BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.3 Hipotesis
Hipotesis Pertama: Dinyatakan bahwa ada pengaruh antara variabel budaya kaizen yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. XYZ.
Dalam hipotesa ini didukung oleh:
1. Mohammad Ariful Hakim, et al, dalam artikel yang berjudul Pengaruh Budaya Kaizen terhadap Motivasi dan Kinerja terbit di Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)Vol 35 No.1 Juni 2016 menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel penerapan budaya kaizen terhadap motivasi kerja; terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel penerapan budaya kaizen terhadap kinerja karyawan; dan terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.
Hipotesis kedua: Dinyatakan bahwa ada pengaruh antara variabel motivasi kerja yang mempunyai hubungan secara signifikan terhadap kinerja karyawan PT. XYZ.
Dalam hipotesa ini didukung oleh:
1. Kiruja EK & Elegwa Mukuru, dalam artikel yang berjudul Pengaruh Motivasi pada Kinerja Karyawan Di Lembaga Pelatihan Teknis Tingkat Menengah Umum Di Kenya terbit dijurnal IJAME Vol.2 No73-82 73, Edisi 4 Juli-Agustus (2013), menghasilkan kesimpulan bahwa hasil
penelitian menunjukkan bahwa motivasi karyawan mempengaruhi kinerja karyawan Lembaga Pelatihan Teknis Tingkat Menengah Umum di Kenya.
Hipotesis Ketiga: Dinyatakan bahwa ada pengaruh antara variabel budaya kaizen dan motivasi kerja secara signifikan terhadap kinerja karyawan PT.
XYZ.
Dalam hipotesa ini didukung oleh:
1. Muhamad Beny Wirawan dan Sri Suwarsi, dalam artikel yang berjudul Pengaruh Budaya Kerja Kaizen dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan di PT. ASTRA INTERNASIONAL TSO (AUTO 2000) BANDUNG SOEKARNO HATTA JAWA BARAT terbit di jurnal Prosiding Manajemen Vol 4, No 1, Februari (2018), menghasilkan kesimpulan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja kaizen dan motivasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan tinggi terhadap kinerja karyawan di PT. ASTRA INTERNASIONAL TSO (AUTO 2000) Bandung Soekarno Hatta Jawa Barat.
32
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, hasil angket dari responden, metode yang menekankan aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial (Sugiyono, 2014). Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel dari populasi melalui pengisian kuesioner secara langsung kepada pihak yang terkait dalam suatu penelitian. Hal tersebut berdasarkan pada judul yang diteliti yaitu “Pengaruh Budaya Kaizen dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan PT. XYZ di Cikarang”. Penulis ingin mengetahui apakah ada pengaruh antara Budaya Kaizen dan Motivasi Kerja Karyawan PT. XYZ di Cikarang.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ yang berada di kawasan Jababeka 2 Cikarang, Bekasi. Adapun penelitian di perusahaan tersebut dalam rangka penyusunan SKRIPSI untuk meraih gelar Sarjana pada Program Manajemen Universitas Pelita Bangsa. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan September 2019 yang mencakup semua langkah-langkah penelitian. Adapun jadwal kegiatan penelitian dijelaskan dalam tabel berikut ini:
Tabel 3.1
Jadwal Kegiatan Penelitian
Sumber: Peneliti, 2019
3.3 Kerangka Konsep 3.3.1 Desain Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mempunyai kerangka berpikir yang membahas pengaruh antara variabel independen (X1), (X2) dan variabel dependen (Y). Berdasarkan kerangka pemikirian tersebut, maka kerangka konsep dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
