B. Landasan Teori 1. Pengertian Leverage
5. Pengertian Profitabilitas (ROA)
Profitabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam menghasilkan laba. Sebutan lain untuk profitabilitas adalah rasio rentabilitas. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh suatu bank atau perusahaan (Kasmir, 2010, p. 111).
Munawir (2010:77) dalam (Ratnasari & Budiyanto, 2016) mengemukakan bahwa profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan (profit) yang berhubungan dengan total aktiva (total assets), penjualan, dan modal sendiri. Dengan demikian analisis profitabilitas merupakan suatu hal yang sangat penting bagi investor jangka panjang karena dengan adanya analisis profitabilitas, pemegang saham akan dapat melihat seberapa besar keuntungan yang akan dieroleh perusahaan dalam bentuk dividen.
Menurut Sunarto dan Budi (2009:107) dalam (Setyoningsih, 2014), profit atau laba suatu perusahaan sangatlah dibutuhkan untuk berbagai kepentingan salah satunya adalah demi berlangsungnya kelangsungan hidup perusahaan dalam kegiatan operasionalnya dan profit juga dapat menentukan suatu perusahaan dalam ketidakmampuan perusahaan dalam mendapatkan laba yang akan menyebabkan kebangkrutan bagi perusahaan. Profit juga merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan (Setyoningsih, 2014). Semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu perusahaan secara terus menerus, maka perusahaan tersebut akan memperoleh profit, hal tersebut juga akan memberikan dampak pada kinerja keuangan perusahaan perbankan tersebut dan juga kelangsungan hidup perusahaan atau perbankan tersebut juga akan terjamin (Setiawati, 2017).
Profitabilitas dalam penelitian ini diproksikan dengan Return On Assets (ROA). Retruns On Assets (ROA) adalah rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam suatu perusahaan. Return On Assets sering juga disebut dengan Return On Investment karena dalam hal ini ROA melihat sejauh mana investasi yang telah ditanamkan sebuah perusahaan atau bank mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan oleh para investor dan ihal yang diharapkan dari kegiatan nvestasi tersebut sebenarnya sama dengan menjadikan investasi sebagai aset perusahaan yang ditanamkan atau ditempatan di perusahaan tersebut. Return On Assets dapat dirumuskan sebagai berikut (Kasmir, 2010, p. 111):
Return On Assets Laba Bersih (Net Income) Total Aset
a. Tujuan Profitabilitas
Profitabilitas menunjukkan kemampuannya dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aset untuk menghasilkan keutungan bagi investor. Terdapat beberapa tujuan penggunaan rasio profitabilitas bagi perusahaan diantaranya adalah (Kasmir, 2010, p. 111):
1. Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode tertentu.
2. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun yang sedang berlangsung.
3. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu.
4. Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. 5. Untuk mengukur profuktivitas seluruh dana yang dimiliki oleh perusahaan
yang digunakan baik dengan modal pinjaman ataupun modal sendiri. b. Manfaat Profitabilitas
Terdapat beberapa manfaat jika perusahaan menggunakan rasio profitabilitas, diantaranya adalah (Ratnasari & Budiyanto, 2016):
1. Dengan menggunakan rasio profitabilitas ini, perusahaan dapat menganalisis kemampuan menghasilkan laba dapat ditujukan untuk mendekteksi timbulnya laba atau rugi yang dihasilkan oleh suatu objek informasi akuntansi tertentu. 2. Profitabilitas dapat dijadikan suatu patokan untuk menilai kriteria suatu
perusahaan termasuk dalam kategori sukses atau tidak.
3. Profitabilitas dapat dijadikan suatu alat untuk proyeksi laba perusahaan karena menggambarkan korelasi antara laba dengan jumlah modal yang ditanamkan oleh investor.
4. Profitabilitas merupakan suatu alat pengendalian bagi manajemen untuk menyusun target, budget, koordinasi, evaluasi hasil pelaksanaan operasi perusahaan dan dasar pengambilan keputusan.
6. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban atas dugaan sementara yang masih diuji atas kebenarannya. Berdasarkan dengan beberapa literatur riview atau penelitian terdahulu yang telah dijadikan sebagai landasan teori dalam penelitian, maka telah didapatkan hipotesis sebagai berikut:
a. Pengaruh Leverage terhadap Profitabilitas
Diambil dari berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan tentang adanya pengaruh leverage terhadap profitabilitas diantaranya yaitu: leverage keuangan pada perusahaan di Kanada dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti aset yang dijadikan jaminan oleh perusahaan, profitabilitas, tarif pajak yang berlaku efektif, ukuran perusahaan, jumlah anak perusahaan, dan peluang pertumbuhan suatu perusahaan. Penelitian dari Gill dan Mathur (2011) tersebut menggunakan populasi dari 166 perusahaan di Kanada yang terdaftar di Bursa Efek Toronto. Penelitian lain yang dilakukan oleh Kartikasari dan Merianti (2016) juga menyebutkan hasil yang sama bahwa leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Terdapat penelitian dari Vintila dan Florinita (2012) yang menggunakan ROE sebagai variabel dependennya dan terdapat variabel leverage sebagai variabel indepennya. Hasilnya menyebutkan bahwa leverage juga dapat memberikan pengaruh yang signifikan positif terhadap profitabilitas atas ekuitas (ROE).
H1 : Leverage berpengaruh signifikan dan positif terhadap profitabilitas suatu perusahaan.
b. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas
Profitabilitas dalam hal ini dapat diukur dengan menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan untuk total aset atau total aktiva dan total penjualan diproksikan sebagai ukuran perusahaan. Variabel yang terdapat dalam penelitian Babalola (2013) menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap profitabilitas. Penelitian yang dilakukan Serrasqueiro dan Nunes (2008) memberikan hasil bahwa terdapat hubungan antara ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan, baik perusahaan kecil dan perusahaan kelas menengah di Portugis dan ukuran perusahaan memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Sementara dalam penelitian Kartikasari dan Merianti (2016) yang menggunakan objek perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa ukuran perusahaan memiliki dampak negatif signifikan terhadap profitabilitas. Penelitian yang dilakukan oleh
Vintila dan Florinita (2012) searah dengan penelitian yang dilakukan oleh Kartikasari dan Merianti (2016). Hasil menunjukkan bahwa ukuran perusahaan memberikan pengaruh yang negatif signifikan terhadap ROE.
H2 : Ukuran perusahaan berpengaruh positif atau negatif terhadap c. Pengaruh Kecukupan Modal terhadap Profitabilitas
Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang menjelaskan pengaruh variabel kecukupan modal terhadap profitabilitas yang dapat digunakan sebagai rujukan untuk melakukan penelitian menggunakan variabel tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Okoye et al (2017) dan penelitian Olalekan dan Adeyinka (2013) menyatakan bahwa dalam penelitiannya yang menggunakan variabel kecukupan modal menujukkan hasil bahwa variabel kecukupan modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan bank di Nigeria. Pada penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Agbeja et al (2015) dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kecukupan modal menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan terhadap profitabilitas dengan anggapan bahwa lebih banyak modal yang dimiliki oleh bank, maka profitabilitas yang diperoleh akan lebih tinggi.
H3 : Kecukupan modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas.
c. Pengaruh Likuiditas terhadap Profitabilitas
Likuiditas merupakan suatu hal yang penting dalam kinerja perusahaan dan akan mempengaruhi profitabilitas. Dalam penelitian Zygmunt(2013), hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan IT yang terdaftar di Polandia. Sedangkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Tan(2017) dengan menggunakan variabel risiko kredit, risiko likuiditas, risiko modal risiko keamanan, dan risiko insolvensi memberikan hasil penelitian bahwa rasio likuiditas berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap profitabilitas. Dalam penelitian lain yang memiliki hasil yang sama yaitu penelitian dari Nanda(2018). Dalam penelitiannya tersebut
memberikan hasil bahwa likuiditas meningkatkan profitabilitas. Dengan begitu maka likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas.
H4 : Likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas.