• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.3 Kayu Lapis

2.3.1 Pengertian Kayu Lapis (Playwood)

Plywood adalah atau sering disebut kayu lapis (tripleks) adalah

sejenis papan pabrikan yang terdiri dari lapisan kayu yang direkatkan bersama-sama. Teknik pembuatan plywood telah ditemukan sejak abad ke-17, namun baru sekitar akhir abad ke-19 plywood diproduksi secara komersial untuk pembuatan peti teh. Plywood yang digunakan untuk pembuatan peti memiliki tiga lapisan sehingga biasa disebut three-ply, atau tripleks di Indonesia. Kayu lapis adalah suatu produk panil-panil kayu yang diperoleh dengan cara menyusun secara bersilangan dari lembaran-lembaran veneer yang dikombinasikan dengan papan, strip, papan partikel, papan serat, atau lainnya yang diikat dengan perekat bantuan perlakuan

11

berupa pemberian panas (elib.unikom.ac.id, 2013). Kayu lapis biasanya memiliki lapisan (ply) berjumlah ganjil yakni 3 lapisan hingga 9 lapisan.

Proses rotary merupakan proses kedua. Kayu yang telah dipotong akan dikupas dengan mesin rotary dan akan diambil lapisan yang terbaik. Dianalogikan seperti kita menyerut pensil. Hasil pengupasan berupa lembaran bahan yang disebut core dan veneer. Pada proses ini sangat menentukan ketebalan dari plywood kedepannya. Setelah dikupas maka lembaran kayu tersebut dikeringkan untuk dikurangi kadar airnya. Ini dilakukan untuk membuat lembaran bahan tersebut dapat dilem untuk nantinya dirakit menjadi susunan plywood.

Veneer adalah lapisan tertipis yang berada pada paling atas atau

disebut Face (F); muka. Veneer diambil dari kayu yang memiliki serat bagus dan rata sehingga mencerminkan permukaan dengan corak yang indah saat menjadi sebuah plywood. Veneer biasanya diambil dan disortir saat proses pengupasan pada mesin rotary karena tidak semua bagian dari bulatan kayu memiliki motif corak yang sama dan seragam.

Jenis-jenis cacat pada veneer

ASNI dan ASQC mendefinisikan defect sebagai “keadaan karakteristik kualitas pada suatu level atau status kerusakan yang menyebabkan produk atau jasa tidak dapat berfungsi secara normal”. Cacat dapat didefisinikan sebagai karakteristik yang tidak memenuhi standar. Selain ini tingkat keparahan satu atau lebih kerusakan pada produk dapat membuat produk tersebut ditolak atau cacat (Gaspersz, 2011)

12

Cacat adalah suatu kelainan yang terdapat pada veneer yang dapat mempengaruhi mutu dan kualitas produk kayu lapis. Cacat yang terdapat pada veneer face/back dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

1. Cacat Alami a. Alur mineral

1) Arti : Perubahan warna alami berbentuk garis yang terjadi pada kkayu

2) Penyebab : Sifat pada jenis kayu tertentu atau pengaruh tempat tumbuh.

b. Bekas lilitan 1) Arti :

a) Luka akibat tumbuhan melilit (liana)

b) Luka pada kayu umumnya disebabkan oleh tumbuhan melilit yang melingkari batang atau oleh akar pemapasan yang seperti rambut yang melilit batang pohon

2) Penyebab : Tumbuhan melilit pohon yang tidak lepas sehingga ada di dalam kayu

c. Busuk atau lapuk 1) Arti :

a) Rapuh karena serangan bakteri (busuk) atau serangan jamur (lapuk)

13

b) Keadaan kayu yang ditandai dengan buram atau tidak bercahayanya warna kayu, berkurangnya kekuatan dan terjadi pelunakan pada kayu

2) Penyebab : Bakteri atau jamur d. Damar basah atau getah basah

1) Arti :

a) Cairan di dalam kayu yang bersifat lengket. b) Semacam getah yang bersifat lekat dan basah 2) Penyebab : sifat jenis kayu tertentu

e. Gembol 1) Arti :

a) Penyimpanan arah serat kayu seperti sekitar mata kayu

b) Penyimpanan arah serat kayu yang umumnya terjadi dekat mata

2) Penyebab : Kelainan pertumbuhan pohon f. Kantung kulit/damar

1) Arti :

a) Rongga berisi jaringan kulit atau damar

b) Kantung damar adalah rongga yang terdapat di antara lingkaran tumbuh atau tempat lainnya di dalam kayu yang berisi semacam getah dalam keadaan padat.