No Uraian Kegiatan Periode Penelitian Bulan Maret s/d September 2019 Maret April Mei Juni Juli Agustus September 1 Observasi Penelitian
2 Menyusun Proposal 3 Bimbingan Proposal 4 Ujian Proposal Skripsi 5 Menyusun Skripsi 6 Bimbingan Skripsi 7 Pengolahan Data 8 Pengesahan Penelitian 9 Ujian Skripsi
Gambar 3.1 Desain Penelitian
Maslow dalam Kiruja dan Elegwa (2013)
Motivasi
Keterangan:
H1=X1 Y: Nurma, Harjono, Hariyani, Jurnal Progresif Manajemen Bisnis (JPMB): Volume 18, Nomor 2, November (2017) Fariba Rahmanian, Jurnal European Online of Natural and Social Sciences, Volume.2, Nomor.3 (2013)
Nurma (2017)
H2=X2 Y: Aldo Herlambang Gardjito, Jurnal Administrasi Bisnis
(JAB): Volume 13, Nomor.1, Agustus (2014) Kiruja EK, Elegwa Mukuru, Jurnal Kiruja EK&Elegwa
Mukur, Volume 2, Issue 2, Juli-Agustus (2013) Kiruja Mukuru (2013)
H3=X1,X2 Y: Muhamad Beny Wirawan, Sri Suwarsi, Jurnal Prosiding Manajemen: Volume 5, Nomor 2, Agustus (2019) Mondy dalam Priansa (2016:271)
3.3.2 Deskripsi Operasional Variabel Penelitian
Adapun deskripsi Operasional variabel dalam penelitian ini akan dijelaskan pada tabel berikut:
Tabel 3.2
Deskripsi Operasional Variabel
Uraian Variabel Instrumen Dimensi Penjelasan Atas Instrumen Variabel Budaya Kaizen
(Nurma 2017)
Seiri Memisahkan dengan jelas antara barang yang diperlukan dan tidak, yang tidak diperlukan dibuang.
Uraian Variabel Instrumen Dimensi Penjelasan Atas Instrumen Variabel Seiton Meletakkan barang yang diperlukan
secara rapih serta diberikan identifikasi yang jelas agar siapapun bisa mengerti.
Seiso Melakukan pembersihan secara
berkala untuk mempertahankan kondisi bersih.
Seiketsu Mempertahankan seiri, seiton dan seiso secara terus-menerus.
Shitsuke Membudayakan agar mematuhi
peraturan perusahaan yang ada.
Motivasi (Kiruja Elegwa 2013)
Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan untuk dapat hidup seperti mendapat sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Kebutuhan Rasa Aman
Keamanan akan perlindungan dari bahaya kecelakaan kerja, jaminan akan kelangsungan pekerjaannya dan jaminan akan hari tuanya pada saat mereka tidak lagi bekerja.
Kebutuhan kepemilikan
Keinginan untuk persahabatan, cinta dan penerimaan dalam komunitas individu tertentu.
Uraian Variabel Instrumen Dimensi Penjelasan Atas Instrumen Variabel Kebutuhan Harga
Diri
Kebutuhan keinginan untuk dihormati, dihargai atas prestasi seseorang, pengakuan atas kemampuan dan keahlian seseorang.
Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan yang sesuai dengan pencapaian potensi diri sendiri, latihan dan pengujian kapasitas kreatif seseorang dan secara umum untuk menjadi orang terbaik yang mungkin ada.
Kinerja (Priansa 2016)
Kuantitas Pekerjaan
Volume pekerjaan dan produktifitas kerja yang dihasilkan oleh pegawai dalam kurun waktu tertentu.
Kualitas Pekerjaan Kualitas pekerjaan berhubungan dengan pertimbangan ketelitian, kerapihan dan kelengkapan di dalam mengenai tugas-tugas yang ada didalam organisasi.
Kemandirian Kemampuan pegawai untuk bekerja dan mengemban tugas dengan meminimalisir bantuan orang lain.
Uraian Variabel Instrumen Dimensi Penjelasan Atas Instrumen Variabel Inisiatif Melakukan pekerjaan dengan
mempertimbangkan kemandirian, fleksibilitas berpikir dan ketersediaan menerima tanggung jawab tanpa diperintah dari atasan.
Adaptabilitas Kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan serta kemampuan terhadap perubahan-perubahan kondisi pekerjaan yang sedang dijalani.
Kerjasama Kemampuan berinteraksi dengan orang lain untuk melakukan sebuah usaha untuk mencapai tujuan bersama.
