• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

C. Deskripsi Data

1. Perencanaan Pembelajaran Baca

Semarang menggunakan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah di susun guru pelaksana pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an untuk mencapai suatu tujuan yang telah di rencanakan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen 2). Pelaksanaan Pembelajaran Qur’an yaitu dilaksanakan per kelas, dan setiap kelas di isi guru pelajaran Al-Qur’an dan guru pendamping. Setiap Guru pelajaran Al-Al-Qur’an harus mengikuti pelatihan. Metode yang di gunakan dalam pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Dasar Islam Terpadu ada dua metode yaitu metode A BA TA TSA dan metode DRILL. Dalam meningkatkan metode yang di gunakan guru menggunakan beberapa pendekatan yaitu pendekatan motivasi dan murojaah. 3). Evaluasi pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang, menggunakan tes lisan dan tertulis..

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi untuk mengelola pembelajaran khususnya dalam pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang. terutama pihak sekolah untuk selalu bekerja lebih giat dalam melaksanakan

tugas dan tanggung jawab, untuk merencanakan kegiatan dengan baik dan terprogram sehingga melahirkan peserta didik yang berkualitas. Kepada segenap pengajar agar melaksanakan pembelajaran yang sempurna sehingga tujuan pembelajaran tercapai dengan mudah dan selalu memberikan motivasi terhadap peserta didik agar semakin tahu arti pentingnya mempelajari al-Qur’an.

TRANSLITERASI ARAB LATIN

Penulisan transliterasi huruf-huruf Arab Latin dalam skripsi ini berpedoman pada SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I Nomor: 158/1987 dan Nomor: 0543b/Untuk1987. Penyimpangan penulisan kata sandang [al-] disengaja secara konsisten agar sesuai teks Arabnya.

ا a ط t} ب b ظ z} ت t ع ‘ ث s\ غ g ج j ف f ح h} ق q خ kh ك k د d ل l ذ ż م m ر r ن n ز z و w س s ه h ش sy ء ’ ص s} ي y ض d}

Bacaan madd: Bacaan diftong: ā = a panjang au = ْوَا

i = i panjang ai =ْيَا ū = u panjang iy = ْيِا

KATA PENGANTAR    

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tetap terlimpahkan ke pangkuan beliau Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, sahabat-sahabatnya serta orang-orang mukmin yang senantiasa mengikutinya.

Dengan kerendahan hati dan kesadaran penuh, penulis sampaikan bahwa skripsi ini tidak akan mungkin terselesaikan tanpa adanya dukungan dan bantuan dari semua pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu penulis mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah membantu. Adapun ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada:

1. Dr. Darmuin M.Ag, selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo semarang, beserta staf yang telah memberikan pengarahan dan pelayanan dengan baik

2. Dr. Nur Uhbiyati, M.Pd., selaku pembimbing I, dan Dr. Mahfud Junaedi, M.Ag. selaku pembimbing II, yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini

3. Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang yang telah memberikan izin dan memberikan bantuan dalam penelitian.

4. Segenap Civitas Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang yang telah memberikan bimbingan kepada penulis untuk meningkatkan ilmu.

5. Kedua Orang tua aku yang selalu memberikan dukungan dan Do’a yang selalu mengiringi langkah dalam membuat skripsi. 6. Semua karib kerabat yang telah memberikan motivasi dalam

penyelesaian skripsi ini

Kepada semuanya, peneliti mengucapkan terima kasih disertai do’a semoga budi baiknya diterima oleh Allah SWT, dan mendapatkan balasan berlipat ganda dari Allah SWT.

Kemudian penyusun mengakui kekurangan dan keterbatasan kemampuan dalam menyusun skripsi ini, maka diharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif, evaluatif dari semua pihak guna kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya semoga dapat bermanfaat bagi diri penulis khususnya.

Semarang,

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERNYATAAN KEASLIAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN NOTA PEMBIMBING ... iv

HALAMAN ABSTRAK ... vi

PEDOMAN TRANSLITERASI ... vii

HALAMAN KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Perumusan Masalah ... 5

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 6

BAB II MANAJEMEN PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR’AN DI SDIT CAHAYA BANGSA MIJEN SEMARANG A. Kajian Pustaka ... 7 B. Manajemen Pembelajaran ... 8 1. Pengertian manajemen pembelajaran ... 8 2. Fungsi manajemen pembelajaran... ... 13 3. Prinsip manajemen pembelajaran... ... 18

