• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

C. Konsep Kepercayaan Jamaah

2. Pengertian Jamaah

Secara bahasa, jamaah berasal dari bahasa arab yang memiliki arti, berkumpul. Misalnya jamaah pasar berarti perkumpulan orang yang ada di pasar.

Jamaah menurut istilah dapat diartikan sebagai pelaksanaan ibadah secara bersama-sama yang dipimpin oleh seorang imam. Misalnya jamaah salat, jamaah haji dan lain-lain.17

Di kalangan para ulama terdapat perbedaan pendapat dalam menerangkan makna jamaah dalam berbagai hadits nabi saw, di antaranya:18

a. Jamaah adalah kelompok yang terbesar dari kalangan umat Islam. Ini adalah pendapat dua

17 Ahmad Subianto, Pedoman Manajemen Masjid, (Jakarta: Icmi Orsat Cempaka Putih, 2004), h.22.

18 Mohammad Ayub, Manajemen Masjid, (Jakarta: Gema Insani Press, 2001), h. 31.

sahabat, yaitu Abdullah Ibnu Mas’ud dan Uqbah bin Amr.

b. Jamaah adalah golongan para ulama yang mujtahid dari kalangan para ulama tafsir, hadits dan fuqoha.

c. Jamaah secara khususnya ialah para sahabat Nabi Muhammad.

d. Jamaah adalah setiap mukmin yang mengikut kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad.

e. Jamaah adalah imamah (khilafah) yang dipimpin oleh seorang imam.

Dari penjelasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa jamaah merupakan perkumpulann orang banyak yang melakukan suatu kegiatan secara bersama-sama.

Seperti contoh, jamaah masjid, jamaah kajian dan lain sebagainya.

33 BAB III

GAMBARAN UMUM LAZIS MASJID RAYA BINTARO JAYA

A. Sejarah Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZIS) Masjid Raya Bintaro Jaya

Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) berlokasi di Jalan Maleo Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan dan merupakan salah satu masjid terbesar yang ada di kawasan Bintaro. Dibangun pada tahun 1997 oleh PT Jaya Real Property dan berkapasitas lebih dari 2000 jamaah. Saat ini, MRBJ dikelola oleh Yayasan Masjid Raya Bintaro Jaya Tangerang Selatan (YMRBJTS) sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI no AHU-0006541.AH.01.04 Tahun 2017.

Gambar 3.1

Bagian Depan Masjid Raya Bintaro Jaya

(Sumber: https://wartakota.tribunnews.com/2018/05/18/mrbj-tangsel)

YMRBJTS merupakan sebuah Yayasan yang bergerak dalam bidang dakwah agama islam, ekonomi syariah, ZISWAF, pendidikan dan sosial. YMRBJTS membentuk LAZIS MRBJ sebagai fungsi manajemen yang mempunyai kompetensi mengelola manajemen Zakat, Infak dan Sedekah mulai dari penerimaan ZIS dari para jamaah hingga sampai pada tahap distribusi ZIS kepada para mustahik dalam berbagai program baik sosial maupun pemberdayaan umat seperti pelatihan peningkatan skil dan sebagainya. Manajemen LAZIS MRBJ berbasis Teknologi Informasi (TI) dan seluruh pegawai di YMRBJTS ini dilindungi oleh asuransi BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

YMRBJTS menjalin kerjasama sebagai mitra dengan LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) dalam mengelola zakat, infak dan sedekah dari para jamaah Masjid Raya Bintaro Jaya dan tertulis dalam MoU IZI-Banten nomor 255.EKZ/IX/E/2018. Pada tahun 2019, Manajemen LAZIS MRBJ berhasil menghimpun zakat, infak dan sedekah dari jamaah mencapai lebih dari 3,8 miliar rupiah.

Dalam rangka memenuhi Undang-Undang nomor 23 Tahun 2011 dan Keputusan Menteri nomor 333 Tahun 2015, YMRBJTS mengajukan diri untuk

35

dapat menjadi Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah tingkat Kota.1

B. Logo Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZIS) Masjid Raya Bintaro Jaya

Gambar 3.2

Logo LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya

(Sumber: Website Resmi MRBJ)

1 Wawancara dengan Bapak Dedy Purwanto, Ketua LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

C. Visi dan Misi Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZIS) Masjid Raya Bintaro Jaya

Visi:

Menjadi role model pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah yang professional, amanah dan barokah.

Misi:

Manajemen LAZIS:

1. Terwujudnya manajemen muzakki yang terikat emosional dengan masjid dan tersedianya fasilitas layanan berbasis Teknologi Informasi sehingga memudahkan muzakki dalam mengakses dan menunaikan Zakat, Infak dan Sedekahnya

2. Terwujudnya database mustahik yang komprehensif dan kredibel

3. Terwujudnya manajemen pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah yang berbasis Teknologi Informasi.2

2 Wawancara dengan Bapak Dedy Purwanto, Ketua LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

37

D. Struktur Kepengurusan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZIS) Masjid Raya Bintaro Jaya

Gambar 3.3

Struktur Kepengurusan LAZIS MRBJ

(Sumber: Website Resmi MRBJ)

38 BAB IV

DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

A. Penerapan Sistem “Masjid Zaman Now”

1. Periodesasi kepengurusan di Masjid Raya Bintaro Jaya adalah 3 tahun. Dalam kepengurusannya, tidak ada unsur nepotisme. Misalnya, bapak A menjabat sebagai ketua DKM, lalu untuk anggota pengurusnya tidak harus dari sanak keluarga bapak A itu sendiri, melainkan siapa saja berhak memiliki kesempatan untuk bisa menjadi bagian dari kepengurusan di DKM tersebut.

2. Dalam segala kegiatan, pengurus Masjid Raya Bintaro Jaya selalu mengedepankan transparansi ataupun keterbukaan terutama segala yang menyangkut soal dana

3. Senantiasa mencari terobosan baru sesuai dengan perkembangan zaman.1

1 Wawancara dengan Bapak Ustad Usman Sofie selaku Sekretaris LAZIS MRBJ, pada tanggal 18 November 2019.

39

B. Keunggulan MRBJ

Keunggulan dari Masjid Raya Bintaro Jaya yang mungkin tidak ada atau tidak diterapkan di masjid lain, diantaranya ialah:

1. Berbeda dari masjid lain, Masjid Raya Bintaro Jaya memberi ruang untuk anak muda yang ingin menyalurkan bakatnya, seperti memberikan ilmu, pengalaman dan motivasinya kepada para jamaah, membuka usaha di lingkungan Masjid Raya Bintaro Jaya dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja di zaman sekarang yang semakin memprihatinkan.

2. Tema pembahasan yang disampaikan saat kajian, sesuai dengan kebutuhan jamaah. Misalnya, jamaah ingin membahas tentang hijrah, maka dari pihak Masjid Raya Bintaro Jaya akan mengundang narasumber serta memberi pembahasan yang meguasai seputar dunia hijrah.

3. Setiap Isya, Maghrib dan Subuh, Masjid Raya Bintaro Jaya menghadirkan imam seorang hafidz.

Hal ini dilakukan untuk memberi kenyamanan lebih bagi jamaah saat sholat di waktu tersebut.

4. Memberikan fasilitas yang nyaman untuk jamaah, seperti adanya AC yang sejuk, sajadah yang tebal dan wangi, penerangan yang cukup baik serta toilet yang selalu dijaga kebersihannya.

5. Sesuai dengan sistemnya “masjid zaman now”, Masjid Raya Bintaro Jaya juga menyediakan kopi yang sekarang ini sedang banyak digemari para remaja maupun orangtua. Kopi tersebut diberi nama “Kopi Lima Waktu”.

6. Setiap hari minggu, Masjid Raya Bintaro Jaya mengadakan “kongkow bersama” dimulai dengan sholat subuh berjamaah, kajian setelah subuh dan dilanjut dengan ngopi serta sarapan bersama dengan menu yang bervariasi dan tentunya selalu diperhatikan kebersihan dan kelezatannya.

7. Memfasilitasi buka bersama untuk para jamaah yang berpuasa sunnah hari Senin dan Kamis.

8. Di bulan Ramadhan, selain memfasilitasi untuk buka bersama, Masjid Raya Bintaro Jaya juga memfasilitasi kegiatan sahur bersama di 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

9. Menyediakan “nasi jumat” untuk jamaah yang selesai melaksanakan shalat jumat di Masjid Raya Bintaro Jaya.

10. Menyediakan tempat untuk barang yang hilang.

Jika ada jamaah yang menemukan barang yang hilang, maka dapat ditempatkan di tempat “barang hilang”. Namun jika ada jamaah yang tidak menemukan barangnya yang hilang dan minta pertanggung jawaban dari pengurus, maka Masjid

41

Raya Bintaro Jaya siap untuk menggantinya dengan barang yang sama.

11. Menyediakan loker untuk menyimpan barang-barang penting, seperti laptop, handphone, dan barang elektronik kecil lainnya.

12. Senantiasa menampung aspirasi dan mendengar keluhan yang disampaikan oleh jamaah.2

C. Tugas Dewan Syariah LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya

1. Menilai dan memastikan pemenuhan prinsip syariah atas pedoman operasional yang dikeluarkan oleh LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya.

2. Mengawasi segala proses pelaksanaan program dari LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya.

3. Melakukan review secara berkala atas pemenuhan prinsip syariah terhadap mekanisme penghimpunan dan penyaluran dana ZIS.

4. Meminta data dan informasi terkait dengan aspek syariah dari satuan kerja LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya dalam rangka pelaksanaan tugasnya.3

2 Wawancara dengan Bapak Usman Sofie selaku Sekretaris LAZIS MRBJ, pada tanggal 18 November 2019.

3 Wawancara dengan Bapak Dedy Purwanto, Ketua LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

D. Tugas Pengurus LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya 1. Menyusun perencanaan pengumpulan zakat,

infak dan sedekah

2. Melaksanakan pengumpulan zakat, infak dan sedekah

3. Melaksanakan pengelolaan data muzakki maupun jamaah

4. Melakukan sosialisasi dan edukasi seputar zakat, infak dan sedekah

5. Memberikan layanan konsultasi zakat, infak dan sedekah

6. Melakukan evaluasi atas pelaksanaan tugas dan fungsi dari seluruh program.4

E. Manfaat Infak dan Sedekah Melalui LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya

1. Sesuai dengan tuntunan syariah (Al-Qur’an dan Hadits)

2. Untuk menjamin kepastian dan kedisiplinan penyaluran zakat, infak dan sedekah serta menjaga perasaan rendah diri para mustahik apabila berhadapan langsung untuk menerima zakat, infak dan sedekah dari para muzakki ataupun jamaah 3. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas, serta

sasaran yang tepat dalam penyaluran infak dan

4 Wawancara dengan Bapak Dedy Purwanto, Ketua LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

43

sedekah menurut skala prioritas yang ada pada suatu tempat

4. Alternatif pendanaan program pemberdayaan dan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.5

F. Macam-macam Infak dan Sedekah di MRBJ

Di Masjid Raya Bintaro Jaya, terdapat berbagai macam infak dan sedekah, baik yang tersedia setiap hari atau yang biasa disebut sebagai infak umum, maupun yang hanya tersedia saat Bulan Ramadhan saja.

