• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Pertumbuhan ekonomi

1. Pengertian pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator yang amat penting dalam melakukan analisis tentang pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada suatu negara. Pertumbuhan ekonomi menunjukan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyrakat pada suatu priode tertentu.

Kerena pada dasarnya aktivitas perekonomian adalah suatu proses pengunaan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan output, maka proses ini pada gilirinya akan menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki oleh masyrakat. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi maka di harapkan pendapatan masyrakat sebagai pemilik faktor produksi juga akan turut meningkat.

Pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting yang dialami dua abad sekarang ini. Disamping itu juga merupakan masalah dalam jangka panjang.

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu tujuan dari trilogy pembangunan yang harus dipenuhi sebagai landasan pembangunan yang diukur dengan berkembangnya produk barang dan jasa yang sangat diperlukan karena ada dua faktor yang sangat menentukan yakni bertambahnya jumlah produk dari tahun ke tahun dan meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat sebagai hasil pembangunan itu sendiri, sehingga masyarakat sangat membutuhkan banyak barang dan jasa baik itu barang privat maupun barang publik.

Selanjutnya dikatakan pula bahwa pertumbuhan ekonomi ada apabila terdapat lebih banyak output, tetapi juga perubahan-perubahan dalam kelembagaan dan pengetahuan teknik dalam menghasilkan output yang lebih banyak. Pertumbuhan dapat meliputi penggunaan lebih input dan lebih efisien yaitu adanya kenaikan output per satuan unit.

Pertumbuhan ekonomi merupakan perhatian sangat penting dalam kehidupan perekonomian. Simon Kuznets menunjukkan enam ciri pertumbuhan ekonomi modern yang muncul dalam analisa yang didasarkan pada produk nasional dan komponennya, penduduk, tenaga kerja, dan sebagainya. Dari keenam ciri itu dua diantaranya adalah kuantitatif yang berhubungan dengan pertumbuhan produk nasional dan pertumbuhan penduduk, yang dua berhubungan dengan peralihan-peralihan struktur dan dua lagi dengan penyebaran internasional.

Adapun keenam ciri pertumbuhan ekonomi tersebut adalah sebagai berikut:

a. Laju pertumbuhan penduduk dan produk perkapita

Pertumbuhan ekonomi sebagaimana terungkap dari pengalaman Negara maju sejak abad ke- 18 dan abad ke- 19, ditandai dengan kenaikan produk perkapita yang tinggi diikuti dengan laju pertumbuhan penduduk cepat.

b. Peningkatan produktifitas.

Pertumbuhan ekonomi terlihat dari semakin meningkatnya laju produk perkapita terutama adanya perbaikan kualitas input yang meningkatkan efisien dari produktifitas per unit input. kenaikan efisien berarti penggunaan output yang lebih besar untuk setiap unit input.

c. Laju perubahan struktur yang tinggi.

Perubahan struktur dalam pertumbuhan ekonomi yang mencakup peralihan dari kegiatan pertanian ke non pertanian, dari industri ke jasa perubahan dalam skala unit-unit produksi, dan perlihan dari perusahaan perseorangan menjadi perusahaan berbadan hukum serta perubahan status kerja buruh.

d. Urbanisasi

Pertumbuhn ekonomi ditandai dengan semakin banyaknya penduduk dinegara maju yang berpindah dari pedesaan ke perkotaan.

e. Ekspansi Negara maju.

Pertumbuhan Negara maju kebanyakan tidak sama pada beberapa bangsa.

Pertumbuhan ekonomi modern terjadi lebih awal dari pada bangsa lain. Hal

ini berarti sebagian besar disebabkan perbedaan latar belakang sejarah dan masa lalu.

f. Arus barang, modal dan antar bangsa.

Arus barang, modal, dan orang antar bangsa akan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Pada umumnya para ahli ekonomi memberikan pengertian yang sama terhadap istilah yang sama tersebut. Mereka mengertikan pertumbuhan sebagai kenaikan dalam produk bruto dan pada penggunaan yang lebih umum.

Menurut Sukirno (1981:179) menyatakan bahwa perumbuhan ekonomi berarti perkembangan fisikal produksi barang dan jasa yang berlaku di sutu negara, seperti pertambahan dan jumlah produksi barang industri, perkembangan infrakstrktur , pertambahan jumlah sekolah, pertambhan produksi sektor jasa dan pertambhan produksi barang modal.”

Ada berapa teori mengenai pertumbuhan ekonomi seperti di uraikan sebagai berikut:

a. Teori rostow dan teori herrord-domar

Teori restow menjelaskan bahwa ada tahap-tahap yang dilewati suatu negara dalam pertumbuhan ekonomi adlah dengan memperkuat tanubgan nasional. Teori ini diperjelas lagi dengan teori Harord-Domar yang menyebutkan bahwa semakin banyak porsi PDB yanh di tabung akan menambah capital stock yang tinggi akan meningkatkan perumbuhan ekonomi. Namun berapa studi empiris menunjukan hasil yang berbeda antara negara-negara di Eropa Timur dan di Afrika.

Hal ini menunjukan adanya faktor lain yang mempengaruhi perumbuhan ekonomi, seperti kulitas SDM dan infrastruktur pendukung.

a. Teori transformasi struktural

Teori ini berfokus pada mekanisme yang membut negara-negara miskin dan brkembang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara mentransformasi stuktur perekonoiannya dari yang semulah sektor pertanian yang bersifat tradisional menjadi dominan ke sektor industri manufaktur yang lebih moderen an sektor jasa- jasa. Teori ini dipelopori oleh W.Arthur Lewis menurut Lewis, dalam perekonomian yang terbelakang ada 2 sektor yaitu sektor pertanian dan sektor industri manufaktur.

Sektor pertanian adalah sektor tradisoanal dengan marjinal produktifitas tenaga kerjanya nol. Dengan kata lain apabila tenaga kerjanya di kurangi tidak akan mengurangi output dari sektor pertanian. Sektor industri moderen adalah sektor moderen dan output dari sektor ini akan bertambah bila tenaga kerja dari sektor [ertanian berpinah ke sektor moderen ini. Dalam hal ini terjadi pengalihan tenaga kerja, peningkatan output dan perluasan kesempatan kerja. Masuknya tenaga kerja ke sektor moderen akan meningkatkan produktivitas dan meningkatkan output.

b. Teori solow

Teori ini menjelaskan bagaimana tingkat tabungan dan investasi, peumbuhan populasi dan kemajuan teknoligi mempengaruhi tingkat output perekonomian dan pertumbuhanya sepanjang waktu dalam teori ini perkembangan teknologi diasumsikan sebagai variabel yang oksigen.

c. Teori pertumbuhan endogen

Teori selanjutnya adalah teori pengembangan model solow. Diantarnya teori pertumbuhan endogen yang berusha menjelaskan bawa sumber-sumber pertumbuhan adalah peningkatan akumulasi modal dalam arti yang luas. Model dalam hal ini tidak hanya dalam sifat fisik, tetapi juga yang bersifat non-fisik berupa ilmu pngetahuan dan teknoligi. Perkembangan teknologi ini akan mngembangkan inovasi, sehingga meningkatkan produktivitas dan berjuang pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Dokumen terkait