• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Era Digital

1. Pengertian Era Digital

Era digital merupakan istilah yang digunakan pada perkembangan dari dunia teknologi dan informasi, yang berbentuk komputer dan internet.

Era digital adalah suatu masa ketika sebagian besar atau seluruh masyarakatnya menggunakan sistem digital, teknologi komputer, dan internet dalam kehidupan sehari-hari. Sistem digital ini telah terbukti mutakhir dari sistem yang di kembangkan sebelumnya, yaitu sistem analog.26 Teknologi yang semakin berkembang pesat memungkinkan

25 Muhammad Suwaid, Mendidik Anak Bersama Nabi, (Solo: Pustaka Arafah...h,457

26 Diane Wulansari, Didiklah Anak Sesuai Zamannya: mengoptimalakan potensi anak di era digita,... h,8

27

seseorang dengan mudah memperoleh informasi secara cepat dan mudah.

Sekarang, orang-orang bisa dengan mudahnya mengakses informasi dari berbagai belahan dunia dan kita bisa melakukannya dimana saja dan kapan saja.27

Revolusi digital adalah perubahan budaya komunikasi dan perilaku masyarakat untuk beralih ke media yang cepat dan memudahkan.

Revolusi digital terjadi sejak tahun 1980 hingga pada saat ini. Revolusi digital telah berhasil mengubah cara pandang seseorang dalam menjalankan kehidupan.

Adapun generasi yang lahir setelah tahun 1980 hingga 1990 kita kenal dengan generasi Y. Pada generasi ini hiruk-pikuk perkembangan teknologi seperti internet dan gawai/gadget muncul sehingga generasi ini lebih inovatif dan berpikiran terbuka dibandingkan dengan generasi X.

Setelah generasi Y, kita mengenal generasi Z. Generasi ini lahir pada akhir 1990-an ketika terjadi ledakan inovasi teknologi di berbagai bidang dengan akses yang makin mudah dan murah. Hampir semua generasi Z telah melakukan aktivitas melalui internet.28

Di era digital ini terdapat dua generasi yang berbeda dan masing-masing memiliki kekhususan:

a. Digital Native

27 Hubungan Game Online dengan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siwa Kelas VII SMP; Jurnal Tadris Matematika Vol 2, No 1, 2019. h,12.

28 Kementerian pendidikan dan kebudayaan, Modul Mendidik Anak Di Era Digital,...h,6.

28

Yaitu generasi yang lahir di masa perkembangan digital berlangsung atau kelompok yang saat mulai belajar menulis sudah mengenal internet. Generasi digital native saat ini berada di bawah usia 24 tahun.29

Digital native adalah gambaran bagi seseorang (terutama anak hingga remaja) yang sejak kelahirannya telah terpapar oleh gencarnya perkembangan teknologi, seperti komputer, internet, animasi, dan teknologi yang sejenisnya. Hal itulah yang menyebabkan karakter serta kebiasaan digital native cenderung berbeda dengan generasi sebelum mereka. Mereka cenderung memiliki wawasan, pengetahuan, serta pikiran yang sangat terbuka terhadap perkembangan teknologi, cepat menangkap berbagai informasi, dan dapat beradaptasi dalam situasi apapun.

b. Immigrant Digital

Yaitu generasi yang hidup di masa ketika teknologi belum berkembang, kemudian mengikuti masa perkembangannya hingga sekarang. Pada umumnya dalam mempelajari gadget masa kini. Lebih mengutamakan fungsi dasar. Misalnya, telepon hanya untuk menelepon dan mengirim pesan singkat (SMS), sedangkan fitur atau aplikasi lain tidak atau belum digunakan secara optimal. Imifran digital ini kurang peduli dengan dunia maya. Digital native adalah salah satu pemandu mereka dalam mempelajari gadget.

