• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

A. Manajemen Sumber Daya Insani

6. Pengertian Manajemen Sumber Daya Perbankan

Salah satu pengelolaan paling penting dalam dunia perbankan disamping pemasaran bank adalah pengelolaan terhadap sumber daya manusianya. Hal ini disebabkan sumber daya insani merupakan tulang punggung dalam menjalankan roda kegiatan operasional suatu bank.

Untuk itu penyediaan sumber daya insani (Bankir) sebagai motor penggerak operasional bank haruslah disiapkan sedini mungkin.

Disamping itu, sumber daya insani yang dimiliki oleh bank haruslah memiliki kemampuan dalam menjalankan setiap transaksi perbankan, mengingat faktor pelayanan yang diberikan pleh para karyawan sangat menentukan sukses atau tidaknya bank kedepan.

Kemampuan yang telah dimiliki harus terus diasah secara terus-menerus, baik melalui pengalaman kerja maupun pelatihan dan pengembangan karyawan (Kasmir, 2003: h 133).

Pada awal dikenalnya ilmu ekonomi, sumber daya manusia masih dianggap sebagai mesin oleh sebagian besar perusahaan, karena dianggap sebagai mesin maka mereka dapat diperlakukan seenaknya oleh pemilik perusahaan pada saat itu. Yang penting tujuan pemilik perusahaan tercapai tanpa memperhatikan faktor manusia yang harus dianggap sebagai mitra kerja, Namun dewasa ini seiring dengan perkembangan peradaban, karyawan sebagai sumber daya manusia sudah diperlakukan secara manusiawi. Penerapan norma-norma kemanusiaan sebagian besar sudah benar-benar diterapkan oleh kebanyakan perusahaan bahkan sudah merupakan suatu keharusan. Manusia sudah dianggap sebagai faktor produksi utama yang sangat dibedakan perlakuannya dari faktor produksi lainnya.

Pengelolaan sumber daya insani yang memperlakukan manusia sesuai dengan norma-norma yang berlaku akan memberikan rasa keadilan kepada manusia yang terlibat. Perlakuan yang manusiawi akan memberikan motivasi yang kuat kepada karyawan untuk memajukan perusahaan. Rasa memiliki perusaahaanpun meningkat sehinggga motivasi yang kuat akan dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawannya.

Dalam hal sebagian besar dunia perbankan sudah mampu memberikan jasa kedilah dan kemakmuran kepada karyawan di atas rata-rata perusahaan lainnya. Produktivitas karyawan bank juga sudah diatas rata-rata produktivitas usaha lainnya (Kasmir, 2003: h 134).

Bagi dunia perbankan yang memiliki kegiatan yang bagitu padat dalam arti setiap transaksi harus selesai dalam waktu yang relatif singkat, maka seorang karyawan yang dimiliki haruslah memiliki persyarataan yang khusus. Seorang karyawan bank harus memiliki keterampilan dalam dunia perbankan agar dapat melayani setiap produk perbankan yang ditawarkan secara cepat, tepat dan memuaskan. Dengan kata lain karyawan bank haruslah memiliki kualitas yang benar-benar dapat diandalkan atau menjadi seorang bankir profesional sehingga mampu menjual produk yang dimiliki oleh bank. Karyawan bank juga diharuskan memiliki mental yang kuat dalam menghadapi setiap tantangan yang dihadapinya.Sifat pantang menyerah dan cepat berputus asa bukanlah mental karyawan suatu bank.

Untuk memiliki karyawan yang benar-benar profesional seperti yang diinginkan oleh bank bukanlah perkara yang mudah.Banyak hal yang harus dilakukan, sahingga karyawan yang diperoleh nantinya benar-benar memililki kemampuan seperti yang diinginkan. Disamping itu bank juga perlu merancang bagian-bagian yang ada dalam dunia perbankan sesuai dengan kebutuhannya. Bank juga harus merancang uraian tugas-tugas yang harus dijalankan seorang karyawan, wewenang dan tanggung jawab masing-masing. Semua ini dilakukan agar pekerjaan yang akan dijalankan nantinya benar-benar sesuai alur kerja yang ada di bank. Tanpa uraian

tugas, wewenang dan tanggung jawab yang jelas dan transparan, maka SDI yang berkualitas pun akan terhambat kerjanya. Kegiatan seperti ini disebut sebagai merancang analisis jabatan (job analysis).

Perencanaan job analysis akan membantu bank dalam rangka penempatan para karyawannya sesuai dengan bidang dan kemampuannya.

Job analysis juga memudahkan bank untuk merancang perencanaan tenaga kerja yang dibutuhkan (Kasmir, 2003: 135).Perencanaan tenaga kerja menyangkut perencanaan jumlah tenaga yang dibutuhkan berikut persyaratan-persyaratannya.

Perencanaan tenaga kerja sangat penting untuk dibuat mengingat setiap tahun ada saja karyawan yang keluar dengan berbagai sebab. Ada karyawan keluar karena memang sudah waktunya seperti memasuki usia pension atau mengalami kecelakaan sehingga tidak mampu menjalankan tugas-tugasnya. Kemudian karyawan juga keluar disebabkan, permintaan berhenti dengan berbagai alasan atau sengaja diberhentikan oleh perusahaan. Akibatnya sudah pasti akan terjadi kekosongan karyawan.

Untuk mengantisipasi masalah ini maka bank perlu membuat perencanaan tenaga kerja sebelumnya, sehingga jika ada karyawan yang keluar, maka langsung ditempati oleh karyawan baru.

Dalam rangka memperoleh dan memiliki sumber daya insani yang berkualitas dan loyal terhadap perusahaan merupakan idaman setiap pengusaha. Dalam rangka memperoleh sumber daya insani yang berkualitas dan loyal terhadap perusahaan perlu dilakukan melalui penarikan pegawai yang sesuai dengan ilmu manajemen sumber daya manusia. Penarikan pegawai suatu perusahaan dikenal dengan istilah rekrutmen.

Langkah selanjutnya setelah memperoleh sejumlah tenaga kerja dari hasil rekrutmen yang sesuai dengan perencanaan tenaga kerja yang ada, maka pihak bank harus melakukan seleksi untuk memilih tenaga kerja yang dibutuhkan dengan kualifikasi tertentu. Bahkan proses ini bila perlu akan dilanjutkan dengan sistem pelatihan, tujuannya untuk membiasakan

pegawai baru dalam bekerja sekaligus menambah dan mengasah kemampuan yang dimililikinya. Pengelolaan sumber daya insani mulai dari perencanaan analisa jabatan, perencanaan tenaga kerja, rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, perencanaan karir, penilaian prestasi kerja, pemberian kompensasi sampai dengan pemutusan hubungan kerja disebut dengan manajemen sumber daya manusia. Pengelolaan ini tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri tapi harus dilakukan secara bersamaan (Kasmir, 2003: h 135).

Dari pengertian diatas dapat didefinisikan bahwa manajemen sumber daya perbankan adalah kegiatan pengelolaan sumber daya insani yang ada di bank melalui kegiatan perancangan analisa jabatan, perencanaan tenaga kerja, rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, perencanaan karir, penilaian prestasi kerja sampai dengan pemberian kompensasi yang transparan (Kasmir, 2003 : h 136).

B. Analisis dan Pengembangan Sumber Daya Insani

Dokumen terkait