BAB II BANTUAN HUKUM
B. Pengertian Bantuan Hukum Menurut Pendapat Ahli Hukum
Menurut Adnan Buyung Nasution bantuan hukum dalam pengertian yang luas dapat diartikan sebagai upaya untuk membantu golongan yang tidak mampu dalam bidang hukum, menuurt Adnan upaya dalam bantun hukum ini mempunyai tiga aspek yang saling berkaitan yaitu aspek perumusan aturan-aturan hukum, aspek pengawasan terhadap mekanisme untuk menjaga agar aturan-aturan itu ditaati dan aspek pendidikan masayarakat agara aturan tersebut dihayati.17
16
Abdurrahman, Masalah Bantuan Hukum di Indonesia, majalah Orientasi No. 3 Th. Ke II (1977)
17
Menurutnya adalah sangat berbahaya untuk mengandalkan bahwa aturan hukum yang ada sekarang ini sudah sempurna sama sekali dan sudah cukup tangguh untuk melindungi masyarakat yang tidak mampu, terhadap aturan ini perlu dikaji ulang untuk perbaikan maupun penambahan, usaha semacam ini perlu dilakukan secara terus menerus agar aturan hukum dapat mengimbangi dinamika masyarakat.
Aspek kedua tampaknya masih kurang mendapat perhatian dalam kegiatan bantuan hukum, hal ini terjadi terlatarbelakangi oleh faktor kurangnya fasilitas yang dimiliki oleh organisasi bantuan hukum, baik dana maupun tenaga ahli, kegiatan semacam ini membawa konsekuensi organisasi-organisasi bantuan hukum itu melakukan penelitian atau setiudak-tidaknya bekerja sama dengan lembaga-lembaga penelitian untuk mengetahui keadaan dan kepentingan yang mendesak dari golongan yang tidak mampu ataupun meneliti apakah peraturan hukum yang ada masih perlu dipertahankan, diperbaiki, ditambah atau bahakan diganti sama sekali.
Aspek ketiga besar artian bagi pendidikan masyarakat khususnya untuk membangkitkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak-hak dan kewajibannya.
Dari pemikiran Adnan Buyung diatas dapat menangkap setidak-tidaknya dua hal penting yang berkaitan dengan bantuan hukum dalam pengertian yang luas pertama, ia merupakan suatu gerakan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sehingga akan menyadari hak-hak dan kewajiban mereka sebagai manusia dan sebagai warga negar Republik Indonesia., kedua bantuan juga berarti
usaha untuk melakukan perbaikan-perbaikan hukum agar hukum dapat memenuhi kebutuhan rakyat dan mengikuti perubahan keadaan.18
Pengertian bantuan hukum yang ditetapkan oleh Lokakarya bantuan Hukum Tingkat Nasional 1978 yang menyatakan bahwa bantuan hukum merupakan kegiatan pelayanan hukum dan diberiakan kepada golongan yang tidak mampu (miskin) baik secara perorangan maupun kelompok masyarakat yang tidak mampu secara kolektif. Lingkup kegiatannya meliputi pembelaan perwakilan baik diluar maupun didalam pengadilan.
Pada tahun 1976 Simposium Badan Kontak Profesi Hukum Lampung juga merumuskan pengertian bantuan hukum, sebagai pemberian bantuan kepada pencari keadilan yang tidak mampu yang sedang menghadapi kesulitan dibidang hukum diluar maupun dimuka pengadilan.
