• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

1. Pengertian Profesionalisme Guru

Profesinalisme berasal dari kata profession artinya ahli atau terampil

dalam bidangnya. Kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti

pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai

keahlian seperti guru, doktor, hakim dan sebagainya. Dengan kata lain

pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat

dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan utnuk itu dan bukan

pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak mendapat

pekerjaan lain.20

Profesionalisme merupakan sikap dari seorang sikap profesional, dan

profesional berarti melakukan sesuatu sebagai pekerjaan pokok yang di

sebut profesi. Artinya pekerjaan tersebut bukan pengisi waktu luang atau

sebagai hobi belaka. Jika profesi diartikan sebagai pekerjaan dan isme

sebagai pandangan hidup, maka profesional dapat diartikan sebagai

pandangan untuk berfikir, berpendirian, bersikap dan bekerja

sungguh-sungguh, kerja keras, bekerja sepenuh waktu, disiplin, jujur, loyalitas tinggi

dan penuh dedikasi demi kebehasilan pekerjaannya.21

20Moh Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), 14.

21Deden Danil, “Upaya Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Prestasi Siswa di Sekolah,” Pendidikan Universitas Garut, 1 (Universitas Garut, 2009), 31.

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,

mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengevaluasi peserta

didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, dasar, dan

menengah.22 Guru profesional merupakan guru yang mengenal tentang

dirinya, yaitu dirinya adalah pribadi yang di panggil untuk mendampingi

peserta didik untuk/dalam belajar. Guru dituntut mencari tahu terus menerus

bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Maka, apabila ada

kegagalan peserta didik, guru terpanggil untuk menemukan penyebabnya

dan mencari jalan keluar bersama peserta didik bukan mendiamkannya atau

malahan menyalah-nyalakan.23

Sedangkan menurut Undang-Undang Guru dan Dosen secara tegas

mendefinisikan guru sebagai pendidik profesional yang mempunyai tugas

utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,

dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini di jalur

pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.24

Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menurut keahlian

tertentu. Sedangkan profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang

dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang

memerlukan keahlian atau kecakapan yang memenuhi mutu atau norma

tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.25 Guru sebagai profesi berarti

guru sebagai pekerjaan yang masyarakat kompetensi (keahlian dan

22Mulyana A Z, Rahasia Menjadi Guru Hebat (Jakarta: PT Grasindo, 2010), 103.

23Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2009), 48.

24

Undang-Undang Republik Indonesia No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bab 1 pasal 1, (Bandung: Citra Umbara, 2006), 8.

25Rusman, Seri Manajemen Sekolah Bermutu Model-Model Pembelajaran pengembangkan Profesionalisme Guru, Edisi Kedua (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014), 16-19.

wewenang) dalam pendidikan dan pelajaran agar dapat melaksanakan

pekerjaan tersebut secara efektif serta berhasil.26

Menurut Volmer dan Mills dalam Martinis Yamin. Profesi sebagai

spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan

training, bertujuan menciptakan keterampilan, pekerjaan yang bernilai

tinggi, sehingga keterampilan dan pekerjaan itu diminati, disenangi oleh

orang lain, dan di dapat melakukan pekerjaan itu dengan mendapat imbalan

beruapa bayaran, upah, dan gaji (payment).27

Guru yang profesional adalah guru yang memiliki seperangkat

kompetensi (pengetahuan, keterampilan, dan perilaku) yang harus dimiliki,

dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas

keprofesionalannya. Kompetensi yang harus dimiliki berdasarkan

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tantang Guru dan Dosen pada Bab IV Pasal

10 ayat 91), yang menyatakan bahwa kompetensi guru melitputi kompetensi

pedagogik, kompetensi keperibadian, kompetensi sosial, dan kompetensi

profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.28

Profesional adalah seseorang yang memiliki seperangkat pengetahuan

atau keahlian yang khas dari profesinya. Ahli sosial menggunakan kata

profesi untuk menunjuk pada pekerjaan yang memerlukan keahlian yang

tinggi, setidaknya pengetahuan dan keahlian dicapai melalui kursus.29Guru

profesional adalah guru yang menjadikan profesinya tidak hanya sebagai

26Sudarman Danim, Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan (Bandung: Pustaka Setia, 2002), 22.

