H. Pola Dasar Pemikiran Expectancy Theory
2.1.4 Pengertian Prestasi Kerja
Kelangsungan hidup suatu perusahaan sangat tergantung pada prestasi kerja karyawannya di dalam melaksanakan pekerjaannya, karena karyawan merupakan unsur perusahaan terpenting yang harus mendapat perhatian.
Pencapaian tujuan perusahaan menjadi kurang efektif apabila banyak karyawannya yang tidak berprestasi dan hal ini akan menimbulkan pemborosan atau bahkan kerugian bagi perusahaan. Oleh karena itu prestasi kerja karyawan harus benar-benar diperhatikan demi kemajuan dan kelangsungan perusahaan.
35
Berikut ini beberapa pengertian prestasi kerja, yaitu :
Menurut A. Anwar Prabu Mangkunegara (2011:129) bahwa kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Sedangkan menurut Bernardin dan Russel yang dikutip oleh Edy Sutrisno (2010:150) bahwa prestasi kerja adalah Suatu hasil upaya seseorang yang ditentukan oleh kemampuan karakteristik pribadinya serta persepsi terhadap perannya dalam pekerjaan itu”
Menurut Jiwo Wungu dan Hartanto Brotoharsojo (2003:9) :
“Prestasi kerja adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk gabungan pengertian dari 3 hal, yaitu perilaku kerja, potensi sebagai faktor internal pegawai yang memungkinkan tampilnya perilaku kerja serta hasil kerjanya itu sendiri.”
Prestasi kerja merupakan gabungan dari tiga faktor penting, yaitu kemampuan dan minat seorang pekerja, kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi tugas, serta peran dan tingkat motivasi seorang pekerja.
Semakin tinggi ketiga faktor di atas, semakin besarlah prestasi kerja karyawan bersangkutan.
Berdasarkan defenisi di atas, maka dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan prestasi kerja adalah hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya yang merupakan kontribusi yang diharapkan bagi pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi.
36
2.1.4.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Kerja
Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2011:67) faktor yang mempengaruhi prestasi kerja adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivation). Hal ini sesuai dengan pendapat Keith Davis dalam Mangkunegara (2011:67-68) yang merumuskan bahwa :
Human Performance = Ability + Motivation Motivation = Attitude + Situation Ability = Knowledge + Skill
Mangkunegara (2011:67-68) faktor yang mempengaruhi prestasi kerja adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor (motivasi) yang mengemukakan bahwa motivasi terbentuk dari sikap seseorang pegawai dalam menghadapi situasi kerja. Sikap mental yang mendorong diri pegawai untuk berusaha mencapai prestasi kerja secara maksimal yang siap secara psikofik (siap secara mental, fisik, tujuan, dan situasi).
Setelah apa yang dirumuskan diatas, bisa dapat diperjelas bahwa:
a. Faktor Kemampuan ( ability)
Secara psikologis, kemampuan (ability) terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowledge + skill). Pimpinan dan pegawai harus memiliki pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka akan lebih mudah mencapai prestasi kerja yang diharapkan. Oleh karena itu karyawan perlu ditempatkan pada
37
pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya (the right man in the right place and the right man on the right job).
b. Faktor Motivasi (motivation)
Motivasi diartikan sebagai suatu sikap yang dimiliki pemimpin dan pegawai terhadap situasi kerja dilingkungan organisasinya. Mereka akan menunjukan nilai positif atau negatif terhadap situasi kerjanya, dan semua itu bisa memperlihatkan bagaimana tinggi rendahnya motivasi yang dimiliki pimpinan dan pegawai.
2.1.4.2 Manfaat / Kegunaan Prestasi Kerja
Dalam setiap perusahaan pasti adanya tujuan untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan yang mana nantinya akan tercapai tujuan perusahaan dengan baik.
