BAB II LANDASAN TEORI
D. Pengertian Continuity and Change
43
Meskipun demikian, sudah banyak desa-desa setempat di Bali yang mengadakan pengabenan massal89. Sehingga faktor kedua dan ketiga sudah jarang ditemui kembali.90
c. Swasta
Swasta adalah upacara ngaben yang dilakukan pada jenazah yang tidak ditemukan lagi.91 Jenazah tersebut dapat berarti hilang jasadnya karna kecelakaan pesawat, dan sebagainya atau jenazah tersebut telah hancur sehingga tidak dapat dikenali. Pada prosesnya, ngaben swasta hanya menggunakan peraga atau pengawakan yang merupakan simbolis dari jenazah yang bersangkutan dan kemudian dibakar atau dikremasi di krematorium.92
D. Pengertian Continuity And Change
Dalam penulisan sebuah karya/penelitian, elemen penting tentu sangat diperlukan. Elemen tersebut adalah adanya landasan teori atau kerangka teoritik. Kerangka teoritik adalah identifikasi teori-teori yang dijadikan sebagai landasan berfikir untuk melaksanakan suatu penelitian
89 Pengabenan massal adalah prosesi upacara ngaben yang dilakukan bersama-sama pada satu waktu tertentu. Proses pengabenan ini dilakukan atas dasar rasa sosial yang tinggi, yakni kepedulian kepada keluarga keluarga tertentu yang kesulitan ekonomi untuk pelaksanaan upacara ngaben. Ngaben massal dilakukan dengan membagi besaran biaya prosesi upacara kepada anggota yang ingin mengikuti proses ini, misalkan 15 jenazah atau lebih. Meskipun dilakukan bersama-sama, proses ngaben massal akan dilakukan sama persis dengan ngaben pada umumnya tanpa mengurangi esensinya, yakni pengembalian roh kepada Ida Sang Hyang Widdhi Wasa (Tuhan).
90 Wawancara, Gusti Mangku, 30 Januari 2020.
91 GPB Suka Arjawa, “Ngaben di Krematorium (Fenomena Perubahan Sosial di Bali)” (Tabanan: PUSTAKA EKSPRESI, 2016), 78.
44
atau dengan kata lain untuk mendeskripsikan kerangka referensi untuk mengkaji suatu permasalahan.93
Continuity and change adalah teori yang digunakan untuk mengungkap ataupun menganalisis penelitian ini, utamanya teori atau sudut pandang Roger. Continuity and change adalah istilah asing dalam bahasa Inggris yang dapat diartikan sebagai kontinuitas dan perubahan. Lebih jauh lagi dapat dipahami bahwa kontinuitas adalah adaptasi, kesinambungan, kelangsungan, kelanjutan, atau keadaan yang bersifat kontinu atau berlanjut terus menerus94 dan berkelangsungan berdasarkan periode periode tertentu.95 Kontinuitas meneruskan apa-apa yang telah diciptakan sebelumnya, dan mengaplikasikannya secara fungsional pada zaman kebudayaan, dan seni itu hidup.96 Sedangkan perubahan adalah kegiatan untuk berubah, dapat juga diartikan pertukaran97 yang diakibatkan oleh perkembangan zaman ataupun perubahan budaya, prilaku dan ekonomi pada masyarakat.98 Sehingga continuity and change dapat dipahami sebagai
93 Sopian T, Konsep Kerangka Teoritis.pdf, diakses melalui
file:///C:/Users/fitri/Downloads/Documents/BAB%20II.pdf, pada 29 Desember 2019.
94 KBBI, “Pengertian Kontinuitas”, diakses melalui https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kontinuitas, pada 30 April 2020.
95 Muhammad Iqbal Siregar, “Perubahan dan Keberlanjutan Pola Ruang pada Kawasan Istana
Maimun.pdf”, diakses melalui
https://www.academia.edu/13118074/PERUBAHAN_DAN_KEBERLANJUTAN_POLA_RUAN G_PADA_KAWASAN_ISTANA_MAIMUN. Pada 30 April 2020, 2.
96 Ibid.
97 KBBI, “Pengertian Perubahan”, diakses melalui https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/perubahan, pada 30 April 2020.
98 Muhammad Iqbal Siregar, “Perubahan dan Keberlanjutan Pola Ruang pada Kawasan Istana
Maimun.pdf”, diakses melalui
https://www.academia.edu/13118074/PERUBAHAN_DAN_KEBERLANJUTAN_POLA_RUAN G_PADA_KAWASAN_ISTANA_MAIMUN. Pada 30 April 2020, 2.
45
perubahan yang tetap melakukan kelangsungan sesuatu yang sebelumnya telah ada atau adaptasi.
Continuity and change adalah problem solving99 yang timbul atas kejadian yang terjadi pada kehidupan sosial suatu kelompok manusia. Kelompok atau masyarakat tersebut biasanya dihadapkan dengan wilayah baru yang didalamnya terdapat unsur-unsur suatu kebudayaan asing. Sehingga unsur-unsur kebudayaan asli, lama kelamaan akan mencoba berbaur dan beradaptasi dalam bentuk yang baru tanpa meninggalkan budaya lama untuk mempertahankan sekaligus melanjutkan budaya aslinya sendiri. Selain kebudayaan, beberapa subjek lain yang dapat dilihat dan di nilai menggunakan teori ini adalah agama, ritual, dan upacara.
John Obert Voll dalam bukunya menjelaskan “… Pola fundamentalis bertindak sebagai mekanisme pengaturan korektif. Dalam konteks perubahan dan adaptasi, fundamentalis berupaya menjaga agar pesan dasar tetap sepenuhnya berpengaruh atas umat. Jika pengaturan kondisi-kondisi lokal dan penggunaan gagasan-gagasan dan teknik-teknik baru mengancam unsur-unsur khas dan asli Islam, mulai terbentuklah tekanan-tekanan dari para fundamentalis. Dalam satu hal, misi fundamentalis Islam ialah menjaga agar pengaturan perubahan tetap berada di dalam jelajah pilihan-pilihan yang jelas-jelas Islami.”100
99 Problem Solving adalah istilah dalam bahasa Inggris yang merujuk pada arti “penyelesaian masalah”.
100 John Obert Voll, Islam, Continuity and Change in the Modern World, (Boulder Colorado: West-view Press, 1982), 31.
46
Hal ini berarti bahwa, dalam perubahan dan adaptasi / continuity and change, pesan dasar ritual keagamaan harus tetap terjaga. Perubahan bukanlah merubah dan lantas mengganti dengan sesuatu yang baru, melainkan sebuah bentuk adaptasi tanpa menghilangkan keaslian esensi murni.
Continuity and change bukanlah teori yang ditemukan oleh Roger sendirian secara tiba-tiba, melainkan pengembangan teori Lewin (1951). Roger mencoba mengembangkan tiga proses perubahan101 menurut Lewin. Baginya tiga poin tersebut kurang mewadahi dan kurang tepat. Sehingga ditemukan sebuah rumusan baru yang lebih tepat dan cocok sekali untuk digunakan sebagai tolak pandang terhadap perubahan sosial masyarakat yang kerap terjadi dalam masyarakat khususnya kelompok keagamaan. Rumusan tersebut disebut dengan “AIETA” yakni Awareness, Interest, Evaluation, Trial, and Adoption, atau dapat dipahami sebagai kesadaran, keinginan, evaluasi, mencoba, dan penerimaan.102
Kesadaran/ Awareness adalah tahap awal yang mempunyai arti bahwa dalam mengadakan perubahan diperlukan adanya kesadaran untuk berubah. Sebuah kelompok keagamaan harus melalui tahapan pertama ini apabila ingin melakukan sebuah perubahan dan beradaptasi pada
101 Tiga proses perubahan menurut Lewin adalah unfreeze, change, and refreeze. Dalam bahasa Indonesia ketiganya dapat diartikan sebagai pencairan, perubahan, dan pembekuan kembali. Pada tahap pencairan, kelompok sosial atau masyarakat menyadari bahwa perlu adanya perubahan. Pada tahap perubahan, segala macam bentuk perubahan yang perlu dilakukan dipahami dan dikomunikasikan ke semua pihak atau masyarakat terkait. Pada tahap pembekuan kembali, masyarakat terkait membakukan perubahan tersebut sebagai norma yang baru.
102 KUPDF, Teori Perubahan Menurut Roger.pdf, diakses melalui https://kupdf.net/queue/teori-
47
lingkungan sosial masyarakat yang baru. Proses ini dapat berupa menyadarkan diri sendiri dan kelompok akan kenyataan yang telah banyak berubah dalam struktur masyarakat seperti, perbedaan suku, ras, agama, kepercayaan, adat istiadat, tata cara beribadah, dan lain sebagainya. Kesadaran itu diperlukan untuk mempertahankan keberadaan. Faktor yang mendorong terjadinya kesadaran antara lain adalah adanya perubahan wilayah, lingkungan, ekonomi, dan perilaku.103 Apabila tahap ini gagal terlaksana maka continuity and change tidak dapat terlaksana dengan baik dan lancer.
