• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari Classroom Action Research (CAR), yakni suatu action research yang dilakukan di kelas. Ada tiga kata yang membentuk pengertian tersebut, maka ada tiga pengertian yang dapat diterangkan (Arikunto, 2006:3):

1. Penelitian

Penelitian ini berhubungan dengan suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.

2. Tindakan

Tindakan berhubungan dengan suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa.

3. Kelas

Pengertian ruang kelas tidak terikat hanya pada ruang kelas, tetapi mengandung pengertian yang lebih spesifik. Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran, yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula.

Dengan menggabungkan batasan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.

Sejalan dengan itu seperti yang dinyatakan oleh website PPPG tertulis Bandung (Susento, 2007), PTK adalah bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di

kelas secara lebih profesional. Sementara itu menurut Hopkins (Zuriah, 2001) mengartikan penelitian tindakan kelas sebagai kegiatan yang dilakukan guru dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas mengajarnya atau kualitas mengajar teman sejawatnya, atau untuk menguji asumsi-asumsi dari teori-teori pendidikan dalam praktiknya di kelas. Dengan demikian PTK merupakan suatu bentuk penelitian yang mengarah kepada tindakan-tindakan secara terstruktur terhadap sekelompok siswa pada waktu yang sama serta menerima pelajaran dari guru yang sama dalam rangka peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Tujuan utama PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas praktek pembelajaran. Perbaikan dan peningkatan kualitas dilakukan oleh guru melalui serangkaian tindakan yang dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi. Menurut Wibawa (Susento, 2007), pelaksanaan PTK oleh guru akan meningkatkan mutu pelajaran, mengembangkan keterampilan guru, meningkatkan relevansi dan efisiensi pengelolaan pembelajaran, dan menumbuhkan budaya meneliti dikalangan guru. Dalam website PPPG tertulis Bandung (Susento, 2007) dijelaskan bahwa manfaat PTK sebagai berikut:

a. Inovasi Pembelajaran

Dalam inovasi pembelajaran guru perlu selalu mencoba untuk mengubah, mengembangkan, dan meningkatkan gaya mengajarnya agar mampu melahirkan model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kelasnya. Dalam konteks ini, guru selalu berhadapan dengan siswa yang berbeda dari tahun ke tahun. Oleh sebab itu, jika guru melakukan PTK dari kelasnya sendiri, dan berangkat dari persoalannya tersebut, maka secara tidak langsung telah terlibat dalam proses inovasi pembelajaran.

b. Pengembangan Kurikulum di Sekolah dan di Kelas

Untuk kepentingan pengembangan kurikulum pada level kelas, PTK akan sangat bermanfaat sebagai salah satu sumber masukan. Hal ini terjadi karena proses reformasi kurikulum secara teoritik tidak netral. Sebaliknya proses tersebut akan dipengaruhi oleh gagasan-gagasan yang saling berhubungan mengenai hakikat pendidikan, pengetahuan, dan pengajaran. PTK dapat membantu guru untuk lebih dapat memahami hakikat tersebut secara empirik, dan bukan sekedar pemahaman yang bersifat teoritik.

c. Peningkatan Profesionalisme Guru

Guru yang profesional, tidak akan merasa enggan melakukan berbagai perubahan dalam praktek pembelajaran sesuai dengan kondisi kelasnya. PTK merupakan salah satu media yang dapat digunakan oleh guru untuk memahami apa yang terjadi di kelas, dan kemudian meningkatkannya menuju ke arah perbaikan-perbaikan secara profesional. Guru yang profesional perlu melihat dan menilai sendiri secara kritis terhadap praktek pembelajarannya di kelas, guru pada akhirnya akan mendapat otonomi secara profesional.

Menurut Zuriah (2001:112), para guru perlu mengenali dan memahami beberapa ciri dasar dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas, yaitu:

1) Penelitian tindakan kelas dilakukan sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan iklim pembelajarn di kelas.

2) Penelitian tindakan kelas menekankan pada perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran yang sekaligus meningkatkan kualitas hasil belajar subjek didik.

3) Berkaitan langsung dengan situasi (situasional), dan praktek pembelajaran sehingga terpaut dengan konteks tertentu untuk mencari solusi permasalahan pembelajaran.

4) Memerlukan kerangka kerja yang sistematis dalam pembelajaran. 5) Fleksibel dan adaptif yang memungkinkan sekali adanya

perubahan-perubahan selama “percobaan”.

