BAB II DASAR TEORI
2.9 Pengertian Java Script
JavaScript adalah bahasa pemrograman yang khusus untuk halaman Web agar halaman Web menjadi lebih hidup. Kalau dilihat dari suku katanya, terdiri
dari dua suku kata, yaitu Java dan Script. Java adalah bahasa pemrograman beroreintasi objek, sedangkan Script adalah serangkaian instruksi program. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan pemrograman JavaScript, diantaranya JavaScript adalah “case sensitive”, yang artinya JavaScript membedakan huruf besar dan huruf kecil. Jika anda pernah belajar bahasa pemrograman seperti Turbo C atau C++, maka sama seperti bahasa pemrograman tersebut, dimana huruf T tidak sama dengan huruf t. Dalam bahasa pemrograman JavaScript juga, sebagai contoh fungsi perintah var tidak boleh ditulis Var dan juga tidak boleh ditulis VAR (huruf besar semua), yang benar adalah var (huruf kecil semua). Perintah lain adalah new Date tidak boleh ditulis new date (huruf kecil semua) dan banyak yang lainnya.[8]
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Umum
Pada skripsi ini dianalisis tentang kinerja Jaringan Local Area Network Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan model antrian M/M/1/N seri atau Multi Phase (Simple Tandem Queue) yang ditulis dalam bahasa pemrograman Java Script. Jaringan USU mempunyai berbagai macam jenis topologi jaringan. Topologi jaringan yang akan dimodelkan tidak semuanya, hanya pada topologi jaringan dari Pusat Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Departemen Teknik Elektro. Adapun parameter yang akan dibahas adalah rata – rata jumlah paket di dalam sistem (Ls), rata-rata jumlah pelanggan di tempat antri (Lq), Rata- rata waktu tunggu didalam sistem (W), Rata – rata waktu tunggu pada antrian (Wq). Parameter sistem antrian tersebut di program didalam bahasa Java Script.
3.2 Model Jaringan
Sebelum menganalisis model jaringan, diketahui terdapat banyak jenis topologi jaringan. Topologi jaringan yang digunakan untuk dianalisis, hanya memakai topologi jaringan dari Pusat Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Departemen Teknik Elektro. Model jaringan tersebut diprogram dalam bahasa Java Script dengan perhitungan teori. Topologi jaringan Pusat Sistem Informasi USU dapat dilihat pada Gambar 3.1
3.1 Topologi Jaringan PSI USU
3.3 Model Antrian
Model antrian M/M/1/N merupakan variasi dari model antrian pelayanan saluran tunggal M/M/1, dimana panjang antrian atau kapasitas tunggu dibatasi maksimum N individu . Jumlah maksimum ini meliputi individu yang menunggu dan yang sedang dilayani. Bila individu mencapai N atau lebih, individu yang datang berikutnya akan ditolak atau meninggalkan antrian, model antrian M/M/1/N, seperti pada Gambar 3.2
Paket ditolak jika antrian penuh
Laju Kedatangan
N Pelanggan
Model topologi jaringan yang digunakan atau dipakai untuk dianalisis memakai topologi jaringan dari Pusat Sistem Informasi ke Fakultas Teknik dan Departemen Teknik Elektro, seperti pada Gambar 3.3
Gambar 3.3 Model Sistem Antrian M/M/1/N yang digunakan
Analisis sistem antrian ini membutuhkan beberapa hasil pengolahan data yaitu dibagi 3 periode pemakaian pada saat Pagi, Siang, dan Malam. Dari grafik trafik jaringan Fakultas Teknik per jam, per hari , per minggu, dan per bulan dapat dilihat pada Gambar 3.4, Gambar 3.5, Gambar 3.6, dan Gambar 3.7.
Gambar 3.4 Data Trafik Jaringan Fakultas Teknik Per Jam
Gambar 3.5 Data Trafik Jaringan Fakultas Teknik Per Hari Paket ditolak jika antrian penuh
N Pelanggan N Pelanggan N Pelanggan
Pusat Sistem Informasi Fakultas Teknik
Departemen Teknik Elektro
Gambar 3.6 Data Trafik Jaringan Fakultas Teknik Per Minggu
Gambar 3.7 Data Trafik Jaringan Fakultas Teknik Per Bulan
Pada skripsi ini diambil data-data trafik pada Gambar 3.4 sebagai berikut :
a. Jumlah server : 1
b. Periode pemakaian trafik jaringan sebagai berikut : Pemakaian Pagi (09:30-09:45) : 77,8125 Mbps Pemakain Siang (12:00-12:15) : 38,203125 Mbps Pemakaian Malam ( 20:00-20:15) : 5 Mbps
c. Kecepatan Router : 27,04 Mbps
Kinerja sistem antrian dapat dilakukan dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut :
1. Rata – rata jumlah paket di dalam sistem
( ) ………. ..(3.1) 2. Rata-rata jumlah pelanggan di tempat antri
– ( )………...(3.2) Dimana 𝑃𝑜 jika nilai ρ ≠ 0 terlebih dahulu dicari dengan rumus :
𝑃𝑜 ………..………….………..(3.3) 3. Rata- rata waktu tunggu didalam sistem
………..………..………..…………(3.4)
4. Rata – rata waktu tunggu pada antrian
…………..………..………..…………(3.5)
5. Probabilitas Blocking
𝑃 ( ) ……….…(3.6)
8. Pelanggan yang diblok
Pb. ………..(3.7) 9. Panjang paket
2 = - Pelanggang yang diblok……….(3.8) Untuk mendapatkan parameter kinerja yang akan dibahas, dibutuhkan diagram alir. Sebelumnya untuk mengerjakan coding dari antrian M/M/1/N seri
atau Multi Phase (Simple Tandem Queue) akan digunakan daftar variabel berikut ini :
1. Rata-rata jumlah paket dalam sistem (Ls) 2. Rata-rata jumlah pelanggan di tempat antri(Lq) 3. Rata- rata waktu tunggu didalam sistem(W) 4. Rata – rata waktu tunggu pada antrian(Wq) 5. Kepadatan customer pada antrian : ( ) 6. Kedatangan customer pada antrian : ( ) 7. Kecepatan sistem : ( )
8. Probabilitas blocking : (Pb)
Setelah menentukan variabel yang digunakan maka akan diperlihatkan bagaimana model diatas dibuat kedalam program. Program akan dilakukan untuk setiap pengantri secara satu persatu sampai data yang cukup terkumpul. Pada umumnya, untuk memecahkan masalah antrian yang sederhana formula-formula yang digunakan adalah berdasarkan pada asumsi λ < µ, yaitu tingkat pelayanan harus lebih besar daripada kedatangan paket/pelanggan. Dengan demikian semua pengantri dapat dilayani jika tidak maka antrian akan semakin panjang sehingga tidak ada solusi keseimbangan.
3.4 Diagram Alir Penelitian
Langkah-langkah untuk menganalisis kinerja jaringan USU yang di buat dalam bentuk diagram alir, seperti pada Gambar 3.4.
Start
Penginputan variable antrian
Penghitungan parameter antrian
Apakah mengulang untuk variable lain?
Selesai Menampilkan hasil
perhitungan dalam bentuk table Penulisan program
YA
TIDAK
Gambar 3.4 Diagram alir
Kode sumber (Source Code) adalah kode program untuk rangkaian pernyataan yang ditulis dalam bahasa pemrograman komputer dapat dilihat pada lampiran 1.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Umum
Kinerja Jaringan Local Area Network Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan model antrian M/M/1/N atau Multi Phase dianalisis dengan menggunakan pemrograman untuk mengetahui tingkat keefektifan dari sistem antrian tersebut. Analisis sistem antrian ini membutuhkan beberapa hasil pengolahan data yaitu dibagi 3 periode pemakaian pada saat Pagi, Siang, dan Malam, dari grafik trafik jaringan Fakultas Teknik per jam, dapat dilihat pada gambar 4.1
Gambar 4.1 Data Trafik Jaringan Fakultas Teknik Per jam Periode pemakaian trafik jaringan Fakultas Teknik sebagai berikut :
Pemakaian Pagi (09:00-09:15) : 77,8125 Mbps Pemakain Siang (12:00-12:15) : 38,203125 Mbps Pemakaian Malam ( 20:00-20:15) : 5 Mbps
Kecepatan Router : 27,04 Mbps
4.2 Hasil Perhitungan Router Fakultas Teknik
4.2.1 Periode Pemakaian Trafik jaringan pada saat Pagi
Dari hasil perhitungan rata-rata laju kedatangan dan laju pelayanan dapat dihitung ukuran keefektifan sistem antrian dari pelayanan. Dari hasil uji distribusi pada router Fakultas Teknik didapat nilai panjang paket λ = 77,8125 Mbps dan kecepatan router µ= 27,04 Mbps. Perhitungan secara teori dilakukan dengan menggunakan N= 09:30-09:45 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem dibatasi. Setelah diketahui nilai λ dan µ maka dapat dicari ukuran kinerja sistem dengan menggunakan persamaan antrian M/M/1/N sebagai berikut:
Stedy state
Untuk memperoleh Po dilakukan perhitungan dengan menggunakan Persamaan (3.2) sehingga dihasilkan :
Untuk memperoleh rata–rata jumlah pelanggan di dalam sistem digunakan Persamaan (3.1) yang menghasilkan :
Untuk memperoleh rata-rata jumlah pelanggan ditempat antri digunakan Persamaan (3.3), yang menghasilkan :
– ( )
( )
Untuk memperoleh rata- rata waktu tunggu didalam sistem digunakan Persamaan (3.4), yang menghasilkan :
Untuk memperoleh rata – rata waktu tunggu pada antrian digunakan Persamaan (3.5), yang menghasilkan :
Kinerja sistem antrian Fakultas Teknik didapat nilai panjang paket λ = 77,8125 Mbps dan kecepatan router µ= 27,04 Mbps. Perhitungan secara teori dilakukan dengan menggunakan N= dari pukul 09:30-09:45 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem dibatasi, maka didapatkan hasil Lsadalah rata-rata jumlah paket dalam sistem sebesar 14,46, Lqadalah rata-rata jumlah pelanggan di tempat antri sebesar 13,46, W adalah rata-rata waktu tunggu didalam sistem sebesar 0,1859, Wq adalah rata – rata waktu tunggu pada antrian sebesar 0,1730. Untuk lebih lengkap, dapat dilihat pada Tabel 4.1
Tabel 4.1 Kinerja Sistem Antrian Fakultas Teknik pada pukul 09:30-09:45
N Ls Lq W Wq
09:30-09:31 0,7421 0,0000 0,0095 0,0000
09:31-09:32 1,5988 0,6811 0,0205 0,0088
09:32-09:33 2,5266 1,5544 0,0325 0,0200
09:33-09:34 3,4929 2,5025 0,0449 0,0322
09:34-09:35 4,4780 3,4813 0,0575 0,0447
09:35-09:36 5,4717 4,4729 0,0703 0,0575
Lanjutan Tabel 4.1
09:36-09:37 6,4691 5,4695 0,0831 0,0703
09:37-09:38 7,4681 6,4682 0,0960 0,0831
09:38-09:39 8,4677 7,4677 0,1088 0,0960
09:39-09:40 9,4675 8,4675 0,1217 0,1088
09:40-09:41 10,4675 9,4675 0,1345 0,1217
09:41-09:42 11,4674 10,4674 0,1474 0,1345
09:42-09:43 12,4674 11,4674 0,1602 0,1474
09:43-09:44 13,4674 12,4674 0,1731 0,1602
09:44-09:45 14,4674 13,4674 0,1859 0,1731
4.2.2 Periode Pemakaian Trafik jaringan pada saat Siang
Dari hasil perhitungan rata-rata laju kedatangan dan laju pelayanan dapat dihitung ukuran keefektifan sistem antrian dari pelayanan. Dari hasil uji distribusi pada router Fakultas Teknik didapat nilai panjang paket λ = 38,2031 Mbps dan kecepatan router µ= 27,04 Mbps. Perhitungan secara teori dilakukan dengan menggunakan N= dari pukul 12:00-12:15 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem dibatasi, kinerja sistem antrian M/M/1/N dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
Stedy state
Untuk memperoleh Po dilakukan perhitungan dengan menggunakan Persamaan
Untuk memperoleh rata–rata jumlah pelanggan di dalam sistem digunakan Persamaan (3.1) yang menghasilkan :
Untuk memperoleh rata-rata jumlah pelanggan ditempat antri digunakan Persamaan (3.3), yang menghasilkan :
– ( )
( )
Untuk memperoleh rata- rata waktu tunggu didalam sistem digunakan Persamaan (3.4), yang menghasilkan :
Untuk memperoleh rata – rata waktu tunggu pada antrian digunakan Persamaan (3.5), yang menghasilkan :
Kinerja sistem antrian Fakultas Teknik pada saat pemakaian Siang dengan nilai panjang paket adalah λ = 38,2031 Mbps dan µ=27,04 Mbps, dengan menggunakan N= dari pukul 12:00-12:15 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem dibatasi, maka didapatkan hasil Ls adalah rata-rata jumlah paket dalam sistem sebesar 12,64, Lqadalah rata-rata jumlah pelanggan di tempat antri sebesar 11,64, W adalah rata-rata waktu tunggu didalam sistem sebesar 0,3309, Wq adalah rata – rata waktu tunggu pada antrian sebesar 0,3048. Untuk lebih lengkap, dapat dilihat pada Tabel 4.2
Tabel 4.2 Kinerja Sistem Antrian Fakultas Teknik pada pukul 12:00-12:15
N Ls Lq W Wq
12:00-12:01 0,5856 0,0000 0,0153 0,0000
12:01-12:02 1,2259 0,4527 0,0321 0,0119
12:02-12:03 1,9180 1,0563 0,0502 0,0277
12:03-12:04 2,6578 1,7470 0,0696 0,0457
12:04-12:05 3,4406 2,5000 0,0901 0,0654
12:05-12:06 4,2615 3,3019 0,1115 0,0864
12:06-12:07 5,1155 4,1433 0,1339 0,1085
12:07-12:08 5,9977 5,0170 0,1570 0,0082
12:08-12:09 6,9036 5,9170 0,1807 0,1549
12:09-12:10 7,8290 6,8385 0,2049 0,1790
12:10-12:11 8,7705 7,7771 0,2296 0,2036
12:11-12:12 9,7248 8,7295 0,2546 0,2285
12:12-12:13 10,6895 9,6928 0,2798 0,2537
12:13-12:14 11,6623 10,6646 0,3053 0,2792
12:14-12:15 12,6415 11,6431 0,3309 0,3048
4.2.3 Periode Pemakaian Trafik jaringan pada saat Malam
Dari hasil perhitungan rata-rata laju kedatangan dan laju pelayanan dapat dihitung ukuran keefektifan sistem antrian dari pelayanan. Dari hasil uji distribusi pada router Fakultas Teknik didapat nilai panjang paket λ = 5 Mbps dan kecepatan router µ= 27,04 Mbps. Perhitungan secara teori dilakukan dengan
menggunakan N= dari pukul 20:00-20:15 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem dibatasi, kinerja sistem antrian M/M/1/N dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
Stedy state
Untuk memperoleh Po dilakukan perhitungan dengan menggunakan Persamaan (3.2) sehingga dihasilkan :
Untuk memperoleh rata–rata jumlah pelanggan di dalam sistem digunakan Persamaan (3.1) yang menghasilkan :
Untuk memperoleh rata-rata jumlah pelanggan ditempat antri digunakan Persamaan (3.3), yang menghasilkan :
– ( )
( )
Untuk memperoleh rata- rata waktu tunggu didalam sistem digunakan Persamaan (3.4), yang menghasilkan :
Untuk memperoleh rata – rata waktu tunggu pada antrian digunakan Persamaan (3.5), yang menghasilkan :
Kinerja sistem antrian Fakultas Teknik pada saat pemakaian Malam dengan nilai panjang paket adalah λ = 5 Mbps dan µ=27,04 Mbps, dengan menggunakan
N= dari pukul 20:00-20:15 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem dibatasi, maka didapatkan hasil Ls adalah rata-rata jumlah paket dalam sistem sebesar 0,2269, Lqadalah rata-rata jumlah pelanggan di tempat antri sebesar 0,0419, W adalah rata-rata waktu tunggu didalam sistem sebesar 0,04538, Wq adalah rata – rata waktu tunggu pada antrian sebesar 0,00828. Untuk lebih lengkap, dapat dilihat pada Tabel 4.3
Tabel 4.3 Kinerja Sistem Antrian Fakultas Teknik pada saat pukul 20:00-20:15
N Ls Lq W Wq
4.3 Hasil Perhitungan Router Departemen Teknik Elektro
4.3.1 Periode Pemakaian Trafik jaringan pada saat Pagi
Kinerja sistem antrian Departemen Teknik Elektro dengan nilai panjang paket 1 = 77,8125 Mbps dan µ=27,04 Mbps. Dengan menggunakan N= dari Pukul 09:30-09:45 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem. Untuk menghitung panjang paket 2, maka terlebih dahulu menghitung probabilitas blocking. Probabilitas blocking adalah probabilitas bahwa pelanggan yang datang akan mendapatkan sistem penuh, yaitu ada N pelanggan dalam sistem.
Menggunakan persamaan (3.6) sebagai berikut:
a. Probabilitas blocking : Pb b. Pelanggan yang diblok : . Pb
c. Panjang paket 2 : - Pelanggan yang diblok
a. 𝑃 ( )
( )
b. Pelanggan yang diblok
Untuk memperoleh Po dilakukan perhitungan dengan menggunakan Persamaan (3.2) sehingga dihasilkan :
Untuk memperoleh rata–rata jumlah pelanggan di dalam sistem digunakan Persamaan (3.1) yang menghasilkan :
Untuk memperoleh rata-rata jumlah pelanggan ditempat antri digunakan Persamaan (3.3), yang menghasilkan :
– ( )
( )
Untuk memperoleh rata- rata waktu tunggu didalam sistem digunakan Persamaan (3.4), yang menghasilkan :
Kinerja sistem antrian Departemen Teknik Elektro pada saat pemakaian Pagi dengan nilai panjang paket adalah λ =27.048112 Mbps dan µ=27,04 Mbps, dengan menggunakan N= dari pukul 09:30-09:45 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem dibatasi, maka didapatkan hasil Lsadalah rata-rata jumlah paket dalam sistem sebesar 7,5068 , Lq adalah rata-rata jumlah pelanggan di tempat antri sebesar 6,5698, W adalah rata-rata waktu tunggu didalam sistem sebesar 0,2775, Wq adalah rata-rata waktu tunggu pada antrian sebesar 0,2428. Untuk lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 4.4
Tabel 4.4 Kinerja Sistem Antrian Departemen Teknik Elektro pada saat pukul 09:30-09:45
N λ Ls Lq W Wq
09:30-09:31 20,0668 0,4260 0,0000 0,0212 0,0000 09:31-09:32 24,8161 0,9429 0,3052 0,0380 0,0123 09:32-09:33 26,2887 1,4648 0,7254 0,0557 0,0276 09:33-09:34 26,7814 1,9808 1,1846 0,0740 0,0442 09:34-09:35 26,9504 2,4903 1,6584 0,0924 0,0615 09:35-09:36 27,0089 2,9954 2,1387 0,1294 0,0792 09:36-09:37 27,0292 3,4979 2,6231 0,1479 0,0970
Lanjutan Tabel 4.6
09:37-09:38 27,0362 3,9991 3,1102 0,1664 0,1150 09:38-09:39 27,0387 4,4996 3,5996 0,1849 0,1331 09:39-09:40 27,0395 4,9998 4,0907 0,2034 0,1513 09:40-09:41 27,0398 5,4999 4,5833 0,2034 0,1695 09:41-09:42 27,0399 6,0000 5,0769 0,2219 0,1878 09:42-09:43 27,0400 6,5000 5,5714 0,2404 0,2060 09:43-09:44 27,0400 6,9998 6,0664 0,2589 0,2244 09:44-09:45 27,0400 7,4981 6,5606 0,2773 0,2426
4.3.2 Periode Pemakaian Trafik jaringan pada saat Siang
Kinerja sistem antrian Departemen Teknik Elektro dengan nilai panjang paket 1 = 38,2031 Mbps dan µ=27,04 Mbps. Dengan menggunakan N= dari Pukul 12:00-12:15 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem dibatasi. Untuk menghitung panjang paket 2, maka terlebih dahulu menghitung probabilitas blocking. Probabilitas blocking adalah probabilitas bahwa pelanggan yang datang akan mendapatkan sistem penuh, yaitu ada N pelanggan dalam sistem.