Macam-macam infak umum sehari-harinya sebagai berikut:

1. Infak Sepekan 2. Infak Anak Yatim 3. Infak Anak Asuh 4. Infak Sholat Jumat

5. Infak Kajian/Tabligh Akbar 6. Infak Subuh

7. Infak Parkir 8. Infak Harta Riba

5 Wawancara dengan Bapak Dedy Purwanto, Ketua LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

Adapun macam-macam infak dan sedekah yang ada di Bulan Ramadhan yaitu sebagai berikut:

1. Infak Sahur dan Buka Puasa 2. Infak Tarawih

3. Konter Infak Ramadhan 4. Sedekah Ramadhan 5. Infak Sholat Idul Fitri.6

G. Strategi Manajemen Muzakki dan Jamaah

Untuk meningkatkan hubungan serta memperbaiki layanan terhadap para Muzakki maupun Jamaah, LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya menempuh strategi sebagai berikut:

1. Membangun database Muzakki maupun Jamaah dengan memanfaatkan teknologi informasi yang “User Friendly”.

2. Meningkatkan komunikasi dengan Muzakki maupun Jamaah dengan memberikan informasi yang mudah diakses tentang berbagai program yang tersedia maupun laporan pengelolaan ZIS.

3. Memberikan kemudahan bagi Muzakki maupun Jamaah dalam menyalurkan donasinya dengan memberikan beragam alternatif pembayaran donasi.

6 Wawancara dengan Bapak Firdaus selaku Bagian Admin dan Keuangan LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

45

4. Meningkatkan pengetahuan Muzakki maupun Jamaah tentang ZIS melalui penyelenggaraan berbagai macam kajian tentang ZIS dan penggunaan sosial media secara aktif.

5. Komunikasi dengan Jamaah dapat dilakukan dengan beragam cara seperti tatap muka secara langsung, melalui telepon maupun email serta melalui website (https://donasi.mrbjtangsel.org).7

H. Edukasi Jamaah

LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengetahuan serta kesadaran Jamaah dan masyarakat pada umumnya tentang permasalahan seputar Zakat, Infak dan Sedekah.

Sepanjang tahun 2019, LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya telah menyelenggarakan beberapa kali kajian tentang Zakat, Infak dan Sedekah dengan mengundang para ahli dibidangnya untuk menjelaskan berbagai persoalan seputar Zakat, Infak dan Sedekah. LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya juga telah mempublikasikan berbagai indormasi seputar Zakat, Infak dan Sedekah di sosial media seperti Instagram dan Youtube.8

7 Wawancara dengan Bapak Dedy Purwanto, Ketua LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

8 Wawancara dengan Bapak Dedy Purwanto, Ketua LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

I. Donasi ZIS MRBJ yang Semakin Mudah

Hal ini semakin mudah karena LAZIS MRBJ telah membuka beberapa gerai penerimaan ZIS diberbagai tempat strategis seperti Bintaro Jaya Xchange Mall, Bintaro Plaza dan MRBJ itu sendiri. Donasi juga bisa dilakukan melalui aplikasi online yang dapat dengan mudah diakses oleh Jamaah melalui Smartphone (https://donasi.mrbjtangsel.org).

LAZIS MRBJ telah membuka rekening khusus dana ZIS di beberapa bank ternama untuk memudahkan Jamaah dalam menyalurkan dana ZIS tersebut. Dana LAZIS MRBJ bisa disalurkan melalui bank:

Bank Syariah Mandiri Zakat: 77-7676-000-7

Infak: 77-7676-1111

Bank BNI Syariah Infak: 0888-700-228

Bank CIMB Niaga Syariah Infak: 860-007-363-300

47

Dana Zakat, Infak dan Sedekah ditampung dalam rekening terpisah, untuk memastikan pengelolaan keuangan yang sesuai dengan syariah, karena dana Zakat hanya diperuntukkan untuk delapan asnaf saja dan tidak untuk keperluan lainnya.9

J. Rekapitulasi Penerimaan Infak dan Sedekah LAZIS MRBJ

Berikut adalah data penerimaan infak dan sedekah di LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya Tahun 2018 dan