C. Pendidikan Baca Tulis Al-Qur’an ... 19

1. Pengertian pendidikan Baca Tulis Al-Qur’an ... 19

2. Manfaat Baca Tulis Al-Qur’an ... 21

D. Manajemen Pembelajaran Baca Tulis-Al-Qur’an ... 24

1. Pengertian Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an. ... 24

2. Fungsi manajemen pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an. ... 25

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 42

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 43

C. Sumber Data ... ... 43

D. Fokus Penelitian ... 44

E. Teknik Pengumpulan Data ... 44

F. Uji Keabsahan Data ... 47

G. Teknik Analisis Data ... 48

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Sejarah dan Letak Geografis ... 52

B. Denah Lokasi ... 53

C. Deskripsi Data ... 54

1. Perencanaan Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an. ... 54

2. Pelaksanaan Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an ... 57

3. Evaluasi Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an ... 64

D. Analisis Manajemen Pembelajaran Baca Tulis A-Qur’an di Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang ... 66

1. Perencanaan Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Di Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang ... 67

2. Pelaksanaan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Di Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang ... 69

3. Evaluasi Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang ... 75

BAB V PENUTUP A. Simpulan ... 78 B. Saran-saran ... 81 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah

Pembelajaran pendidikan agama di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang meliputi berbagai bidang pelajaran sebagaimana yang ditetapkan dalam kurikulum pendidikan yaitu Hadist, Akidah, Fikih, Ibadah, Akhlaq, dan Qur’an. Untuk mata pelajaran Tulis Al-Qur’an, banyak lembaga pendidikan sekolah yang menggunakan macam-macam metode pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan mutu sekolah dan peserta didiknya. Kemampuan membaca merupakan dasar untuk menguasai pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an. Jika peserta didik sekolah permulaan tidak memiliki kemampuan membaca maka akan mengalami banyak kesulitan dalam mempelajari berbagai bidang studi pada kelas-kelas berikutnya.1

Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan manajemen. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan merupakan proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.

1

Mulyono Abdurrahman, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan

. Manajemen menempatkan perencanaan sebagai fungsi organik manajerial yang pertama karena perencanaan merupakan langkah kongkret yang pertama diambil dalam usaha pencapaian tujuan. Semakin matang dan terperincinya sebuah perencanaan maka akan mudah melakukan kegiatan manajemen.2

Pelaksanaan manajemen pembelajaran harus berorientasi kepada upaya penyiapan individu siswa agar mampu melaksanakan perangkat kompetensi yang telah direncanakan pada tahap awal pengembangan perencanaan pembelajaran. Konsistensi kompetensi yang akan dicapai dalam setiap mata pelajaran hendaknya selalu diupayakan tercapai secara optimal. Kurikulum di era 2000 an yakni kurikulum berbasis kompetensi, 2004 (KBK), kurikulum tingkat satuan pendidikan dan kurikulum 2013 berbasis pada kompetensi (competency based) dengan pembelajaran kontrukstivistik keterlaksanaan kurikulum competency based sangat di tentukan oleh kemampuan guru untuk mengembangkan peningkatan pembelajaran yakni pengembangan silabus, buku ajar, sumber dan media pembelajaran, instrumen assessment, RPP perangkat pembelajaran tersebut perlu diimplementasikan dalam praktik

2Udin Syaefudin Sa‟ud dan Abin Syamsuddin Makmun,

Perencanaan Pendidikan suatu Pendekatan Kompetensi, (Bandung: PT

pembelajaran sehari-hari di suatu pendidikan terutama pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an.3

Pelaksanaan pembelajaran Baca Tulis di Sekolah Islam terpadu ini lebih menekankan pembelajaran membaca saja dan tidak di tekan dalam pelaksanaan menulisnya karena belum menemukan metode yang pas dalam proses pembelajaran menulis.

Berdasarkan pemahaman di atas, pengembangan program hendaknya juga dilakukan berdasarkan pendekatan kompetensi. Sehingga penggunaan pendekatan ini desain programpun dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan tepat. Pembelajaran berbasis kompetensi akan menitik beratkan kepada pengembangan kemampuan untuk melakukan kompetensi sesuai dengan yang telah direncanakan.