Adapun tujuan dari prestasi kerja menurut Veithzal Rivai (2005:312), adalah sebagai berikut:
1. Sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang digunakan untuk promosi, demosi, pemberhentian dan penetapan besarnya balas jasa,
2. Untuk mengukur prestasi kerja yaitu sejauh mana karyawan bisa sukses dalam pekerjaanya,
3. Sebagai dasar untuk mengevaluasi efektifitas seluruh kegiatan di dalam perusahaan,
4. Sebagai dasar untuk mengevaluasi program latihan keefektifan jadwal kerja, kondisi kerja,
5. Untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan,
38
6. Sebagai alat untuk memperbaiki dan mengembangkan kecakapan karyawan.
Prestasi karyawan digunakan untuk mengidentifikasikan mereka yang akan di promosikan, bagi para karyawan dengan adanya penilaian prestasi kerja dapat menimbulkan perasaan puas dalam diri mereka atau karyawan. Karyawan itu sendiri merasa bahwa dengan cara ini hasil kerja mereka di nilai oleh perusahaan dengan sewajarnya dan sekaligus kelemahan-kelemahan yang ada pada individu karyawan dapat di ketahui.
2.1.4.3 Indikator Prestasi Kerja
Adapun menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2011 : 67), faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja adalah :
1. Faktor Kemampuan
Kemampuan karyawan dengan ditunjang pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai prestasi kerja yang diharapkan. Oleh karena itu, karyawan perlu ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keahliannya
2. Faktor Motivasi
Motivasi terbentuk dari sikap seorang karyawan dalam menghadapi situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah untuk mencapai tujuan perusahaan. Motivasi yang dimiliki oleh seorang karyawan harus timbul dari dalam diri sendiri selain dari lingkungan kerjanya.
39
Indikator prestasi kerja menurut Edy Sutrisno (2010:152), beberapa indikator prestasi kerja adalah sebagai berikut :
1. Hasil kerja
Tingkat kuantitas maupun kualitas yang telah dihasilkan dan sejauh mana pengawasan dilakukan.
2. Pengetahuan pekerjaan
Tingkat pengetahuan yang terkait dengan tugas pekerjaan yang akan berpengaruh langsung terhadap kuantitas dan kualitas dari hasil kerja
3. Inisiatif
Tingkat inisiatif selama melaksanakan tugas pekerjaan khususnya dalam penanganan masalah-masalah yang timbul.
4. Kerjasama
Tingkat parsitipasi dan kerja sama dengan sesama pegawai secara vertikal maupun horizontal, didalam maupun diluar untuk hasil kerja yang baik
5. Sikap
Tingkat semangat kerja serta sikap positif dalam melaksanakan tugas pekerjaan.
6. Disiplin waktu dan absensi
Tingkat ketepatan waktu dan tingkat kehadiran
2.1.4.4 Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang digunakan penulis adalah sebagai dasar dalam penyusunan penelitian. Tujuannya adalah untuk mengetahui hasil yang telah
40
dilakukan oleh peneliti terdahulu, sekaligus sebagai perbandingan dan gambaran yang dapat mendukung kegiatan penelitian berikutnya sejenis. Kajian yang digunakan yaitu mengenai promosi dan motivasi yang berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan. Berikut ini adalah tabel perbandingan penelitian terdahulu yang mendukung penelitian penulis yaitu:
Tabel 2.1
Perbandingan Penelitian Terdahulu Dengan Penelitian Penulis No Judul Penelitian, Peneliti, dan Tahun
Penelitian
Persamaan Perbedaan
1 Pengaruh Promosi Jabatan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Bank Negara Indonesia (PERSERO) Tbk 2 Pengaruh Motivasi Terhadap Prestasi
Kerja Karyawan PT Sanlit Inti Plastik Cimahi 3 Pengaruh Motivasi Kerja Dan Promosi
Jabatan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Bandung
41
Tabel 2.1 (Lanjutan) 4 Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja
Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru
5 Pengaruh Motivasi, Kompensasi, Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Hotel The Niche Bali
Ni Made Tina Febriani Ayu Desi Indrawati (2012)
Perbandingan penelitian yang sebelumnya dengan penulis adalah
1. Lokasi penelitian yang di lakukan oleh penulis di Savoy Homann Bidakara Hotel di Bandung.
2. Variabel penelitian yang di teliti adalah 3 variabel yaitu promosi jabatan, motivasi kerja, dan prestasi kerja.