29 Diane Wulansari, Didiklah Anak Sesuai Zamannya: mengoptimalakan potensi anak di era digita,... h,12.

29 2. Karakteristik Anak di Era Digital

Anak-anak pada era digital ini memiliki karakteristik, baik dari segi identitasnya, sampai kepada proses belajarnya.30

a. Identitas

Membuktikan kepada dunia bahwa mereka “ada”. Misalnya, ramai-ramai membuat akun (data diri) di Facebook, Path, Instagram, dan Twitter.

b. Privasi

Generasi ini memiliki kecendrungan lebih terbuka, blak-blakan, dan berpola pikir agresif.

c. Kontrol dan Kebebasan

Generasi ini memiliki kecendrungan “gila” kebebasan. Mereka tidak suka di atur dan dikekang. Pada umumnya, mereka ingin memegang kontrol, dan internet menawarkan hal itu.

d. Proses Belajar

Generasi ini memiliki kecendrungan aktif mengakses dengan menggunakan layanan Google atau dengan mesin pencarian lainnya.

Kemampuan belajar mereka jauh lebih cepat karena segala informasi ada di ujung jari mereka.

Teknologi digital itu sendiri pada dasarnya bersifat netral. Seperti halnya dua mata pisau, gadget bisa bermanfaat bisa juga berbahaya.yang

30 Diane Wulansari, Didiklah Anak Sesuai Zamannya: mengoptimalakan potensi anak di era digita,... h. 13

30

menentukan pisau itu berbahaya atau bermanfaat adalah penggunanya.

Jika dipakai oleh seorang koki maka pisau itu dapat ia gunakan untuk memotong sayuran, daging, dan buah-buahan, kemudian dinikmati dan dijual bersama. Semetara itu, jika digunakan oleh seorang penjahat, pisau itu dapat digunakan untuk membunuh, mencuri, merampok, dan sebagainya.

3. Dampak dari Era Digital

Kini, tentunya kita sudah merasakan sendiri bahwa teknologi digital ini banyak membantu dalam berbagai aspek kehidupan kita.

Salah satunya teknologi digital ini dapat menjadi sumber informasi.

Bahkan bisa dikatakan saat ini sudah ada yang namanya Universitas Google dan Universitas Youtube yang menjadi tempat orang-orang belajar menacari infprmasi dengan mudah dan cepat.31

Bebarapa dampak positif dari penggunaa media digital yaitu:

1. Di berbagai negara maju. Teknologi digital telah menjadi bagian integral (tidak terpisahkan) dari sistem pembelajaran, yaitu sebagai sumber informasi.

2. Sebagai sarana pengembangan diri

3. Sarana bersosialisasi dengan teman secara online dan lintas batas, sehingga memperluas jaringan pertemanan

4. Sarana membangun kreativitas 5. Mendorong pertumbuhan usaha

31 Kementerian pendidikan dan kebudayaan, Modul Mendidik Anak Di Era Digital,...h.8

31 6. Mempermudah komunikasi

Selain dampak positif dari penggunaaan media digital ini, juga terdapat dampak negatif dari berbagai sisi sebagai berikut:

a. Dari sisi kesehatan

1. Gangguan kesehatan mata

2. Efek sinar biru (blue light) yang dapat menimbulkan kerusakan pada mata.

3. Kecendrungan menjadi telat bicara

4. Sakit persendian karena kurangnya pergerakan tubuh 5. Kecendrungan insomnia (gangguan tidur)

6. Kelelahan

7. Lupa makan, sehinggamenyebabkanpenurunan berat badan.

8. Depresi, yang berujung kepada melawan orang tua b. Dampak negatif dari sisi psikis

1. Lupa beribadah

2. Senang mengasingkan diri (schizophrenia) 3. Memiliki perasaan rendah diri (inferioritas) 4. Kehilangan konsentrasi

5. Sindrom Withdrawl, yaitu moody atau suasana hati yang berubah-ubah secara ekstrem

6. Terlalu cepat dewasa

32

7. Halusinasi Auditorik, yaitu seakan mendengarkan suara-suara bisikan, padahal tidak ada yang berbunyi atau bergetar.32

4. Strategi mendidik remaja pada era digital

a. Menjaga hubungan dengan anak dengan cara sering berdiskusi mengenai media digital

1. Diskusikan kebutuhannya

Ketika anak meminta gadget dan akses internet, perlu tuntas dibicarakan mengapa anak perlu memiliki gadget atau mendapatkan akses ke internet. Orang tua tidak perlu khawatir dianggap gagap teknologi atau tidak kekinian. Justru di sinilah kesempatan mengajari anak bahwa membeli atau memiliki sesuatu harus berdasarkan kebutuhan, bukan karena latah atau mengikuti tren. Harus dipastikan juga bahwa teknologi yang dipakai, termasuk biaya yangharus dibayarkan, sesuai dengan kebutuhan.