Infak Jumatan 230.332.700 244.691.900 Infak

Kajian/Tabligh

46.702.700 83.014.400

Infak Parkir 44.467.100 66.297.100

Infak Pekanan 243.706.600 97.127.800

9 Wawancara dengan Bapak Dedy Purwanto, Ketua LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

Infak Subuh 45.741.600 119.987.800 Kotak Harta

Riba

2.998.100 43.695.300

TOTAL 900.153.800 1.013.523.200

(Sumber data diolah oleh penulis dari web resmi MRBJ)

Tabel 4.2

Infak dan Sedekah Ramadhan Jenis Infak

dan Sedekah

Tahun

2018 2019

Infak Sahur dan Buka Puasa

91.080.400 47.209.400

Infak Tarawih 269.683.700 311.967.600 Konter Infak Ramadhan 497.843.065 826.694.603 Sedekah Ramadhan 211.870.459 360.564.015 Infak Sholat Idul Fitri 98.961.300 99.471.200 TOTAL 1.169.438.924 1.645.906.818 (Sumber data diolah oleh penulis dari web resmi

MRBJ)

49 BAB V

ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Analisis Pola Fundraising Dana Infak dan Sedekah dalam Upaya Meningkatkan Kepercayaan Jamaah

LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya yang berlokasi di Bintaro Tangerang Selatan ini mengelola dana infak dan sedekah yang berasal dari dan untuk masyarakat sekitar.

Infak dan sedekah merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam agama Islam dan bernilai sosial jika dipandang dari segi kemanusiaan.

Melihat aktivitas lembaga pengelola dana ZIS sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam menghimpun dana dari masyarakat sebagai modal untuk menjalankan program dan biaya operasional, maka kegiatan fundraising harus ditangani dengan baik dan serius, karena akan sangat mempengaruhi maju dan mundurnya sebuah lembaga. Apabila lembaga ini aktif, kreatif, dan inovatif dalam merencanakan pola fundraising, maka eksistensi lembaga pun akan bertahan serta berlangsung lama dan begitupun juga sebaliknya.

LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya menanamkan nilai-nilai positif bagi para amil dan pengurus agar mampu memberikan penjelasan serta pemahaman kepada masyarakat sekitar Masjid Raya Bintaro Jaya, dengan tujuan masyarakat yang belum paham tentang keutamaan atau fadhilah dari berinfak dan bersedekah

serta memberikan sugesti dan pemikiran kepada para amil dan pengurus agar amanah dalam mengemban tugasnya dan mampu mewujudkan sebuah kepercayaan dari jamaah dan transparan dalam mengelola dana infak dan sedekah.1

LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya memiliki tujuan sebagai sebuah wadah yang berorientasi pada penghimpunan serta pendayagunaan dana infak dan sedekah. Tujuan ini menjadi sebuah awal dari LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya dalam melakukan sebuah kegiatan. Langkah awal sebelum melakukan kegiatan adalah menganalisa sehingga terbentuk suatu pola, dengan adanya pola yang digunakan menjadi sebuah gambaran dalam bentuk tahapan- tahapan fundraising yang akan dilakukan oleh LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya.

Dalam menanggapi hal tersebut, menurut Bapak Dedy Purwanto sebagai Ketua LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya mengatakan bahwa dalam proses pengoptimalan dalam menghimpun dana infak dan sedekah di LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya terdapat beberapa langkah strategis, yakni:2

1. Menjaga tingkat kepercayaan jamaah ataupun masyarakat dan donatur. Point ini sangat penting

1 Wawancara dengan Bapak Dedy Purwanto, Ketua LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

2 Wawancara dengan Bapak Dedy Purwanto, Ketua LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

51

sebagai indikator utama dalam menghimpun dana infak dan sedekah.

