• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Penyuluhan Pertanian

Istilah Penyuluhan Pertanian pertama kali diperkenalkan di Universitas Cambridge pada tahun 1873. Sepuluh tahun kemudian menyebar keseluruh Britanian Raya dan Amerika Serikat. Gagasan utama pendidikan penyuluhan ini ialah untuk membantu masyarakat ditingkat pedesaan yang tidak mendapat kesempatan mengikuti pendidikan formal dalam memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi (Suriatna S, 1988).

Mounder dalam Suriatna S (1988), mengartikan penyuluhan pertanian sebagai sistem pelayanan yang membantu masyarakat melalui proses pendidikan.

Dalam pelaksanaan teknik dan metode beusahatani untuk meningkatkan produksi agar lebih berhasil guna dalam upaya meningkatkan pendapatan.

Savile (1972), mendifinisikan penyuluhan pertanian sebagai kegiatan yang bertujuan untuk mendidik masyarakat dalam meningkatkan standar kehidupannya melalui kemampuan mereka sendiri, dengan demikian menggunakan sumberdaya baik tenaga maupun materi sendiri hanya mendapat bantuan dana pemerintah sekecil mungkin.

Padmanagara (1973), mengartikan penyuluhan pertanian sistem pendidikan informal untuk para petani/nelayan serta keluarganya dengan bertujuan agar mereka mampu, sanggup dan berswadaya memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri dan masyarakat. Sedangkan Samsuddin (1986), menyatakan bahwa penyuluhan pertanian ialah suatu cara atau usaha pendidikan yang bersifat non formal untuk para petani dan keluarga di

7 pedesaan. Penyuluhan pertanian dapat pula diartikan sebagai suatu sistem

pendidikan non formal yang bersifat praktis untuk petani dan keluarganya di pedesaan, belajar sambil berbuat (learning by doing).

Penyuluhan dalam arti umum merupakan suatu ilmu sosial yang mempelajari sistem dan proses perubahan pada individu dan masyarakat agar dengan terwujudnya perubahan tersebut dapat tercapai apa yang diharapkan sesuai dengan pola dan rencananya, penyuluhan dengan demikian merupakan suatu sistem pendidikan diluar sistem persekolahan yang biasa, dimana orang ditunjukkan cara-cara mencapai sesuatu dengan memuaskan sambil

orang itu mengerjakannya sendiri, jadi belajar dengan mengerjakannya sendiri (Kartasapoetra, 1994).

Perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan pertanian mencakup dua tujuan yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan penyuluhan jangka pendek yaitu untuk menumbuhkan perubahan yang lebih terarah dalam aktivitas usahatani di pedesaan, perubahan-perubahan hendaknya mencakup tingkat pengetahuan, kecakapan atau kemampuan sikap dan motif tindakan petani.

Sedangkan tujuan penyuluhan pertanian jangka panjang yaitu agar tercapai peningkatan taraf hidup masyarakat petani, mencapai kesejahteraan hidup yang lebih terjamin. Tujuan ini hanya dapat tercapai apabila para petani dalam masyarakat itu, pada umumnya telah melakukan pengolaan yang lebih baik terhadap pertanian, pekerjaan yang lebih baik, kehidupan yang lebih baik dan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dengan tercapainya hasil pertanian tentang keempat faktor tersebut maka para petani akan mampu mengelola usahataninya dengan baik. Keberhasilan ini dapat mewujudkan kemampuan untuk

8 secara bersama-sama berswasembada memperbaiki atau membangun prasarana (irigasi, jalan jembatan dan lain-lain) di desa atau lingkungan masyarakatnya, yang akan memperlancar keberhasilan usahataninya dan melakukan partisipasi dengan pemerintah setempat dalam mewujudkan hal-hal tersebut (Anonim, 2007).

