garis besar Metrologi terbagi atas 3 (tiga) bagian yaitu :

1. Metrologi Legal, adalah metrologi yang mengelola satuan-satuan ukuran, metode-metode pengukuran dan alat-alat ukur, menyangkut persyaratan teknik dan peraturan berdasarkan Undang-undang bertujuan melindungi kepentingan umum dalam hal kebenaran pengukuran.

2. Metrologi Teknik, adalah metrologi yang mengelola satuan-satuan ukuran, metode-metode pengukuran dan alat ukur, menyangkut persyaratan teknik dan pengembangan metode pengukuran, perawatan dan pengembangan standar nasional untuk satuan ukuran dan alat ukur sesuai dengan perkembangan teknologi untuk memberikan kepastian dan kebenaran pengukuran.

3. Metrologi Radiasi Nuklir, adalah metrologi yang mengelola satuan-satuan ukuran, alat-alat ukur dan metode-metode pengukuran, menyangkut persyaratan teknik dalam pemakaian zat radioaktif dan atau

sumber-sumber lainnya, diatur berdasarkan Undang-undang / Peraturan Pemerintah / Keputusan Direktur Jendral Badan Tenaga Atom Nasional, bertujuan menjamin kesehatan dan keselamatan dan memberikan ketelitian dan keadaan yang dapat dipertanggung jawabkan.

B. Visi dan Misi

Sesuai dengan SK Menperindag No. 731/MPP/Kep/10/2002 tanggal 21 Oktober 2002 Tentang Pengelolaan Kemetrologian dan Pengelolaan Laboratorium Kemetrologian, serta Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor: 060.256.K Tahun 2002 Tentang Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perindustian dan Perdagangan serta Organisasi dan Tatakerja Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara. Sejalan dengan Undang-Undang No. 2 tahun 1981 Tentang Metrologi Legal serta Undang-Undang-Undang-Undang No. 8 tahun 1999 tanggal 20 April 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. UPTD Balai Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi S.U mempunyai peranan dalam Pengelolaan Laboratorium Kemetrologian, disamping itu memberikan Perlindungan terhadap Konsumen dan Produsen UTTP dan BDKT, dengan Visi “ Menjamin terwujudnya kondisi “ tertib ukur ” , “ tertib niaga “ serta “ tertib usaha ”, diwilayah kerja UPTD Balai Metrologi Medan, serta dilingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara dengan misi utama dalam rangka usaha melaksanakan:

• Pengelolaan Standard dan Laboratorium

• Pelayanan Tera/Tera Ulang alat UTTP

• Pengawasan alat UTTP dan BDKT

Dengan perkataan lain misi kemetrologian secara umum dapat di sebut sebagai penjamin tingkat kebenaran ukuran, baik di pihak konsumen maupun produsen alat UTTP dan BDKT sesuai dengan Standard Operasional Prosedur yang mampu telusur baik ke tingkat Nasional maupun Internasional.

C. Tugas Pokok dan Fungsi

Kegiatan Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) unit kerja UPTD Balai Metrologi Medan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara, tertuang dalam Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Utara Nomor 3 Tahun 2001 Tentang Dinas-Dinas Daerah Propinsi Sumatera Utara, serta Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 060.256.K Tahun 2002 Tentang Tugas, Fungsi dan Tatakerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara, dan sejalan dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 731/MPP/Kep/10/2002 Tentang Pengelolaan Kemetrologian dan Pengelolaan Laboratorium Kemetrologian, serta Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Kewenangan Pemerintah Pusat dan Kewenangan Pemerintah Propinsi sebagai Daerah Otonom. Kewenangan Pemerintah Pusat dalam penyelenggaraan Kemetrologian adalah sebagai Pengelolaan Kemetrologian dan kewenangan Pemerintah Propinsi adalah sebagai Pengelolaan Laboratorium Kemetrologian.

Dalam rangka Mendayagunakan Potensi yang ada pada UPTD Balai Metrologi Medan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara, baik ditingkat kualitas maupun kuantitas alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) dan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) serta Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemetrologian, diharapkan terciptanya iklim

usaha yang kondusif melalui kegiatan operasional, pembinaan dan pengawasan kegiatan Kemetrologian di Propinsi Sumatera Utara secara efektif dan effisien, hal ini dapat meningkatkan produktivitas kerja, guna terciptanya kondisi Tertib Ukur, Tertib Usaha dan Niaga pada Masyarakat Pemilik/Pengguna alat (UTTP) dan (BDKT), dalam rangka menggali Sumber Daya serta dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Propinsi Sumatera Utara, untuk mendukung pembangunan di sektor Industri dan Perdagangan.

