• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Tinjauan Umum Tentang Hak Cipta

1. Pengertian dan Ruang Lingkup tentang Hak Cipta

Dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak cipta merumuskan yang di maksudkan dengan Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan. Sedangkan ciptaan adalah setiap hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastera yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang diekspresikan dalam bentuk nyata. (Panjaitan & Sinaga, 2017, hal. 69)

Menurut L.J.Taylor yang dikutip oleh Damian yang menyatakan bahwa “hak cipta melindungi suatu ekspresi dari sebuah ide, sedangkan ide yang belum diwujudkan belum dilindungi”. Dari pengertian ini memberikan pemahaman tentang hak cipta pengertian itu merujuk pada karakteristik dari hak cipta, meliputi :

a. Pemegang hak cipta terdiri dari pencipta atau penerima hak;

b. Hak Ekslusif untuk mengumumkan atau memperbanyak;

32 c. Dapat diberikan hak eksklusif tersebut kepada pihak lain dengan memberikan

izin;

d. Hak cipta timbul secara otomatis, hak cipta mencakup pada bidang seni, sastra dan ilmu pengetahuan. (Utama, Titawati, & Loilewen, 2019, hal. 81)

Dalam suatu karya cipta terdapat pemegang hak atas ciptaannya, pemegang hak cipta adalah pencipta sebagai pemilik hak cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak tersebut diatas.

(M.Ramli, 2013, hal. 1) Di setiap negara mengenai hak cipta harus di lindungi oleh negara, sebab hak cipta itu melekat pada pencipta suatu karya cipta yang di lindungi dan di daftarkan pemilik kepada negara. Menciptakan suatu karya cipta itu sendiri bukan merupakan suatu hal mudah, sudah seharusnya dan sepatutnya karya ciptaan itu didaftarakan pada direktorat jendral hak kekayaan intelektual agar semua orang tidak semena-mena dalam penggunaan hak cipta seseorang. Kelahiran hak cipta di awali dengan sebuah ide atau gagasan yang muncul hasil pikiran dengan menggunakan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional karya berupa ilmu pengethuan, kesenian dan kesusastraan. Gagasan atau ide yang melatar belakangi kelahiran benda berwujud itu dilindungi sebagai hak kekayaan immaterial yang disebut dengan hak kekayaan intelektual.

Dalam konteks hukum perdata, rumusan tentang hak kekayaan immaterial dapat diumumkan dengan pengertian benda yang diatur dalam pasal 688 KUH Perdata. Hak cipta adalah salah satu dari bahagian hak kekayaan intelektual (intellectual property rights).

Sekalipun hak cipta itu baru dpar diberikan perlindungan jika wujud nyata dari ciptaan itu dimunculkan namun yang dilindungi bukanlah wujud nyatanya. Tetapi hak untuk menerbitkan atau memperbanyak atau mengumumkan suatu karya cipta tersebut. Buku,

33 Patung, Kain batik, Keping VCD dan DVD, Programer komputer yang terekam dalam keping CD Room, dilindungi sebagai hak atas benda berwujud, benda materil yang dalam terminologi Pasal 499 KUH Perdata dirumuskan sebagai “barang”(benda berwujud).

Dalam terminologi hak cipta yang dilindungi adalah benda immaterial atau benda tidak berwujud atau dalam terminologi Pasal 499 KUH Perdata adalah hak yang dapat menjadi obyek harta kekayaan yang merupakan hasil dari ide atau gagasan yang bersumber dari kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual manusia. (Saidin, 2015, hal. 229)

Dalam hukum perdata, hak cipta merupakan hak privat (hak keperdataan). Dalam hak keperdataan itu sendiri nilai yang dapat diukur dalam sebuah karya cipta secara ekonomi yaitu berupa hak kebendaan. Dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahu 2014, hak itu disebutkan sebagai hak ekonomi atau economy rights yang berbeda dengan hak moral yang tidak mempunyai nilai ekonomi. Hak moral disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta dalam Pasal 5 yang disebutkan bahwa suatu hak yang melekat secara abadi pada diri pencipta. Hak moral juga tidak dapat dialihkan selama pencipta masih hidup, namun pelaksaannya dapat dialihkan dengan suatu wasiat atau sebab hal lain yang ditentukan oleh Peraturan Perundang-undangan setelah Pencipta meninggal dunia. Hak moral juga salah satu unsur terpenting dalam hak cipta dimana seseorang menciptakan karya ciptanya untuk di publikasikan. Selain itu terdapat hak ekonomi terhadap suatu karya cipta, yang dimaksudkan dengan hak ekonomi atau economy rights adalah suatu hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan. Oleh sebab itu, maka sudah selayaknya dan seharusnya bahwa memang suatu karya cipta harus di lindungi oleh negara dengan adanya Peraturan Perundang-undangan. Hak ekonomi pencipta dapat digunakan untuk melakukan :

34 a. Penerbitan Ciptaan;

b. Penggandaan Ciptaan dalam segala bentuknya;

c. Penerjemahan Ciptaan;

d. Pengadaptasian, pengaransemenan, atau pentransformasian Ciptaan;

e. Pendistribusian Ciptaan atau salinan;

f. Pertunjukan Ciptaan;

g. Pengumuman Ciptaan;

h. Komunikasi Ciptaan;

i. Penyewaan Ciptaan.