Sumber : Beberapa sumber yang diolah peneliti, 2019
3.4 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. XYZ di Cikarang department produksi bagian assembly. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 300 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih sesuai anggota sampel (Sugiyono, 2016:63). Adapun yang termasuk dalam teknik probability sampling salah satunya dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling, yaitu teknik
sampling dari anggota populasi yang diambil secara acak sesuai proporsinya dan digunakan untuk mengurangi pengaruh faktor heterogen dan melakukan pembagian elemen-elemen populasi ke dalam starata. Alasan mengambil teknik ini karena yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah karyawan produksi bagian assembly yang terbagi ke dalam 3 grup. Agar semua grup dapat terwakili maka sampel diambil dari masing-masing grup dengan proporsi sama.
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti (Suharsimi Arikunto, 2010:109). Pengambilan sampel menurut Suharsimi Arikunto (2010:112), jika subjeknya kurang dari 100 orang, sebaiknya diambil semuanya, jika subjeknya besar atau lebih dari 100 orang dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih.
PT. XYZ memiliki jumlah karyawan produksi sebanyak 300 orang. Grup A berjumlah 100 orang, grup B berjumlah 100 orang dan grup C berjumlah 100 orang. Dari populasi tersebut diambil 25% dari populasi sebagai sampelnya adalah 25% x 300 orang = 75 orang. Alasan peneliti menggunakan 25% pada penentuan ukuran jumlah sampel karena:
a. Jumlah populasi 300 orang tidak mungkin diambil semua menjadi sampel.
b. Agar semua grup terwakili menjadi sampel.
3.5 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Observasi, mengobservasi/ pengamatan yang dilakukan secara langsung di PT. XYZ sebagai objek penelitian mengenai pengaruh budaya kaizen dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan.
2. Data Kuesioner, pengumpulan data dengan cara menyebarkan angket kuisioner yang berisi tentang pernyataan mengenai budaya kaizen, motivasi kerja dan kinerja karyawan yang diberikan kepada 75 responden dari line 1 sampai line 3 bagian assembly dengan skala penilaian 1-5, dimana skala 1 (sangat tidak setuju) sampai dengan skala 5 (sangat setuju).
3. Studi Kepustakaan, dilakukan dengan cara mengumpulkan artikel-artikel, teori yang relevan, dan literatur lainnya yang ada kaitannya dengan penelitian ini.
3.6 Metode Analisa Data
3.6.1 Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Dasar pengambilan keputusan yang digunakan untuk menguji validitas butir angket adalah:
a. Jika r hitung positif dan r hitung > r tabel maka variabel tersebut valid.
b. Jika r hitung tidak positif serta r hitung < r tabel maka variabel tersebut tidak valid.
Jika hasil menunjukkan nilai yang signifikan maka masing-masing indikator pernyataan adalah valid.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen/
indikator yang digunakan dapat dipercaya atau handal sebagai alat ukur variabel. Penelitian uji reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan bantuan program SPSS 22. Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliable bila koefisien reliabiltas (r) >
0,6.
3.6.2 Uji Asumsi Klasik 1. Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak, pengujiannya dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Model regresi yang baik adalah mempunyai distribusi normal atau mendekati normal. Dasar pengambilan dalam uji normalitas adalah sebagai berikut:
a. Jika nilai signifikasi lebih besar dari 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal.
b. Jika nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal.
2. Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi antara variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi yang tinggi diantara variabel bebas. Metode pengujian yang biasa digunakan yaitu dengan melihat nilai inflation Factor (VIF) dan Tolerance pada model regresi. Jika nilai VIF kurang dari 10 dan tolerance lebih dari 0,1 maka model regresi bebas dari multikolinearitas. (Duwi Priyatno, 2016:116).
3. Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
Uji Heteroskedastisitas dilakukan dengan Uji Glejser, maksudnya adalah Glejser ini mengusulkan untuk meregres nilai absolute residual terhadap variabel independen (Duwi Priyatno, 2016:117).
Adapun cara lain untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat gambar plot. Apabila terdapat pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu (bergelombang, melebar kemudian menyempit) maka
mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2017).
3.6.3 Analisis Regresi Linear Berganda 1. Persamaan Regresi Linear Berganda
Analisis regresi merupakan teknik statistic yang berguna untuk memeriksa dan memodelkan hubungan diantara variabel-variabel.