27Martinis Yamin, Sertifikasi Profesi Keguruan di Indonesia (Cet. III; Jakarta: Gaung Persada Press, 2009), 20.

28Udin Syafudin Saud, Pengembangan Profesi Guru (Cet. I; Bandung: Alvabeta, 2009), 49.

29Muktar dan A Priambodo, Mengukir Prestasi Panduan Menjadi Guru Profesional (Jakarta: CV Misaka Galiza, 2011), 33.

panopang kehidupannya di dunia, tapi juga sebagai tabungan untuk

kehidupan di akhirat.30

Guru profesional adalah guru yang melaksanakan tugas keguruan

dengan kemampuan tinggi (profesiensi) sebagai sumber kehidupan. Dalam

menjalankan kewenangan profesionalnya, guru dituntut memiliki

keanekaragaman kecakapan (competencies) psikologis yang meliputi: (1)

kompetensi kognitif (kecakapan ranah cipta); kompetensi afektif

(kecakapanranah rasa); kecakapan psikomotor (kecakapan ranahkarsa).31

Sementara itu menurut Soedijarto dalam Kunandar kemampuan profesional

guru meliputi:

a. Merancang dan merencanakan program pembelajaran

b. Mengembangkan program pembelajaran

c. Mengelola pelaksanaan program pembelajaran

d. Menilai proses dan hasil pembelajaran

e. Mendiagnosis faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses

pembelajaran.32

Sementara menurut Hamalik, guru profesional meniscayakan

beberapa hal berikut ini:

Pertama, guru sebagai model. Siswa membutuhkan guru sebagai

model yang dapat di contoh dan dijadikan teladan. Kerena itu, guru harus

memiliki kelebihan, baik pengetahuan, keterampilan dan kepribadian.

Kelebihan itu tampak dalam disiplin pribadi yang tinggi dalam

30Nini Subini, Awas Jangan Jadi Guru Karbitan!Kesalahan-Kesalahan Guru Dalam pendidikan dan Pembelajaran (Jogjakarta: Javalitera, 2012), 57.

31Yusutria, “Profesionalisme Guru dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia,” Curricula, 1 (STKIP PGRI Sumatra Barat, 2017), 41-42.

bidang intelektual, emosional, kebiasaan-kebiasaan yang sehat, sikap yang

demokratis, terbuka, dan sebagainya.

Kedua, Guru sebagai perencana. Guru berkewajiban mengembangkan

tujuan-tujuan pendidikan menjadi renacan-rencana yang oprasional.

Tujuan-tujuan umum perlu diterjemahkan menjadi Tujuan-tujuan-Tujuan-tujuan spesifik dan

oprasional. Dalam perencanaan itu, murid perlu dilibatkan, sehingga relevan

dengan perkembangan, kebutuhan, dan tingkat pengalaman mereka.

Ketiga, guru harus mampu menjadi “dokter” yang mampu

mendiagnosis kemajuan belajar murid. Peranan tersebut erat kaitannya

dengan tugas mengevaluasi kemajuan belajar siswa. Penilaian mempunyai

arti yang penting, baik bagi siswa, orang tua, dan bagi guru sendiri.

Keempat, guru sebagai pemimpin. Guru harus mampu berdiri sebagai

pemimpin dalam kelasnya sekaligus sebagai anggota kelompok-kelompok

dari siswa.

Kelima, guru sebagai petunjuk jalan kepada sumber-sumber

pengetahuan. Guru berkewajiban menyediakan berbagai sumber yang

memungkinkan siswa memperoleh pengalaman yang kaya. Sumber

pengetahuan itu perlu ditunjukan, kendatipun pada hakekatnya anak sendiri

yang berusaha menemukannya.33 Oleh karena itu, guru yang profesional

merupakan guru yang kompeten dan mampu menjalankan profesinya

sebagai pendidik, guru yang profesinal harus terampil dalam tugasnya

karena guru menjadi panotan bagi siswa di dalam kelas.

33Jamal Ma’mur Asmani, Tips Menjadi Guru Inspiratif Kreatif dan Inovatif (Cet. VI; Jogjakarta: Diva Press, 2010), 176-178.

Dokumen terkait