Dan bagi setiap orang yang ingin melakukan atau melaksanakan hak ekonomi tersebut wajib untuk mendapatkan izin Pencipta atau Pemegang Hak cipta. Selain itu, apabila tidak ada izin dari pencipta atau pemegang hak cipta seseorang tidak diperbolehkan untuk melakukan penggandaan atau penggunaan secara komersial suatu ciptaan. Hak cipta pada dasarnya telah dikenal sejak dahulu kala, akan tetapi konsep hukum hak cipta dikenal indoneisa pada awal tahun 80-an. Terdapat dua konsep besar tentang hak cipta, yaitu : Pertama, Copyrights yang berkembang di Inggris dan negara-negara yang menganut sistem Common Law. Kedua, konsep Droit d’Auteur yang berkembang di perancis dan negara-negara yang menganut sistem Civil Law. TRIPs atau Trade Related Aspects on Intellectual Property Rights merupakan lampiran dari persetujuan pembentuka organisasi perdagangan dunia (WTO) yang disahkan pada tanggal 4 April di Marrakesh Maroko dalam putaran Uruguay. Tujuan dari perjanjian TRIPs ini adalah meningkatkan perlindungan HKI dalam produk perdagangan, menjamin prosedur pelaksaan HKI yang tidak menghambat

35 perdagangan, meurumuskan aturan dan disiplin pelaksanaan perlindungan HKI.

(Kusmawan, Perlindungan Hak Cipta Atas Buku, 2014, hal. 138-139)

Pendaftaran tidak merupakan keharusan bagi pencipta atau pemegang Hak Cipta, dan timbulnya perlindungan suatu ciptaan dimulai sejak ciptaan itu ada atau terwujud, dan bukan karena pendaftaran. Hak ini berarti suatu ciptaan baik yang terdaftar maupun tidak, tetap dilindungi. (Much, 2012, hal. 52) Walaupun di dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta diatur mengenai pendaftraan namun ini semata-mata bukan untuk menimbulkan perlindungan namun sebagai alat bukti jika sewaktu-waktu terjadi sengketa atau permasalahan hukum terkait dengan suatu ciptaan yang telah didaftarkan.

Peran Kantor Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berfungsi untuk mengadministrasi dan mengelola pendaftaran Hak Cipta, Kantor Direktorat Hak Cipta tidak mempunyai wewenang untuk menjustifikasi Hak Cipta tersebut layak atau tidak didaftarkan, kecuali memang Hak Cipta tersebut bertentangan dengan undang-undang, misalnya gambar marka jalan lalu lintas, tidak dapat didaftarkan, karena gambar tersebut telah menjadi milik umum. (Margono, 2012, hal. 241)

Prinsip hukum perlindungan Hak Cipta bersifat otomtis (automatic protection) bahwa perlindungan harus diberikan tanpa perlu memenuhi formalitas tertentu dan pelaksanaannya bersifat mandiri (independence of protection) dari eksistensi perlindungan negara asal ciptaan. Konsekuensinya sebagai bagian dari ketentuan ini, perluasan perlindungan harus diatur secara eksklusif oleh hukum dari negara dimana perlindungan Hak Cipta diminta. (Jened, Hukum Hak Cipta (copy right's law), 2014, hal. 103-104)

36 Ruang Lingkup Perlindungan Hak Cipta :

a. Perwajahan karya tulis yaitu karya cipta yang lazim dikenal dengan

“typholograp hical arrangement” yaitu aspek seni pada susunan dan bentuk penulisan karya tulis. Hal ini mencakup antara lain format, hiasan, komposisi warna dan susunan atau tata letak huruf indah yang secara keseluruhan menampilkan wujud yang khas.

b. Alat peraga adalah ciptaan yang berbentuk 2 (dua) ataupun 3 (tiga) dimensi yang berkaitan dengan geografi, topografi, arsitektur, biologi, atau ilmu pengetahuan lain.

c. Lagu tanpa teks diartikan sebagai yang bersifat utuh.

d. Gambar adalah antara lain motif, diagram, sketsa, logo, unsur-unsur warna bentuk huruf indah. Yang dimaksud dengan kolase adalah komposisi artistik yang dibuat dari berbagai bahan, misalnya kain, kertas, yang ditrmprlkan pada permukaan sketsa atau media karya.

e. Karya seni terapan adalah karya seni rupa yang dibuat dengan menerapkan seni pada suatu produk sehingga memiliki kesan estetis dalam memenuhi kebutuhan praktis, antara lain oengginaan gambar, motif, atau ornamen pada suatu produk.

f. Karya arsitektur, adalah wujud fisik bangunan, penataan letak bangunan, gambar rancangan bangunan, teknis bangunan, dan gambar model atau maket bangunan.

g. Peta adalah suatu gambaran dari unsur alam/atau nuatan manusia yang berada diatas ataupun dibawah permukaan bumi yang digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu, baik melalui media digital maupun non digital.

37 h. Karya seni batik, adalah motif batik kontemporer yang bersifat inovatif, masa

kini, dan bukan tradisional.

i. Karya fotografi, adalah semua foto yang dihasilkan dengan menggunakan kamera.

j. Karya sinematografi, adalah ciptaan yang berupa gambar bergerak antara lain, dokumenter, film ilan, reportase atau film cerita yang dibuat dengan skenario dan film kartun.

k. Bunga rampai, adalah ciptaan dalam bentuk buku yang berisi kompilasi karya tulis pilihan, himpunan lagu pilihan, dan komposisi berbagai karya tari pilihan yang direkam dalam kaset, cakran optik atau media lain.

l. Basis data, adalah kompilasi data dalam bentuk apapun yang dapat dibaca oleh komputer atau kompilasi dalam bentuk lain yang karena alasan pemilihan atau pengaturan atas isi data atau merupakan kreasi intelektual. (Penjelasan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta)