BAB V bab lima berisi penutup yang meliputi: kesimpulan, saran-saran, penutup daftar pustaka dan lampiran
KERANGKA TEORETIK
A. Bimbingan Rohani Islam
1. Pengertian Bimbingan Rohani Islam
Bimbingan secara etimologis adalah terjemahan dari kata guidance, yang merupakan asal dari kata gude, mempunyai arti menunjukkan, menuntun, memimpin, mengarahkan, memberi nasihat, dan mengatur. Pada dasarnya bimbingan memiliki kemajemukan. Berdasaran definisi tersebut terdapat beberapa kata kunci, yakni proses, bantuan, orang-perorangan, memahami diri dan lingkup hidup. Berdasarkan beberapa kata kunci tersebut akan didapat pengertian bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada orang-perorangan agar orang tersebut bisa memahami diri dan lingkungan hidupnya dengan baik. Dalam KBBI disebutkan arti bimbingan adalah petunjuk (penjelasan) cara mengerjakan sesuatu, artinya menunjukkan, memberi jalan, atau menuntun orang lain ke arah tujuan yang bermanfaat (Hidayanti, 2015: 21-22).
Bimbingan kerohanian Islam adalah proses pemberian bantuan pada individu yang mengalami kelemahan iman atau spiritual karena dihadapkan pada berbagai permasalahan kehidupan. Bimbingan kerohanian Islam dalam hal ini,
28
merupakan proses pemberian bantuan pada pasien dan keluarga yang mengalami kelemahan iman atau spiritual karena dihadapkan pada ujian kehidupan berupa penyakit dan berbagai problematika yang mengiringinya agar mereka mampu menjalani ujian tersebut sesuai dengan tuntunan ajaran Islam (Hidayanti, 2015: 21-24).
Bimbingan rohani Islam secara lebih luas dalam literatur lain dijelaskan bahwa bimbingan dan konseling Islami adalah upaya membantu individu belajar mengembangkan fitrah dan atau kembali kepada fitrah, dengan cara memperdayakan iman, akal, dan kemauan yang dikaruniakan Allah Swt. kepadanya untuk mempelajari tuntunan Allah dan Rasul-Nya, agar fitrah yang ada pada individu itu berkembang dengan benar dan kukuh sesuai tuntunan Allah Swt. Bantuan itu terutama berbentuk dorongan dan pendampingan dalam memahami dan mengamalkan syari’at Islam. Hal itu dimaksudkan agar klien memahami dan mengamalkan syari’at Islam, diharapkan segala potensi yang dikaruniakan Allah bisa berkembang optimal. Akhirnya diharapkan individu menjadi hamba Allah yang
muttaqin, mukhlisin, mukhsinin, dan mutawakkilin, yang
terajauh dari godaan setan, terjauh dari tindakan maksiat, dan ikhlas melaksanakan ibadah kepada Allah (Sutoyo, 2014: 22-23).
29 pemberian bantuan spiritual terhadap rohani atau jiwa agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Bimbingan rohani Islam merupakan bagian dari bimbingan Islam (Musnamar dalam Hidayati, 2014: 210). Bimbingan rohani Islam sebagai jembatan bagi individu yang sedang mengalami permasalahan agar mampu melewati permasalahannya dengan bantuan orang yang profesional serta menggunakan cara-cara yang dibenarkan dalam ajaran Islam. Guna mendapatkan kehidupan yang tentram, dalam ajaran Islam umat manusia diperintahkan untuk selalu berdzikir kepada Allah Swt. agar hati mereka selalu tentram, sebagaimana yang tercantum dalam surat Ar-Ra’du ayat 28, sebagai berikut:
Artinya: (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan dzikir kepada Allah. Ingatlah bahwa hanya dengan berdzikir hati menjadi tenang (Departemen Agama RI, 2002).
Berdasarkan berbagai pemaparan di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa bimbingan rohani Islam adalah suatu kegiatan membantu (non material) kepada orang lain yang memiliki permasalahan spiritual seperti akidah, muamalah dan
30
akhlak, sehingga orang tersebut mampu memahami makna kehidupan yang sesuai dengan syariat Islam. Dalam hal ini, bimbingan rohani Islam merupakan pelayanan khusus untuk pasien dan keluarga yang mengalami musibah berupa penyakit, supaya pasien dan keluarga mampu menghadapi musibah tersebut dengan penuh keihklasan, ketabahan dan senantiasa mengharapkan segala sesuatu yang terbaik dari Allah Swt. 2. Tujuan Bimbingan Rohani Islam
Bimbingan rohani Islam merupakan kegiatan yang diberikan kepada pasien dan keluarganya selama menjalani perawatan di rumah sakit. Berikut adalah tujuan dari bimbingan rohani Islam:
1) Meyakinkan pasien untuk optimis terhadap kesembuhan penyakitnya.
2) Meyakinkan pasien untuk mengikuti proses perawatan dengan baik sampai sembuh.
3) Meyadarkan pasien perihal berbagai konsep sehat dan sakit menurut ajaran Islam.
