LANDASAN TEORI
B. Pengertian Marketing Mix
Menurut Kottler (1990:41) mendefinisikan Bauran Pemasaran adalah “ Serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yng dikehendaki perusahaan dari pasar sasarannya”. Sedangkan menurut Swastha (1996 : 42) mendefinisikan Marketing Mix atau Bauran Pemasaran yakni “Kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, yakni produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi”.
Keterangan dari variabel-variabel tentang bauran pemasaran yaitu:
1. Produk (Product)
Menurut (William J. Stanton, 1996 : 222), “Produk adalah sekumpulan atribut yang nyata (Tangible) dan tidak nyata (Intangible) didalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin oleh pembeli sebagai sesuatu yang memuaskan keinginannya”.
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar agar mendapat perhatian, dibeli, digunakan,
commit to user
xxv dikonsumsi, yang dapat memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan (Kotler & Armstrong, 2008:346).
2. Harga (Price)
Swastha (1999:241) mengemukakan bahwa harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.
Harga menurut Lamb (2001:268) adalah sesuatu yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan suatu barang atau jasa. Harga khususnya merupakan pertukaran uang bagi barang dan jasa. Juga pengorbanan waktu karena menunggu untuk memperoleh jasa.
3. Promosi (promotion)
Lamb (2001:145) mendefinisikan promosi adalah komunikasi dari pemasar yang menginformasikan, membujuk dan mengingatkan para calon suatu pembeli produk dalam rangka mempengaruhi pendapatan mereka atau memperoleh suatu respon.
Strategi promosi adalah suatu rencana untuk penggunaan yang optimal atas sejumlah elemen-elemen promosi: periklanan, hubungan masyarakat, penjualan pribadi dan promosi penjualan (Lamb, 2001:145). Fungsi utama dari strategi promosi para pemasar adalah untuk meyakinkan target pelanggan bahwa
commit to user
xxvi barang dan jasa yang ditawarkan tersebut memiliki keunggulan yang berbeda di bandingkan dengan pesaing.
4. Distribusi (place)
Sebagian tugas dari distribusi adalah memilih perantara yang akan digunakan dalam saluran distribusi, serta mengembangkan fisik menangani dan mengangkut produk melalui saluran distribusi tersebut (Swastha, 1996:44).
C. DISTRIBUSI
1. Pengertian Distribusi
Distribusi dapat di definisikan melalui beberapa pendapat.
Adapun definisi distribusi menurut para ahli adalah:
Menurut Teguh Budiarto & Fandi Tjiptono (1997:165), distribusi adalah kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen sehingga penggunaanya sesuai (jenis, jumlah, harga, tempat, dan waktu).
Distribusi merupakan suatu jalur yang di lalui oleh suatu arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai pada pemakai (Basu Swastha, DH dan Irawan, 2001:285).
Sedangkan menurut Gitasudarmo (1999:253) dari definisi-defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa, distribusi adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh pengusaha untuk
commit to user
xxvii menyalurkan, menyebarkan, mengirimkan serta menyampaikan barang yang dipasarkannya itu kepada konsumen.
2. Fungsi Distribusi
Distribusi sangat dibutuhkan oleh konsumen untuk memperoleh barang-barang yang dihasilkan oleh produsen, apalagi bila produksinya jauh. Adapun kegiatan yang termasuk fungsi distribusi terbagi secara besar menjai dua:
a. Fungsi Distribusi Pokok
Yang dimaksud dengan fungsi pokok adalah tugas-tugas yang mau tidak mau harus di laksanakan.
Dalam hal ini fungsi distribusi pokok meliputi:
1) Pengangkutan (Transportasi)
Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat tinggal konsumen, perbedaan tempat ini harus diatasi dengan kegiatan pengangkutan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan semakin majunya teknologi, kebutuhan manusia semakin banyak.
Hal ini mengakibatkan barang yang disalurkan semakin besar, sehingga membutuhkan alat transportasi (pengangkutan).