c) Kantung kulit adalah sebagian kulit kayu yang dikelilingi oleh bagian kayu yang tumbuhnya normal

14

2) Penyebab : Sewaktu pohon tumbuh ada bagian yang berisi jaringan kulit atau damar

g. Lubang

1) Arti : Rongga yang menembus finir pada arah yang tebal Macam lubang:

a) Lubang gerek : Lubang yang berpenampang sempit bundar atau panjang akibat serangan serangga penggerek atau cacing laut

b) Lubang lain : lubang yang disebabkan oleh tumbuhan parasit atau sebab lain

2) Penyebab :

a) Serangga penggerek atau cacing laut b) Tumbuhan parasit atau yang lain h. Mata kayu

1) Arti :

a) Bagian dari cabang yang merekat pada finir

b) Bagian dari cabang atau ranting yang dikelilingi oleh pertumbuhan kayu, penampang lintangnya berbentuk bulat atau lonjong.

15

(1) Mata kayu sehat

Mata kayu yang bebas dari pembusukan atau pelapukan. Mata kayu ini dapat utuh (intergrown) yaitu minimum 3/4 – 3/4 bagiannya masih melekat pada veneer.

(2) Mata kayu lepas

Mata kayu yang kurang dari 1/4 bagiannya masih melekat pada finir.

(3) Mata kayu jarum

Mata kayu sehat atau lonjong, utuh atau sebagian utuh dengan diameter tidak lebih dari 3 mm.

(4) Mata kayu busuk atau lapuk

Mata kayu yang rapuh akibat serangan bakteri atau jamur (5) Lubang mata kayu

Lubang akibat mata kayu yang lepas 2) Penyebab : cabang pada pohon

i. Perubahan warna 1) Arti :

a) Penyimpangan warna dari warna alami kayu, yang tidak berhubungan dengan kakuatan kayu ( kayu tidak rapuh) b) Penyimpangan warna dari warna alinya, biasanya disebebkan

oleh jamur, reaksi antara besi pisau kupas dangan zat ekstraktif dari kayu, bahan kimia dalam perekat dan sebagainya

16

2) Penyebab : Serangan jamur pewarna atau pengaruh cuaca atau reaksi dengan bahan kimia.

2. Cacat Teknis a. Benjol

1) Arti : Bagian yang lebih tebal pada tempat tertentu dan nampak pada lapisan luar.

2) Penyebab : Ada bagian pada lapisan dalam yang lebih tebal b. Cacat amplas

1) Arti :

a) Lapisan luar yang hilang pada tempat tertentu akibat pengampelasan yang berlebihan sehingga dapat sampai garis rekat (ISO)

b) Cacat yang terjadi pada saat pengamplasan. 2) Penyebab : Tekanan sabuk ampelas yang berlebihan. c. Cacat kempa

1) Arti :

a) Lekuk pada tempat tertentu akibat ada benda asing yang secara tidak sengaja menemprl pada permukaan dan mengalami prose pengempaan

b) Cacat yang terjado pada saat pengempaan.

2) Penyebab : Ada benda asing yang menempel pada permukaan dan pengalami proses pengempaan

17

d. Cacat pisau

1) Arti : Goresan berupa garis lurus melintang arah serat. 2) Penyebab : Ada bagian pisau mesin yang gompal e. Celah

1) Arta :

a) Rongga yang terdaat pada dua bagian yang berdampingan b) Cacat terbuka (alur) yang terjadi akibat kurang rapatnya

sambungan veneer.

2) Penyebab : Penyambungan tidak rapat atau ada bagian yang lepas

f. Delaminasi 1) Arti :

a) Garis rekat yang terbuka pada bagian tepi b) Pengelupasan finir pada bagian tepi kayu lapis

2) Penyebab : Pelaburan perekat tidak merata, perekat pada bagian tepi agak kering, masa tunggu tertutup terlalu lama.

g. Gorekan 1) Arti :

a) Lekuk halus pada permukaan berupa garis

b) Cacat yang terjadi pada permukaan kayu lapis karena goresan.

