• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Teori pendapatan

1. Pengertian pendapatan

Dalam kamus besar bahasa Indonesia pendapatan adalah hasil kerja (usaha atau sebagainya).25Sedangkan pendapatan dalam kamus manajemen adalah uang yang diterima oleh perorangan, perusahaan, dan organisasi lain dalam bentuk upah, gaji, sewa, bunga, komisi, ongkos, dan laba.26

Secara sederhana pendapatan nasional (national income) dapat diartikan sebagai jumlah barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara pada periode tertentu biasanya satu tahun . istilah yang terkait dengan pendapatan nasional antara lain : produk domestik bruto (gross domestic product/GDP), produk nasional bruto (gross national product/GNP), serta produk nasional neto (net national product/NNP). Perhitungan pendapatan nasional (national income) menunjukkan kepada seperangkat aturan dan teknik untuk mengukur aliran seluruh output brang dan jasa yang dihasilkan dan aliran seluruh input (fakto-faktor produksi) yang digunakan oleh suatu perekonomian untuk menghsilkan output barang dan jasa tersebut. Dengan kata lain perhitungan pendapatan nasional adalah merupakan suatu kerangka perhitungan yang digunakan untuk mengukur

25 Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:

Balai Pustaka,1998), Hal. 183

26 BN. Marbun, Kamus Manajemen, (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 2003), Hal. 230

aktivitas ekonomi yang terjadi atau berlangsung di dalam perekonomian.

Pendapatan nasional adalah produk nasional neto dikurangi pajak tidak langsung dan kewajiban bukan pajak pembayaran transfer oleh sektor bisnis, ditambah subsidi pemerintah dan dikurangi lagi dengan surplus yang diperoleh oleh perusahaan atau badan usaha milik negara (BUMN).27

Pendapatan perorangan (personal income,PI) merupaka pendapatan agregat (yang berasal dari berbagai sumber) yang secara aktual diterima oleh seseorang atau rumah tangga. Langkah utama dalam menghitung pendapatan perorangan (PI) adalah mengeluarkan atau mengurangkan unsur-unsur yang termasuk di dalam NI, tetapi tidak diterima oleh rumah tangga. Pendapatan perorangan adalah pendapatan nasional dikurangi laba perusahaan, kontribusi untuk asuransi sosial dan bungan neto, kemudian ditambah dengan pembayaran transfer, dividen, pendapatan bunga perorangan (personal interest income).28

Adapun yang dimaksud dengan pendapatan disposable (disposable income, DI) adalah jumlah pendapatn yang secara aktual tersedia bagi seseorang atau rumah tangga untuk dibelanjakan atau digunakan, baik untuk konsumsi atau tabungan. Pendapatan disposable ini merupakan konsep yang amat penting karena mengukur pendapatan bersih setelah dikenakan pajak (takehome income). Dengan kata lain pendapatan

27 Muana Nanga, Makro Ekonomi, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2001) Hal. 14

28 Muana Nanga, Makro Ekonomi, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2001) Hal. 15

disposable adalah pendapatan nasional dikurangi pajak perorangan dan kewajiban-kewajiban bukan pajak (nontaxes liabilities).29

Reksoprayitno mendefenisikan “Pendapatann (revenue) dapat diartikan sebagai total penerimaan yang diperoleh pada periode tertentu”.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendapatan adalah sebagai jumlah penghasilkan yang diterima oleh para anggota masyarakat untuk jangka wakrtu tertentu sebagai balas jasa dari faktor-faktor produksi yang telah di sumbangkan.30

Menurut Soekartawi dalam bukunya “Faktor-faktor Produksi”, pendapatan akan mempengaruhi banyaknya barang yang dikonsumsi, seringkali di jumpai dengan bertambahnya pendapatan, maka barang yang dikonsumsi bukan saja bertambah, tapi juga kualitas barang tersebut ikut menjadi perhatian. Misalnya sebelum adanya penambahan pendapatan beras yang di konsumsi adalah kualitas yang kurang baik, namun setelah adanya penambahan pendapatan maka konsumsi beras menjadi kualitas yang lebih baik.31

Mengacu pada pandangan keynes yang menyatakan konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga konsumen di pengaruhi oleh tingkat pendapatan, maka Fahim Khan membagi tingkat pendapatan masyarakat tersebut atas:

29 Muana Nanga, Makro Ekonomi, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2001) Hal. 17

30 Reksoprayitno, Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi, (Jakarta: Bina Grafika, 2004), Hal. 79

31 Soekartawi, Faktor-faktor Produksi, (Jakarta: Salemba Empat, 2002), Hal. 132

a. Pendapatan yang berada diatas nisab (angka minimal aset yang terkena kewajiban zakat) yang dinotasikan dengan (uper classed/golongan kaya)

b. Pendapatan yang berada dibawah nisab yang dinotasikan dengan (lower classed/golongan miskin)

Metwally menggunakan beberapa pendekatan hipotesis teori sebagai berikut:

1) Hipotesis pendapatan mutlak

Hipotesis pendapatan mutlak menyatakan bahwa konsumsi dalam periode waktu tergantung pada pendapatan siap konsumsi pada periode tersebut. Naiknya pendapatan akan meningkatkan konsumsi, tetapi peningkatan konsumsi lebih kecil dari peningkatan pendapatan.

2) Hipotesis pendapatan relatif

Hipotesis pendapatan relatif menyatakan konsumsi sekarang saja ditentukan pendapatan siap konsumsi pada masa sekarang tetapi juga pendapatan sebelumnya.32

Pendapatan adalah kenaikan kotor dalam modal pemilik yang dihasilkan oleh penjualan barang barang dagangan, pelaksanaan jasa kepada pelanggan atau klien, penyewaan harta, peminjaman uang dan

32 Nurul Huda Et Al, Ekonomi Makro Islam, (Jakarta: Kencana, 2008) Hal 40-43

sewa kegiatan usaha serta profesi yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan.33

Pendapatan sektor informal merupakan segala penghasilan berupa uang atau barang yang diterima, yang biasanya berupa balas jasa atau kontra prestasi dari sektor informal.34

Pendapatan merupakan semua uang yang masuk dalam sebuah rumah tangga utau unit terkecil lainnya dalam suatu masa tertentu, ini disebut sebagai arus mengalirnya (flow) uang. Pendapatan seseorang bisa didapat dari tiga sumber utama yaitu perusahaan, asset dan santunan dari tiga sumber tersebut pendapatan dari perusahaan yang paling penting mencakup 65% dari pendapatan individu.35Pendapatan adalah kenaikan kotor dalam modal pemilik yang dihasilkan dari penjualan barang dagangan, pelaksanaan jasa kepada pelanggan atau klien, penyewaan harta, peminjaman uang dan semua kegiatan usaha serta profesi dan tujuan untuk memperoleh penghasilan.36

Pendapatan adalah jumlah penghasilan baik dari keluarga maupun perorangan dalam bentuk uang, yang diperolehnya dari jasa setiap bulan yang baik dari sebelumnya, atau dapat juga diartikan sebagai suatu hasil yang sedikit keberhasilan usaha, maka jumlah tersebut akan menjadi besar

33 Sinaga Marinus, Akuntansi Keuangan, (Jakarta: Pustaka Jaya, 2001), Hal. 181

34 Jurnal: Yoga Aditya, ( Pengaruh Program Desa Wisata Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat (Studi Kasus Di Desa Bejiharjo, Kabupaten Gunung Kidul), Jurnal mahasiswa jurusan ilmu ekonomi Fakultas ekonomi dan bisnis Universitas brawijaya Malang 2015, diakses 2016

35 Serraden M, Asset Untuk Orang Miskin, (Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada, 2006), Hal.

23

36 Sinaga Marinus, Akuntansi Keuangan, (Jakarta: Pustaka Jaya, 2001), Hal. 181

dan meningkat, sedangkan konsumsi seseorang berbanding lurus dengan pendapatanya, semakin besar pendapatan masyarakat maka semakin besar pula pengeluaran konsumsinya. pendapatan adalah harga yang dibebankan kepadapara pelanggan dikaitkan dengan unit terjual.37

Pendapatan merupakan semua uang yang masuk dalam sebuah rumah tangga atau unit terkecil lainnya dalam suatu masa tertentu.38 Pendapatan perseorangan (personal income) didefinisikan sebagai jumlah imbalan untuk para karyawan, pendapatan perusahaan, pembagian laba atau deviden yang diterima dari perseroan, dan penerimaan bunga serta sewa netto orang-orang perseorangan, dan semua transfer nettoyang berjalan.

Pendapatan pribadi merupakan pendapatan yang diterima semua rumah tangga dalam perekonomian (atau yang diterima satu keluarga) dari penggunaan faktor-faktor produksi yang dimilikinya dan dari pembayaran pindahan. Dalam pendapatan pribadi tidak dihitung pendapatan nasional yang tidak diterima rumah tangga (contoh : keuntungan yang tak dibagi dan pajak perusahaan).39

Pendapatan masyarakat adalah balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi biasanya pendapatan itu berupa upah, sewa, dan laba. Upah/gaji adalah balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dalam

37 Jurnal: Abdul Ghofur (Pengaruh Adanya Industri Kerajinan Songkok Terahadap Tingkat Pendapatan Masyarakat), Diakses: Tahun 2016

38Serraden M, Asset Untuk Orang Miskin, (Jakarta : Pt. Raja Grafindo Persada,2006), Hal.23.