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen dengan satu variabel dependen. Model persamaan regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 Keterangan :
Y : Variabel dependen
a : Konstanta
b1.b2 : Koefisien regresi
X1 : Variabel Budaya Kaizen
X2 : Variabel Motivasi
Y : Variabel Kinerja
2. Uji F
Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimaksud dalam penelitian mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Hasil Uji F dapat dilihat dalam tabel ANOVA. Dasar pengambilan keputusan Uji F (uji simultan) dengan tingkat signifikansi 0,05. adalah sebagai berikut:
a. Apabila F tabel > F hitung, maka dinyatakan model layak digunakan.
b. Apabila F tabel < F hitung, maka dinyatakan model tidak layak digunakan.
3. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi bertujuan untuk menentukan proporsi atau presentase total variasi dalam variabel terikat yang diterangkan oleh variabel bebas. Apabila analisis yang digunakan adalah regresi sederhana, maka yang digunakan adalah nilai R Square, namun jika analisis yang digunakan adalah regresi berganda, maka yang digunakan adalah Adjusted R Square.
4. Uji T
Uji T bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas (independen) berpengaruh secara parsial terhadap variabel terikat (dependen). Uji T dilakukan berdasarkan output SPSS dari hasil analisis regresi berganda. Pengujian ini dilakukan dengan cara uji statistik t dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menentukan hipotesis statistik
Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian berkaitan dengan ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial.
H0 : β = 0, artinya tidak ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Ha : β ≠ 0, artinya ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen.
b. Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi adalah sebesar α = 0,05 atau 5% dengan derajat kebebasan (df = n – k – 1).
c. Mencari nilai t tabel
Dengan α = 5% : 2 = 2,5% (uji dua sisi) dengan derajat kebebasan (df = n – k -1).
1. Apabila t hitung lebih besar dari t tabel maka H0 ditolak dan Ha
diterima.
2. Apabila t hitung lebih kecil dari t tabel maka H0 diterima dan Ha
ditolak.
46
BAB IV
GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN
4.1 Sejarah Obyek Penelitian
PT. XYZ adalah produsen Touch Screen di Indonesia. Pabrik ini berlokasi di daerah Jababeka 2 Blok RR Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Didirikan sejak tahun 1996 dengan surat keputusan nomor: 397/I/PMA/1996. PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan dari Negara Jepang dan keberadaannya di Indonesia merupakan cabang dari PT. XYZ Coltd yang berdiri pada tahun 1973 dan saat ini presiden direkturnya dijabat oleh Mr. Tasuya Sada.
Kantor cabang penjualannya terbesar di berbagai Negara seperti USA (Amerika). Germany (Eropa) dan di Jepang sendiri di Nagayo, Tokyo dan Osaka, sedangkan tujuan export nya ke Negara-negara seperti USA, U.K, Australia, Korea, Taiwan, Germany, Denmark dan lain-lain.
Menurut catatannya PT. XYZ yang didirikan pada tahun 1996 saat itu memproduksi membrane switch. Saat itu direkturnya ada 2 orang yakni Ibu Dewi Anggraini Astian dan dari Jepang sendiri Mr, Satoshi Abe, dan lokasi pabriknya di Kawasan Industri Jababeka 1 Cikarang-Bekasi, Jawa Barat.
Sesuai dengan kemajuan zaman maka dari pihak manajemen mengalihkan haluannya untuk memproduksi Touch Screen atau Touch Panel, bahasa kita lebih familiar menyebutnya dengan nama “Layar Sentuh”.
Aplikasi untuk produksi layar sentuh banyak jenisnya, mulai dari untuk alat kesehatan, mesin fotocopy, mesin industri, alat pemesanan di restaurant, pengoperasian forklip, pengisian bahan bakar (pompa bensin), pengganti recepsionist, Display Handphone, Monitor Computer Windows Seven dan masih banyak lagi.
Setelah pada tahun 2001 PT. XYZ menempati area kawasan factory 1, dan mulai memproduksi layar sentuh. Akibat meningkatnya omzet penjualan dan order yang banyak, management memutuskan untuk meluaskan pabriknya di Blok H pada tahun 2006 dengan menyewa pabrik yang akhirnya pada tahun 2009 pabrik tersebut telah menjadi assets PT. XYZ dan disebut factory 2, di factory 2 inilah sebagai tempat untuk produksi assembly dan penyimpanan barang finish goods.