Tugas pelaksanaan operasional, pembinaan dan pengawasan kegiatan kemetrologian berdasarkan Undang-undang Metrologi Legal No. 2 tahun 1981 dan peraturan perundang-undangan lainnya, yang pelaksanaannya di jabarkan ke dalam Tupoksi UPTD Balai Metrologi Medan sesuai dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan R.I. Nomor 731/MPP/Kep/10/2002 Tentang Pengelolaan Kemetrologian dan Pengelolaan Laboratorium Kemetrologian, sebagai bahan evaluasi dari pelaksanaan Tupoksi selama T.A 2008, pada UPTD Balai Metrologi sebagai unit kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara, yang mencakup kegiatan operasional teknis berpedoman kepada peraturan perundang-undnagan yang berlaku dibidang Metrologi Legal, berkaitan dengan:

1. Verifikasi standard untuk satuan ukuran 2. Pengadaan sarana dan prasarana Laboartorium

3. Pemeliharaan peralatan standar untuk satuan ukuran, ruang Laboratorium beserta instalasi uji

4. Pembinaan sumber daya manusia Metrologi 5. Pemeliharaan dan penggunaan Cap Tanda Tera

6. Menera dan Menera Ulang alat UTTP 7. Pengelolaan Biaya Tera

8. Pengawasan UTTP dan BDKT 9. Penyuluhan Kemetrologian

10. Pembinaan Terhadap Reparatir UTTP dan Pengusaha UTTP dan, 11. Penelitian UTTP untuk proses izin tanda Pabrik dan Izin Tipe

a. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan penyusunan Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi ini adalah sebagai berikut :

1. Merupakan Tupoksi secara periodik yang merangkum laporan pelaksanaan operasional, pembinaan dan pengawasan kegiatan kemetrologian dari 6 (enam) Kabupaten / Kota Propinsi Sumatera Utara, meliputi wilayah kerja (Kota Medan, Binjai dan Tebing-Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Langkat).

2. Merupakan bahan/data informasi dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan Industri dan Perdagangan khususnya di UPTD Balai Metrologi Medan .

3. Memberikan fenomena (gambaran) pelaksanaan kegiatan dan perkembangan ke metrologian yang telah dicapai selama kurun waktu TA 2008, berikut permasalahan yang dihadapi serta upaya dan program mengatasinya.

4. Sebagai bahan perbandingan dengan gerak langkah pembangunan yang Sinkron bagi kabupaten/Kota pada propinsi lainnya, khususnya sesama UPTD Balai Metrologi di Propinsi Sumatera Utara.

5. Sebagai acuan dan bahan pertimbangan untuk menyusun program yang akan datang.

b. Ruang Lingkup

1. Pelaksanaan Tupoksi ini di susun dalam kurun waktu T.A 2008.

2. Tupoksi ini disusun merupakan penjabaran kebijaksanaan kegiatan operasional, pembinaan dan pengawasan yang mengacu kepada Surat Edaran Menteri Perindustrian dan Perdagangan R.I. No. 598/MPP/4/1998 tentang Pedoman Penyusunan serta Laporan Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi program kerja di lingkungan Departemen Perindustrian dan Perdagangan . Serta mengacu pada Keputusan Gubernur Propinsi Sumatera Utara Nomor 060.256.K Tahun 2002 Tentang Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara:

D. Struktur Organisasi

Perangkat UPTD Balai Metrologi tersebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Propinsi Sumatera Utara Nomor: 060.256.K Tahun 2002 Tentang Tugas, Fungsi dan Tatakerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Organisasi dan Tatakerja Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara, yang tersusun dalam Struktur Organisasi sebagai berikut :

Kasi Massa dan Timbangan

Ir. M. Hasnil

Kasi Ukuran Arus Panjang dan Volume Ir. Sujatmiko, MSi

Kasi Pengawasan dan Penyuluhan - Kepala Subbag Tata Usaha T. Syarifuddin,SE Pelaksana : 1. Setiani R.W 2. Rasilah

