• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

A. Tinjauan Pustaka

2. Pengertian Bentuk Kaligrafi

Bentuk ialah satu titik temu antara ruang dan massa. Bentuk juga merupakan penjabaran geometris dari bagian semesta bidang yang ditempati oleh obyek tersebut, yaitu ditentukan oleh batas-batas terluarnya namun tidak tergantung pada lokasi (koordinat) dan orientasi (rotasi)-nya terhadap bidang semesta yang ditempati. Bentuk obyek juga tidak tergantung pada sifat-sifat spesifik seperti: warna, isi, dan bahan. . (Dharsono, 2004: 30).

Kemudian yang dimaksud kaligrafi adalah Ungkapan yang diambil dari kata Latin “kalios” yang berarti indah, dan “graph” yang berarti tulisan atau aksara. Dalam bahasa Arab tulisan indah berarti “khath” sedangkan dalam bahasa Inggris disebut “calligraphy”. Arti seutuhnya kata kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, letak-letaknya dan cara-cara penerapannya menjadi sebuah tulisan yang tersusun. Atau apa-apa yang ditulis di atas garis-garis sebagaimana menulisnya dan membentuknya mana yang tidak perlu ditulis, mengubah ejaan yang perlu diubah dan menentukan cara bagaimana untuk mengubahnya.

Sedangkan pengertian kaligrafi menurut Situmorange yaitu suatu corak atau bentuk seni menulis indah dan merupakan suatu bentuk keterampilan tangan serta dipadukan dengan rasa seni yang terkandung dalam hati setiap penciptanya. Kaligrafi merupakan seni arsitektur rohani, yang dalam proses penciptaannya melalui alat jasmani. Kaligrafi atau khath, dilukiskan sebagai kecintaan rasa, penasehat pikiran, senjata pengetahuan, penyimpan rahasia dan berbagai masalah kehidupan. Oleh

12

sebagian ulama disebutkan “khat itu ibarat ruh di dalam tubuh manusia. (Ali, Akbar : 1995)

a. Pengertian Bentuk

Bentuk adalah wujud atau rupa yang dapat dilihat melalui indera penglihatan (visual), pendengaran (audio), serta penglihatan dan pendengaran (audio-visual). Selain itu bentuk juga merupakan unsur yang paling luar, objek yang paling jelas terlihat atau bentuk (form) adalah totalitas dari pada karya seni. Bentuk itu merupakan organisasi satu kesatuan atau komposisi dari unsur pendukung karya. Ada dua macam bentuk yaitu:

1. Visual form yaitu bentuk fisik dari sebuah karya seni atau satu kesatuan dari unsur-unsur pendukung karya seni tersebut.

2. spesial form yaitu bentuk yang tercipta karena adanya hubungan timbal balik antara nilai-nilai yang dipancarkan oleh penomena bentuk fisiknya terhadap tanggapan kesadaran emosional. (Dharsono, 2004: 30).

Secara umum wujud atau tampilan dari karya seni kriya dan kriya seni berupa bentuk karya tiga dimensi dan dua dimensi. Untuk mewujudkan bentuk tersebut kedua karya ini memilki cara atau teknik yang sama. Hanya sama fungsi dari masing-masing yang berbeda, seni kriya fungsi yang mengikuti bentuk, sedangkan kriya seni bentuk mengikuti fungsi, bahkan bentuk itu tidak memilki kegunaan apa-apa selain nilai estetisnya. (Dharsono, 2004: 30).

13

b. Kaligrafi

Pengertian kaligrafi secara harfiah berasal dari istilah Yunani, dari dua suku kata yaitu: kalligraphia (kalos = indah dan cantik graphein= coretan, tulisan). Penggabungan dua suku kata tersebut dapat diartikan sebagai seni tulisan indah. Di dalam tradisi seni Islam kaligrafi biasanya memakai huruf Arab yang disebut dengan seni khat, yang menonjolkan keindahan tulisan. Faruqi dan Faruqi menjelaskan bahwa secara filosofis kaligrafi Islam menekankan terhadap keindahan tulisan berdasarkan estetika Islam, yaitu estetika yang memancing perenungan tentang suatu eksistensi yang lebih tinggi, menghindarkan penikmatnya dari yang personal dan “keduniawian” ke arah pemusatan pemikiran terhadap transendensi vertikal.

Dalam perkembangan sejarahnya, telah beragam jenis-jenis tulisan yang muncul dalam kaligrafi Islam. Kaligrafi Islam telah menghasilkan beberapa jenis tulisan yang populer di dunia Islam seperti: Kufi tua, dari Kufah yang cenderung bersudut mencapai puncaknya pada abad ke-8 M; Kufi ornamental bersudut dan berornamen floral yang dikembangkan di Mesir dan Syria pada abad ke-8 M; dan Andalusi yang lengkung sekitar abad ke-7 M - 14 M dan Andalusia; dan Sudani berbentuk campuran bersudut dan melengkung sekitar abad ke-13 M dari Sudan. Kemudian beberapa jenis tulisan yang muncul adalah tulisan Sittah (tulisan enam) mencakup tulisan

Naskhi, Thuluth, Muhaqqaq. Rayhani, Riga’ dan Towqi’. (Meisar

Ashari, 2013: 86).

Selanjutnya menurut Edmund Burke Feldmand alam Meisar Ashari (2013) kaligrafi merupaka salah satu jenis karya seni rupa dengan menekankan keindahan yang terdapat pada bentuk –bentuk huruf sehingga mengalami stilasi atau digayakan untuk mendapatkan nilai estetika. Maka dari itu kaligrafi dijadikan sebagai sarana pemuasan kebutuhan, estetik juga sebagai sarana da‟wah yang paling efektif bagi umat Islam dalam menjalankan syaria Islam. Untuk itu eksistensi kaligrafi pada masa pertumbuhan Islam merupakan da‟wah, yaitu salah satu upaya masyarakat Bugis dalam menyiarkan Islam secara fundamental.

14

c. Jenis bentuk relief kaligrafi

Jenis relief yang terdapat di dalam bentuk kaligrafi menurut Edmund Burke Feldman dalam Meisar Ashari, 2013:74-75 memiliki lima macam bentuk, antara lain adalah (1) bentuk rendah (low shape), (2) bentuk sedang (average low;), (3) bentuk tinggi (high relief; alto relivo), (4) bentuk cekung (uncreaux low), dan (5) bentuk terawang atau tembus (a your low).

1) Bentuk rendah (low shape),

Bentuk rendah adalah golongan jenis bentuk yang teknik pengerjaannya menggunakan teknik yang sederhana dan termasuk tidak memiliki tingkat kerumitan, sebab menampilkan jenis pola yang berupa garis, baik garis lengkung maupun garis lurus. Jenis bentuk rendah umumnya dimanfaatkan pada tepi motif ornamen, yaitu sebagai perantara pola motif satu dengan pola motif lainya.

2) Bentuk sedang (average low;)

Bentuk sedang merupakan jenis bentuk yang banyak di aplikasikan pada kaligrafi. Tingkat kerumitannya sesuai dengan desain, namun teknis pengerjaan tidak serumit bentuk tinggi sehingga jenis bentuk sedang ini banyak diaplikasikan pada jenis motif atau pola yang umum dijumpai pada kaligrafi.

3) Bentuk tinggi (high low; alto)

Salah satu daya tarik ukir pada kaligrafi adalah adanya jenis bentuk tinggi yang dimanfaatkan sebagai salah satu teknis penggarapan kaligrafi. Pola-pola motif yang digunakan juga tergolong pola yang rumit sehingga implementasinya banyak didapatkan sebagai penggabungan jenis-jenis bentuk seperti, bentuk rendah, sedang,

15

dan cekung. Untuk itu jenis bentuk tinggi tergolong jenis bentuk yang tingkat kerumitannya lebih sulit dibanding dengan jenis bentuk lainnya sebab pada teknis pengerjaannya lebih menonjol jika diban dingkan dengan bentuk sedang.

4) Bentuk cekung (uncreaux low)

Bentuk cekung pada kaligrafi jumlahnya tidak banyak sebab hanya diterapkan sebagai pendukung jenis bentuk tinggi. Jenis bentuk cekung juga dimanfaatkan sebagai pendukung pola-pola hias yang rumit dan terlihat lebih sulit dan menarik. 5) Bentuk kaligrafi tembus atau terawang (a your low).

Bentuk Tembus pada kaligrafi merupakan jenis bentuk yang pengerjaaanya memerlukan kehati-hatian, karena menggunakan teknik yang ditebuk dan menggunakan alat gerudi geragaji sehingga membentuk huruf.

a. Contoh gambar bentuk kaligraf rendah dan sedang terdapat pada huruf

Gambar 1. gambar bentuk kaligraf rendah dan sedang

16

Kaligrafi ukir bentuk rendah dan sedang merupakan faktor pendukun pada kaligrafi bentuk tinggi, karena tingkat kerumitan pada kaligrafi itu tergantung pada desainya, sehingga implementasinya banyak didapatkan sebagai penggabungan jenis bentuk seperti: bentuk rendah, sedang, dan cekung.

b. Contoh kaligrafi ukir tembus

Gambar. 2. kaligrafi Ukir Tembus Jepara Allah Muhammad Sumber (dokumentasi foto:Asmidar,15-4-2015)

Kaligrafi Ukir tembus merupakan salah satu bentuk yang teknik pengerjaanya berdasarkan pada bentuk rendah, sedang, dan cekung maupun bentuk tinggi, kemudian berdasarkan pemesanan dibuatlah kaligrafi tembus. Selanjutnya kaligrafi kaju Jati Allah Muhammad mempunyai desain ukiran dan motif yang sangat elegan. Finishing natural dan warna tulisan arab dengan warna emas menjadikan kaligrafi ini terkesan mewah dan dapat menghiasi rumah anda sehingga rumah akan nampak tenteram.

17

Gambar.3.Kaligrafi Ukir Jepara tembus (Sumber: www.geogle.com)

Kaligrafi Ukir Jati Jepara mempunyai desain ukiran dan motif yang sangat elegan. Finishing natural dan warna tulisan arab yang menjadikan kaligrafi ini terkesan mewah dan dapat menghiasi rumah anda sehingga rumah akan nampak tenteram.