BAB II LANDASAN TEORI
1. Pengertian Attachment pada Masa Dewasa
Bowlby (1973 dalam Diehl, Elnick, Bourbeau & Labouvie-Vief, 1998) menegaskan bahwa relasi attachment pada anak terbentuk dari interaksi dengan pengasuhnya yang dihasilkan prototipe kerangka model internal dalam hubungan akrab. Ainsworth, Blehar, Waters, dan Wall (1978 dalam Simpson, 1990) melakukan penelitian berdasarkan teori Bowlby (1973 dalam Simpson, 1990) untuk membedakan gaya atau pola attachment pada anak-anak. Penelitian tersebut
mengindentifikasikan tiga gaya utama attachment, yaitu: secure,
anxious/ambivalent, dan avoidant.
Banyak penelitian mengenai attachment masa dewasa yang mengadopsi tiga kategori model attachment Ainsworth, et.al (1978 dalam Simpson, 1990) untuk mengetahui hubungan dari secure,
anxious-ambivalent, dan avoidant pada masa dewasa awal (Collin &
Read, 1990; Feeney & Noller, 1990; Hazan & Shaver, 1987; Kirkpatrick & Davis, 1994; Kobak & Hazan, 1991; Main, et.al., 1985 dalam Diehl, Elnick, Bourbeau & Labouvie-Vief, 1998). Penelitian sejauh ini tidak ada yang mempertimbangkan keseluruhan empat kategori (kombinasi antara model mental diri dan orang lain baik positif atau negatif; Bartholomew & Horowitz, 1990) untuk klasifikasi model attachment masa dewasa. Sebagai contoh, penelitian Main (1985 dalam Bartholew & Horowitz, 1991) ditemukan kelemahan dalam klasifikasi model attachment masa dewasa. Penelitian tersebut gagal mendiskusikan kemungkinan subjek memiliki model diri dan orang lain negatif.
Penelitian ini memilih perspektif attachment masa dewasa menurut Bartholomew dan Horowitz (1991). Kedua tokoh tersebut melakukan klasifikasi model attachment masa dewasa dengan prosedur self-report dan wawancara semi struktur. Dengan kombinasi prosedur tersebut, penelitian ini memiliki kelebihan dalam
mendiskusikan keseluruhan kombinasi positif atau negatif model diri dan orang lain yang tidak ditemukan pada penelitian sebelumnya.
Perspektif attachment menurut Bartholomew dan Horowitz (1991) dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut:
Attachment merupakan kebutuhan manusia secara universal
untuk membentuk ikatan afeksi yang dekat dengan orang lain (Bowlby, 1973, 1980, 1982 dalam Bartholomew & Horowitz, 1991). Perspektif attachment Bartholomew dan Horowitz (1991) didasarkan oleh teori Bowlby (1973, 1980 & 1982) yang mengemukakan bahwa kualitas hubungan masa kanak-kanak dengan pengasuhnya dihasilkan dari representasi internal atau kerangka model diri dan orang lain. Kerangka model diri dan orang lain pada masa ini akan menentukan model relasi sosial di masa depan.
Bartholomew dan Horowitz (1991) menegaskan bahwa
attachment masa dewasa adalah pandangan kelekatan (ikatan afeksi)
diri orang dewasa pada orang lain yang dihasilkan dari model mental diri dan model mental orang lain baik secara positif maupun negatif. Model mental diri dipahami sebagai keyakinan bahwa diri dicintai (lovability) dan layak mendapatkan perhatian (worthiness of care). Model mental orang lain dimengerti sebagai harapan bahwa orang lain hadir secara emosional dan responsif.
Model diri positif bercirikan sikap diri di mana individu mampu menghargai diri sendiri dan memiliki harapan bahwa orang
lain akan merespon mereka secara positif. Model diri negatif bercirikan individu yang memiliki kecemasan pada penerimaan diri sendiri dan penolakkan dari orang lain dalam hubungan akrab. Kecemasan ini disebabkan oleh pengalaman individu akan kecemasan dan ketergantungan dalam hubungan akrab. Model orang lain positif bercirikan individu yang suka mencari keintiman dan dukungan dalam hubungan akrab. Model orang lain negatif mengindikasikan individu yang memiliki kecenderungan untuk menghindari keintiman dalam suatu hubungan. Hasil interaksi dari model-model ini membangun
attachment masa dewasa dan dikategorikan ke dalam empat model
attachment (Bartholomew & Horowitz, 1991).
2. Model Attachment pada Masa Dewasa
Interaksi antara model diri dan model orang lain menghasilkan empat model attachment, yaitu secure, preoccupied, fearful, dan
dismissing. Model attachment secure mengarah pada secure
attachment dan model attachment preoccupied, fearful, dan dismissing
mengarah pada insecure attachment (Bartholomew & Horowitz, 1991). Gambar 1 mengilustrasikan empat model attachment sebagai berikut:
Gambar 1. Model attachment pada masa dewasa MODEL OF SELF (Dependence) Positive Negative (Low) (High) SEL I SECURE Comforable with intimacy
and autonomy SEL II PREOCCUPIED Preoccupied with relationships SEL IV DISMISSING Dismissing of intimacy Counter-dependent SEL III FEARFUL Fearful of intimacy socially
avoidant Positive (Low) MODEL OF OTHER (Avoidance) Negatif (High)
Model diri dan model orang lain mewakili harapan umum mengenai sikap kelayakkan diri dan kehadiran orang lain (Griffin & Bartholomew, 1994). Berdasarkan ciri khas setiap sel, empat model
attachment dijelaskan sebagai berikut:
Sel I: Individu dengan klasifikasi secure memiliki pandangan model diri positif dan model orang lain positif. Mereka tidak mudah tergantung (low dependency) dan tidak ingin menghindar (low
avoidance). Model ini mengindikasikan sikap kelayakan diri dan
harapan bahwa secara umum orang lain menerima dan berperilaku responsif. Mereka pun mudah menerima dirinya dan tidak mengkhawatirkan penolakan orang lain.
Sel II: Individu dengan klasifikasi preoccupied memiliki gambaran model diri negatif tetapi model orang lain positif. Mereka memiliki kecenderungan mudah tergantung (high dependency) dan
tidak ingin menghindar (low avoidance). Model ini mengindikasikan sikap ketidaklayakkan diri (tidak dicintai), tetapi mereka memandang orang lain positif. Penerimaan diri didapatkan dengan melihat penilaian positif orang lain pada dirinya.
Sel III: Individu dengan klasifikasi fearful memiliki pandangan model diri dan model orang lain yang negatif. Mereka mudah menjadi tergantung (high dependency) dan ingin menghindar (high avoidance). Model ini mengindikasikan sikap ketidaklayakkan diri serta cenderung memandang orang lain negatif. Dengan kata lain, orang lain tidak dapat dipercaya dan ditolak. Untuk melindungi diri dari penolakan orang lain, individu fearful memilih menghindari keterlibatan akrab dengan orang lain.
Sel IV: Individu dengan klasifikasi dismissing memiliki gambaran model diri positif tetapi model orang lain negatif. Mereka cenderung tidak mudah tergantung (low dependency) dan memiliki keinginan yang tinggi untuk menghindar (high avoidance). Model ini mengindikasikan sikap mencintai diri atau kelayakkan diri, namun cenderung berperilaku negatif pada orang lain. Untuk menghindari kekecewaan, mereka melindungi diri dengan menghindari hubungan akrab dan memelihara sikap mandiri serta ketidakrapuhan diri.