2. Membuat anggota kepengurusan yang terkoordinasi guna membuat laporan kerja yang rapi, baik laporan penghimpunan dana maupun pengeluaran dana.

3. Melakukan sosialisasi dan mengajak kerjasama dengan masyarakat dengan memberikan tambahan pengetahuan mengenai perintah dari Allah SWT untuk giat bersedekah, serta menginfakan hartanya yang Allah ridhoi guna mendapat kebaikan di dunia dan akhirat.

Dalam penyusunannya, LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya membuat pola dalam mengumpulkan dana infak dan sedekah, yaitu dengan berbagai program sebagai berikut:3 1. Kajian Rutin

Cara pertama yang diterapkan oleh LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya selain untuk memakmurkan masjid, juga dalam rangka untuk menghimpun dana infak dan sedekah dari jamaah yaitu dengan membuat kajian rutin yang diadakan setiap hari. Namun, kajian setiap hari ini pun dibagi lagi dalam beberapa waktu, yaitu sebagai berikut:

a. Kajian Ba’da Subuh b. Kajian Ba’da Maghrib

3 Wawancara dengan Bapak Dedy Purwanto, Ketua LAZIS MRBJ, pada tanggal 25 Januari 2020.

c. Kajian Sabtu Siang

d. Tabligh Akbar (biasanya sebulan sekali)

Kajian yang diadakan setiap hari ini pun tidak lain yaitu membahas seputar apapun yang ada di dalam agama Islam meliputi tafsir, fikih, kitab, persoalan zakat, infak dan sedekah, sejarah peradaban Islam dan masih banyak lagi beberapa persoalan lain yang ada di dalam agama Islam. Dengan materi maupun pemateri yang berbeda setiap harinya, diharapkan cara yang diterapkan oleh LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya ini mampu menarik jamaah untuk datang langsung ke Masjid Raya Bintaro Jaya untuk mengikuti kajian ini.

2. Program Anak Asuh

LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya juga memiliki Program Anak Asuh. Pengertian dari Program Anak Asuh itu sendiri ialah sebuah program pemberian beasiswa untuk anak yatim maupun dhuafa yang tinggal di sekitar Masjid Raya Bintaro Jaya. Maksud dari pemberian beasiswa disini yaitu berupa bantuan uang sekolah dari SD sampai SMA dan hanya menunjukkan bukti SPP (pembayaran) dari pihak sekolah. Pemberian ini akan diberi tiap sebulan sekali bagi mereka yang membutuhkan.

53

3. Program Anak Yatim

Program ini hampir sama dengan Program Anak Asuh. Namun, jika Program Anak Asuh memberikan beasiswa kepada anak yatim maupun dhuafa berupa bantuan uang sekolah, lain halnya dengan Program Anak Yatim ini yang memberikan santunan hanya kepada anak yatim ataupun yatim piatu yang tempat tinggalnya berada di sekitar Masjid Raya Bintaro Jaya berupa uang yang diharapkan dapat dipergunakan dengan bijak untuk membantu meringankan beban hidup mereka, dengan kriteria maksimal berusia 17 tahun. Bantuan ini diberikan tiap sebulan sekali.

4. Kotak Harta Riba

Pengertian dari Harta Riba disini adalah sejumlah harta yang diperoleh dari bunga bank yang dimana Harta Riba ini tidak boleh dimanfaatkan bagi dirinya sendiri maupun keluarganya, karena Harta Riba bukanlah harta miliknya, tetapi harus dikeluarkan ataupun disedekahkan.

5. Konter Infak Ramadhan

Berdonasi ZIS di LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya kini semakin mudah karena tujuan dari Konter Infak Ramadhan ini adalah memberikan kemudahan bagi Jamaah dalam menyalurkan donasinya baik itu Zakat, Infak maupun Sedekah.

LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya telah membuka beberapa gerai penerimaan ZIS diberbagai tempat strategis seperti Bintaro Jaya Xchange Mall, Bintaro Plaza dan MRBJ itu sendiri dan ini berlangsung hanya saat di Bulan Ramadhan saja.

