Perencanaan matang akan menyibak rintangan yang menghadang guna meraih masa depan yang membentang
DAFTAR GAMBAR
A. Pengertian Efektivitas Dalam Pemungutan Pajak
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (2000:129) bahwa kata efektif itu berarti ada efeknya (akibatnya, pengaruh, kesannya), manjur atau mujarab dapat membawa hasil. Memahami pengertian tersebut, maka efektivitas dapat diartikan sebagai keefektifan, daya guna atau adanya kesesuaian dalam suatu aktivitas antara apa-apa yang telah dilakukan dengan sasaran yang diinginkan.
Richard L. Daft (2007:12), mengemukakan bahwa ”efektivitas adalah sejauhmana organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan ”. Gibson et al dalam Syarif Makmur (2008:127) mengemukakan bahwa efektivitas dalam konteks perilaku organisasi merupakan hubungan optimal antara produksi, kualitas, efisiensi, fleksibilitas, kepuasan, sifat keunggulan dan pengembangan.
Akmal (2006:36) mengungkapkan bahwa ”efektivitas adalah pencapaian usaha yang sesuai dengan rencananya (doing the right things) atau rencana hasil dibandingkan dengan realisasi hasil”. Pendapat The Liang Gie (2000:24) juga mengemukakan pengertian ”efektivitas adalah keadaan atau kemampuan suatu kerja yang dilaksanakan oleh manusia untuk memberikan guna yang diharapkan.”
maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas adalah kemampuan untuk melakukan hal yang tepat atau menyelesaikan sesuatu dengan baik. Hal ini mencakup pemilihan sasaran yang paling tepat dan pemilihan metode yang sesuai untuk mencapai sasaran tersebut. Pendapat Etzioni yang dikutip oleh Syarif Makmur (2008:125) mengemukakan bahwa efektivitas organisasi dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasaran.
Berdasarkan pendapat ini, efektivitas merupakan suatu konsep yang sangat penting karena mampu memberikan gambaran mengenai keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai sasarannya. Dalam usaha membina pengertian efektivitas yang semula bersifat abstrak itu, menjadi sedikit banyak lebih konkret (dan dapat diukur) beberapa analisis organisasi berusaha mengindentifikasi segi-segi yang lebih menonjol yang berhubungan dengan konsep ini.
Dalam konteks ini, Steers (Syarif Makmur, 2008:125) selanjutnya mengemukakan kriteria yang paling banyak dipakai dalam melihat segi-segi efektivitas adalah kemampuan menyesuaikan diri (adaptasi), produktivitas, kepuasan kerja, dan pencarian sumber daya. Variabel- variabel sedemikian ini telah diindetifikasi dengan berbagai alternatif, yaitu sebagai alat pengukur efektivitas itu sendiri dan sebagai variabel yang mempelancar atau membantu memperbesar kemungkinan tercapainya efektivitas.
Menurut Marihot (2010:43), dalam dimensi perpajakan terdapat empat fungsi yang melekat dalam pelaksanaan pemungutannya yaitu fungsi penerimaan, mengatur, redistribusi pendapatan dan demokrasi, yang dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Fungsi Penerimaan (budgetair)
Fungsi budgetair yang disebut juga sebagai fungsi utama pajak atau fungsi fiskal (fiscal function) adalah suatu fungsi di mana pajak dipergunakan sebagai alat untuk memasukkan dana secara optimal ke kas negara berdasarkan undang-undang perpajakan yang baru. Fungsi ini disebut fungsi utama karena fungsi inilah yang secara historis pertama kali muncul. Berdasarkan fungsi ini pemerintah (yang membutuhkan dana untuk membiayai berbagai kepentingannya) memungut pajak dari penduduknya melalui berbagai jenis pajak yang ditetapkan atas berbagai jenis kehidupan masyarakat sesuai dengan undang-undang pajak yang diadakan sesuai dengan kepentingan tersebut.
b. Fungsi Mengatur (regulerend)
Fungsi mengatur disebut juga fungsi tambahan yaitu suatu fungsi di mana pajak dipergunakan oleh pemerintah sebagai alat kebijakan untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya pajak digunakan untuk mengatur perekonomian guna mencapai pertumbuhan yang lebih cepat. Untuk itu, pemerintah mengadakan “pemberian perangsangan perpajakan” (tax
incentive), yang dapat memberi dorongan kepada wajib pajak untuk
bekerja, menabung dan melakukan investasi. Dengan kata lain, pajak merangsang keinginan wajib pajak untuk berproduksi. Pemahaman tentang fungsi tambahan karena fungsi ini hanya sebagai pelengkap dari fungsi utama pajak yaitu fungsi budgetair.