2) Penjualan (Selling)
Di dalam pemasaran barang, selalu ada kegiatan menjual yang dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari
commit to user
xxviii tangan produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan penjualan. Dengan adanya kegiatan ini maka konsumen dapat menggunakan barang tersebut.
3) Pembelian (Buying)
Setiap ada penjualan berarti ada pula kegiatan pembelian.
Jika penjualan barang dilakukan oleh produsen, maka pembelian dilakukan oleh orang yang membutuhkan barang tersebut.
4) Penyimpanan (Stooring)
Sebelum barang-barang di salurkan pada konsumen biasanya disimpan terlebih dahulu. Dalam menjamin kesinambungan, keselamatan, dan keutuhan barang-barang perlu adanya penyimpanan (pergudangan).
5) Pembakuan Standar Kualitas Barang
Dalam setiap transaksi jual-beli, banyak penjual maupun pembeli selalu menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis dan ukuran barang yang akan diperjualbelikan. Oleh karena itu perlu adanya pembakuan standar baik jenis, ukuran, maupun kualitas barang yang akan diperjualbelikan. Pembakuan (standardisasi) barang ini dimaksudkan agar barang yang akan di pasarkan atau disalurkan sesuai dengan harapan.
commit to user
xxix 6) Penanggung Resiko
Dalam pengiriman barang kemungkinan barang itu bisa jatuh dan pecah maka barang yang akan di distribusikan tersebut akan menjadi rusak. Hal ini mungkin terjadi pada kegiatan distribusi maka seorang distributor tentunya akan menanggung resiko dan untuk menanggung resiko tersebut bisa dilakukan kerjasama dengan lembaga/perusahaan asuransi.
b. Fungsi Tambahan
Distribusi mempunyai fungsi tambahan yang hanya diberlakukan pada distribusi barang-barang tertentu. Fungsi tambahan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Menyeleksi
Kegiatan ini biasanya diperlukan untuk distribusi hasil pertanian dan produksi yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha. Misalnya produksi tembakau perlu diseleksi berdasarkan mutu/standar yang biasa berlaku, produksi buah-buahan diseleksi berdasarkan ukuran dan besarnya.
2) Mengepak/Mengemas
Untuk menghindari adanya kerusakan atau hilang dalam pendistribusian, maka barang harus dikemas dengan baik.
Misalnya : baju, tv dan buah-buahan.
commit to user
xxx 3) Memberi Informasi
Untuk memberi kepuasan yang maksimal kepada konsumen, produsen perlu memberi informasi secukupnya kepada perwakilan daerah atau kepada konsumen yang dianggap perlu informasi. Informasi yang tepat bisa melalui iklan
(http:balaipustaka.wordpress.com) 3. Sistem Distribusi
Sistem distribusi adalah pengaturan penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sistem distribusi bertujuan agar benda-benda hasil produksi sampai kepada konsumen dengan lancar.
Dalam penyaluran hasil produksi dari produsen ke konsumen, produsen dapat menggunakan beberapa jenis sistem distribusi yang dapat dikelompokkan:
a. Sistem distribusi jalan pendek atau langsung
Dimana produsen menyalurkan hasil produksinya langsung kepada konsumen atau sistem distribusi yang tidak menggunakan saluran distribusi.
Contoh sistem ini adalah penyaluran hasil pertanian oleh petani ke pasar langsung.
commit to user
xxxi b. Sistem distribusi semi langsung
Di mana penyaluran barang hasil produksi dari produsen ke konsumen melalui badan perantara (toko) milik produsen itu sendiri. Contoh: contoh hasil produksi pakaian dijual kepada konsumen melalui toko-toko milik pabrik pakaian itu sendiri.
c. Sistem distribusi jalan panjang atau tidak langsung
Adalah sistem distribusi yang menggunakan saluran distribusi dalam kegiatan distribusinya biasanya melalui agen. Contoh: motor, mobil, tv.
(http:devoad1997.webnode.com).