• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kerangka Teori

2.1.2 Dukungan Keluarga

2.1.2.3 Pengertian Dukungan Keluarga

Dukungan keluarga menurut Friedman (2013) adalah sikap, tindakan penerimaan keluarga terhadap anggota keluarganya, berupa dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional. Jadi dukungan keluarga adalah suatu bentuk hubungan interpersonal yang meliputi sikap, tindakan dan penerimaan terhadap anggota keluarga, sehingga anggota keluarga merasa ada yang memperhatikan. Orang yang berada dalam lingkungan sosial yang suportif umumnya memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan rekannya yang tanpa keuntungan ini, karena dukungan keluarga dianggap dapat mengurangi atau menyangga efek kesehatan mental individu.

Dukungan keluarga adalah bantuan yang dapat diberikan kepada anggota keluarga lain berupa barang, jasa, informasi dan nasihat yang mampu membuat penerima dukungan akan merasa disayang, dihargai, dan tenteram. Dukungan ini merupakan sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap penderita yang sakit. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung akan selalu siap memberi pertolongan dan bantuan yang diperlukan. Dukungan keluarga yang diterima salah satu anggota keluarga dari anggota keluarga yang lainnya dalam rangka menjalankan fungsi-fungsi yang terdapat dalam sebuah keluarga. Bentuk dukungan keluarga terhadap anggota keluarga adalah secara moral atau material. Adanya dukungan keluarga akan berdampak pada peningkatan motivasi belajar siswa.

Menurut Friedman (2013) bahwa dukungan keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaan terhadap tiap-tiap anggota keluarga. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika dibutuhkan. Dukungan keluarga diwujudkan dalam kasih sayang, memberi nasehat-nasehat, dan sebagainya kepada sesama anggota keluarga. Dalam lingkungan keluarga setiap individu atau anak memerlukan dukungan orang tua untuk mencapai aktivitas belajar, karena dukungan dan perhatian keluarga ini sangat membantu aktivitas belajar siswa agar lebih maksimal.

Aktivitas belajar siswa dukungan orang tua sangat diperlukan karena orang tua sebagai orang terdekat yang bagi seorang anak, Orang tua memberikan arahan terhadap aktivitas belajar anaknya serta orang tua membantu kendala

aktivitas belajar yang dialami oleh seorang anaknya, dengan begitu aktivitas belajar anak akan berjalan dengan baik. Orang tua harus memberikan dukungan sosial di rumah agar anak-anak dapat nyaman dalam belajar. Komponen-komponen ini harus mendorong perubahan pemodelan di lingkungan rumah dan ini merupakan bagian penting dari program intervensi awal untuk meningkatkan pengasuhan anak dengan menilai kemungkinan dampak dorongan perubahan kebijakan dalam lingkungan belajar di rumah Pajarianto et al (dalam Ibrahim dkk, 2020).

Dukungan dapat diartikan sebagai memberi dorongan motivasi atau semangat dan nasihat kepada orang lain, dukungan keluarga diberikan untuk mendapatkan rasa semangat pada siswa dalam proses belajarnya (Yulianto, 2018).

Selanjutnya menurut Ruwaida (dalam Yulianto, 2018) Ekspresi yang diberikan keluarga melalui empati dan penerimaan akan semakin membantu mewujudkan semangat siswa dalam proses belajarnya. Orang tua wajib memberikan perhatian dan kasih sayang untuk membantu meningkatkan semangat terhadap masa depannya, sehingga anak dapat memperoleh suatu tujuan hidup dalam melaksanakan apa yang akan menjadi keinginannya. Nasehat dan kasih sayang dari anggota keluarga dapat memberikan persepsi yang positif bagi individu untuk mencapai segala impian yang dimilikinya. Aktivitas belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang timbul dari dalam individu itu sendiri diantaranya minat, bakat, motivasi Intelegensi. Faktor yang kedua yaitu faktor eksternal adalah segala bentuk pengaruh yang datang dari luar diri dan mempengaruhi kegiatan belajar

seseorang, diantaranya adalah keluarga, sekolah dan lingkungan sosial masyarakat Slameto (dalam Yulianto, 2018:44). Dukungan keluarga sangat dibutuhkan dalam aktivitas belajar anak karena dari dukungan keluarga mampu meningkatkan aktivitas belajar seorang anak. Selain itu keluarga harus senantiasa menginggatkan anaknya untuk belajar serta memberikan perhatian tentang tugas yang akan dikerjakan oleh anaknya.

Dari uraian di atas disimpulkan bahwa dukungan keluarga merupakan rasa nyaman, perhatian, penghargaan dan bantuan yang diterima individu dari sekumpulan orang yang memiliki hubungan darah ataupun pernikahan yang tinggal bersamanya.

2.1.2.4 Aspek- aspek Dukungan Keluarga

Menurut Sarafino (dalam Bhochhibhoya, 2017) terdapat empat aspek dukungan keluarga yaitu :

1. Dukungan emosional (Emotional Support)

Dukungan ini merujuk pada rasa empati, kepedulian, perhatian, hal positif dan semangat yang diterima individu sehingga individu merasakan kenyamanan dan dicintai. Pada aspek dukungan emosional ditandai dengan; siswa merasa mendapatkan adanya partisipasi orang tua saat anak mengerjakan PR dan menghadapi keadaan-keadaan sulit disekolahnya, memberikan semangat dalam belajar, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman dirumah.

2. Dukungan Penghargaan (Esteem Support)

Dukungan ini merujuk pada kesedian orang tua dalam meluangkan dan menghabiskan waktunya bersama anak sehingga dengan demiikian anak

merasa bahwa dirinya adalah bagian dari keluarga, orang tua/keluarga yang memberikan dukungan penghargaan senantiasa memberikan reward dan punishment pada anak dalam proses disekolahnya.

3. Dukungan Instrumental (Tangible or Instrumental Support)

Dukungan ini merujuk pada bantuan atau pertolongan secara langsung berupa bantuan fasilitas atau materi yang diterima oleh siswa, ditandai dengan;

menyediakan fasilitas belajar, seperti ruangan belajar tersendiri dirumah, penyediaan alat belajar, seperti alat tulis, buku dan lain-lain,

4. Dukungan Informasional (Informational Support)

Dukungan ini merujuk pada penerimaan nasihat, arahan, saran dan umpan balik mengenai apa yang dilakukan oleh siswa, ditandai dengan perilaku mensupport dalam hal; pengaturan waktu belajar dan cara mengatasi kesulitan.

Selanjutnya menurut Taylor (2012) dukungan keluarga memiliki 3 aspek yaitu:

1. Dukungan informasional

Ditandai dengan pemberian nasehat atau informasi kepada orang lain guna membantu individu memutuskan pilihan terbaiknya.

2. Dukungan instrumental

Ditandai dengan pemberian pelayanan dan bantuan finansial kepada orang lain.

3. Dukungan emosional

Ditandai dengan pemberian kehangatan dan pengayoman kepada orang lain.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli tentang aspek dukungan keluarga diatas, maka disimpulkan peneliti menggunakan aspek-aspek Dukungan

Dokumen terkait