Bor dengan gagang silindris (Gambar 2.30) pada umumnya dibuat sampai garis tengah 16 mm. Model khusus dengan lidah pembawa untuk gaya puntir yang lebih besar hanya cocok untuk kepala bor yang sesuai, ia tidak dapat berputar di dalam kepala bor, sehingga dengan demikian gagang dan dagu penjepit lebih awet. Bor dengan gagang segi empat digunakan untuk mesin bor tangan (uliran bor, palang bor, dan sebagainya).
Gambar 2.30 Mata bor spiral dengan gagang silindris dan kepala bor30
29
Robert Harding, Mengenal Proses Gurdi, (Hal 257) 30
35
Aturan-aturan kerja pada pengencangan mata bor.
a. Perhatikan pengencangan mata bor yang benar. Hanya bor yang tidak goyah dan duduk erat, memberi jaminan kerja yang tepat dan bersih. Jika bor tidak duduk dengan erat di dalam kepala bor, maka ia dapat macet di dalam benda kerja yang dibor atau terbawa disertai kejutan – bahayanya bisa patah! Jika hal ini terjadi, maka gagang bor tergesek dan terbentuk tarikan yang merupakan penyebab kenyataan bahwa bor tidak dapat lagi dikencangkan tepat senter, ia bergetar, member lubang yang tidak tepat, dan seterusnya.
b. Bor dengan gagang silindris harus ditancapkan sampai menumpu pada dasar kepala bor (Gambar 2.31). Jika ia tidak menyentuh dasar, pada saat pemboran ia akan bergeser ke arah sumbu. Akibatnya, ukuran kedalaman lubang bor tidak tepat, bor terpeleset, tersangkut, dan patah.
c. Kepala penjepit harus dibersihkan dari waktu ke waktu, diperbaiki dan bila perlu diganti. Pengerjaan dengan kepala bor yang rusak tidak dibolehkan.
d. Bor dengan gagang kerucut. Gagang kerucut dan kerucut dalam harus bersih. Tidak boleh terdapat serpih, lekukan, debu, minyak atau gemuk pada gagang atau kerucut dalam, karena hal ini dapat mengakibatkan bergetarnya atau terpelesetnya bor (Gambar 2.32).
e. Selubung reduksi. Biasanya tidak boleh dipasangkan lebih dari dua selubung bertumpukan karena dapat mengakibatkan bergetarnya bor dan tidak bundar putarannya. Periksa setelah pengencangan apakah bor berputar tepat bundar!
Gambar 2.31 Bor harus dikencangkan dengan benar 31
Gambar 2.32 Kerucut perkakas dibersihkan 32
31
Robert Harding, Mengenal Proses Gurdi, (Hal 257) 32
36 2.7.1 Pengencangan Benda Kerja
Gaya puntir spindel bor yang muncul bisa berakibat memutar benda kerja. Untuk menghindarkan kecelakaan (luka tangan, Gambar 2.33), benda kerja harus dikencangkan dengan erat waktu pemboran.
Gambar 2.33 Kencangkan benda kerja dengan erat33
Aturan kerja pada pengencangan benda kerja sebagai berikut.
a. Sebelum dilakukan pengencangan, bersihkan meja bor dan bidang alas benda kerja, alat pengencang, perlengkapan bor dan sejenisnya secara teliti dari serpih/kotoran supaya didapat landasan yang tepat dan aman.
b. Amankan benda kerja dari benda yang tidak dipakai. Benda-benda kerja yang tidak dikencangkan dengan erat akan tergoncang, lubang bor menjadi lebih besar dan tidak tepat. Terutama oleh bor spiral pendek benda kerja yang tidak dikencangkan atau pengencanganya buruk, akan mudah terseret ke atas. Bahaya ini terutama terdapat juga pada pemboran pelat logam. Akibatnya, kerusakan benda kerja atau bor patah.
c. Benda kerja (contohnya baja U, siku, dan pipih) tidak boleh bergetar pada saat pemboran, karena bor akan bergetar. Akibatnya, penyayat retak dan cepat menumpul.
d. Pengencangan benda kerja bukan hanya bila lubang yang dibor besar, semua pemboran benda kerja harus dipegang kuat secara meyakinkan.
33
37 Contoh pengencangan:
• Pelat logam dan sejenisnya harus diamankan dengan menahannya pada jepitan kikir (Gambar 2.34), untuk itu benda kerja tersebut diletakkan di atas alas kayu.
• Benda kerja yang pendek dan kecil harus dijepitkan pada ragum (Gambar 2.35). Ragum mesin dapat dilengkapi dengan dagu penjepit yang lurus dan sejajar. Dengan sebuah dagu penjepit yang dapat dikencangan, benda kerja (Gambar 2.36) dapat diputar dengan skala derajat, atau dapat diputar untuk pemboran lubang pada berbagai arah. Pengencangan dilakukan oleh baut ulir dengan engkol atau kunci (Gambar 2.37). Pada produksi massa, pengencangan secara cepat dan waktu pengencangan yang singkat, pengencangan dilakukan dengan engkol tangan eksentris atau dengan udara kempa.
• Benda kerja silindris dikencangkan di dalam catok penyenter (Gambar 2.38), dengan penjepit (Gambar 2.39) atau dengan sebuah prisma bor. Gambar 2.40 kanan memperlihatkan sebuah prisma bor yang dapat disetel, sehingga dapat melakukan pemboran tembus secara leluasa.
Gambar 2.34 Pengencangan plat logam34
Gambar 2.35 Penjepitan pada ragum35
34
Drs.B.M.Subakty, Menyekrap/Mengebor/Menggerinda, (Jakarta, Hal 100) 35
38
Gambar 2.36 Ragum mesin dengan penjepit yangdapat diputar36
Gambar 2.37 Ragum mesin penyenter37
Perhatikan! Benda kerja harus dijepit di tengah-tengah ragum (Gambar 2.33). Pada pengencangan benda kerja yang rendah harus digunakan alas yang sama tingginya, jika tidak benda kerja akan terperosok ke bawah akibat tekanan. Periksa posisi benda kerja dengan siku sebelum dikencangkan. Penyiapan pusat lubang benda kerja dapat dilakukan dengan sebuah penitik (penyenter) yang dijepitkan di dalam spindel bor.
betul salah betul salah
Gambar 2.38 Penjepitan yang betul dan yang salah38
Gambar 2.39 Penjepit39
Gambar 2.40 Prisma bor yang dapat disetel40
36
Robert Harding, Mengenal Proses Gurdi, (Hal 259) 37
Robert Harding, Mengenal Proses Gurdi, (Hal 259) 38
Robert Harding, Mengenal Proses Gurdi, (Hal 260) 39
Robert Harding, Mengenal Proses Gurdi, (Hal 260) 40
39
• Benda kerja yang berat dan memakan tempat dikencangkan pada meja bor, misalnya dengan besi penjepit dan ganjal (Gambar 2.41) serta unsur penjepit lainya. Perhatikan! Meja bor harus bersih dan bebas dari serpih besi atau kaki penjepit harus mendekap rapat pada benda kerja dan alas pengganjal. Alas harus mantap dan besi penjepit harus kuat. Sekrup pengencang harus disusun sedekat mungkin pada benda kerja (Gambar 2.42), supaya tekanannya merata. Pada pengencangan yang tidak tepat, benda kerja dapat terlontar, sehingga tidak hanya perkakas dan mesin yang rusak, melainkan dapat juga menimbulkan kecelakaan berat bagi operator mesin. Pada lubang tembus harus diperhatikan bahwa bor tidak sampai melubangi meja pengencang, tetapi masuk ke dalam lubang serpih atau kayu alas pengganjal.
• Pengencangan di dalam peralatan pelengkap bor, benda kerja yang akan dibor dimasukkan dalam sebuah rangka (peralatan pelengkap) dan dikencangkan dengan erat. Bor diberi jalur penuntun yang sangat tepat di dalam sebuah lubang dudukan bor (Gambar 2.43). Penggunaannya pada produksi berantai. Peralatan pelengkap bor memungkinkan penghematan waktu karena penggoresan lubang tidak perlu dilakukan. Jika banyak lubang yang dikerjakan pada benda kerja yang rumit penghematan waktu dan ketepatan yang tinggi itu akan jauh lebih besar dibandingkan dengan melalui proses penggoresan. Selain itu, tiap benda kerja benarbenar sama dengan benda kerja lainya, mereka dapat dipertukarkan.
Gambar 2.41 Pengencangan yang betul dan yang salah dengan ganjal besi pengencang41
41
40
Gambar 2.42 Pengencangan dengan Gambar 2.43 a. Pemboran tanpa penuntunan
besi pengganjal42 b. Pemboran penuntunan43