BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan
4.3.2 Pengembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Kota
Kota Medan
Setelah adanya program pemberdayaan yang diberikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan kepada UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan terdapat beberapa pengembangan yang merupakan proses dari usaha kecil dan menengah Kota Medan dalam memperluas peluang pertumbuhan usaha.
Menurut Widanigsih dan Ariyanti (2018:90) terkait pengembangan usaha istilah yang sering mengacu pada pengaturan dan mengelola hubungan strategis dan aliansi dengan yang lain, perusahaan pihak ketiga. Dalam hal ini perusahaan dapat memanfaatkan satu sama lain keahlian, teknologi atau kekayaan intelektual untuk memperluas kapasitas mereka untuk mengidentifikasi, meneliti, menganalisis dan membawa ke pasar bisnis baru dan produk baru, pengembangan bisnis terfokus pada implementasi dari rencana bisnis strategis melalui ekuitas pembiayaan, akuisisi/divestasi teknologi, produk, dan lain-lain.
Teori tersebut sejalan dengan hasil penelitan yang di temukan peneliti, dalam usaha mikro kecil dan menengah yang telah memperoleh pemberdayaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan dalam bentuk pengembangan sebagai berikut.
Peningkatan Kualitas Produk
Terdapat pengembangan dalam meningkatnya kualitas produk yang di produksi UMKM setelah menerima pemberdayaan dari Dinas Koperasi dan UMKM. Sebelumnya produk yang di hasilkan UMKM belum rapi dan kualitas bahan baku masih rendah. Setelah adanya pemberdayaan, terdapat peningkatan kualitas produk berupa produk yang lebih rapi dan bahan baku yang lebih baik.
Peningkatan kualitas produk terjadi karena adanya program pelatihan dan permodalan dalam bentuk peralatan yang diberikan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan. Melalui program pelatihan UMKM mendapat ide-ide baru dalam menolah produk meskipun di berikan program pelatihan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, pelatihan cenderung sama ke seluruh UMKM oleh karena itu, tetap saja harus ada kreativitas dari dalam diri UMKM itu sendiri dalam meningkatkan kualitas produknya.
Melalui program permodalan berupa bantuan peralatan, UMKM terbantu dalam peningkatan kualitas produk karena dengan menggunakan peralatan bantuan Dinas Koperasi dan UMKM, produk yang di hasilkan jauh lebih rapi sehingga semakin dapat memuaskan konsumen dan semakin meningkatkan keuntuungan usaha.
Pengembangan ini sejalan dengan teori American Society for Quality Control dalam Philip Kotler (2004:94), kualitas produk adalah keseluruhan kelengkapan dan karakteristik dari produk atau layanan yang memengaruhi kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan baik yang dinyatakan maupun tersirat.
Diversifikasi Produk
Terdapat penambahan jenis – jenis produk baru dalam usaha UMKM.
Dulunya sebelum menerima program pemberdayaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, UMKM hanya memproduksi satu jenis produk seperti ukiran kaligrafi ataupun hanya seutas kain batik, satu jenis bahan seperti produk berbahan dasar kayu atau terbatasnya pilihan warna batik , setelah pemberdayaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan UMKM mampu berinovasi dan menambah ragam jenis seperti kotak tissue dan jam dinding berukir kaligrafi atau
kain batik dengan corak-corak yang lebih menarik, bahan baku yang berkualitas kayu fiber anti rayap untuk seni kaligrafi dan kain yang lebih halus dan nyaman untuk batik.
Faktor utama dari diversifikasi produk adalah faktor kreativitas dari dalam diri sendiri, tetapi dengan adanya pemberdayaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan khususnya pada program pelatihan yang memberdikan ide-ide baru dan bantuan peralatan yang mempermudah UMKM dalam bekerja, maka meningkatlah jenis-jenis produk (diversifikasi) yang dihasilkan UMKM.
