• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Kriptografi Asimetris

Jenis-Jenis Kriptografi

3. Pengertian Kriptografi Asimetris

Algoritma asimetrik disebut juga algoritma kunci publik. Disebut kunci publik karena kunci yang digunakan pada proses enkripsi dapat diketahui oleh orang banyak[1] tanpa membahayakan kerahasiaan kunci dekripsi, sedangkan kunci yang digunakan untuk proses dekripsi hanya diketahui oleh pihak yang tertentu (penerima). Mengetahui kunci publik semata tidak cukup untuk menentukan kunci rahasia. Pasangan kunci publik dan kunci rahasia menentukan sepasang transformasi yang merupakan invers satu sama lain, namun tidak dapat diturunkan satu dari yang lain. Dalam sistem kriptografi kunci publik ini, proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang berbeda, namun kedua kunci tersebut memiliki hubungan matematis (karena itu disebut juga sistem asimetris). Adapun proses kriptografi asimetris secara umum dapat kita lihat pada Gambar

Gambar 2.3 Proses Kriptografi Asimetris

Algoritma kunci asimetris memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, yakni: Kelebihan :

a. Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat diatasi.

b. Manajemen kunci pada suatu sistem informasi dengan banyak pengguna menjadi lebih mudah, karena jumlah kunci yang digunakan lebih sedikit.

c. Kekurangan :

a. Kecepatan proses algoritma ini tergolong lambat bila dibandingkan dengan algoritma kunci simetris.

b. Untuk tingkat keamanan yang sama, rata-rata ukuran kunci harus lebih besar bila dibandingkan dengan ukuran kunci yang dipakai pada algoritma kunci simetris.

Contoh skema enkripsi kunci asimetrik adalah [1]: a. DSA (Digital Signature Algorithm)

‘15

7

Kriptografi Pusat Bahan Ajar dan eLearning

  Tim Dosen http://www.mercubuana.ac.id

 

c. Diffie-Hellman (DH)

Daftar Pustaka:

http://surfwithadi.blogspot.com/2011/03/k-r-i-p-t-o-g-r-f-i.html

Ada banyak sekali cara mendistribusikan kunci, salah satunya adalah melalui

teknikKriptografi Simetris. Dalam teknik ini, maka dibutuhkan orang lain yang terpercaya, mungkin dia adalah Trent. Agar anda dapat mengirim kunci kepada Alice dengan sangat rahasia, maka anda bergantung pada Trent ini.

Inilah prosedur bagaimana algoritma simetris dapat membantu anda: 1. Trent meminta kunci random Anda

2. Trent mengirim kunci “A” yang dienkripsi dengan algoritma tertentu berdasarkan kunci random anda kepada anda.

3. Trent mengirim kunci “B” kepada yang tidak dienrkipsi kepada anda dan kepada Alice 4. Anda mendekripsi kunci “A” dengan kunci random anda, anda mempercayai trent. 5. Anda menuliskan kunci simetris anda yang dienkripsi dengan kunci “B” dan mengirim

kepada Alice

6. Alice mendekripsi kunci simetris dengan kunci “B” dari Trent (yang sudah dipercayai oleh anda)

7. Anda dan Alice dapat berkomunikasi dengan kriptografi simetris.

Jika mungkin anda bertanya: “Kenapa Trent harus membuat kunci “A” padahal kunci tersebut tidak digunakan sama sekali”. Nyatanya, kunci “A” tersebut adalah kunci penting yang memverifikasi bahwa Trent setidaknya adalah Trent yang asli. Hanya Trent dan anda yang tahu kunci “A” yang dienkripsi dengan kunci Random.

Dengan sistem ini pula, maka si Interceptor (orang yang ingin tahu kunci-kunci anda) akan bingung. Dia tidak akan bisa membedakan antara kunci A, kunci B, kunci random, atau kunci simetris yang benar-benar merupakan kunci simetris, ingat, dia tidak tahu bahwa kunci simetris anda adalah kunci simetris. Sehingga, disini akan terdapat sedikit permainan ‘probabilitas’ di pelajaran SMA =D.

Lagian, jika sebuah sistem dapat menggenerate 1000-kunci acak, ini ide yang lebih bagus. Si Interceptor akan kebingungan menggunakan kunci yang mana untuk mendapatkan kunci asli anda,

belum lagi, kunci tersebut didekripsi, sehingga membutuhkan waktu banyak untuk mendekripsi si kunci.