Pada tahun 2009 PT. XYZ telah berhasil meraih sertifikat ISO 14001:2004 tentang management lingkungan dan juga telah diintegrasikan dengan ISO 9001: 2000 yang telah dicapai pada tahun 2005. Departement ISO telah ada di PT. XYZ untuk mengurusi tentang manajemen mutu dan lingkungan. Lewat departemen ini setiap 6 bulan sekali diadakan audit internal tentang pelaksanaan sertifikasi yang telah diraih kenyataan di lapangan. Saat ini departemen ISO dikepalai oleh seorang dengan level supervisor.
Tahun 2010 order dan penjualan meningkat tajam, kapasitas produksi sudah penuh dan bahkan karyawan setiap harinya harus lembur terus-menerus. Informasi dari marketing bahwa pada tahun 2010 dari bulan Januari
sampai dengan Juli 2010 rata-rata penjualannya sudah mencapai 12 miliar rupiah perbulannya atau sekitar 229.258 pcs layar sentuh dari berbagai tipe dan ukuran. Disamping order yang banyak dan penjualan yang meningkat, tak kalah pentingnya departemen R&D setiap bulannya menghasilkan tipe baru rata-ratanya 25 tipe.
a. Visi dan Misi Perusahaan
PT. XYZ akan melakukan perbaikan secara terus-menerus untuk menghasilkan produk yang sesuia dengan persyaratan pelanggan dengan cara:
Q : Membuat produk yang berkualitas C : Mengurangi biaya proses
D : Pengiriman produk tepat waktu S : Kecepatan menyelesaikan pekerjaan b. Tujuan Perusahaan
1. Ingin memberikan produk yang sesuai dengan standar keinginan pelanggan dan taat pada hukum yang berlaku.
2. Ingin menyempurnakan validitas sistem, proses produk dengan melakukan pengukuran hasil pekerjaan serta analisa, serta melakukan evaluasi kepuasan pelanggan dan masyarakat secara terus-menerus.
3. Akan selalu memperhatikan pelestarian lingkungan, GREEN PROCUREMENT, serta berusaha untuk menghemat sumber daya, mencegah polusi serta mengurangi pencemaran.
c. Motto Perusahaan
Mengutamakan kualitas, kepuasan pelanggan, melestarikan lingkungan, menjaga kepercayaan dan kenyamanan.
d. Filosofi Perusahaan
Merealisasikan peningkatan dan pengembangan dalam bekerja, sebagai usaha mencapai kesejahteraan bersama, demi memberikan kontribusi kepada kemajuan karyawan serta pembangunan masyarakat sekitar.
e. Sasaran Peusahaan
PT. XYZ menetapkan sasaran perusahaan yang mengacu kepada kebijakan perusahaan untuk mengukur kinerja unit-unit bisnis internalnya melalui penerapan sistem manajemen mutu dan lingkungan. Sasaran perusahaan tersebut meliputi:
1. Pencapaian target produksi per tahun 2. Pencapaian target penjualan per tahun 3. Keluhan pelanggan
4. Rata-rata indeks kepuasan pelanggan per tahun
5. Penghematan penggunaan Sumber Daya Alam (Air, kertas dan listrik)
6. Pencegahan pencemaran lingkungan 7. Keselamatan kerja karyawan
4.2 Struktur Organisasi Obyek Penelitian
Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang struktur organisasi PT. XYZ, maka penulis membuat gambarnya sebagai berikut:
Sumber: Data Obyek Penelitian, 2019
Struktur organisasi berguna untuk memberikan tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap pejabat dengan jelas, sehingga dapat terjadi kerjasama setiap unsur dalam organisasi perusahaan tersebut. Adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab yang dimaksudkan untuk menghindari ketimpangan pekerja.
Pada struktur organisasi PT. XYZ mempunyai bagian-bagian department yang terkait diantaranya sebagai berikut:
Gambar 4.1
Struktur Organisasi PT. XYZ
1. Presiden Direktur
Presiden Direktur sebagai pemegang saham perusahaan dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan.
2. Direktur
Direktur bertugas sebagai pengendali mengenai semua kegiatan perusahaan dan penanggung jawab penuh terhadap jalannya operasi perusahaan, serta penyediaan barang-barang yang dibutuhkan perusahaan.