Tak hanya itu, diversifikasi juga terjadi karena semakin meningkatnya permintaan konsumen karena UMKM telah memperoleh pemberdayaan dalam bidang pemasaran. Oleh sebab itu, UMKM harus melakukan diversivikasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan dengan demikian dapat memperoleh keuntungan memeperoleh keuntungan lebih. UMKM menciptakan produk- produk baru sesuai dengan teori Primyastanto (2014:158) diversifikasi produk, menciptakan produk-produk baru sesuai segmentasi pasar yang dituju berdasarkan selera dan daya beli konsumen.
Peningkatan Jumlah Produksi
UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan juga mengalami peningatan jumlah produksi setelah memperoleh pemberdayaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan. Peningkatan jumlah produksi pada UMKM terjadi karena semakin banyaknya permintaan pasar terkait produk – produk yang dihasilkan oleh UMKM.
Peningkatan jumlah produksi ini sejalan dengan teori Khusaini (2013:67) yang menyatakan bahwa produksi dalam beberapa buku teori ekonomi sering
didefinisikan sebagai kegiatan untuk menciptakan guna. Dalam hal ini guna berarti kemampuan, yaitu kemampuan barang/jasa dalam memenuhi kebutuhan.
Peningkatan jumlah produksi UMKM setelah mendapat pemberdayaan sekitar 20-60% perbulannya. Bahkan bagi UMKM Batik Mardiyah yang dulunya hanya memproduksi sebanyak 10 sampai 15 kain batik per bulan, kini memproduksi kain batik sebanyak banyaknya perbulan dengan kisaran 45 kain batik perbulan. Dan bagi UMKM Irjie Kaligrafi, terdapat peningkatan sesar 20 % karena semakin banyak konsumen yang memesan produk kaligrafi dalam jumlah yang banyak. Peningkatan jumlah produksi ini terjadi karena adanya program pemberdayaan dalam bidang pemasaran yang diberikan pihak Dinas Koperasi dan UMKM pada UMKM Kota Medan, dengan adanya pemasaran dalam bentuk bazar, pameran, dan galeri membuat produk UMKM semakin di kenal masyarakat.
Oleh karena itu, maka permintaan terkait produk UMKM semakin meningkat dan untuk membuhi permintaan pasar tersebut, UMKM meningkatkan pula jumlah produksinya. Dengan adanya prningkatan jumlah produksi, semakin meningkat pula keuntungan dari UMKM.
Peningkatan Keuntungan Usaha
Dengan adanya pemberdayaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, terdapat pengembangan dalam meningkatan kualitas produk yang di hasilkan UMKM, terdapatnya diversifikasi produk, dan peningkatan jumlah produksi dari UMKM, dan secara garis lurus meningkat pula keuntungan usaha dari UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan.
Menurut Kasmir dan Jakfar (2013:7) keuntungan merupakan tujuan utama dalam dunia bisnis, terutama bagi pemilik bisnis baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Bentuk keuntungan yang di harapkan lebih banyak dalam bentuk finansial. Besarnya keuntungan telah ditetapkan sesuai dengan target yang diinginkan sesuai dengan batas waktunya
Sesuai dengan teori Kasmir dan Jakfar dengan adanya program pemberdayaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan yang mendukung UMKM, meningkat pula keuntungan usaha UMKM Kota Medan. Peningkatan keuntungan UMKM berkisar 20-60% perbulannya. UMKM Irjie Kaligrafi memperoleh keuntungan sebear 20 % perbulannya dengan menjual produk degan kisaran harga Rp. 50.000 sampai >Rp. 1.000.000 per produknya. Dan UMKM Batik Mardiyah memperoleh keuntungan sebesar 60% perbulannya dengan kisaran harga produk Rp. 150.000 sampai Rp. 750.000. Dengan meningkatnya keuntungan usaha dari UMKM, UMKM dapat memperluas usahanya. Seperti UMKM Irjie Kaligrafi, dengan peningkatan keuntungan, usaha yang dulunya hanya di pasarkan di pinggir jalan, sekarang sudah dapat menyewa toko dengan hasil keuntungan usaha.
Pengembangan UMKM ini sejalan dengan teori Menurut Brown dan Petrello dalam Widanigsih dan Ariyanti (2018:90) pengembangan usaha adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut sambil memperoleh laba.
4.3.3 Peranan Pemberdayaan Dinas Koperasi Dan UMKM Kota Medan