39 Sadono Sukirno, Makro Ekonomi Teori Pengantar, (Jakarta : Pt. Raja Grafindopersada, 2012), Hal.61.

hubungan kerja dengan orang atau instansi lain (sebagai karyawan yang di bayar). Sewa adalah jasa yang diterima oleh pemilik atas penggunaan harta nya seperti tanah, rumah atau barang-barang tahan lama. Sedangkan Laba usaha sendiri adalah balas karya untuk pekerjaan yang dilakukan sebagai pengusaha yaitu mengorganisir produksi, mengambil keputusan tentang kombinasi faktor produksi serta menanggung resikonya sendiri entah sebagai petani, tukang, pedagang dan sebagainya.40Semakin tinggi pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor-faktor produksi, semakin tinggi pula daya belinya. Masalah pendapatan tidak hanya dilihat dari jumlah nya saja, tetapi bagaimana distribusi pendapatan yang diterima oleh masyarakat.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi arah gejala distribusi pendapatan dan pengeluaran di Indonesia ; pertama, perolehan faktor produksi, dalam hal ini faktor yang terpenting adalah tanah. Kedua, perolehan pekerjaan, yaitu perolehan pekerjaan bagi mereka yang tidak mempunyai tanah yang cukup untuk memperoleh kesempatan kerja penuh.

Ketiga, laju produksi pedesaan, dalam hal ini yang terpenting adalah produksi pertanian dan arah gejala harga yang diberikan kepada produk tersebut.41

Pendapatan perkapita dapat diartikan pula sebagai penerimaan yang diperoleh rumah tangga yang dapat mereka belanjakan untuk

40 Http://Www.Mangdeska.Com/2009/08/Pendapatan-Juga-Dapat-Di-Definisikan.Html Di Akses Pada Tanggal 13desember 2016 Pukul : 14.32.

41Ritonga, Ekonomi, (Jakarta : Erlangga, 2000), Hal.96.

konsumsi yaitu yang dikeluarkan untuk pembelian barang konsumtif dan jasa-jasa, yang dibutuhkan rumah tangga bagi pemenuhan kebutuhan mereka. Dewasa ini sumber pendapatan sebagian besar rumah tangga di pendesaan tidak hanya dari satu sumber, melainkan dari beberapa sumber atau dapat dikatakan rumah tangga melakukan diversifikasi pekerjaan atau memiliki aneka ragam sumber pendapatan.

Dalam perekonomian yang lebih maju penerima-penerima pendapatan akan menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk ditabung. Dalam perekonomian sirkulasi aliran pendapatan adalah bahwa sebagian dari pendapatan sektor rumah tangga ditabung di lembaga-lembaga keuangan. Dan oleh lembaga-lembaga-lembaga-lembaga ini tabungan sektor rumah tangga dipinjamkan kepada para penenam modal. Para penanam modal (investor) akan meminjam dan menggunakan tabungan tersebut untuk membeli barang-barang modal dari sektor perusahaan.

Tanpa pendapatan, mustahil akan didapat penghasilan karena pendapatan berbeda dengan penghasilan. Penghasilan bisa jadi lebih besar dari pada pendapatan, sebab secara teoritis, penghasilan bruto harus dikurangi dengan setiap ongkos yang dikorbankan oleh seseorang demi mendapatan pendapatan nya. Upah, gaji, sewa, bunga dan laba merupakan bentuk-bentuk pendapatan yang diterima oleh anggota masyarakat.

Pendapatan didapatkan dari jasa sebagai imbalan bagi aktivitas produktif.42.

Tingkat pendapatan merupakan salah satu kriteria maju atau tidaknya suatu daerah. Bila pendapatan suatu daerah relatif rendah, dapat dikatakan bahwa kemajuan dan kesejahteraan tersebut akan rendah pula.

Demikian pula bila pendapatan masyarakat suatu daerah relatif tinggi, maka tingkat kesejahteraan dan kemajuan daerah tersebut tinggi pula.

Pendapatan juga bisa diartikan sebagai pendapatan bersih seseorang berupa uang. Secara umum pendapatan dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:

a. Gaji dan upah. Suatu imbalan yang diperoleh seseorang setelah melakukan suatu pekerjaan untuk orang lain, perusahaan swasta atau pemerintah.

b. Pendapatan dari hak milik, yakni modal, tanah, dan sebagainya.

c. Pendapatan dari sumber lain. Dalam hal ini pendapatan yang diperoleh tanpa mencurahkan tenaga kerja antara lain penerimaan dari pemerintah, asuransi pengangguran bunga bank serta sumbangan dalam bentuk lain.43

Dari beberapa pengertian diatas dapat dipahami bahwa pendapatan (revenue) adalah penerimaan yang timbul dari aktifitas perusahaan yang bisa dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, penghasilan

42 Suherman Rosyidi, Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro Dan Makro, (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), Hal. 101

43 Karl E. Case, Ddk, Prinsip-Prinsip Ekonomi, (Jakarta: Erlangga, 2006), Hal. 423

bunga, deviden dan sewa. Sedangkan penghasilan dapat diartikan pendapatan (revenue) atau pun keuntungan. Pendapatan perseorangan (personal income) didefinisikan sebagai jumlah imbalan untuk para karyawan, pendapatan perusahaan, pembagian laba, yang diterima dari perseorangan dan semua transfer netto yang berjalan.

Dokumen terkait