Satu hal yang mengkhawatirkan: jika ternyata Trent adalah orang bermulut besar, dia bisa membobol kunci simetris anda. Karena, dia tahu kunci “B”. Kunci simetris yang anda kirim kepada alice dienkripsi menggunakan kunci “B” bukan? Lha, itulah masalahnya. Are you understand? If not, you can ask here, NOW!

Permasalahan yang menarik pada bidang kemanan informasi adalah adanya trade off antara kecepatan dengan kenyamanan. Semakin aman semakin tidak nyaman, berlaku juga sebaliknya semakin nyaman semakin tidak aman. Salah satu contohnya adalah bidang kriptografi. Tetapi hal ini dapat diatasi dengan penggunaan kriptografi hibrida. Kriptografi hibrida sering dipakai karena memanfaatkan keunggulan kecepatan pemrosesan data oleh algoritma simetrik dan kemudahan transfer kunci menggunakan algoritma asimetrik. Hal ini mengakibatkan peningkatan kecepatan tanpa mengurangi kenyamanan serta keamanan. Aplikasi kriptografi hibrida yang ada saat ini pada

umumnya ditujukan untuk penggunaan umum atau mainstream yang merupakan pengguna komputer. Aplikasi pada umumnya mengikuti perkembangan hardware komputer yang semakin cepat dari waktu ke waktu. Sehingga hardware yang sudah lama tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Selain itu banyak perangkat embedded dengan kekuatan pemrosesan maupun daya yang terbatas. Terutama dengan trend akhir akhir ini, hampir semua orang memiliki handheld device yang mempunyai kekuatan terbatas, seperti telepon seluler.

Dalam tugas akhir ini dibahas mengenai perancangan sebuah aplikasi kriptografi hibrida yang ditujukan untuk kalangan tertentu, terutama pemakai hardware dengan kekuatan pemrosesan yang terbatas. Aplikasi yang ingin dicapai adalah aplikasi yang sederhana, ringan dan cepat tanpa mengurangi tingkat keamanan menggunakan hash.

Sistem ini mengggabungkan chiper simetrik dan asimetrik. Proses ini dimulai dengan

negosiasi menggunakan chiper asimetrik dimana kedua belah pihak setuju dengan private key/session key yang akan dipakai. Kemudian session key digunakan dengan teknik chiper simetrik untuk

mengenkripsi conversation ataupun tukar-menukar data selanjutnya. Suatu session key hanya dipakai sekali sesi. Untuk sesi selanjutnya session key harus dibuat kembali.

‘15

9

Kriptografi Pusat Bahan Ajar dan eLearning

  Tim Dosen http://www.mercubuana.ac.id

 

Dalam pendistribusian suatu key dapat dilakukan dengan bermacam cara misalnya download, diberikan secara langsung dsb. Untuk mencegah pemalsuan key oleh pihak ketiga maka diperlukan adanya certificate.

Protokol penyetujuan key

Atau disebut juga protokol pertukaran key adalah suatu sistem dimana dua pihak bernegosiasi untuk menentukan secret value. Contohnya adalah SSL (secure socket layer).

 

Referensi : 

http://www.slideshare.net/kyucute/kriptografi‐42572702 

http://winpoin.com/winexplain‐apa‐itu‐enkripsi‐dan‐bagaimana‐cara‐kerjanya/ 

[1] Childs, Lindsay N. A Concrete Introduction to Higher Algebra. Undergraduate Texts in Mathematics. Springer-Verlaag: New York, 2000.

[2] Schneier, B. Applied Cryptography, 2nd Ed. John Wiley & Sons, Inc: Canada, 1996.

[3] Rivest R.L., Shamir A., Adleman L. "A Method for Obtaining Digital Signatures and Public-Key Cryptosystems. MIT: Massachusetts. 1977.

 

 

 

     

MODUL PERKULIAHAN

   

Kriptografi

     

Modul Standar untuk

digunakan dalam Perkuliahan

di Universitas Mercu Buana

 

 

             

  Fakultas  Program Studi  Tatap Muka  Kode MK  Disusun Oleh   

  Ilmu Komputer Teknik Informatika

05

  Tim Dosen      

 

             

 

   

 

 

 

‘15

3

Kriptografi Pusat Bahan Ajar dan eLearning

  Tim Dosen http://www.mercubuana.ac.id

 

 

 

 

 

 

Dokumen terkait