Keinginan/ Interest . Tahap kedua adalah ketertarikan. Pada tahap ini, perubahan harus muncul dari perasaan minat terhadap perubahan yang dikenal. Diperlukan tumbuhnya sebuah minat yang mampu mendorong dan menguatkan kesadaran untuk berubah. Setelah sebuah kelompok mulai menyadari pentingnya melakukan kesadaran/ awareness, akan mucul sebuah keinginan atau interest untuk secepatnya melakukan perubahan. Keinginan ini tidak boleh serta merta sebuah keinginan biasa melainkan keinginan yang dalam dan tertanam dalam hati agar proses terjadinya perubahan dan adaptasi dapat berjalan dengan sempurna tanpa keragu-raguan.104
Evaluasi/ evaluation adalah penilaian terhadap sesuatu yang baru agar tidak terjadi hambatan yang akan ditemukan selama mengadakan
103 Citra, Teori Perubahan.pdf, dikses melalui https://www.scribd.com/document/366784470/Teori-Perubahan-Menurut-Roger, pada 29 Desember 2019.
48
perubahan. Tahapan ini bisa membantu mepermudah tujuan dan langkah dalam melakukan perubahan. Evaluasi dilakukan pada dua tahap. Pertama evaluasi pada kebudayaan yang baru dikenal, supaya dapat menjadi pelajaran dan tolak ukur terhadap perubahan yang akan dilakukan nantinya. Kedua adalah evaluasi pada kebudayaan yang lama dan telah bercampur dengan kebudayaan yang baru. Hal ini perlu dilakukan untuk melihat bagaimana reaksi perubahan dan adaptasi yang terjadi. Apakah mengarah kepada hal yang positif atau malah arah yang negatif.105 Arah positif ditunjukkan dengan tercampurnya kedua budaya (lama dan baru) tersebut tanpa menghilangkan budaya lama106. Sedangkan arah negatif adalah tersinggungnya kedua budaya sehingga menjadi budaya yang tidak padu dan gagalnya proses perubahan dan adaptasi. Kemungkinan yang dapat terjadi apabila terarah pada arah yang negatif yakni, budaya lama bisa menghilang digantikan oleh budaya baru107, atau tercampurnya kedua budaya dan menghasilkan budaya yang baru108. Evaluasi diperlukan untuk mengantisipasi dan memperbaiki reaksi perubahan yang mengarah ke negatif.109
Mencoba/ Trial adalah salah satu tahap uji coba terhadap suatu yang baru atau hasil perubahan dengan harapan dapat diketahui hasilnya sesuai
105 Ibid.
106 Budaya lama + budaya baru = perpaduan keduanya tanpa menghilangkan budaya lama (A + B = AB)
107 Budaya lama + budaya baru = menghasilkan budaya baru lebih dominan (A + B = B)
108 Budaya lama + budaya baru = menghasilkan budaya baru yang belum pernah ada sebelumnya (A + B = C)
109 Citra, Teori Perubahan.pdf, dikses melalui https://www.scribd.com/document/366784470/Teori-Perubahan-Menurut-Roger, pada 29 Desember 2019.
49
dengan kondisi atau situasi yang ada dan memudahkan untuk diterima oleh lingkungan. Uji coba perlu dilakukan untuk mengetahui hasil perubahan tersebut seperti apa. Dapatkan perubahan-perubahan yang coba dilakukan pada kebudayaan atau agama, dan sebagainya mampu membawa kemudahan yang baik bagi masyarakat tanpa meninggalkan esensi.110 Uji coba dapat dilakukan lebih dari satu kali dengan memperhatikan norma dan ketentuan yang ada.
Penerimaan/ Adoption adalah tahapan terakhir yakni penerimaan atas segala proses termasuk uji coba, dan merasakan adanya manfaat serta kemudahan dari hasil perubahan yang dilakukan selama ini, kemudian mempertahankannya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai proses ini, keempat tahapan sebelumnya harus benar-benar telah diselesaikan dengan baik. Apabila trial atau uji coba dinilai gagal atau kurang maka perlu adanya evaluasi. Kemudian apabila setelah di praktekkan masih ditemukan hasil yang kurang memuaskan maka perlu dilakukan proses evaluasi kembali. Hingga hasil yang dirasakan sempurna dan terciptalah penerimaan.111
Roger percaya bahwa continuity and change yang telah dia paparkan memiliki cakupan yang lebih luas dan kompleks dibandingkan dengan Lewin. Setiap individu atau bahkan kelompok diberi kewenangan hak untuk mempercayai perubahan dan adaptasi tersebut atau bahkan tidak
110 Ibid.
50
mempercayai sama sekali, sehingga hasil yang di tempuh belum tentu menjadi goal akhir. Akan terus ada evaluasi berkelanjutan, karena baginya kebudayaan adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan oleh ruang dan waktu. Dia akan selalu mengikuti zaman yang membawanya, meskipun nilai murninya akan tetap sama. Namun praktek dan simbolisnya terkadang bisa saja berbeda.
Roger mengatakan bahwa perubahan yang efektif tergantung individu yang terlibat, tertarik, dan berupaya selalu untuk berkembang dan maju serta mempunyai suatu komitmen untuk bekerja dan melaksanakannya.