3. T.A. Evelin Purba 4. Rudi Syafrial 5. R. Panggabean 6. Bertha Silaen 7. Martauli Siringoringo 8. Jannus Simanjuntak 9. Parsono 10. Iwa Kesuma 11. Sahrianto 12. Eriyadi 13. Mariadi 14. Eriyanto Pelaksana : 1. Manius T, ST 2. Hamdani Lubis 3. Hansen L. Tobing,BBA 4. T.H. Tampubolon 5. Joni Akbar 6. Syaiful 7. Maimun Efendy 8. Jannes Hutagaol Pelaksana : 1. Sorimuda Nst 2. Saut Parulian 3. Yunarto 4. Bungsu Siregar 5. Rizki Vidholisa Nst 6. Syamsunar 7. Selfeber Tambunan Pelaksana : 1. Seth Ginting 2. Rifa’i. Y 3. Setia Tambunan 4. Mhd. Syukur Pane 5. Sahat Sidebang 6. Rahmat 7. Sahrun Sinurat 8. Syahrul Habib 9. M.Adham Nst,ST 10. Banier Oloan S ST MM 1. Kepala UPTD Balai Metrologi 2. Kepala Subbag Tata Usaha

3. Kepala Seksi Massa dan Timbangan

4. Kepala Seksi Ukuran, Arus, Panjang dan Volume 5. Kepala Seksi Pengawasan dan Penyuluhan

Susunan Struktur dan nama Personil Organisasi UPTD Balai Metrologi Medan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut :

Gambar 1

Struktur Organisasi UPTD Balai Metrologi Medan

Sumber : Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 060.256.K. Tahun 2002

Ka.UPTD Balai Metrologi Medan Ir. Sahat M .Siahaan

E. Tugas, Fungsi dan Tata kerja UPTD Balai Metrologi

Susunan Organisasi UPTD Balai Metrologi yang telah operasional sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2001 Tentang Dinas-Dinas Daerah Propinsi Sumatera Utara, serta Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor : 060.256.K Tahun 2002 Tentang Tugas, Fungsi dan Tatakerja Dinas Perindag serta Organisasi dan Tatakerja Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara sebagai berikut :

Pada tahun 2008, 2 (tiga) orang pegawai UPTD Balai Metrologi Medan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Povinsi Sumatera Utara yaitu Ir. Liberty Sinulingga, Kepala Seksi Pengawasan dan Penyuluhan, telah memasuki masa pensiun pada tahun 2008 dan Darsan Tanjung, SH dari Seksi UAPV, telah meninggal dunia. Sementara 3 (tiga) orang pegawai masuk di UPTD Balai Metrologi Medan, yaitu Mariadi, Eriady, dan Eriyanto. Dengan demikian maka jumlah Pegawai UPTD Balai Metrologi Medan pada saat ini ( tahun 2010 ) adalah 43 orang.

Kondisi Pegawai UPTD Balai Metrologi pada TA. 2010 berjumlah 43 orang terdiri dari :

A. Pejabat Struktural :

• Kepala UPTD Balai Metrologi = 1 orang

• Kasubbag Tata Usaha = 1 orang

• Kasi Massa dan Timbangan = 1 orang

• Kasi Ukuran Arus, Panjang dan Volume = 1 orang

• Kasi Pengawasan dan Penyuluhan = - orang

• Jumlah Pelaksana = 22 orang

• Jumlah Total = 43 orang B. Kondisi Kepangkatan :

• Pangkat IV/a = 2 orang

• Pangkat III/d = 2 orang

• Pangkat III/c = 5 orang

• Pangkat III/b = 13 orang

• Pangkat III/a = 12 orang

• Pangkat II/d = 2 orang

• Pangkat II/c = 4 orang

• Pangkat II/b = 1 orang

• Pangkat II/a = 1 orang

• Pangkat I/c = 1 orang C. Pendidikan Kemetrologian :

• AKMET = - orang

• AHMET = 17 orang

• Pengulang Tera = 3 orang

• Pengamat Tera = - orang

• Up- Grading Tenaga Berhak = 2 orang D. Pendidikan Umum:

• Sarjana (S-1) = 7 orang

• Sarjana (S-2) = 3 orang

• SMP = 1 orang

• SD = - orang E. Pelatihan Jabatan :