4) Memahamkan pasien bahwa kondisi kejiwaan sangat berpengaruh terhadap kesehatan jasmani.
5) Mengajak pasien untuk bersikap tenang dan sabar sebagai wujud terapi untuk mempercepat kesembuhan.
6) Membantu individu untuk menyesuaikan diri terhadap gangguan kesehatan sepanjang siklus hidupnya.
31 7) Memberi pertolongan kepada pasien yang mengalami
kegelisahan dalam menghadapi penyakitnya.
8) Memberikan bimbingan tentang makna sakit secara agamis. 9) Memberikan bimbingan pada pasien sakaratul maut, serta
mendampingi agar pasien meninggal dalam khusnul khotimah.
10) Menolong keluarga untuk dapat menerima kondisi atau kematian pasien.
11) Membantu pasien untuk menyelesaikan segala permasalahan yang dapat menghambat kesembuhannya.
12) Mengajarkan pasien untuk berikhtiar dalam menghadapi sakit yaitu berobat pada ahlinya (berikhtiar dengan cara-cara yang benar).
13) Mengingatkan pasien agar tetap menjalankan ibadah sesuai dengan kemampuannya.
14) Mengusahakan agar pasien memperhatikan berbagai hal yang mendukung kesembuhan seperti kebersihan pakaian dan tempat tidur.
15) Memberikan kekuatan moril pada pasien yang akan menjalani oprasi atau sedang kesakitan (Hidayanti, 2015: 24-26).
Berbagai tujuan yang ingin dicapai dalam layanan bimbingan tersebut, tentu mempunyai titik terang yang akan dicapai atau final destination (tujuan akhir). Tujuan akhir yang
32
ingin dicapai adalah agar individu yang dibimbing selamat dan bisa hidup bahagia dunia dan akhirat. Dalam mengembangkan fitrah individu, rujukan utama yang dijadikan pegangan adalah tuntunan Allah yaitu al-Qur’an dan sunah rasul-Nya. Tuntunan Allah sebagai rujukan utama atas dasar pertimbangan, bahwa (1) Allah adalah pencipta manusia, Dia tentu lebih mengetahui kekuatan dan kelemahan manusia, dan untuk mengelola kekuatan dan kelemahan itu Dia menciptakan panduan berupa kitab suci dan sunah rasul-Nya. (2) Allah yang menciptakan manusia lengkap dengan segala potensinya tentu lebih mengetahui tujuan dan manfaatnya, Allah juga lebih mengetahui bagaimana cara mengembangkan dan memfungsikannya, (3) Tujuan diciptakannya manusia adalah sebagai khalifah dan sekaligus ibadah kepada-Nya, sementara ibadah harus dilakukan sesuai dengan tuntunan Allah, jika tingkah laku manusia tidak dibimbing dengan tuntunan Allah, maka hilanglah nilai ibadahnya. (4) Secara keilmuan diakui, bahwa kitab suci memiliki nilai kebenaran mutlak, universal, dan berlaku sepanjang zaman (Sutoyo, 2014: 24-25).
Tujuan lain dari layanan bimbingan rohani Islam adalah agar manusia dapat menyelaraskan antara pikiran dan perilakunya, sehingga tujuan yang hakiki dapat tercapai. Menurut az-Zahrani (2005: 409-410), apabila manusia sudah dapat menyeimbangkan kebutuhan tubuh dan ruhnya, maka pada
33 saat itulah ia telah mewujudkan hakikat sebagai manusia yang sempurna. Manusia yang di gambarkan Rasulullah adalah manusia yang menyembah Tuahnnya dengan penuh kejernihan dan kekhusyu’an dalam dalam hatinya serta hidup sebagaimana layaknya manusia pada umunya, namun tanpa berlebihan. Ia adalah manusia yang memenuhi segala kebutuhannya sesuai dengan apa yang ditetapkan Allah baginya. Sesungghnya manusia yang memiliki kepribadian yang baik, ia akan selalu memperhatikan kesehatan dan kekuatan badannya dengan memenuhi kebutuhan sesuai dengan batasan yang telah ditetapkan oleh Allah. Ia pun akan menjaga keimanan kepada Allah dengan menunaikan semua ibadah yang telah diwajibkan oleh-Nya. Ia akan selalu melakukan segala sesuatu yang mengantarkannya kepada keridhaan Allah semata dengan menjahui segala sesuatu yang membangkitkan kemarahan-Nya.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tujuan bimbingan rohani Islam adalah memberikan eduksi kepada pasien penyakit jantung agar mampu berpikir positif yaitu dengan cara mengembalikan fungsi kognitifnya dengan baik dalam menghadapi realita kehidupan dengan penuh ikhlas, sabar dan tawakal kepada Allah Swt., serta mengharap ridho agar segera diberikan kesembuhan secara holistik dan mampu memberikan efek pada baik Fungsi kognitif pasien. Oleh sebab itu, tujuan dari layanan bimbingan rohani Islam agar