Harold Dusentary dalam Kartasapoetra (1994), mengemukakan pendapatnya secara lebih terinci, bahwa tujuan penyuluhan pertanian itu harus meliputi:

1. Penambahan pengetahuan kepada para petani sehingga para petani berkecakapan atau berkemampuan megusahakan usahataninya lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam menpertinggi pedapatannya.

2. Memotivasi para peratni agar mengarahkan usahataninya kapada bahan pangan yang banyak diperlukan, sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih menjamin sumber pengadaan pangan dan kehidupan yang lebih baik dan lebih menguntungkan.

3. Menambah pengetahuan para petani tentang keadaan-keadaan dan kesempatan yang ada dan berlangsung di luar daerah pedesaannya. Dengan demikian aktivitas usahataninyalebih dapat ditingkatkan, baik mengenai kualitas maupun kuantitas serta lebih mengetahui kebutuhan pangan apa yang sangat diperlukannya, selain itu mobilitas para petani yang ingin bekerja di luar desa/lingkungan masyarakat menjadi lebih besar.

4. Menambah pengetahuan para petani tentang kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya serta serta memberikan petunjuk agar dapat disalurkan bakat dan kemampuan tersebut, sehinnga dapat berkembang dengan sebaik-baiknya.

9 5. Membentuk suatu masyarakat petani yang bangga akan usaha-usaha yang

dikerjakannya, bebas dalam berpikir, cakap, berdaya guna dan berhasil guna dalam setiap kegitannya dan percaya akan kemampuan diri sendiri.

Penyuluhan pertanian adalah suatu sistem pendidikan diluar sekolah (informal) yang diberikan kepada petani dan keluarganya dengan maksud agar mampu, sanggup dan berswadaya memperbaiki atau meningkatkan kesejahteraan keluarganya sendiri atau bila mungkinkan mampu meningkatkan kesejahtraan masyarakat disekelilingnya (Soekartawi, 1988).

Petani dengan adanya penyuluhan-penyuluhan mereka dapat menolong diri mereka masing-masing dan sanggup secara bersama-sama memecahkan persoalan yang mereka hadapi. Timbulnya hal tersebut sesungguhnya kerena adanya keinginan dan kebutuhan, sehingga penyuluhan pertama-tama harus befungsi memberikan jalan kepada para petani untuk mendapatkan kebutuhannya itu. Dengan demikian meransang kesadaran petani agar dengan kemauan sendiri dapat memenuhi kebutuhannya (Anonim, 2011).

Fungsi penyuluh lainnya adalah sebagai penyampai, pengusaha dan penyesuai program nasional dan regional agar dapat dikuti dan dilaksanakan oleh para petani (Anonim, 2011).

Fungsi penyuluh terakhir yakni fungsi pemberian pendidikan dan bimbingan yang kontinyu, yang artinya penyuluhan tidak akan terhenti karena yang dikehendaki adalah keadaan pertanian yang berkembang lebih baik dan lebih maju sesuai dengan perkembangan zaman (Kartasapoetra, 1994).

10 2.2 Peranan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)

Peranan adalah pola tingkah laku atau rangkaian tindakan yang diharapkan dari seseorang atau sekelompok orang terhadap posisi sosialnya pada situasi tertentu oleh suatu masyarakat tertentu (Nurmin, 1992).

Peranan penyulahan pertanin didalam melaksanakan pembaharuan di tanah air kita, begitu besar untuk menjembatani kepentingan para peneliti di bidang pertanian dengan para petani yang memerlukan pembaharuan tersebut.

Selain itu perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang pertanian, perkembangan situasi dan kondisi lingkungan masyarakat di pedesaan, menuntut para penyuluh pertanian untuk mempraktekkan sistem penyuluhan yang baru pula

yang lebih efektif dan dapat memperpendek proses pembaharuan.

Diantaranya dalam proses produksi terdapat tanda-tanda yang nyata telah memanfaatkan cara ilmiah serta dapat memanfaatkan teknologi pertanian dengan pengetahuan baru dan teknologi metakhir agar tercapai peningkatan hasil pertanian (Nurmin, 1992).

