• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORETIS 10

B. Kinerja Guru

1. Pengertian Guru

Guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tinstitusional dan instruksional. Peran strategis tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, yang menempatkan kedudukan guru sebagai tenaga professional sekaligus sebagai agen pembelajaran.24 Sebagai tenaga professional, pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Kedudukan guru sebagai tenaga professional mempunyai visi terwujudnya penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan prinsip profesionalisme untuk memenuhi hak yang sama bagi setiap warga negara dalam memperoleh pendidikan yang bermutu. Kedudukan guru sebagai agen pembelajaran berkaitan dengan peran guru dalam pembelajaran, antara lain sebagai fasilitator, motivator, pemacu, perekayasa pembelajaran, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik. Peran tersebut menuntut guru untuk mampu meningkatkan kinerja dan profesionalismenya seiring dengan perubahan dan tuntutan yang muncul terhadap dunia pendidikan. Pengertian guru dalam konteks pendidikan terkait dengan profesi yang diembannya sebagai pendidik dan pengajar bagi peserta didik yang ada di berbagai jenjang pendidikan. Secara umum, baik dalam pekerjaan ataupun sebagai profesi, guru selalu disebut sebagai salah satu komponen utama pendidikan yang sangat penting. Guru, peserta didik dan kurikulum merupakan tiga komponen yang menjadi tombak dalam system pendidikan nasional. Ketiga komponen pendidikan tersebut merupakan syarat mutlak dalam proses pendidikan sekolah.25

2. Kinerja Guru

24 https://ilmu-pendidikan.net/profesi-kependidikan/guru/hak-dan-kewajiban-profesi-seorang-guru

25 Euis Karmawati dan Donni Juni Priansa, Manajemen Kelas “Classroom Management”.(Bandung: Alfabeta. 2014). h. 61-62.

Mangkunegara mendefinisikan kinerja adalah hasil kerja yang secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.26 Sulistiyani dan Rosidah (2003:223), menyatakan bahwa kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha, dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya.27

Adapun ayat Al Quran tentang Kinerja, yaitu antara lain; 1. Q.S AT-Taubah: 105

َهَّشلا َو ِبْيَغْلا ِمِلاَع ٰىَلِإ َنوُّدَرُتَس َو ۖ َنوُنِمْؤُمْلا َو ُهُلوُسَر َو ْمُكَلَمَع ُ َّاللَّ ىَرَيَسَف اوُلَمْعا ِلُق َو

ِةَدا

َنُيَف

َنوُلَمْعَت ْمُتْنُك اَمِب ْمُكُئِِّب

Terjemahnya:

“Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.

2. Q.S Ar-Ra’d: 11

ِب اَم ُرِِّيَغُي َلا َ َّاللَّ َّنِإ ۗ ِ َّاللَّ ِرْمَأ ْنِم ُهَنوُظَفْحَي ِهِفْلَخ ْنِم َو ِهْيَدَي ِنْيَب ْنِم ٌتاَبِِّقَعُم ُهَل

او ُرِِّيَغُي ٰىَّتَح ٍم ْوَق

ۗ ْمِهِسُفْنَأِب اَم

ٍلا َو ْنِم ِهِنوُد ْنِم ْمُهَل اَم َو ۚ ُهَل َّدَرَم َلاَف اًءوُس ٍم ْوَقِب ُ َّاللَّ َداَرَأ اَذِإ َو

Terjemahnya:

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”.

26Anwar Prabu Mangkunegara, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Bandung: PT Rosda Karya. 2000). h. 67.

27Ambar Teguh Sulistiyani, Rosidah, Manajemen Sumber Daya Manusia: Konsep, Teori dan Pengembangan Dalam Konteks Organisasi Publik, (Yogyakarta: Graha Ilmu. 2003). h. 223.

Menurut Byars dan Rue (1991:250), kinerja mengacu pada derajat tingkat penyelesaian tugas yang melengkapi pekerjaan seseorang.28 Hal senada yang dikemukakan oleh Adrew F. Sikula dan Ambar Teguh Sulistiyani, kinerja adalah evaluasi yang sistematis terhadap pekerjaan yang telah dilakukan oleh karyawan dan ditujukan untuk pengembangan.29 Kinerja merupakan terjemahan dari bahasa inggris “Work Performance” atau “Job Performance”. Kinerja dalam bahasa Indonesia disebut juga prestasi kerja. Kinerja atau prestasi kerja diartikan sebagai ungkapan kemampuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap, keterampilan, dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu. Secara sederhana dapat dikemukakan bahwa kinerja adalah unjuk kerja seseorang yang ditunjukkan dalam penampilan, perbuatan, dan prestasi kerjanya sebagai akumulasi dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang telah dimilikinya. Berkaitan dengan kinerja guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, terdapat Tugas Keprofesionalan Guru menurut Undang-Undang Repoblik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 pasal 20 (a) Tentang Guru dan Dosen yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.30 Kinerja guru yang baik tentunya tergambar pada penampilan mereka baik dari penampilan kemampuan akademik maupun kemampuan profesi menjadi guru artinya mampu mengelola pengajaran di dalam kelas dan mendidik siswa di luar kelas dengan sebaik-baiknya.

Tingkat keberhasilan guru dalam menyelesaikan pekerjaannya disebut dengan istilah “level of performance” atau level kinerja.31 Guru yang memiliki

28 Byars, Llloyd L dan Rue Leslie W. Human Resource Management 8 edition, (Boston: McGraw-Hill/Irwin. 2006). h. 23

29Ambar Teguh Sulistiyani, Rosidah. Manajemen Sumber Daya Manusia: Konsep, Teori dan Pengembangan dalam Konteks Organisasi Publik. h. 228

30UURI No. 14 Th. 2005, Undang-Undang tentang Guru dan Dosen, (Bandung: Citra Umbara, 2005), hlm: 5

level kinerja tinggi merupakan guru yang memiliki produktivitas kerja sama dengan/di atas standar yang ditentukan. Begitupun sebaliknya, guru yang memiliki level kinerja rendah, maka guru tersebut merupakan guru yang tidak produktif. Kinerja guru berkaitan dengan proses belajar mengajar, yaitu kesanggupan atas kecakapan guru dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan peserta didik yang mencakup pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek penting yang dapat dinilai dari kinerja guru adalah:

a. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Tahap ini menilai apakah guru mampu merencanakan pelaksanaan pembelajaran secara sistematis dan terukur, yang sesuai dengan kurikulum, kondisi sekolah, dan kebutuhan peserta didik sehingga rencana tersebut mampu mengakselerasi tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif.

b. Pelaksanaan Proses Pembelajaran

Proses penyampaian materi pembelajaran guru di kelas identik dengan tiga isu utama yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya, yaitu berkenaan dengan pengelolaan kelas, penggunaan media dan sumber belajar, serta penggunaan metode pembelajaran.

c. Evaluasi/Penilaian Pembelajaran

Penilaian hasil belajar adalah kegiatan atau cara yang ditujukan untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran dan juga proses pembelajaran yang telah dilakukan. Pada tahap ini seorang guru dituntut memiliki kemampuan dalam menentukan pendekatan dan cara-cara evaluasi, penyusunan alat-alat evaluasi, pengolahan dan penggunaan hasil evaluasi yang ditujukan bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan peserta didik.32

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru

32Euis Karwati dan Donni Juni Priansa, Manajemen Kelas “Classroom Management”.h. 66-67.

Dokumen terkait