2. Diskusikan Tanggungjawabnya

Sebelum anak menggunakan untuk pertama kalinya gadget atau internet yang disediakan orang tua, pastikan sudah ada kesepakatan mengenai aturan penggunaan dan konsekuensinya.

Anak harus paham bahwa orang tua berhak menanyakan untuk apa dan bagaimana teknologi tersebut digunakan. Orang tua juga berhak memeriksa isi ponsel anak. Tetapkan dan tegaskan

32 Diane Wulansari, Didiklah Anak Sesuai Zamannya: mengoptimalakan potensi anak di era digita,... h.134

33

konsekuensi kepada anak apbila gadegt atau internet terbukti disalahgunakan.

3. Diskusikan Risikonya

Baik orang tua maupun anak harus memahami tentang penyalahgunaan, risiko ataupun hal negatif yang dapat timbul dari penggunaan gadget atau internet sekaligus cara pencegahan dan bagaimana menghindarinya. Selalu ingatkan kepada anak untuk menceritakan kepada orang tua tentang hal yang membuatnya tidak nyaman saat menggunakan gadget atau internet.33

Dalam hal ini bertujuan agar anak terbuka kepada orang tua nya, tanpa menutupi apa yang ia kerjakan. Dengan selalu mendiskusikan apapun dengan anak, maka akan menuntut anak selalu terbuka kepada orang tuanya. hal ini tentu akan menambah kedekatan anak dengan orang tua.

b. Memantau anak bermedia digital

Orang tua perlu mendampingi dan memantau aktivitas anak dalam mengakses atau menggunakan media sosial. Dengan itu, kehadiran orang tua mengarahkan anak supaya memanfaatkan media tersebut secara positif (Stephanus Turibius Rahmat,2018:158).34 Dalam hal ini orang tua berperan dalam memantau anak saat menggunakan media digital, mengawasi anak

33 Kemendikbud, Modul Mendidik Anak di Era Digital,2019, h. 13

34 Stephanus Turibius Rahmat, Pola Asuh yang Efektif Untuk Mendidik Anak Di Era Digital, Pendidikan dan Kebudayaan Missio, Vol 10 No.2, 2018 h, 158

34

agar ia tidak mengakses hal hal yang akan meberi dampak buruk kepada dirinya.

Orang tua juga dapat melakukan evaluasi konten media digital terhadap suatu informasi yang sudah melalui proses seleksi, pemahaman, analisis, dan verifikasi. Keputusan yang muncul misalnya apakah informasi ini layak dipercaya dan disebar luaskan, hanya cukup diabaikan karena bukan merupakan informasi yang penting. Diskusi antara orang tua dan anak bisa dilakukan untuk melatih anak mengambil keputusan atas informasi yang diterimanya dan membiasakan diri untuk kritis terhadap informasi yang diterimanya melalui media digital.35

Orang tua dan anak dapat membangun kesepahaman mengenai konten apa yang dapat dibagikan atau tidak dapat dibagikan. Pada saat yang sama, sangat penting bagi orang tua memperkenalkan konsep wilayah privat yang di era digital ini seringkali diabaikan bahkan di anggap tidak penting. Secara sederhana, segala sesuatu yang tidak pantas dibagikan pada banyak orang dalam kehidupan nyata juga tidak pantas dibagikan di media digital. 36

c. Mengajak memanfaatkan waktu luang

35 Dyna Herlina, Digital Parenting: Mendidik Anak Di Era Digita, (Yogyakarta: Samudra Biru, 2018), Cet 1, h. 29

36 Dyna Herlina, Digital Parenting: Mendidik Anak Di Era Digita, (Yogyakarta: Samudra Biru, 2018), Cet 1, h.23-28

35

Dalam hal ini berpikir ktitis perlu diajarkan pada anak.

