BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengungkapan Diri
1. Pengertian
Teori pengungkapan diri dikemukakan oleh Sidney Marshall Jourad seorang filsuf dan ahli psikologi klinis. Dalam bukunya yang berjudul “The Transparent Self’ ia mengatakan bahwa pengungkapan diri berhubungan dengan perilaku manusia yang transparan.1
Perilaku transparan yang dimaksud adalah seseorang membiarkan orang lain untuk mengenalnya dan membiarkan orang lain melihat sikap, dan perilaku diri yang sebenarnya tanpa harus ada yang di tutup-tutupi.
Pengungkapan diri atau yang biasa disebut disebut self disclosure Seperti yang diungkapkan oleh Wrighstman adalah proses menghadirkan diri yang diwujudkan dalam kegiatan membagi perasaan dan informasi dengan orang lain.2
Pengungkapan diri yang digolongkan oleh Wringhstman sebagai salah satu bentuk komunikasi, adalah proses pembagian perasaan kepada orang lain melalui komunikasi. Membagikan perasan dan informasi diri melalui komunikasi dapat dilakukan dengan banyak cara. Baik secara tatap muka maupun tidak, seperti melalui dunia maya dan sosial media.
Devito mengungkapkan bahwa pengungkapan diri atau self disclosure merupakan jenis komunikasi di mana terjadi pengungkapan
1 Sydney marshall Jourard, The Trasnsparent Self revised edition, (New York: Van nostrand reinhold, 1971) h.5-6
2Dasrun Hidayat, Komunikasi Antarpribadi dan Medianya,(Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012),h. 106
informasi tentang diri kita sendiri yang biasanya disembunyikan.3 Istilah pengungkapan diri menurut Devito digunakan untuk mengacu pada pengungkapan informasi secara sadar. Hal yang diungkapkan pada pengungkapan diri ini adalah informasi tentang diri sendiri, tentang pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang atau tentang orang lain yang sangat dekat hubungannya.
Menurut Morton pengungkapan diri ini dapat bersifat deskriptif atau evaluatif.4 Maksud deskriptif adalah individu melukiskan berbagai fakta mengenai diri sendiri yang mungkin belum diketahui oleh lawan bicara, seperti jenis pekerjaan, alamat dan usia. Sedangkan penhungkapan diri secara evaluatif artinya individu mengemukakan pendapat atau perasaan pribadinya, seperti tipe orang yang disukai atau hal-hal yang tidak disukai atau dibenci.
Pengungkapan diri juga merupakan hal yang menandakan keseimbangan dalam hubungan antar pribadi dengan saling memberikan data biografis, gagasan-gagasan pribadi, perasaan yang tidak diketahui oleh orang lain dan umpan balik berupa verbal maupun non verbal dalam suatu hubungan.5
Dalam buku komunikasi antar pribadi oleh Alo Liliweri tertulis sebuah teori self disclosure yang sering disebut teori “Johari Window”
di mana teori tersebut merupakan dasar untuk menjelaskan dan memahami interaksi antar pribadi secara manusiawi 6. Johari memiliki
3 Joseph DeVito, Komunikasi Antar Manusia, (Jakarta: Profesional Books, 1996), h.65-66
4 Prayitno, Konseling Perorangan (Padang: Universitas Negeri Padang, 2005), h.52
5 Muhammad Budyatma, Teori komunikasi Antarpribadi, ( Jakarta: Media Prenada Grup, 2011) h. 38
6 Alo Liliweri, Komunikasi Antar Pribadi (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2013) h. 49
asumsi bahwa jika setiap individu bisa memahami diri sendiri, maka dia bisa mengendalikan sikap dan tingkah lakunya disaat berhubungan dengan orang lain.
Teori Johari Window merupakan alat untuk mengetahui luas hubungan antara pengungkapan disclosure dan umpan balik atau feedback di dalam suatu hubungan.
Window memiliki empat jendela atau kuadran sebagai berikut:7
1) Kuadran I
Dinamakan jendela terbuka atau open karena menggambarkan informasi mengenai diri sendiri di mana diri sendiri dan lawan bicara dapat saling mengetahui. Hal ini meliputi informasi yang telah diungkapkan oleh diri sendiri dan pembagian informasi antara diri sendiri dan lawan bicara.
2) Kuadran II
Dinamakan jendela rahasia atau secret pane. Jendela ini bermuatan semua hal-hal yang hanya diketahui oleh diri sendiri dan tidak diketahui oleh lawan bicara atau pun orang lain. Jika suatu saat
7 Muhammad Budyatma, Teori komunikasi Antarpribadi ( Jakarta: Media Prenada Grup, 2011) h. 41-42
hal yang hanya diketahui oleh diri sendiri kemudian diberi tahu kepada orang lain, maka jendela bergeser ke jendela terbuka
3) Kuadran III
Dinamakan jendela buta atau blind. Ini adalah tempat di mana segala informasi yang diketahui oleh orang lain maupun lawan bicara, namun hal atau informasi tersebut tidak diketahui oleh diri sendiri.
Wilayah buta ini dapat bergerak ke wilayah terbuka apabila terjadi umpan balik dari orang lain dan kemudian umpan balik tersebut diterima.
4) Kuadran IV
Dinamakan jendela tidak dikenal atau the unknown pane. Hal ini berisikan tentang informasi diri sendiri yang mana tidak diketahui baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.
Selanjutnya pengungkapan diri melalui media sosial diartikan sebagai bentuk komunikasi di mana individu membuat orang lain menjadi tahu tentang dirinya. Baik dalam hal yang bersifat personal maupun pendapat, sikap, pemikiran maupun perasaan tentang suatu hal melalui media sosial.8 Pengungkapan di media sosial merupakan bentuk penghindaran dari respon yang tidak menyenangkan terhadap komunikasi tatap muka.
Dalam Al-Quran Allah berfirman
يا ۚ اْوح فَراَعَ تيل َلِٕىۤاَبَ قَّو ًباْوحعحش ْمحكٰنْلَعَجَو ىٰثْ نحاَّو ٍرَكَذ ْنيٍّم ْمحكٰنْقَلَخ َّنَّيا حساَّنلا اَهُّ يَاَاٰيٰ
َّن
حكىٰقْ تَا يٍّٰللّا َدْنيع ْمحكَمَرْكَا ٌرْ ييبَخ ٌمْييلَع ٍَّٰللّا َّنياۗ ْم
-33
8 Zarina Akbar & Robby Faryansyah, “Pengungkapan Diri di Media Sosial Ditinjau dari kecemasan Sosial Pada Remaja”. Ikratih: Humaniora. Vol.2, No. 2 (2018): 95
Artinya: “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.
Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Ayat di atas menjelaskan tentang perintah dari Allah untuk saling mengenal. Anjuran saling mengenal ini sejalan dengan pengungkapan diri dan informasi diri kepada orang lain juga (self disclosure).
Pengungkapan diri diperantahkan oleh Allah dengan tujuan agar saling mengenal, dan bukan mengumbar aib-aib.
َو َع
bersabda: “Cukuplah seseorang disebut pendusta jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar (H.R. Muslim).9Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Self disclosure atau pengungkapan diri merupakan suatu komunikasi yang dilakukan seseorang untuk mengungkapkan fakta yang sebelumnya tidak diketahui, sehingga dapat menjadikan orang lain mengenal individu tersebut
9 Sahih Muslim, No. 166, bab mukadimah