Dalam proses manajemen pembelajaran membaca dan menulis, peserta didik tidak hanya harus bisa membaca dan menulis tetapi harus menyukai sesuatu yang dibaca dan yang di tulis. Dengan begitu guru harus mempunyai metode pembelajaran yang khas dan metode tersebut dapat meningkatkan motivasi rasa ingin tau dan mengembangkan daya ingat. Metode merupakan salah satu bagian dari strategi kegiatan dan metode merupakan cara yang dalam bekerjanya adalah alat untuk mencapai tujuan kegiatan. Suatu metode

3Sa’dun Akbar, Instrumen perangkat Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2013),hlm.1.

sangat penting dalam proses pembelajaran, karena metode juga menentukan berhasil atau tidaknya suatu proses kegiatan pembelajaran.4

Dengan adanya pelajaran membaca dan menulis al-Qur’an inilah yang menjadikan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Cahaya Bangsa (SDIT) Mijen Semarang berbeda dengan sekolah lainnya yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sangat tertata rapi. Bahkan banyak masyarakat lebih tertarik untuk menyekolahkan di lembaga tersebut walaupun dengan harga yang mahal.

Penelitian ini lebih difokuskan pada manajemen pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang. Pembelajaran yang ada di Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang ini merupakan pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual. pendekatan ini mengajak guru dan siswa mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka. selain itu pembelajaran disini juga dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai kehidupan beragama sebagai pembentukan karakter anak.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian mengenai bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran Baca

4

Moeslicahtoen, Metode Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak, (Jakarta : Rineka Cipta 2004) hlm 15

Tulis Al-Qur’an Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang dengan harapan agar lembaga pendidikan tersebut dapat memperoleh nilai tambah yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan mutu atau kualitas lembaga sebagai salah satu organisasi yang ikut andil dan mempunyai peranan besar dalam mencerdaskan putra putri bangsa yang berakhlaqul karimah.

Bertolak dari alasan-alasan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang bagaimana manajemen pembelajaran baca tulis al-Qur’an di sekolah dasar islam terpadu (SDIT) cahaya bangsa Mijen semarang, sehingga dapat mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan

B.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana Perencanaan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang

2. Bagaimana Pelaksanaan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang

3. Bagaimana Evaluasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’a di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang

C.

Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

a. Mendeskripsikan dan menganalisis tentang perencanaan Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang.

b. Mendeskripsikan dan Menganalisis pelaksanaan Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang.

c. Mendeskripsikan dan Menganalisis Evaluasi Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang.

2. Manfaat Penelitian

a. Bisa mengetahui bagaimana proses perencanaan Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang.

b. Bisa Mengetahui bagai mana guru melaksanakan pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang.

c. Bisa mengetahui bagaimana guru mengevaluasi pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cahaya Bangsa Mijen Semarang.

BAB II LANDASAN TEORI

A. Kajian Pustaka

Penulis menyadari bahwa penelitian ini bukanlah penelitian baru dalam dunia Pembelajaran, sebelumnya telah ada penelitian yang membahas penelitian ini, penelitian yang dimaksud antara lain:

Soleman (3103015), Manajemen Pelaksanaan Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Metode An-Nahdiyah di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Huda Plosorejo Kunduran Blora’. Dalam skripsi ini penulis memaparkan bahwa pembelajaran dengan metode An-Nahdiyah merupakan pengembangan metode belajar Al-Qur’an Baghdiyah. Metode An-Nahdiyah mengajak setiap siswa harus tanggap cepat karena proses belajarnya menggunakan metode cepat tanggap belajar al-Qur’an yang sistemnya klasikal dan individual artinya santri dalam satu kelas diberikan materi yang sama dengan ustadz tutor dan proses pembelajarannya diberikan satu persatu oleh ustadz privat. Untuk evaluasinya dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan.

Dari telaah pustaka di atas bahwa penelitian yang akan penulis lakukan berbeda dengan peneliti sebelumnya. Penelitian di atas menjelaskan tentang bagaimana pembelajaran membaca al-Qur’an yang ada di sekolah non formal sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah manajemen

pembelajaran metode Qiraati yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya yang dilakukan di sekolah formal yaitu di MIT Nurul Islam Ringinwok Semarang.

Soleman (3103015), Manajemen Pelaksanaan

Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Metode An-Nahdiyah di

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Huda Plosorejo

Kunduran Blora’. Dalam skripsi ini penulis memaparkan

bahwa pembelajaran dengan metode An-Nahdiyah

merupakan pengembangan metode belajar Al-Qur‟ an

Baghdiyah. Metode An-Nahdiyah mengajak setiap siswa

harus tanggap cepat karena proses belajarnya menggunakan

metode cepat tanggap belajar al-Qur‟ an yang sistimnya

klasikal dan individual artinya santri dalam satu kelas

diberikan materi yang sama dengan ustadz tutor dan proses

pembelajaranya diberikan satu persatu oleh ustadz privat.

Untuk evaluasinya dilakukan secara terus menerus dan

berkelanjutan.