Mereka mengahadapi media digital yang yang memuat berbagai konten dan pesan dari seluruh penjuru dunia. Maka setiap keluarga perlu menanamkan nilai kehidupan pada anak. Jika itu berhasil dilakukan, maka anak akan mengembangkan pola pikir dan sikap kritis dalam bermedia dan mampu memanfaatkan fasilitas media yang serba canggih untuk kegitan positif.37

Diantara nikamat yang sering dilalaikan manusia adalah nikmat saat mendapatkan waktu luangg.

Nabi Saw bersabda:

ُغاَرَفْلاَو ُةَّحِٰصلا ، ِساَّنلا َنِم ٌيرِثَك اَمِهيِف ٌنوُبْغَم ِناَتَمْعِن

Artinya:

Ada dua nikmat yang banyak membuat manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang.”

Nabi menganjurkan kepada anak-anak agar memanfaatkan waktu luangnya untuk hal-hal yang berguna. Selain itu, anak sebagiknya dianjurkan untuk melakukan perlombaan olahraga.

Olahraga yang dapat menumbuhkan keberanian, kekuatan, dan kehandalan. Selain itu, kegiatan tersebut akan membuat pemuda muslim selalu siap untuk melawan musuh Allah dan berperang di jalan-Nya.

37 Dyna Herlina, Digital Parenting: Mendidik Anak Di Era Digita, (Yogyakarta: Samudra Biru, 2018), Cet 1, h.3

36

Tentang mengisi waktu luang dengan ibadah, Nabi juga telah memberikan bimbingan kepada Ibnu Umar untuk melakukan qiyamul lail (shalat malam) sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Nabi juga mengajarkan kepada mereka untuk melakukan berbagai kegiatan permainan yang di perbolehkan.

Manfaat permainan ini adalah untuk menyegarkan kembali semangatnya agar tidak terlalu jenuh sambil mengambil manfaat.38

Dapat disimpulkan bahwa orang tua perlu mengajak anak memanfaatkan waktu luang. Dalam hal ini orang tua bisa membiasakan anak untuk melakukan aktivitas bermanfaat, seperti mengajak ia bercocok tanam, menekuni hobinya atau juga bisa dengan melakukan aktivitas bermanfaat lainnya, ini bertujuan agar waktu luang anak tidak hanya di habiskan untuk menggunakan gadget seharian.

C. Penelitian Yang Relevan

a. Skiripsi Isnanita Noviya Andriyani (2018) mahasiswa jurusan Pendidikan dan Manajemen Islam dengan judul Pendidikan Anak Dalam Keluarga Di Era Digital. Dalam penelitian ini membahas tentang peran keluarga mendidik anak di era digital. Di dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan: keluarga merupakan lokusentral dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia disegala bidang kehidupan, baik kehidupan pribadi,

38 Jamal Abdurrahman, Islamic Parenting (Pendidikan Anak Metode Nabi), (Solo:

Aqwam, 2010), h.221

37

masyarakat, bangsa dan negara. Keberhasilan pembangunan nasional ditentukan olehkualitas sumber daya manusia bangsa indonesia. Kualitas sumber daya manusia sebagai generasi penerus bangsa sangat berperan dalam menentukan kualitas bangsa indonesia mendatang. Keluarga terutama orang tua adalah lingkungan yang paling berpengaruh dalam perkembangan anak, karena keluarga adalah tempat dicontohkannya hubungan kemanusiaan, tempat dibentuknya kepribadian, tujuan dan pandangan hidup, kondisilingkungan yang berubah secara cepat dan dinamis membutuhkan pemikiran baru dalam pendidikan dalam kelurga, terutama di era digital saat ini. Relevansi penelitian yang dilakukan Isnanita Noviya Andriyani dengan penelitian yang sedang dikaji ini adalah sama sama membahas tentang mendidik anak di era digital. Perbedaannya yaitu penelitian Isnanita menfokuskan dalam peran dari kelurarga mendidik anak di era digital sedangkan penelitian yang sedang dikaji ini ialah bagaimana strategi yang di gunakan orang tua dalam mendidik anak di era d

38 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan atau penelitian yang mencoba menggambarkan, menuturkan dan menafsirkan suatu fenomena yang berkembang pada masa sekarang. Penelitian ini bersifat deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.

Menurut Sugiyono, penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan filsafat, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana penelitian adalah sebagai informan kunci, pengambilan sampel data dilakukan secara purposive sampling, teknik pengumpulan data dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih mengedepankan makna dari generalisasi.39

Penelitian ini membahas tentang bagaimana strategi yang digunakan para orang tua mendidik anaknya pada era digital di Nagari Durian Gadang.

B. Lokasi penelitian

39 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm 15

39

Penelitian ini penulis lakukan di Nagari Durian Gadang yang terletak di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota. Adapun alasan penulis mengambil lokasi ini karena disinilah penulis menemukan gejala yang berkaitan dengan mendidik anak pada zaman era digital ini.

Masalah yang penulis teliti disini adalah bagaimana strategi orang tua dalam mendidik anak di zaman digital.

Serta alasan lain peneliti memilih lokasi penelitiannya Nagari Durian Gadang Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota, karena memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian, dikarenakan di tempat tinggal peneliti, sehingga memudahkan peneliti untuk menggali informasi dan memperoleh data.

C. Informan

Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi atau kondisi latar penelitian.40 Jadi informan mempunyai banyak pengalaman tentang latar penelitian, dan ia harus menjadi anggota tim penelitian, walaupun bersifat informal. Ia dapat memberikan pandangan tentang nilai-nilai, sikap, bangunan dan kebudayaan yang menjadi latar penelitian setempat. Informan penelitian ini ada dua yaitu:

a. Informan Kunci

Informan kunci adalah data yang diperoleh secara langsung dari subjek yang diteliti tentang permasalahan yang dibahas, maka yang

40 Lexi J Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung:PT Rineka Rosdakarya, 1995) Cet Ke-5, hlm. 3

40

menjadi informan kunci pada penelitian ini adalah orang tua yang ada di Nagari Durian Gadang.

b. Informan pendukung

Informan pendukung adalah data yang mendukung atas permasalahan yang dibahas, maka yang menjadi informan pendukung pada penelitian ini adalah remaja yang ada di Nagari Durian Gadang.

D. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan,dengan disertai pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran.41 Observasi juga merupakan alat pengumpulan data, observasi langsung yang memberikan sumbangan yang sangat penting sekali dalam penelitian deskriptif kualitatif. Jenis- jenis informasi tertentu dapat diperoleh melalui pengamatan langsung oleh peneliti.

Dalam penelitian ini, penulis melakukan pengamatan dengan mengamati dan mencari data secara langsung tentang

41 Abdurrahmat Fathoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi (Jakarta:

Rineka Cipta, 2006) cet ke 1, hlm. 104

41

strategi orang tua mendidik anak pada era digital di Nagari Durian Gadang Kecam atan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota.

Penulis juga mendapatkan data dari wali nagari jumlah orang tua yang memiliki remaja usiar 13-16 tahun di setiap jorong berjumlah sebagai berikut:

Kapalo Koto 46 Bungo Tanjuang 50

Baringin 24

Jumlah 120

2. Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data melalui proses tanya jawab lisan yang berlangsung satu arah, artinya pertanyaan datang dari pihak yang mewawancarai dan jawaban diberikan oleh yang diwawancarai.

Dalam melakukan wawancara penulis menggunakan teknik snowball sampling, yaitu cara pengambilan informan penelitian yang dilakukan si peneliti dengan cara menentukan terlebih dahulu satu orang yang akan dijadikan sebagai informan penelitian.

