• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Pengertian Kompetensi Guru

Kompetensi berkenaan dengan kecakapan seseorang dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya untuk mencapai standar mutu dalam unjuk kerja atau hasil kerja nyata. Undang-Undang RI No. 14 tahun 2005 bab 1 pasal 1 ayat (10) menjelaskan bahwa:

"Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan."23

Kompetensi pada dasarnya berkaitan dengan kemampuan, keterampilan, atau kecakapan seseorang dalam bekerja. Dalam setiap profesi seorang memerlukan sebuah kompetensi. Agar dapat melakukan pekerjaan itu dengan dengan baik seseorang harus memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya.

Kompetensi merupakan peleburan dari pengetahuan (daya pikir), sikap (daya kalbu), dan keterampilan (daya psikis) yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan. Dengan kata lain, kompetensi merupakan perpaduan dari penguasaan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya.24

Makna kompetensi tersebut di atas, mengandung pengertian bahwa guru yang professional harus kompeten di bidangnya. Karakteristik utamanya adalah

23

Agus Wibowo dan Hamrin, Menjadi Guru Berkarakter: Strategi Membangun Kompetensi dan Karakter Guru, h. 105.

24

Syaiful Sagala, Kemampuan Profesioanal Guru dan Tenaga Kependidikan (Cet. IV; Bandung, Alpabeta, 2013), h. 23.

kompetensi pada dasarnya menunjukkan pada kecakapan atau kemampuan, dimana seorang guru mampu melakukan pekerjaan tertentu secara rasional, yaitu harus memiliki visi dan misi yang jelas. Guru menguasai pengetahuan (teori dan konsep) tentang seluk beluk bidang pekerjaannya. Guru menguasai keterampilan dalam hal strategi, metode, prosedur, dan sebagainya tentang cara bagaimana guru melakukan pembelajaran.

Menurut PP No. 19 Tahun 2005 Pasal 28, Ayat 3 dan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Pasal 10, Ayat 1, Menyatakan:

"Kompetensi pendidik sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menegah serta pendidikan anak usia dini meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, dan kompetensi sosial.25

Kompetensi guru sebagai pendidik dan agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, dan kompetensi sosial. Keempat kompetensi tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain dan mempunyai hubungan yang hirarki, saling mendasari satu sama lainnya. Kompetensi guru juga terkait dengan kewenangan guru dalam melaksanakan tugasnya, dalam hal ini tentang pengelolaan kelas dan pembelajaran, pengembangan profesi, dan penguasaan akademik. Selain itu, kompetensi guru juga berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi dengan peserta didik, teman sejawat, dan masyarakat.

Seorang guru harus memiliki sejumlah kompetensi tertentu yang tidak dimiliki oleh profesi lain. Kompetensi merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Sedangkan kompetensi guru merupakan kemampuan seorang guru dalam

25

melaksanakan perannya secara bertanggung jawab dan layak.26 Kompetensi adalah kemampuan, keahlian, kecakapan, keterampilan, dan pengetahuan seseorang dibidang tertentu. Kompetensi diartikan pula sebagai kecakapan dan keahlian yang memadai untuk melakukan suatu tugas atau suatu keterampilan dan kecakapan yang disyaratkan. Perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam menjalankan profesinya.

Proses menjadi guru diawali oleh sebuah sikap, yaitu yakin dan percaya diri dengan kompetensi yang dimilikinya. Kompetensi diri dan kompetensi guru merupakan dua hal yang harus disinergikan untuk menopang keyakinan, agar dapat dijalankan dalam realitas kehidupan. Selain itu, guru juga harus selalu belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki.

Profesi sebagai seorang guru adalah suatu amanah, maka orang yang pantas untuk menjadi guru hanyalah orang yang berhak menerimanya yaitu orang yang ahli mengajar, pemahaman materi yang ia ajarkan dan memiliki latar belakang kependidikan keguruan.27 Profesi guru memerlukan kemampuan dan keahlian yang khusus dibidang keguruan atau pendidikan sehingga ia mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru secara maksimal. Seseorang yang beprofesi sebagai guru harus terlebih dahulu harus mempelajari materi tentang kurikulum, pengelolaan kelas, metode didatik pembelajaran, dan sebagainya.

Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik diperlukan tingkat keahlian yang memadai. Menjadi guru bukan hanya cukup memahami materi yang harus disampaikan akan tetapi juga diperlukan kemampuan dan pemahaman tentang

26

Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (Cet. IV; Jakarta: Kencana, 2008), h. 14.

27

pengetahuan tentang psikologi perkembangan manusia. Pemahaman tentang teori perubahan tingkah laku, kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar, kemampuan mendesain strategi pelajaran yang tepat dan lain sebagainya termasuk mengevaluasi proses dan hasil kerja. Oleh karena itu, seorang guru dituntut bukan hanya karena tahu tentang what to teach akan tetapi juga paham tentang how to teach.28

Sebagai seorang pendidik guru harus dapat memahami tahap perkembangan peserta didiknya. Selain itu guru juga harus memahami gaya belajar peserta didik dan memanfaatkan sumber belajar, serta mendesain strategi model yang sesuai dengan gaya belajar para peserta didik. Agar tidak menggunakan metode pembelajaran yang monoton, guru harus menggunakan metode pembelajaran secara bervariasi.

Selain itu, guru juga harus tahu apa yang diinginkan oleh para peserta didiknya, contohnya kebutuhan untuk berprestasi. Setiap peserta didik memiliki kebutuhan untuk berprestasi yang berbeda satu sama lainnya. Guru bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pendidikan di sekolah dalam arti memberikan bimbingan dan pengajaran kepada para peserta didik. Tanggung jawab ini direalisasikan dalam bentuk melaksanakan pembinaan kurikulum, menuntun para peserta didik belajar, membina pribadi, watak, dan jasmani peserta didik, menganalisis kesulitan belajar, serta menilai kemajuan belajar para peserta didik.

Agar guru mampu mengemban dan melaksanakan tanggung jawabnya ini, maka setiap guru harus memiliki berbagai kompetensi yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab tersebut. Dia harus menguasai cara belajar yang efektif, harus mampu membuat model suatu pelajaran, mampu memahami kurikulum secara baik,

28

mampu mengajar di kelas, mampu menjadi model bagi peserta didik, mampu memberikan nasihat dan petunjuk yang berguna, menguasai teknik-teknik memberikan bimbingan dan penyuluhan, mampu menyusun dan melaksanakan prosedur penilaian kemajuan belajar, dan sebagainya.29

Kompetensi guru merupakan suatu kemampuan guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara langsung bertanggung jawab dan layak. Jadi kompetensi merupakan kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan keguruannya. Kompetensi guru pendidikan agama Islam merupakan suatu kemampuan dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak dibidang pendidikan agama Islam, salah satunya adalah kompetensi leadership.

Dokumen terkait