Pengertian yang agak luas tentang bantuan hukum ini pernah juga disampaikan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (kapolri) “ pendidikan
klinis sebenarnya tidak hany terbatas untuk jurusan pidana maupun perdata untuk akhirnya tampil dimuka pengadilan, tetapi juga untuk jurusan-jurusan lain seperti Jurusan Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Pemerintahan, Hukum Internasional dan lain-lain, yang memungkinkan pemberinan bantuan hukum dluar pengadilan misalnya dalam soal-soal perumahan di kantor urusan perumahan (KUP), atau imigrasi atau departemen kehakiman, bantuan hukum kepada seseorang yang menyangkut urusan Internasional di Departemen Luar Negri bahkan memberikan
18
bimbingan dan penyuluhan dibidang hukum termasuk sasaran bantuan hukum dan lain sebagainya.19
Sementara pengertian bantuan bantuan hukum oleh jaksa Agung RI menyatakan bawa bantuan hukum adalah pembelaan yang diperoleh seorang terdakwa dari seorang penasehat hukum sewaktu perkaranya diperiksa dalam pemeriksaaan pendahuluan atau proses perkaranya dimuka pengadilan. 20
Seminar Pembinaan profesi hukum berpendapat bahwa pengertian bantuan hukum terdiri dari bantuan hukum diluar pengadilan. Pemberian bantuan hukum didalam pengadilan menimbulakan masalah verpilichte procururstelling yang berarti hak dan kewajiban mendaptkan bantuan hukum. Hak untuk mendapatkan bantuan hukum tersebut dilayani sebagai berikut:
1. Mewajibkan oengadilan untuk menunjukan secara langsung atau melalui organisasi profesi advokat untuk mendampingi/mewakili setiap orang yang berurusan di muka pengadilan.
2. mewajibkan seseorang dari kalangan profesi hukum untuk memberikan bantuan hukum tersebut diatas.
Menurut Clerence J Dias. Menyatakan bahwa bantuan hukum “legal aid
refers to the provision of the service of the legal profession to eneure that
19
Soeerjono Sekanto, Bantuan Hukum: Suatu tinjauan Sosio Yuridis, (Jakarta: Ghalia, 1983) h. 22
20Ibid
nonindividual is deprived of the right to recive legal advice or…legal representation
before courts… for lack of financial resources.”
Dapatlah dikatakan disini bahwa yang dimaksud dengan bantuan hukum disini adalah segala bentuk pemberian layanan oleh kaum profesi hukum kepada khalayak didalam masyarakat dengan maksud untuk menjamin agar tidak seorangpun didalam masyarakat yang akan terampas haknya untuk memeroleh nasehat-nasehat hukum yang diperlukan (atau kalau perlu juga untuk memperoleh wakil kuasa yang akan membela kepentingannya dimuka pengadilan ) oleh karena sebab tidak dimilikinya sumber daya finansial yang cukup.21
Meskipun perumusan tentang bantuan hukum yang teelah dikemukakan diatas sifatnya beraneka ragam namun dari kesemuannya itu terdapat beberapa kesamaan prinsip yang secara keseluruhan dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Bantuan hukum adalah merupakan suatu hak jadi bantuan hukum merupakan sesuatu yang dituntut oleh setiap subjek hukum bilamana ia memerlukannya dan pemenuhannya itu merupakan suatu kewajiban
2. Bantuan hukum adalah merupakan suatu pekerjaan yang bersifat professional yang berarti untuk melkukan pekerjaan yang dimaksud diperlukan suatu pendidikan khusus dan keahlian khusus, keahlian yang demikian adalah berupa keterampilan untuk mempergunakan dan menerapakan suatu ketentuan hukum in abstrakto kedalam kasus-kasus tertentu.
21
Bambang Sunggono dan Aries Harrianto, Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia, (Jember: Mandar Maju, 1994) h. 10
3. Bantuan hukum merupakan sutau pekerjaan pemberian jasa kepada orang yang memerlukannya, jasa tersebut dapat berupa pemikiran atau perbuatan tertentu berupa bantuan dalam mempertahankan hak, memenuhi kewajiban hukum tertentu.
4. Bantuan hukum diberikan untuk semua aspek kehidupan, karena hukum mengatur manusia sejak ia lahir samapi ia meninggal dunia maka bantuan itupun harus diberikan mencangkup seluruh aspek kehidupan tersebut. Pemberian jasa ini dapat dilakukan dalam membantu pembuatan kontrak-kontrak samapi memepertahankan dimuka pengadilan, pemikirn apa yang dilakukan dalam lalu lintas hukum dan sebagainya sehingga sifatnya menjadi sangat luas sekali.