Setelah ditentukan orang tersebut maka diminta rekomendasi dariorang tersebut untuk menyebutkan siap informan selanjutnya

42

yang bisa dimintai datanya dan seterusnya. Apabila tidak ada lagi data yang berbeda dan semua datanya sama maka peneliti bisa menghentikan wawancaranya.42

Dikarenakan dalam penelitian ini mengambil data dari informan melalui wawancara, maka yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah orang tua dan remaja yang ada di Nagari Durian Gadang. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa permasalahan yang akan ditanya tentang bagaimana orang tua mendidik anak di era digital, dan apa kendala orang tua dalam mendidik anak pada era digital di Nagari Durian Gadang.

E. Teknik Analisis Data

Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan pendekatan kualitatif, menurut Miles dan Huberman terdiri dari tiga hal:

1. Reduksi Data

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, maka perlu dicatat secara teliti dan dirinci. Seperti telah dikemukakan, makin lama penelitian ke lapangan, maka jumlah data akan makin banyak, komplek data rumit.untuk itu, perlu segera dilakukan analisi data melalui reduksi data.

42 Rahmahidayati Sari, Metodologi Penelitian, (Bukittinggi: Suci Percetakan dan Photocopy, 2018), h.31

43

Mereduksi data merupakan merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah penelitian untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencari bila diperlukan.

2. Display Data

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplyakan data. Display data adalah memaparkan dan menyajikan data. Data yang diperoleh di lokasi penelitian kemudian dipaparkan dalam bentuk uraian singkat.43

3. Verivikasi Data

Langkah ketiga dalam analisi data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang ,endukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang ditemukan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan

43 Sugiono, Metode Penelitian Penididikan, (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandung Alfabeta, 2016), h.337

44

mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan kredibel.

Dengan demikian, kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapatr menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti yang telah dikemukakan bahwa maslah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.44

F. Teknik Penjamin Keabsahan Data

Teknik triangulasi yang paling banyak dilakukan adalah dengan menggunakan sumber lain. Triangulasi dengan sumber lain berarti membandingkan dan mengecek kembali derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Hal ini dapat dilakukan dengan cara : 1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.

2. Membandingkan apa yang dilakukan orang didepan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi.

Jadi peneliti ingin melakukan triangulasi data itu sesuai dengan nomor satu, yaitu dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara.

44 Sugiono, Metode Penelitian Penididikan, (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), ...h.337

45 BAB IV

HASIL PENELITIAN A. Monografi Nagari Durian Gadang

1. Sejarah Nagari Durian Gadang

Nagari Durian Gadang adalah salah satu Nagari yang ada dikecamatan Akabiluru Kabupaten Limapuluh Kota. Nagari Durian merupakan nama suatu wilayah yang terletak di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota yang telah ada dan telah didiami oleh Nenek moyang sejak berabad - abad yang lalu, hal ini dapat kita buktikan dengan ditemukannya sebuah “menhir” yang terletak dan berdiri diantara bangunan Masjid Syuhada’ dengan Balai Adat Nagari Durian Gadang. Nagari Durian Gadang terdiri dari 3 jorong yaitu:

1. Kapalo Koto 2. Bungo Tanjuang 3. Baringin

Secara geografis Nagari Durian Gadang merupakan salah satu dari tujuh nagari di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan total luas wilayah 660 Ha2 terletak 7 km arah barat laut kota Payakumbuh pada posisi 0014’30” LS dan 100034’54” BT dengan ketinggian 110 dan 589 m dpi di atas permukaan laut dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara : Nagari Sariek Laweh

Sebelah Selatan : Nagari Koto Tangah Batu Ampa Sebelah Barat : Nagari Batuhampar

Sebelah Timur : Nagari Sungai Beringin 3. Kondisi Topografi

Topografi wilayah Nagari Durian Gadang bergelombang dengan perbukitan di sebelah timur yang terbentang memanjang dari utara ke selatan.Pemukiman penduduk di bagian tengah

46

berbentuk dataran tinggi yang dikelilingi oleh persawahan, tanah perkebunan/ ladang dan hutan yang masih belum dimanfa’atkan.

Nagari Durian Gadang juga dialiri sebuah sungai kecil yang

Nagari Durian Gadang juga dialiri sebuah sungai kecil yang

Dokumen terkait