• SPAMA = 2 orang

• ADUM = 2 orang F. Pendidikan dan Latihan Luar Negeri (Jerman) = - orang G. Pendidikan dan Pelatihan yang diikuti :

 Diklat PPNS = 1 orang

I. Kepala UPTD Balai Metrologi

Sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumatera Utara nomor 060.256.K Tahun 2002 Tentang Tugas, Fungsi dan tatakerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Organisasi dan Tatakerja Unit Pelaksana Teknis pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Sumatera Utara; Tugas Kepala Balai Metrologi adalah sebagai berikut:

Tugas :

Membantu Kepala Dinas dalam Pengujian, Peneraan, Kalibrasi, Verifikasi serta Pengawasan dan Penyuluhan Kemetrologian.

Uraian Tugas :

1. Memahami peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas.

2. Merencanakan kegiatan UPT Metrologi sebagai acuan pelaksanaan tugas. 3. Membagi tugas kepada bawahan sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Memberi petunjuk kepada bawahan agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik.

5. Mengkoordinasikan bawahan dilingkungan UPT Metrologi agar serasi dan saling mendukung dalam melaksanakan tugasnya.

6. Menyelia pelaksanaan tugas dilingkungan UPT Metrologi agar sesuai dengan rencana.

7. Mengkoordinasikan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dilingkungan UPT Metrologi guna pemecahan masalah dan tindak lanjut.

8. Menyusun rencana dan usulan program pembinaan di UPT Metrologi, yang antara lain meliputi pengawasan dan penyuluhan, pemeriksaan dan pengujian standar tingkat tiga untuk UTTP serta kebutuhan sarana kemetrologian.

9. Mengkoordinasikan pelaksanaan, pengelolaan dan pengendalian standar ukuran, cap tanda tera, peneraan dan penera ulangan UTTP serta sarana kemetrologian lainnya.

10. Mengkoordinasikan pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian standar tingkat 3 (tiga) untuk UTTP.

11. Mengkoordinasikan, penyusunan bahan mengenai pelaksanaan pengawasan terhadap penggunaan UTTP serta BDKT.

12. Mengkoordinasikan penyuluhan dibidang kemetrologian kepada Masyarakat. 13. Mengkoordinasikan, penyusunan bahan guna pelaksanaan pembinaan kepada

pengusaha dan reparatir UTTP.

14. Mengkoordinasikan pengumpulan bahan penyusunan rencana dan program kegiatan kemetrologian serta menganalisa, mengevaluasi data UTTP maupun data lainnya yang berkaitan dengan kemetrologian.

15. Mengendalikan pemberian perizinan di Bidang Kemetrologian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

16. Mengkoordinasikan pelaksanaan penyidikan terhadap pelaku tindak pidana UUML (Undang-Undang Metrologi Legal).

17. Memberikan masukan/saran kepada pemerintah Daerah dalam sektor kegiatan ekonomi masyarakat dibidang kemetrologian dan melaksanakan hubungan kerja sama dengan instansi pemerintah, Instansi vertikal maupun instansi lainnya didaerah.

18. Menyiapkan bahan koordinasi dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi jabatan Fungsional Penera berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

19. Melakukan pemantauan, pengelolaan dan pengendalian tugas dibidang metrologi.

20. Membuat laporan pelaksanaan tugas UPT Metrologi sebagai pertangung jawaban pelaksanaan tugas.

21. Melakukan tugas lain sesuai dengan petunjuk atasan. Fungsi:

- Penyusunan dan penyempurnaan konsep - konsep standar pengujian, peneraan, kalibrasi, verifikasi, sertifikasi, serta pengawasan

penyuluhan kemetrologian.

- Pelaksanaan rencana jangka menengah dan tahunan di bidang pengujian, penempatan dan sertipikasi dan pengawasan kemetrologian, sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.

- Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas dan Wakil Dinas, sesuai bidang tugas dan fungsinya.

- Pemberian masukan yang perlu kepada Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas sesuai bidang tugas dan fungsinya.

- Pelaporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugas dan funngsinya kepada Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas, sesuai standar yang ditetapkan.

2.Subbag Tata Usaha Tugas :

1. Menyelengarakan urusan Tata Usaha, Keuangan, Administrasi

Dokumen terkait