c. Fungsi Redistribusi Pendapatan
Fungsi pajak sebagai redistribusi pendapatan berarti pajak digunakan sebagai salah satu alat untuk mengalihkan kekayaan dari sebagian masyarakat ke golongan masyarakat lain yang berpenghasilan rendah. Hal ini umumnya dilakukan dalam bidang pajak penghasilan, khususnya melalui penerapan tarif pajak yang bersifat progresif. Pengenaan pajak dengan tarif progresif dimaksudkan untuk mengenakan pajak yang lebih tinggi kepada golongan masyarakat yang lebih mampu. Masyarakat yang termasuk golongan lebih mampu (masyarakat berpenghasilan lebih tinggi) akan dikenakan tarif yang lebih tinggi dan akan mengurangi penghasilan yang dapat digunakan untuk konsumsi dan tabungan dalam persentase yang lebih besar dari masyarakat yang penghasilannya lebih rendah.
d. Fungsi Demokrasi
Fungsi demokrasi dimaksudkan bahwa pajak merupakan salah satu perwujudan dari sistem kekeluargaan dan kegotongroyongan rakyat yang sadar akan baktinya kepada negara. Rakyat membayar pajak berarti berperan serta dalam pelaksanaan kehidupan kenegaraan, termasuk kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Demokrasi berarti setiap anggota masyarakat ikut berkontribusi dalam kehidupan Negara, tidak hanya menggunakan hak konstitusional warga Negara tetapi juga melaksanakan kewajiban konstitusional. Salah satu kewajiban konstitusional adalah membayar pajak bagi setiap warga Negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Pemenuhan kewajiban perpajakan berarti warga negara telah ikut serta melaksanakan demokrasi karena hasil penerimaan pajak akan digunakan oleh pemerintah untuk membiayai kehidupan berbangsa dan bernegara, guna mencapai tujuan negara yang telah ditetapkan oleh semua komponen bangsa.
Dalam penelitian ini, pemahaman mengenai empat fungsi tersebut yang melatarbelakangi pengkajian tentang konsep efektivitas yang diarahkan kepada penerapan Self Assesment System pada kegiatan pemungutan pajak hotel. Pengukuran efektivitas akan dilakukan dengan melihat dari sejauhmana cara pembayaran pajak hotel dengan menggunakan Self
Assesment System dapat memenuhi keempat azas pemungutan pajak
sehingga nantinya dapat digolongkan dalam pemungutan pajak yang baik. Adapun empat azas pemungutan pajak menurut Adam Smith dalam Marihot (2010:55) yaitu :
a. Asas Persamaan, Keadilan dan Kemampuan (equality, equity and ability)
Kesamaan (equality) mengandung arti bahwa keadaan yang sama atau orang yang berada dalam keadaan yang sama harus dikenakan pajak yang sama. Dengan demikian, diharapkan akan tercapai keadilan
(equity) di antara pembayar pajak karena mereka akan dikenakan pajak
berdasarkan kemampuannya dalam membayar pajak (ability to pay)
yang memang berbeda antara seorang wajib pajak dengan wajib pajak yang lainnya.
b. Asas Kepastian (certainty)
Kepastian yang dimaksud di sini adalah kepastian yang berhubungan dengan hukum, yang mengandung arti jaminan hukum dan bukan kepastian yang berdasarkan kesewenang-wenangan. Asas kepastian
(certainty) berarti penarikan pajak oleh negara (fiskus) kepada para wajib pajak harus dilakukan dengan kepastian hukum berdasarkan peraturan tertulis dalam suatu sumber hukum, yang dalam arti formal berbentuk undang-undang untuk pajak pusat dan perda untuk pajak daerah yang dibuat melalui badan legislatif.
c. Asas Kenyamanan Pembayaran (convenience of payment)
Asas ini mengandung pengertian bahwa pemungutan dan pembayaran pajak hendaknya dilakukan pada waktu wajib pajak dalam keadaan yang paling menyenangkan. Dengan demikian, pajak harus dipungut pada saat dan keadaan yang paling tepat dan baik, yaitu pada saat wajib pajak mampu membayar pajak (sewaktu mempunyai uang) atau saat menerima penghasilan.
d. Asas Efisiensi (economic of collection)
Asas ini mengandung pengertian bahwa biaya pemungutan pajak yaitu biaya sejak wajib pajak membayar sampai dengan uang pajak masuk ke kas negara hendaknya seminim mungkin dan diusahakan supaya hasil pemungutan pajak harus relatif lebih kecil dibandingkan dengan uang pajak yang masuk.