3. General Manager Factory
General Manager Factory bertugas dan bertanggung jawab atas semua departemen yang dibawahi.
4. Research and Development (R&D) Quality Control (QC)
a. Mendapat wewenang untuk semua penemuan dan pengembangan produksi serta mengecek kondisi produk dalam produksi yang akan dipasarkan yang telah teruji.
b. Bertanggung jawab atas semua produk yang akan dipasarkan dengan kondisi yang telah teruji dan membuat laporan pengembangan dan pengecekan kepada manager factory serta mencari berbagai kemugkinan baru untuk mengembangkan produk-produk yang inovatif.
5. PPIC (Planning Production and Inventory Control)
Divisi yang memiliki fungsi sebagai jembatan antara divisi marketing dan produksi yang menitik beratkan kepada perencanaan dan pengendalian
kegiatan produksi untuk memenuhi kapasitas permintaan penjualan.
Adapun tugas-tugasnya sebagai berikut:
a. Membuat perencanaan kerja produksi.
b. Membuat perencanaan pengadaan bahan baku.
c. Mengendalikan persediaan bahan baku serta produk jadi.
d. Membuat permintaan kebutuhan bahan baku untuk produksi.
e. Membuat komposisi material yang dibutuhkan untuk proses produksi sesuai dengan formulanya.
6. Production
Departemen produksi dikepalai oleh seorang Manager Production yaitu orang yang berwenang mengepalai dan memimpin sebuah seksi departemen. Fungsinya yaitu membuat kebijakan kerja terhadap bawahan dan membuat jadwal proses kerja yang ada di produksi. Tugas dari seorang manager produksi diantaranya:
a. Menjaga kelancaran proses produksi
b. Bertanggung jawab atas kualitas, mutu barang yang masuk dan akan dikirim kepada pelanggan.
c. Mengelola sumber daya manusia guna mendukung tercapainya sasaran dan tujuan perusahaan.
7. Maintenance
a. Mendapat wewenang untuk menjaga dan merawat asset perusahaan seperti mesin produksi, boiler, kompresor dan lain-lain, serta perawatan bangunan perusahaan.
b. Bertanggung jawab untuk perbaikan dan perawatan semua asset perusahaan yang berhubungan dengan produksi jika ada kerusakan dan membuat laporan kepada manager factory.
8. Warehouse / Gudang
a. Mendapat wewenang untuk mendata semua hasil produksi yang masuk ke area finish goods.
b. Bertanggung jawab atas semua pengiriman ke semua distributor penjualan produk, dan membuat laporan kepada manager factory.
9. General Manager Finance & Administration
a. Mendapat wewenang untuk membawahi departemen Human Resource Departement (HRD) atau Personalia, Finance, Accounting.
b. Bertanggung jawab mengawasi laporan keuangan, administrasi personalia yang dibuat oleh departemen yang dibawahi serta penandatanganan atau pengesahan untuk setiap transaksi keuangan perusahaan.
10. Human Resource Departement (HRD) atau Personalia
a. Mendapat wewenang untuk mendata semua karyawan yang berada didalam dan di luar perusahaan, memiliki peranan untuk menstabilisasi suatu perusahaan melalui sumber daya manusia.
b. Bertanggung jawab dalam membantu setiap personil untuk sarana dan prasarana yang disediakan perusahaan melalui kebijakan manajemen, serta membuat laporan kepada manager finance dan administrasi.
11. Departemen Finance and Accounting
Terdiri atas 3 bagian yaitu Accounting Finance dan Cashier. Masing-masing bagian dikepalai oleh seorang supervisor. Bagian accounting bertanggung jawab dalam mendokumentasikan seluruh transaksi-transaksi yang dilakukan oleh perusahaan, bagian Cashier bertugas dalam pengaturan pemasukan sedangkan bagian Finance bertugas mengatur dan mengawasi keuangan perusahaan.
12. Departemen Purchasing (Pembelian)
Departemen purchasing merupakan bagian penting dari organisasi perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pembelian barang dan memastikan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan untuk kelancaran
Departemen purchasing merupakan bagian penting dari organisasi perusahaan yang bertanggung jawab terhadap pembelian barang dan memastikan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan untuk kelancaran