B. Manajemen Pembelajaran

1. Pengertian Manajemen Pembelajaran

Manajemen pembelajaran berasal dari dua kata, yaitu manajemen dan pembelajaran. Kata manajemen berasal dari bahasa latin yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agere yang berarti melakukan. Managere diterjemahkan kedalam

bahasa inggris dalam bentuk kata kerja to manage dengan kata benda management yang artinya pengelolaan.1 Menurut Sobri Sutikno memberikan pengertian manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.2 Sedangkan menurut Sondang Mulyono, Manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk memperoleh hasil dalam rangka mencapai tujuan melalui orang lain.3

Manajemen pembelajaran merupakan proses mengelola yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengendalian (pengarahan) dan pengevaluasian kegiatan yang berkaitan dengan proses membelajarkan siswa dengan mengikutsertakan berbagai faktor di dalamnya guna mencapai tujuan.

Manajemen pembelajaran adalah segala usaha pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka tercapainya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.4

1

Husaini Usman, Manajemen Teori, Praktik dan Riset Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2006), hlm. 5.

2

Sobri Sutikno, Manajemen Pendidikan, Tinjauan Umum dan

Islam, hlm. 4.

3

Mulyono, Manajemen Administrasi, hlm. 18. 4

http://asljadi.blogspot.com/2014/08/pengertian-manajemen-pembelajaran.html diakses Hari Selasa 9 Desember 2014 Pukul : 11.46

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan, bahwa manajemen adalah serangkaian kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, memotivasi, mengendalikan, dan mengembangkan segala upaya di dalam mengatur dan mendayagunakan sumber daya manusia, sarana dan prasarana untuk mencapai tujuan organisasi.5

Sedangkan pembelajaran merupakan padanan dari kata dalam bahasa inggris instruction, yang berarti proses membuat orang belajar.6 Pembelajaran secara sederhana dapat di artikan sebagai sebuah usaha yang mempengaruhi emosi, intelektual dan spiritual seseorang agar mau belajar dengan kehendaknya sendiri.7 Sedangkan Menurut E. Mulyasa pembelajaran pada hakikatnya adalah interaksi peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Pembelajaran merupakan proses yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa dalam belajar sebagaimana memperoleh dan memproses pengetahuan, keterampilan dan sikap.8 Menurut

5

Sobry Sutikno, Manajemen Pendidikan, Tinjauan Umum dan

Islam, hlm. 4.

6

Mulyono, Strategi Pembelajaran Menuju Efektifitas Pembelajaran

di Abad Global, (Malang: UIN-Maliki Press, 2012), hlm. 7.

7

Abudin Nata, Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2009), hlm. 85.

8

E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Konsep,

Karakteristik, Implementasi dan Inovasi (Bandung, PT Remaja Rosda

Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Badan Hukum Pendidikan, pembelajaran adalah proses interaktif antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.9

Pembelajaran juga berarti meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif (daya pikir), afektif (tingkah laku), dan psikomotorik (keterampilan siswa). kemampuan-kemampuan tersebut dikembangkan bersama dengan perolehan pengalaman-pengalaman belajar. Jadi, pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan membelajarkan siswa yang dinilai dari perubahan perilaku dan meningkatnya pengetahuan dan pengalaman pada diri siswa.10 Pembelajaran dimaksudkan agar tercipta kondisi yang memungkinkan terjadinya perubahan pada diri siswa. Secara Implisit di dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.

12

Mulyono Abdurrahman, Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan

Belajar, (Jakarta : Rineka Cipta 1999) hlm. 200.

8Udin Syaefudin Sa’ud dan Abin Syamsuddin Makmun,

Perencanaan Pendidikan suatu Pendekatan Kompetensi, (Bandung:

Rosdakarya, 2004), hlm. 100. 9

Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Badan Hukum Pendidikan, hlm. 130.

10

Muhammad Fathurrohman dan Sulistiorini, Belajar dan

12

Dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran adalah sebagai usaha dan tindak kepala sekolah sebagai pemimpin instruksional di sekolah dan usaha maupun tindakan guru sebagai pemimpin pembelajaran di kelas yang dilaksanakan sedemikian rupa untuk memperoleh hasil dalam rangka mencapai tujuan program sekolah dan juga pembelajaran.13 Manajemen pembelajaran merupakan proses mengelola yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengevaluasian kegiatan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar dengan mengikutsertakan berbagai faktor di dalamnya guna mencapai tujuan.