Menurut Mardikanto (1996), penyuluhan merupakan suatu sistem

pendidikan di luar sekolah yang tidak sekedar memberikan penerangan atau menjelaskan, tetapi biasanya untuk mengubah perilaku sasarannya agar

memiliki pengetahuan yang luas. Disamping itu juga memiliki sifat progressif untuk melakukan perubahan dan inovatif terhadap sesuatu (inovasi baru) serta terampil melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi peningkatan produktifitas, pendapatan atau keuntungan, maupun kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

11 Penyuluhan pertanian dilaksanakan untuk menambah kesanggupan para petani dalam usahanya memperoleh hasil-hasil yang dapat memenuhi keinginan mereka tadi. Jadi penyuluhan pertanian tujuannya adalah perubahan perilaku petani, sehingga mereka dapat memperbaiki cara bercocok tanamnya, lebih beruntung usahataninya dan lebih layak hidupnya, atau yang sering dikatakan keluarga tani maju dan sejahtera. Untuk mengefektifkan penyuluh, Kementerian Pertanian melakukan kegiatan demfarm yaitu demonstrasi yang dilaksanakan oleh beberapa orang petani dalam kelompok tani pada luasan hamparan 1-5 hektar dalam waktu bersamaan. Agar penyuluh pertanian handal dalam mendampingi petani dalam meningkatkan produktifitas padinya, perlu dilakukan peningkatan kemampuannya seperti mengikuti pelatihan dan magang teknik budidaya padi dengan teknologi terbaru spesifik lokasi (Anonim 2013).

Menurut Mosher (1986), dalam perkembangannya peranan penyuluh tidak terbatas menyampaikan inovasi dan mempengaruhi pengambilan keputusan akan tetapi mampu menjadi jembatan penghubung antara pemerintah atau lembaga penyuluhan yang diwakilinya dengan para petani. Berkaitan dengan peran

penyuluh, setiap penyuluh harus mampu melaksanakan peran sebagai berikut:

1. Guru, yang berperan untuk mengubah perilaku (sikap, pengetahuan dan keterampilan masyarakat sasarannya).

2. Penganalisa, yang selalu melakukan pengamatan terhadap keadaan (sumber daya alam, perilaku masyarakat, kemampuan dana dan lembaga yang ada) dan masalah-masalah serta kebutuhan-kebutuhan masyarakat sasaran dan melakukan analisa tentang alternatif pemecahan masalah.

12 3. Penasehat, untuk memilih alternatif perubahan yang paling tepat secara teknis

dapat dilaksanakan secara ekonomi menguntungkan dan dapat diterima oleh nilai-nilai sosial budaya.

4. Organisator, yang harus mampu menjalin hubungan baik dengan segenap lapisan masyarakat, mampu menumbuhkan kesadaran dan menggerakkan partisipasi masyarakat.

5. Motivator, harus membangkitkan motivasi masyarakat. Perubahan, menimbulkan dorongan untuk menerima (setidak-tidaknya menaruh minat) inovasi baru.

6. Inisiator, membuat rancangan penggunaan inovasi dalam sistem sosial, dengan mengadakan penyesuaian dengan kondisi yang ada (Hanafi, 1981).

Penyuluh pertanian dituntut menyampaikan pesan yang bersifat inovatif yang mampu mengubah dan mendorong perubahan perilaku petani sehingga terwujud perbaikan mutu hidup. Pesan yang disampaikan kepada petani dalam berbagai bentuk yang meliputi informasi teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum dan kelestarian lingkungan. Materi penyuluhan dibuat tidak hanya sekedar peningkatan produksi namun menyesuaikan dengan isu global yang lain, seperti upaya menyiapkan petani dalam mengatasi persoalan iklim global. Petani perlu dikenalkan dengan sarana produksi yang memiliki adaptasi tinggi terhadap goncangan iklim karena akan berpengaruh kepada rawan pangan dan pengurangan produktifitas padi. Peranan penyuluh kepada sasaran harus menunjukkan tingkat kualitasnya dan tetap sebagai pembatu, pendorong

para juru tani dengan memberikan input baru yang menunjang proses produksi (Anonim 2013).

13 Penyuluhan adalah orang yang mengembangkan tugas memberikan dorongan kepada petani agar mau mengubah cara berfikir, cara kerja, dan cara hidup yang lebih sesuai dengan perkembangan jaman, perkembangan teknologi pertanian yang lebih maju. Dengan demikian seorang penyuluh pertanian dalam melaksanakan tugasnya mempunyai tiga peranan:

a. Berperan sebagai pendidik, memberikan pengetahuan atau cara-cara baru dalam budidaya tanaman agar petani lebih terarah dalam usahataninya, meningkatkan hasil dan mengatasi kegagalan-kegagalan dalam usahataninya.

b. Berperan sebagai pemimpin, yang dapat membimbing dan memotivasi petani agar mau merubah cara berfikir, cara kerjanya agar timbul keterbukaan dan mau menerima cara-cara baru yang lebih berdaya guna dan berhasil, sehingga tingkat hidupnya lebih sejahtera.

c. Berperan sebagai penasehat, yang dapat melayani, memberikan petunjuk-petunjuk dan membantu para petani baik dalam bentuk peragaan atau contoh-contoh kerja dalam usahatani dan memecahkan segala masalah yang dihadapi (Kartasapoetra, 1994).

Seorang penyuluh membantu para petani di dalam usaha mereka meningkatkan produksi dan mutu produksinya guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Oleh karena itu penyuluh memiliki pesan antara lain sebagai pembimbing, organisator dan dinamisator, pelatih teknisi, dan jembatan petani dengan lembaga penelitian di bidang pertanian sebagai berikut:

14 a. Penyuluh sebagai Pembimbing Petani

Seorang penyuluh adalah pembimbing dan guru bagi petani dalam pendidikan non formal, penyuluh memiliki gagasan yang tinggi untuk mengatasi hambatan dalam pembangunan pertanian yang berasal dari petani maupun keluarganya. Seorang penyuluh harus mengenal baik sistem usahatani, bersimpati terhadap kehidupan petani serta pengambilan keputusan yang dilakukan petani baik secara teori maupun praktek. Penyuluh harus mampu memberikan praktek demonstrasi tentang suatu cara atau metode budidaya suatu tanaman, membantu petani menempatkan atau menggunakan sarana produksi pertanian dan peralatan yang sesuai. Penyuluh harus mampu memberikan bimbingan kepada petani tentang sumber dana kredit yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha tani mereka dan mengikuti perkembangan terhadap kebutuhan-kebutuhan petani yang berasal dari instansi-instansi terkait.

b. Penyuluh sebagai Organisator dan Dinamisator

Para penyuluh dalam penyelenggaraan kegiatan penyuluhan lapangan

tidak mungkin mampu melakukan kunjungan ke masing-masing petani sehingga petani harus diajak untuk membentuk suatu kelompok-kelompok tani dan mengembangkan menjadi suatu lembaga ekonomi dan sosial yang memiliki peran dalam mengembangkan masyarakat sekitarnya. Dalam

membentuk dan mengembangkan kelompok tani, penyuluh sebagai dinamisator dan organisator.

15 c. Penyuluh sebagai Teknisi

Seseorang penyuluh harus memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis yang baik karena suatu saat akan diminta petani memberikan saran maupun demonstrasi kegiatan usahatani yang bersifat teknis. Tanpa adanya pengetahuan dan keterampilan teknis yang baik maka akan sulit untuk memberikan pelayanan jasa konsultan yang diminta petani.

d. Penyuluh sebagai Jembatan Penghubung antara Lembaga Penelitian dengan Petani.