B. Analisis Hasil Fundraising Dana Infak dan Sedekah dalam Upaya Meningkatkan Kepercayaan Jamaah

Tahap ini merupakan sebuah tahapan selanjutnya setelah pola dirumuskan pada tahap yang sebelumnya.

Disini saya mencoba menjabarkan hasil dari suatu pola yang telah dirancang oleh LAZIS Masjid Raya Bintaro Jaya dengan beberapa programnya yaitu sebagai berikut:

1. Kajian Rutin

Kajian Rutin ini merupakan suatu program yang intensitasnya paling sering diantara program-program lainnya karena di adakan setiap hari. Pada kenyataannya, implementasi dari Kajian Rutin ini jika di gambarkan dalam sebuah tabel yaitu sebagai berikut:

55

Tabel 5.1

Tabel Jumlah Perkiraan Jamaah Setiap Kajian Perharinya

Jenis Kajian Perkiraan Jamaah yang Hadir

Kajian Sabtu Siang 200-500 Jamaah Kajian Ba’da Subuh

Tabligh Akbar 1000-2000 Jamaah (Sumber data diolah dari hasil wawancara) Dari data di atas, bisa kita lihat bersama rata-rata Jamaah yang hadir dalam setiap kajiannya. Jika saya simpulkan, alasan mengapa Kajian Ba’da Subuh dan Kajian Ba’da Maghrib pada hari Senin-Jumat lebih sedikit dibandingkan dengan hari Sabtu dan Ahad, karena hampir sebagian dari Jamaah Masjid Raya Bintaro Jaya bekerja sebagai pegawai yang dimana hari Senin-Jumat merupakan hari kerja bagi mereka.

Sebaliknya, hari Sabtu dan Ahad merupakan hari libur bagi mereka. Alasan mendasar ini pun juga

berpengaruh di Kajian Sabtu Siang. Jadi, aktivitas merekapun menentukan rutinitasnya juga untuk hadir dalam kajian tersebut.

Selanjutnya, yang ingin saya bahas yaitu mengenai Tabligh Akbar. Masjid Raya Bintaro Jaya biasanya mengadakan Tabligh Akbar yaitu sebulan sekali ataupun jika ada momen-momen tertentu, dan biasanya Tabligh Akbar ini di adakan pada hari Sabtu ataupun Ahad dengan mengundang Da’i-Da’i Kondang yang membuat antusiasme Jamaah meningkat dan sayang untuk dilewatkan. Jadi, tidaklah heran jika rata-rata Jamaah yang hadir dalam Tabligh Akbar sebanyak data di atas.

2. Program Anak Asuh

Program selanjutnya yaitu Program Anak Asuh.

Pada kenyataannya, ternyata masih banyak anak-anak yang kurang mampu yang bertempat tinggal di sekitaran Masjid Raya Bintaro Jaya yang kesulitan melanjutkan pendidikannya karena terbentur biaya.

Namun, masalah tersebut sedikit terbantu dengan diadakannya Program Anak Asuh ini. Banyak dari Jamaah Masjid Raya Bintaro Jaya yang tertarik dan ikut membantu berinfak dalam program ini. Dengan adanya Program Anak Asuh ini, besar harapan Jamaah, banyak lahir generasi penerus bangsa yang merupakan ujung tombak kemajuan dan pembangunan bangsa dan negeri ini.

57

3. Program Anak Yatim

Program ini merupakan program yang paling familiar di telinga Jamaah, yang dimana tanpa publikasi yang berlebih pun, Jamaah dengan sendirinya akan datang untuk berinfak dalam rangka

Program ini merupakan program yang paling familiar di telinga Jamaah, yang dimana tanpa publikasi yang berlebih pun, Jamaah dengan sendirinya akan datang untuk berinfak dalam rangka

Dokumen terkait