• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Budget

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 22-25)

Penganggaran (budgeting) menunjukkan suatu proses sejak tahap persiapan yang diperlukan sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan berbagai data dan informasi yang perlu, pembagian tugas perencanaan, penyusunan rencananya sendiri, implementasi dari rencana tersebut, sampai pada akhirnya tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil rencana itu. Hasil dari kegiatan penganggaran (budgeting) adalah anggaran (budget). (http://www.pendidikanekonomi.com)

1. Menurut RA Supriyono - Anggaran adalah suatu rencana terinci yang dinyatakan secara formal dalam ukuran kuantitatif, biasanya dinyatakan dalam satuan uang, untuk perolehan dan penggunaan sumber-sumber suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun.

2. Menurut Gunawan Adisaputro - Anggaran adalah suatu pendekatan formal dan sistematis daripada pelaksanaan tanggung jawab manajemen di dalam perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.

Anggaran perusahaan dapat dianggap sebagai suatu sistem tunggal yang memiliki ciri khas tersendiri, oleh karena anggaran perusahaan tersebut mempunyai tujuan serta cara kerja tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan yang berbeda

28

dengan tujuan serta cara kerja system lain yang terdapat dalam perusahaan.

Disamping itu anggaran perusahaan dapat juga dianggap sebagai sub sistem yang memerlukan hubungan dengan sub sistem lain yang terdapat dalam perusahaan oleh karena anggaran perusahaan bukanlah satu-satunya alat perencanaan dan pengendalian yang ada dan diperlukan perusahaan.

Dalam menyusun anggaran harus diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:

1. Realistis, artinya sangat mungkin untuk dicapai

2. Luwes, artinya tidak kaku sehingga terdapat peluang untuk perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi

3. Kontinyu, artinya bahwa anggaran perusahaan memerlukan perhatian secara terus menerus dan bukan merupakan suatu usaha yang bersifat incidental

Budgeting merupakan suatu fungsi planning dalam manajemen keuangan.

Kegunaan dari analisas finansial adalah melihat keadaaan kerugian perusahaan pada masa lampau, akan diperoleh suatu pengalaman yang berharga untuk menentukan tindakan di masa yang akan datang. Tindakan dan kebijaksanaan untuk masa yang akan datang tersebut dalam manajemen terdapat pada fungsi planning, sedangkan pada manajemen keuangan fungsi itu terdapat pada budgeting.

Budgeting menunjukkan suatu proses, dari tadi tahap persiapan yang diperlukan sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan data, dan informasi yang diperlukan, pembagian tugas penyusunan perencanaan, penyusunana rencana itu sendiri, implementasi dari rencana tersebut, sampai pada akhirnya tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil perencanaan itu.

Jelaslah bahwa suatu bahan untuk membuat budget adalah dengan melihat keadaan keuangan perusahaan di masa lampau. Detail tidaknya sebuah budget dibuat tergantung pada besar kecilnya perusahaan dan kompleksnya operasi perusahaan. Hal ini berarti bahwa makin kecil dan sederhana perusahaan, makin sederhana pula budget yang dibuat. Sedangkan perusahaan yang lebih besar dan kompleks, budget yang dibuat harus lebih lengkap dan detail.

Mengenai periode budget ini, terdapat dua macam periode, yaitu periode budget dan continous budget. Periode budget dibuat dengan mempergunakan periode tertentu, hal ini dimungkikan bagi perusahaan di mana peramalan untuk masa yang akan datang relatif bisa dilakukan dengan baik. Sebaliknya, untuk perusahaan di mana peramalan sulit dilaksanakan dengan kepastian yang tinggi, maka dapat dipergunakan continous

budgeting. Metode ini dilakukan dengan cara membuat budget untuk periode yang pendek, misalnya dibuat tengah tahunan, suatu kuartal, ataupun tiap bulan.

Adapun jangka waktu budget tidak boleh telalu panjang, sebab ramalan jangka waktu yang terlalu panjang akan makin banyak terdapat unsur ketidakpastian.

(Uncertainty).

Seringkali akan sangat bermanfaat untuk membuat suatu laporan keuangan tertentu yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengevaluasi operasi-operasi perusahaan baik pada masa lalu maupun pada masa sekarang. Laporan tentang sumber dan penggunaan dana akan memungkinkan seorang manajer keuangan untuk menganalisa sumber-sumber dan penggunaan dana secara historis yang terdapat di dalam perusahaan.

Budget kas adalah suatu alat yang dapat dipergunakan oleh manajer keuangan untuk meramalkan atau memperkirakan kebutuhan-kebutuhan dana jangka pendek dan untuk mengetahui kelebihan/kekurangan uang kas selama periode budget. Seperti halnya dengan laporan sumber dan penggunaan dana, budget kas sering pula disebut dengan istilah “cash forecast”,tetapi dalam tulisan ini istilah “budget kas”lah yang akan dipergunakan.(Lukman Syamsuddin,2011:132)

Beberapa hal penting yang mungkin perlu diingat dalam membuat laporan sumber-sumber dan penggunaan dana adalah sebagai berikut:.(Lukman Syamsuddin, 2011:142)

1. Jumlah sumber-sumber dana harus sama dengan jumlah penggunaan dana atau dengan perkataan lain jumlah sebelah kiri harus sama dengan sebelah kanan.

2. Biasanya net profit after taxes (keuntungan sesudah pajak) adalah pos pertama di dalam sumber-sumber dana sedangkan deviden adalah pos yang pertama dalam penggunaan dana. Pengaturan yang seperti ini akan memudahkan perhitungan retained earning.

3. Depresiasi dan peningkatan aktiva tetap merupakan pos yang kedua di masing-masing pihak, sehingga memudahkan untuk membandingkan pos-pos tersebut satu sama lain. Penempatan depresiasi sesudah net profit after taxes juga akan memudahkan perhitungan arus kas.

4. Urut-urutan selanjutnya tidak terlalu dipersoalkan.

5. Perubahan dalam stockholders’ equity dapat dihitung dengan jalan menambah semua jumlah penjualan saham atau mengurangi semua pembelian kembali saham-saham dari selisih antara net profit after taxes dikurangi dengan kas deviden (cash deviden).

30

Anggaran (Budget) yang baik haruslah mencakup seluruh kegiatan perusahaan, yang sering dinamakan Budget Komprehensif. Secara garis besar isi dari Budget Komprehensif terdiri dari:

1. Budget Taksiran (Forecasting Budget), berisi taksiran-taksiran tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dan keadaan (posisi) financial perusahaan pada saat tertentu pada waktu yang akan datang.

2. Budget Variabel, berisi tentang tingkat perubahan atau variabilitas biaya, khususnya biaya-biaya yang termasuk kelompok biaya ”semi-variabel”

sehubungan dengan adanya produktivitas perusahaan.

3. Analisa Statistika dan Matematika Pembantu, yang dipergunakan untuk membuat taksiran-taksiran serta mengadakan penilaian (evaluasi) dalam rangka mengadakan pengawasan kerja.

4. Laporan Budget (Budget Report), yaitu laporan tentang realisasi pelaksanaan budget yang dilengkapi dengan berbagai analisa perbandingan antara budget dan realisasinya sehingga dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan sebab-sebabnya, baik yang bersifat positif (menguntungkan) maupun negative (merugikan), sehingga dapat ditarik kesimpulan dan tindak lanjut (follow-up) yang segera perlu dilakukan.

Dalam dokumen BAB II LANDASAN TEORI (Halaman 22-25)

Dokumen terkait