Penyuluh bertugas menyampaikan hasil temuan lembaga penelitian kepada petani. Sebaliknya, petani berkewajiban melaporkan pelaksanaan penerapan hasil temuan lembaga penelitian yang dianjurkan tersebut sebagai penghubung, selanjutnya penyuluh menyampaikan hasil penerapan teknologi yang dilakukan oleh petani kepada lembaga penelitian, yang terkait sebagai bahan referensi lebih lanjut (Suhardiyono, 2000).

Menurut Van Den Ban dan Hawkins (2006), agen penyuluhan dapat membantu petani memahami besarnya pengaruh struktur sosial ekonomi dan teknologi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, dan menemukan cara mengubah struktur atau situasi yang menghalanginya untuk mencapai tujuan tersebut.

Menurut Rasyid (2001) belum optimalnya peranan penyuluhan pertanian dapat disebabkan oleh rendahnya tingkat partisipasi petani terhadap penyuluh pertanian sebagai akibat rendahnya mutu pelayanan penyuluhan pertanian. Selain itu lemah dan tidak sistematisnya sistem pendanaan sehingga menjadi salah satu penyebab rendahnya kinerja penyuluh pertanian dalam menjalankan tugas dan

16 fungsinya. Penyuluh pertanian ke depan adalah penyuluh pertanian yang dapat menciptakan dirinya sebagai mitra dan fasilitator petani dengan melakukan peranan yang sesuai antara lain sebagai penyedia jasa pendidikan (educator), motivator, konsultan (pembimbing), dan pendamping petani.

Kemampuan penyuluh dipengaruhi berbagai faktor, baik secara internal maupun eksternal. Faktor internal tersebut meliputi tingkat pendidikan, motivasi, kepribadian dan harga diri serta keadaan sosial budaya penyuluh. Adapun faktor eksternal tersebut meliputi manajemen organisasi penyuluhan, insentif atau fasilitas yang diperoleh penyuluh dalam menjalankan tugasnya serta tingkat partisipasi sasaran yang berada di bawah koordinasinya. Faktor-faktor tersebut harus diperhatikan oleh pihak pimpinan organisasi sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengupayakan peningkatan kompetensi penyuluh (Departemen Pertanian, 2009).

Penyuluh pada akhirnya harus dapat menarik hati dan meyakinkan para petani bahwa adanya ia dimuka, di tengah-tengah mereka selain karna

mengemban tugas penyuluh, juga karena ingin berbakti kepada masyarakat petani di pedesaan, ingin berperan serta meningkatkan kesejahteraan hidup para petani

dan ingin berperan serta dalam pembangunan pertanian (Kartasapoetra, 1994).

2.3 Produksi

Produksi dapat didefenisikan sebagai hasil dari suatu aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa masukan (input). Demikian, kegiatan produksi tersebut adalah mengkombinasikan berbagai input untuk menghasilkan output (Agung, 1994).

17 Produksi merupakan suatu proses penggunaan unsur-unsur produksi dengan maksud untuk menciptakann faedah dalam memenuhi kebutuhan manusia.

Berdasarkan defenisi diatas dapat dikemukakan bahwa produksi akan sangat ditentukan oleh adanya kombinasi dari empat unsur produksi yaitu alam/tanah, modal, tenaga kerja dan pengelolaan. Alam dan tenaga kerja dipandang sebagai unsur ahli dalam proses produksi sedangkan modal dan pengelolaan merupakan suatu unsur dari pengorganisasian unsur-unsur alam, tenaga kerja dan modal serta pengelolaan itu sendiri (Djojohadikusumo, 1990).

Seorang pengusaha atau seorang petani dalam usaha pertaniannya, selalu berpikir bagaimana ia mengalokasikan input seefesien mungkin untuk dapat memperoleh hasil yang maksimal. Cara pemikiran yang demikian adalah wajar, mengingat petani melakukan konsep bagimana cara memaksimumkan keuntungan dengan mengeluarkan biaya yang minimum. Peningkatan keutungan dapat dicapai oleh petani dengan melakukan usahataninya secara efesien (Badrun, 1997).

2.4 Tahapan-Tahapan dalam Meningkatkan Produksi Padi

Padi (Oryza sativa L.) termasuk golongan tanaman semusim atau tanaman muda yaitu tanaman yang biasanya berumur pendek, kurang dari satu tahun dan hanya satu kali berproduksi dan setelah berproduksi akan mati atau dimatikan.

Tanaman padi berakar serabut, batang yang beruas-ruas dengan tinggi 1-1,5 m tergantung pada jenisnya. Ruas batang padi berongga dan bulat, diantara ruas batang padi terdapat buku, pada tiap- tiap buku terdapat sehelai daun. Bunga padi merupakan bunga telanjang dan berkelamin dua, bentuk bulir padi panjang dan ramping (Wikipedia Indonesia, 2008).

18 Menurut Suparyono dan Agung (1997), agar dapat meningkatkan produktivitas usahatani khususnya padi maka tahapan-tahapan dalam penanaman padi harus dilakukan dengan baik. Tahapan-tahapan tersebut yaitu:

1. Persiapan Benih

Benih termasuk faktor penentu keberhasilan pembudiyaan tanaman.

Penggunaan benih yang bermutu tinggi akan dapat mengurangi resiko kegagalan usahatani. Dalam memproduksi benih, perlu diperhatikan kualitas benih antara lain kemurnian, daya kecambah, kotoran, bebas dari hama dan penyakit, serta kadar air.

2. Persemaian

Persemaian harus terlebih dahulu dilakukan sebelum tanaman padi ditanam. Penyemaian dilakukan setelah benih mengalami proses perendaman dan pemeraman selama masing-masing 48 jam. Perendaman bertujuan untuk mendapatkan benih yang baik dan gabah yang menyerap air yang cukup untuk kepeluan perkecambahan. Pemeraman bertujuan agar benih dapat berkecambah.

Benih yang sudah berkecambah kemudian disebar di atas lahan persemaian yang sebelumnya telah dipupuk dengan pupuk kandang dan disemprot dengan insektisida sebanyak 2 kali.

3. Pengolahan Tanah dan Pemupukan Dasar

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul.

Pengolahan tanah dapat mematikan gulma yang kemudian akan membusuk menjadi humus dan aerasi tanah menjadi lebih baik. Dalam pengolahan tanah, dilakukan pemupukan dasar berupa pupuk Urea sebanyak 1/3 dosis/ha, sedangkan pupuk TSP dan KCl diberikan seluruh dosis.

19 Jadi bila dalam 1 hektar sawah akan dipupuk dengan dosis 300 kg Urea,

100 kg TSP dan 100kg KCl maka pupuk dasar yang diberikan 100 kg Urea, 100 kg TSP, dan 100 kg KCl.

4. Penanaman

Penanaman padi didahului dengan pencabutan bibit dipersemaian. Bibit yang siap ditanam adalah bibit yang sudah berumur 25-40 hari dan berdaun

5-7 helai. Menurut Sugeng (1989), penanaman bibit padi sawah dilakukan dengan bagian pangkal batang dibenamkan kira-kira 3 atau 4 cm ke dalam lumpur.

Penanaman padi yang baik menggunakan jarak tanam 20 cm x 20 cm atau 30 cm x 15 cm.

5. Pemeliharaan

Setelah penanaman, tanaman padi perlu diperhatikan secara cermat dan rutin. Pemeliharaan terhadap tanaman padi antara lain meliputi (Sugeng, 1989):

a. Pengairan

Air merupakan syarat mutlak bagi pertumbuhan tanaman padi sawah. Saat pengairan tanaman padi di sawah dalamnya air harus diperhatikan dan disesuaikan dengan umur tanaman.

b. Penyulaman dan penyiangan

Penyulaman bertujuan agar populasi tanaman per satuan luas tanam tidak berkurang dengan mengganti rumpun-rumpun yang mati dan dilakukan 5-7 hari setelah tanam. Penyiangan dilakukan agar tanaman utama bebas dari gulma.

Penyiangan biasanya dilakukan dua kali. Penyiangan pertama dilakukan setelah

padi berumur 3 minggu dan yang kedua dilakukan setelah padi berumur 6 minggu.

20 c. Pemupukan

Pemupukan bermaksud untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan menambah zat-zat dan unsur hara makanan yang dibutuhkan tanaman di dalam tanah. Pemupukan sebaiknya dilakukan dua kali. Pemupukan pertama pada umur

3-4 minggu setelah penyiangan. Pemupukan kedua dilakukan pada umur 6-8 minggu setelah penyiangan dengan dosis yang sama pada saat pemupukan pertama.

d. Pengendalian Hama dan Penyakit

Tanaman padi sering dirugikan karena adanya gangguan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman padi adalah wereng, penggerek batang, walang sangit, ulat grayak, kepik hijau, tikus sawah, dan burung. Penyakit yang sering menyerang tanaman padi adalah penyakit yang umumnya disebabkan oleh jamur, bakteri, virus, dan nematoda. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan menerapkan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara penggunaan varietas unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit, melakukan penanaman serempak,

melakukan pergiliran tanaman dan penyemprotan dengan pestisida yang efektif dan bijaksana.

6. Panen dan Pascapanen

Panen merupakan tahapan akhir penanaman padi. Waktu panen

berpengaruh terhadap jumlah produksi, mutu gabah dan mutu beras yang akan dihasilkan. Proses pemasakan butir padi ada empat stadia yaitu stadia masak

susu, stadia masak kuning, stadia masak penuh, stadia masak mati. Panen dapat dilakukan pada stadia masak kuning yaitu pada saat butir padi 95% telah

21 menguning atau sekitar 33-36 hari setelah berbunga dan bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau. Panen dapat dilakukan dengan menggunakan sabit. Caranya dengan memotong batang kira-kira 20 cm di atas permukaan tanah.

Setelah panen, selanjutnya gabah dirontokkan. Perontokan dapat dilakukan dengan cara manual maupun dengan menggunakan alat. Cara manual, gabah dipukul atau dihempaskan pada bambu atau kayu. Alat perontok yang dapat digunakan antara lain pedal dan power thresher. Pembersihan dilakukan setelah gabah dirontokkan. Pembersihan dimaksudkan untuk menghilangkan benda asing, butir hampa, dan kotoran lainnya. Cara yang biasa digunakan adalah menggunakan ayak atau menampih (Anonim, 2013).

Pengeringan dilakukan untuk menurunkan kadar air gabah yang pada waktu panen berkisar 23-27% menjadi 13-14% agar dalam penyimpanan gabah dapat tahan lama serta meringankan pengangkutan sebab berat gabah telah berkurang. Pengemasan barang dimaksudkan untuk mempertahankan mutu dan memudahkan penyimpanan serta pengangkutan.

2.5 Kerangka Pikir

Peningkatan produksi padi tidak pernah terlepas dengan kegiatan pendidikan penyuluhan pertanian yang mana sangat membantu masyarakat tani dalam memecahkan persoalan sendiri. Untuk dapat meningkatkan produksi padi ini tidak terlepas pula karena adanya peranan penyuluh pertanian lapangan yaitu membantu petani supaya mereka dapat menarik manfaat yang sebesar-besarnya dari kesempatan-kesempatan yang ada untuk meningkatkan daya produksi mereka sesuai dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Dengan adanya penyuluh

22 pertanian yang merupakan suatu pendidikan yang bersifat non formal atau pendidikan diluar sekolah dimana ditunjuk cara-cara orang mencapai sesuatu dengan memuaskan sambil orang itu tetap mengerjakannya sendiri atau belajar sambil berbuat (learning by doing).

Penyuluhan pertanian ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya

Penyuluhan pertanian ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya

Dokumen terkait