Dalam mengelola pembelajaran, manajer dalam hal ini guru melaksanakan berbagai langkah kegiatan mulai dari merencanakan pembelajaran, melaksanakan dan mengevaluasi

11 ، فراعملا راد : ةرهاقلا( ،ةيبرعلا ةغللا ميلعت يف ةيجوتلا ،نامسلا ىلع دمحم 3891 .ص . ) 31 12 :ةرهاقلا ( ،لولاا .ج ،سيردتلا قرطو ةيبرتلا ،ديجملادبع زيزعلادبع حلاص .ص ،) خيراتلا نود ،فراعملاراد 98 13

Syaiful Sagala, Konsep dan Wacana Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2003)Hlm. 140

pembelajaran yang dilakukan. Pengertian manajemen pembelajaran demikian dapat diartikan secara luas dalam arti mencakup keseluruhan kegiatan proses belajar mengajar mulai dari perencanaan pembelajaran sampai pada penilaian pembelajaran.

2. Fungsi-Fungsi Manajemen Pembelajaran

Dalam mengelola pembelajaran, manajer dalam hal ini guru melaksanakan berbagai langkah kegiatan pembelajaran yang terdiri dari:

a. Perencanaan Manajemen pembelajaran

Perencanaan merupakan fungsi yang paling awal dari keseluruhan manajemen. Istilah perencanaan mempunyai bermacam-macam pengertian antara lain, perencanaan sebagai suatu proses kegiatan pemikiran yang sistematis mengenai apa yang akan dicapai, kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, pelaksanaan yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan pencapaian tujuan yang dirumuskan secara rasional dan logis serta berorientasi kedepan.14 Dalam konteks pembelajaran, perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan pendekatan atau metode pengajaran dalam suatu lokasi waktu yang akan dilaksanakan

14

Ara Hidayat & Imam Machali, Pengelolaan Pendidikan: Konsep,

Prinsip, dan Aplikasi dalam Mengelola Sekolah dan Madrasah, (Bandung:

pada masa atau semester yang akan datang untuk mencapai tujuan yang ditentukan.15 Perencanaan dapat bermanfaat bagi guru sebagai kontrol terhadap diri sendiri agar dapat memperbaiki pengajarannya.

b. Pelaksanaan manajemen pembelajaran

Pelaksanaan proses pembelajaran menjadi sesuatu sangat penting dalam upaya mewujudkan kualitas lulusan atau output pendidikan. Karenanya seorang guru harus memiliki kemampuan melaksanakan atau mengimplementasikan teori yang berkaitan dengan teori pembelajaran kedalam realitas pembelajaran yang sebenarnya.

Pelaksanaan manajemen pembelajaran adalah pelaksanaan strategi-strategi yang telah dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi pelaksanaan pembelajaran dapat disimpulkan sebagai interaksi guru dengan murid dalam rangka menyampaikan bahan atau materi pelajaran kepada siswa guna mencapai tujuan.

c. Evaluasi pembelajaran

Evaluasi merupakan istilah serapan dalam bahasa Indonesia yang berasal dari istilah bahasa Inggris evaluation. Evaluation berasal dari akar kata value yang berarti nilai.16

15

Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009), Cet. 10, hlm. 141.

16

Junaid i, Modul Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PAI

Menurut Shodiq Abdullah evaluasi adalah suatu proses yang sistematis yang terdiri dari pengumpulan, analisis dan interpretasi terhadap informasi untuk menentukan sejauh mana tujuan pendidikan telah dicapai oleh peserta didik.17

Evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar siswa mampu menerima atau memahami materi yang di sampaikan guru selama kurun waktu tertentu. Adapun teknik evaluasi di bedakan menjadi dua, yaitu:

1) Teknik tes yang dapat dibedakan menurut materi yang akan dinilai, bentuk dan caranya. menurut materi yang akan dinilai dibedakan tes hasil belajar, tes kecerdasan, tes bakat khusus, tes minat dan tes kepribadian. Menurut bentuknya dibedakan tes uraian dan tes objektif. Sedangkan menurut caranya dibedakan tes lisan, tes tulisan dan tes tindakan.

2) Teknik nontes biasanya digunakan untuk menilai proses pembelajaran. Alat-alat yang digunakan untuk melaksanakan teknik non tes ini dapat dilakukan melalui

Sekolah Menengah Pertama, (ttp : Direktorat Pendidikan Agama Islam

Kementerian Republik Indonesia, 2011), Cet 1, hlm. 7. 17

Shodiq Abdullah, Evaluasi Pembelajaran Konsep Dasar, Teori

pengamatan, wawancara, angket, hasil karya/laporan, karangan dan skala sikap.18

Evaluasi tidak lepas dari tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, hal ini dikarenakan setiap penilaian memerlukan satu kriteria tertentu sebagai acuan menentukan batas ketercapaian obyek yang dinilai. Selain

Dokumen terkait