• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.7 Pengertian Medan Magnet

dibagi lagi dalam warna merah, kuning, hijau, biru, nila dan ungu yang urut sesuai peningkatan frekuensi (Liang, 2008).

2.1.6 Pengertian Medan Listrik

Medan listrik adalah suatu medan atau ruangan yang dapat menimbulkan gaya pada partikel di dalam medan tersebut. Medan listrik dapat timbul karena adanya partikel yang bermuatan listrik, sehingga medan listrik mempunyai arah sesuai dengan jenis muatan listrik penyebabnya, positif atau negatif. Medan listrik dari sumber tegangan bolak-balik akan mempunyai arah bolak-balik juga. Suatu kawat penghantar yang bertegangan dan dialiri oleh arus listrik akan dilingkupi medan elektromagnetik dengan garis-garis medan (Glaser, 2009).

2.1.7 Pengertian Medan Magnet

Medan magnet adalah suatu medan atau ruangan yang dapat menimbulkan gaya pada benda-benda magnet atau partikel bermuatan listrik. Medan magnet merupakan medan tertutup, artinya garis medannya selalu merupakan lingkaran tertutup. Kawat penghantar yang dialiri arus listrik, garis medan magnetnya merupakan lingkaran-lingkaran tertutup yang berpusat pada penghantar tersebut. Kuat medan magnet makin melemah jika jarak dari sumber semakin jauh. Kuat medan magnet mempunyai satuan tesla atau militesla, sering juga digunakan gauss atau miligauss (1 T = 1000 mT; 1 G = 1000 mG dan 1 T = 10.000 G). Medan magnet tidak dapat dihalangi oleh benda-benda yang tidak permeabel seperti tubuh manusia, bangunan, tanah dan pepohonan (International Radiation Protection Association, 2007).

30 2.1.8 Pengertian Base Transceiver Station (BTS)

Base Transceiver Station (BTS) adalah bagian dari network element GSM yang berhubungan langsung dengan Mobile Station (MS). BTS berhubungan dengan MS melalui air-interface dan berhubungan dengan BSC dengan menggunakan A-bis interface. Base Transceiver Station (BTS) atau situs sel adalah sebuah peralatan yan memfasilitasi komunikasi nirkabel antara pengguna peralatan (UE) dan jaringan. UES adalah perangkat seperti ponsel, WiFi, WiMAX, Wireless loop lokal (WLL). Fungsi Base Transceiver Station (BTS) adalah sebagai pengirim dan penerima (transciver) sinyal komunikasi dari/ke MS serta menghubungkan MS dengan network element lain dalam jaringan GSM (BSC, MSC, SMS, IN, dsb) dengan menggunakan radio interface. Secara hirarki, BTS akan terhubung ke BSC, dalam hal ini sebuah BSC akan mengontrol kerja beberapa BTS yang berada di bawahnya. Karena fungsinya sebagai transceiver, maka bentuk pisik sebuah BTS pada umumnya berupa tower dengan dilengkapi antena sebagai

transceiver dan perangkatnya. Sebuah BTS dapat me-cover area sejauh 35 km (hal ini sesuai dengan nilai maksimum dari Timing Advance (TA) (Sandstrom, 2008).

Fungsi dasar BTS adalah sebagai Radio Resource Management, yaitu melakukan fungsi-fungsi yang terkait dengan :

1. Menandakan channel ke MS pada saat MS akan melakukan pembangunan hubungan. 2. Menerima dan mengirimkan sinyal dari dan ke MS, juga mengirimkan/menerima

sinyal dengan frekuensi yang berbeda-beda dengan hanya menggunakan satu antena yang sama.

31 Bagian-bagian Base Transceiver Station terdiri dari :

1. Module Operation dan Maintenance (O&M)

Module ini terdiri dari sebuah central unit yang mengatur kerja seluruh perangkat BTS.

2. Module Clock

Fungsi module ini adalah sebagai module yang men-generate dan mendistribusikan clock.

3. Filter Input & Output

Module ini terdiri dari filter input dan filter output yang fungsinya untuk membatasi bandwidth sinyal yang diterima dan ditarnsmisikan oleh BTS (Anies, 2005). 2.1.9 Pengertian Telepon Genggam

Telepon genggam (telgam) atau telepon selular (ponsel) atau handphone (HP) atau disebut pula perangkat saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunaka wireless) (Sandstorm, 2008).

Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem (Global System for Mobile Telecommunications) dan sisteCode Division Multiple Access). Selain berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon, ponsel umumnya juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat

(Short Message Service

negara yang menyediakan layanan generasi ketiga (3G) dengan menambahkan jasa

32 mereka. Sekarang, telepon genggam menjadi gadget yang multifungsi. Mengikuti perkembangan teknologi digital, kini ponsel juga dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur, seperti bisa menangkap siara Selain fitur-fitur tersebut, ponsel sekarang sudah ditanamkan fitur ponsel tersebut, orang bisa mengubah fungsi ponsel tersebut menjadi mini komputer. Di dunia bisnis, fitur ini sangat membantu bagi para pebisnis untuk melakukan semua pekerjaan di satu tempat dan membuat pekerjaan tersebut diselesaikan dalam singkat (Glaser, 2009).

Sebuah telepon seluler berhubungan dengan stasiun dan substasiun yang diletakan beberapa kilometer jauhnya, pancaran dari peralatan ini harus cukup kuat untuk memastikan signalnya bagus. Peralatan ini, telepon genggam sendiri mengeluarkan daya sebesar 0,1-1,0 W (Liang, 2008).

Perkembangan telepon seluler 1. Generasi 0

Sejarah penemuan telepon seluler tidak lepas dari perkembang penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah regular pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2 MHz

2. Generasi 1

Telepon seluler generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon seluler pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan

33 telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram

3. Generasi 2

Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan CDM frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar

4. Generasi 3

Generasi ini disebut juga pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termas video call

berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu

Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA da 5. Generasi 4

Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem telepon seluler yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrstruktur yang mengintegrasikan teknologi wireless yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e,

Dokumen terkait