18

h. Ketebalan tidak rata 1) Arti :

a) Kerangaman tebal yang terdapat pada satu lembar b) Ada keragaman tebal pada satu lembar kayu lapis 2) Penyebab : Permukaan finir yang kurang baik i. Lekuk

1) Arti : Bagian yang cekung pada lapisan luar

2) Penyebab : Benda tumpul yang membentur Permukaan j. Lepuh

1) Arti :

a) Pemisahan lapisan pada tempat tertentu akibat tidak ada ikatan perekat (ISO). Dalam ISO tidak disebut mengenai delaminasi

b) Tempat atau bagian finir yang tidak melekat, sedangkan di sekitarnya melekat

2) Penyebab : pelaburan tidak merata, ada bagian finir yang kurang kering

k. Noda

1) Arti : Bagian pada permukaan yang berubah warna dari warna asli kayu karena pengaruh bahan lain. Macam noda disebut berdasarkan macam bahan penyebabnya: noda dempul, noda oli, noda perekat, noda pita perekat, noda minyak, noda kapur

19

berwarna. Dalam ISO tidak disebut noda tetapi ada pnembusan perekat (dari garis rekat)

2) Penyebab : Ada bahan yang mengenai permukaan sehingga pada bagian itu berwarna

l. Partikel asing

1) Arti : benda kcil yang bukan merupakan bahan baku yang melekat pada permukaan atau bagian lain.

2) Penyebab : Ada partikel asing yang secara tidak sengaja ada dipermukaan atau bagian lain.

m. Pecah

1) Arti : Serat terpisah yang menembus ketebalan finir

2) Penyebab : berasal dari pecahan kayu, pengeringan finir yang tidak sesuai, penangann finir yang tidak hati-hati.

n. Permukaan kasar (ISO = Kekerasan)

1) Arti : Keadaan tidak rata pada permukaan

2) Penyebab : Struktur kayu tidak baik, pembuatan finir yang tidak baik

o. Potongan kasar (ISO = cacat pada tepi panel karena pengampelasan atau penggergajian)

1) Arti : Ketidakrapihan bagian tepi panel

2) Penyebab : Proses pengampelasan atau penggergajian yang tidak baik

20

p. Retak melintang

1) Arti : Serat terpisah yang tidak menembus ketebalan finir dengan arah tidak sejajar dengan arah serat.

2) Penyebab : Sewaktu penebangan, batang pohon menimpa benda keras,.

q. Sambungan

1) Arti : aris pertemuan sisi tebal antara dua lembar finir pada bidang yang sama

2) Penyebab : ukuran finir yang lebih kecil dari pada ukuran kayu lapis yang akan dibuat

r. Sisipan

1) Suatu bentuk tambalan yang sempit memanjang pada bagian tepi kayu lapis (ISO = tidak harus di bagian tepi)

2) Penyebab : Ada bagian finir yang hilang pada bagian tepi s. Tambalan

1) Arti : Penutupan cacat terbuka dengan finir dan memakai perekat

2) Penyebab : Ada cacat terbuka t. Tumpang tindih

1) Arti : Keadaan dimana finir salah letak sehingga menghimpit finir di sebelahnya

2) Penyebab : Kurang hati-hati pada saat perakitan setelah pelaburan perekat

21

u. Ukuran kurang

1) Arti : Keadaan dimana ukuran finir lebih pendek dari pada ukuran kayu lapis

2) Penyebab : Kurang hati-hati pada saat perakitan 3. Cacat lain

Macam dan keadaan cacat banyak sekali sihinga tidak praktis bila semua dimasukkan dalam standard. Karena itu menurut ISO ada cacat lain untuk menampung cacat yang belum disebutkan.

Cara penilaiannya adalah membandingkan dengan cacat yang sudah disebutkan yang hamper sama. Walaupun dalamSNI tidak sebutkan cacat lain, tetapi dalam kenyataan di lapangan bila ada cacat lain, diperhatikan juga missal lubang bekas baku dengan memperhatikan besar lubang. Standard lain yang mengenai cacat lain adalah Standar Inggris, Standar Jepang

Core adalah lapisan tengah kedua bila penyusunan kayu lapis

terdiri dari 3 (tiga) lapisan tetapi bisa menjadi lapisan bukan kedua bila kayu lapis tersusun lebih dari 3 (tiga) lapisan atau disebut ply. Merupakan lapisan yang terdiri dari paduan 4 (empat) atau lebih potongan bahan (kayu yang telah menjadi lembaran tipis atau hasil kupasan mesin rotary) kemudia di susun dan dijahit dengan benang khusus dan diberi lem khusus juga sehingga menghasilkan bentuk 1 (satu) lembaran besar.

Keunggulan dari kayu lapis dibandingkan dengan kayu solid adalah dimensinya lebih stabil, tidak pecah atau retak pada pinggirannya

Dokumen terkait