• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Laporan K euangan PSAK

1. Pengertian G ereja

Gereja Katolik a dalah Gereja yang benar, yang didirika n oleh Yesus Kristus, yang para anggotanya saling dipersatukan dalam ika tan persekutuan roha ni: setia kepada Paus serta para uskup yang bersatu dengannya, satu dalam im an dan kepercayaan, satu dalam perayaan ibadat. Gereja m erupakan m isteri, sakram en keselam atan dan Um at Allah yang dalam perjalanan ziarah bersam a m enuju ke hidupan keka l.

Kata Gereja berasal dari ba hasa Protugis: igreja, yang berasal dari bahasa Yunani: εκκλησία (ekklêsia) yang berarti dipanggil keluar (ek= keluar; klesia dari kata kaleo= m em anggil); kum pulan orang yang dipanggil ke luar dari dunia) m em iliki beberapa arti:

Arti pertam a ialah 'umat' atau lebih tepat persekutuan

orang Kristen. Arti ini diterim a sebagai arti pertam a bagi ora ng Kristen.

Jadi, gereja pertam a-tam a bukanlah sebuah gedung. Gereja (untuk arti yang pertam a) terbentuk 50 hari sete lah kebangkitan Yesus Kristus pada hari raya Pentakosta, yaitu ketika Roh Kudus yang dijanjikan Allah diberikan kepada sem ua yang percaya pada Yesus Kristus.

Arti kedua adalah sebuah perhimpunan atau pertemuan

ibadah um at Kristen. Bisa bertem pa t di rum ah kediam an, lapangan,

ruangan di hotel, m aupun tem pat rekreasi.

Arti ketiga ialah mazhab (aliran) atau denom inasi dalam agam a

Arti keem pat ialah lembaga (administratif). Contoh kalim at “Gereja menentang perang Irak”.

Arti terakhir adalah sebuah “rumah ibadah” um atKriste n, di m ana um at bisa berdoa atau bersem bahyang.

2. Sejarah Singkat Tentang G ereja (khususnya Indonesia)

Sejarah Gereja Katolik m eliputi rentang waktu selam a ham pir dua ribu ta hun. Sejarah Gereja Katolik m erupakan bagian inte gral Sejarah kekristenan secara keseluruhan. Istilah Gereja Katolik ya ng diguna kan secara khusus untuk m enyebut Gereja yang didirika n di Yerusa lem oleh Yesus dari Nazaret (sekitar tahun 33 M asehi) dan dipim pin oleh suatu sukse si apostolik yang berkesinam bungan m ela lui Santo Petrus Rasul Kristus, dike palai oleh U skup Rom a sebagai pengganti St. Petrus, yang kini um um dikenal dengan sebutanPaus.

"Gereja Katolik" diketahu i pertam a kali digunakan dalam surat dari Ignatius dari Antiokhia pada tahun 107, yang m enulis bahwa: "Di m ana ada uskup, hendaknya um at hadir di situ, sam a seperti di m ana ada Yesus Kristus, Gereja Katolik hadir di situ."

Sejarah perkem bangan Gereja dibag i m enjadi 4 ta hap antara lain:

M asa Yesus: kehadiran Yesus di dunia ada lah sebaga i awal

lahirnya Gereja. Perkem bangan gereja pa da m asa ini tam pak dari percakapan Yesus dan Petrus: "Sebab itu ketahuilah, engk au Petrus, batu

kuat. Dan diatas alas batu inilah aku akan membangun ge reja-Ku yang tidak dapat dikalahk an: sekalipun oleh m aut!" ( bdk M at 16:18).

M asa Para Rasu l: Perkem bangan gereja pada m asa ini sam pai

pada tahap m endirikan perkum pulan Jem aat Perdana yang juga

disebut Gereja Perdana. M ereka selalu bertekun pada ajaran para Rasul, berkum pul, berdoa, dan m em ecahkan roti bersam a. M ereka m enganggap segala kepunyaan m ereka adalah kepunyaan bersam a. M ereka juga m em bagikan harta sesuai dengan keperluan. Yang paling berperan di m asa ini adalah St. Petrus. Setelah Yesus wafat, Petrus menjadi sosok yang berim an dan pem berani.

M asa Sesudah Para Rasul: M asa ini Gereja sudah berpusat di

Rom a, tem pat wafatnya St.Petrus. Pem im pin gereja yang pertam a adalah St.Petrus. Penerus St. Petrus disebut "Uskup Rom a" a tau "Paus".

M asa Sekarang (di Indone sia) : Sejarah Gereja Katolik di

Indonesia berawal dari kedata ngan ba ngsa Portugis ke kepulauan M aluku. Orang pertam a yang m enjadi Katolik adala h orang M aluku, Kolano (kepala kam pung) M am uya (sekarang di M aluku U tara) yan g diba ptis bersam a seluruh warga kam pungnya pada tahun 1534 se telah m enerim a pem beritaan Injil dari Gonzalo Veloso, seorang saudagar Portugis.

Salah satu pendatang di Indonesia itu adalah Santo Fransiskus Xaverius, yang pada tahun 1546 sam pai 1547 datang m engunjungi pulau Am bon, Saparua dan Ternate. Ia juga m em baptis beberapa ribu penduduk setem pat.

3. K egiatan

a. Liturgi dan Peribada tan

M elaksanakan pe ningkatan koordina si antar tim kerja kerja, m elaporkan dan m engevalua si kegia tan yang sudah berjalan, dan m erencanakan program kerja yang direncanakan

b. Tim ker Putra Altar

Pem bekalan kepada anak-anak kecil untuk berpartisipasi da lam m elayani Tuha n m elalui putra altar dan m enum buhkan kerinduan untuk berkum pul dan saling m enyapa dalam suatu kegiatan la innya. c. Tim ker Lektor

M elakukan pengem bangan panguyuban lektor dengan

m elibatkan um at denga n m elakukan pertem uan dan penyusunan jadwal tugas agar um at dapat m aksim al m elakukan tugas.

d. Tim ker Koor dan D irigen

M elakukan kom unika si, regenerasi dengan pendekatan

personal untuk berpartisipasi dalam kerja koor-kabid-lingkunga n.

4. Paroki

Adalah um at berim an katolik yang dibentuk secara tetap didalam suatu keuskupan dan reksa pa storalnya dipercayakan kepa da pastor paroki sebagai gem balanya. Paroki yang m erupakan badan huk um gerejani dan biasannya juga badan hukum Negara, didirikan, ditiadakan atau diubah, oleh uskup setelah m endengarka n dewan im an. Agar lebih efisien, reksa

pastoral beberapa paroki dapat dipercayakan bersam a -sam a kepada suatu regu im an (dengan seorang pem im pin diantara m ereka), atau jika kekurangan im am kepada seorang diakon, biarawan/biarawati atau awam (dengan se orang im am yang berperan se bagai pa stor parokinya. W alaupun iya bukan pastor kepala paroki itu).

m engharapkan im balan apapun dari organisasi tersebut (Ikatan Akuntan Indonesia).

Paroki dapat dika tegorikan sebaga i organisasi nirlaba karena m em peroleh sum ber daya yang dibutuhkan untuk m elakukan berbaga i aktivitas operasinya dari sum bangan para anggota (um at) dan para penyum bang lain yang tidak m engharapkan im balan apapun dari paroki tersebut.

Dokumen terkait