6) Bersifat partisipasif, maksudnya peneliti atau team peneliti terlibat langsung dalam penelitian.

7) Penelitian tindakan kelas merupakan sarana refleksi diri ( self-reflective) bagi guru untuk merenungkan kembali permasalahan pembelajaran yang didasari untuk dicarikan solusi yang inovatif.

Model PTK secara umum dilakukan melalui proses berulang yang pada tiap siklus terdiri dari 4 langkah sebagai berikut (a) perancanaan tindakan, b) pelaksanaan tindakan, c) observasi, d) refleksi).

1) Perencanaan Tindakan

Perencanaan tindakan hendaknya memanfaatkan secara optimal teori-teori yang relevan dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh dari masa lalu dalam kegiatan pembelajaran/penelitian yang sebidang. Dalam hal ini penulis akan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TGTuntuk diterapkan di dalam kelas.

2) Pelaksanaan Tindakan

Jika perencanaan telah selesai dilakukan, maka skenario tindakan dapat dilaksanakan dalam situasi pembelajaran yang aktual menggunakan metode TGT sesuai dengan rencana yang telah disusun. Untuk menjamin mutu kegiatan pembelajaran, guru atau tim peneliti dapat memodifikasi tindakan walaupun implementasi sedang dalam proses, tetapi jika tidak terlalu mendesak perubahan dapat dilakukan setelah satu siklus selesai.

3) Observasi

Pada saat pelaksanaan tindakan, kegiatan observasi dilakukan secara bersamaan. Secara umum, kegiatan observasi dilakukan untuk merekam proses yang terjadi selama pembelajaran berlangsung.

4) Refleksi

Refleksi merupakan bagian yang amat penting untuk memahami dan memberikan makna terhadap proses dan hasil (perubahan) yang terjadi sebagai akibat adanya tindakan (intervensi) yang dilakukan.

Gambar 2.1 Model PTK

Menurut Zuriah (2001: 112-113), penelitian tindakan kelas memiliki kelebihan dan kelemahan.

1) Kelebihannya

a) Guru bersama rekan sejawat merupakan aktor utama dalam melakukan penelitian, sehingga mereka melakukan kerjasama melaksanakan penelitian. Dengan kerjasama yang kesemuanya sebagai aktor utama dapat menumbuhkan rasa memiliki dan berkewajiban diantara mereka untuk memperbaiki dan SIKLUS I SIKLUS II Pelaksana Perencana Observasi Refleksi Pelaksana Observasi Refleksi Perencana

meningkatkan iklim pembelajaran dengan cara melakukan penelitian tindakan.

b) Para guru sebagai team work dalam penelitian tindakan dapat meningkatkan kreativitas dan daya kritisnya untuk dikembangkan dalam rangka perbaikan iklim pembelajaran.

c) Para guru sebagai peneliti dapat melakukan tukar pengalaman dalam menentukan rencana, tindakan, observasi, dan refleksi, sehingga dapat menimbulkan rasa ingin mengubah dirinya menjadi guru yang lebih baik terutama dalam rangka memperbaiki iklim pembelajaran di kelas.

d) Para guru dapat mengembangkan sikap terbuka dan demokratis. Karena mereka merupakan team peneliti yang memungkinkan sekali untuk saling membuka diri untuk bertukar informasi dalam memperbaiki dan meningkatkan iklim pembelajaran.

2. Kelemahannya

a) Adanya image atau prasangka dari para guru bahwa yang berhak melakukan penelitian adalah kalangan kampus, sehingga memungkinkan sekali perasaan mereka untuk tidak memiliki kewenangan; dan pekerjaan guru yang banyak sekali memungkinkan perasaan dan anggapan diantara mereka tidak adanya waktu untuk melakukan penelitian.

b) Dalam penelitian tindakan kelas, memerlukan waktu yang begitu panjang (dalam prosesnya) dan memungkinkan sekali perasaan enggan untuk melakukannya.

c) Dalam proses kelompok sebagai team penelitian tindakan realitasnya sering terjadi tidak dalam suasana demokratis.

d) Sulit untuk mengajak teman sejawat untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap iklim pembelajaran yang telah dilakukan bertahun-tahun secara konvensional.

e) Penelitian tindakan kelas,hasilnya cenderung tidak dapat digeneralisasikan.

Dokumen terkait