Dengan cara yang sama untuk perhitungan secara teori dilakukan dengan menggunakan N= dari pukul 12:00-12:15 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem, dapat dilihat pada Tabel 4.5
Tabel 4.5 Kinerja Sistem Antrian Departemen Teknik Elektro pada saat pukul 12:00-12:15
N λ Ls Lq W Wq
12:00-12:01 15,8333 0,3693 0,0000 0,0233 0,0000 12:01-12:02 20,9070 0,8304 0,2521 0,0397 0,0121 12:02-12:03 23,2996 1,3151 0,6233 0,0564 0,0268 12:03-12:04 24,6286 1,8139 1,0529 0,0736 0,0428 12:04-12:05 25,4346 2,3219 1,5151 0,0913 0,0596 12:05-12:06 25,9495 2,8356 1,9967 0,1093 0,0769 12:06-12:07 26,2896 3,3524 2,4900 0,0106 0,0094 12:07-12:08 26,5191 3,8704 2,9903 0,0113 0,0101 12:08-12:09 26,6763 4,3883 3,4945 0,0120 0,0108 12:09-12:10 26,7850 4,9053 4,0005 0,0129 0,0117 12:10-12:11 26,8607 5,4207 4,5071 0,2018 0,1678 12:11-12:12 26,9137 5,9344 5,0136 0,2205 0,1863 12:12-12:13 26,9509 6,4464 5,5193 0,2392 0,2048 12:13-12:14 26,9771 6,9565 6,0243 0,2579 0,2233 12:14-12:15 26,9955 7,4650 6,5283 0,2765 0,2418
4.3.3 Periode Pemakaian Trafik jaringan pada saat Malam
Kinerja sistem antrian Departemen Teknik Elektro dengan nilai panjang paket 1 = 5 Mbps dan µ=27,04 Mbps. Dengan menggunakan N= dari Pukul
20:00-20:15 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem dibatasi. Untuk menghitung panjang paket 2, maka terlebih dahulu menghitung probabilitas blocking. Probabilitas blocking adalah probabilitas bahwa pelanggan yang datang akan mendapatkan sistem penuh, yaitu ada N pelanggan dalam sistem.
Dengan cara yang sama untuk perhitungan secara teori dilakukan dengan menggunakan N= dari pukul 20:00-20:15 yaitu pelanggan yang masuk kedalam sistem, dapat dilihat pada Tabel 4.6
Tabel 4.6 Kinerja Sistem Antrian Departemen Teknik Elektro pada saat Pukul 20:00-20:15
N λ Ls Lq W Wq
20:00-20:01 4,2197 0,1350 0,0000 0,0320 0,0000 20:01-20:02 4,8598 0,2016 0,0267 0,0415 0,0055 20:02-20:03 4,9742 0,2208 0,0378 0,0444 0,0076 20:03-20:04 4,9952 0,2255 0,0410 0,0451 0,0082 20:04-20:05 4,9991 0,2266 0,0417 0,0453 0,0083 20:05-20:06 4,9998 0,2269 0,0419 0,0454 0,0084 20:06-20:07 5,0000 0,2269 0,0419 0,0454 0,0084 20:07-20:08 5,0000 0,2269 0,0419 0,0454 0,0084 20:08-20:09 5,0000 0,2269 0,0419 0,0454 0,0084 20:09-20:10 5,0000 0,2269 0,0419 0,0454 0,0084 20:10-20:11 5,0000 0,2269 0,0419 0,0454 0,0084 20:11-20:12 5,0000 0,2269 0,0419 0,0454 0,0084
Lanjutan Tabel 4.8
20:12-20:13 5,0000 0,2269 0,0419 0,0454 0,0084 20:13-20:14 5,0000 0,2269 0,0419 0,0454 0,0084 20:14-20:15 5,0000 0,2269 0,0419 0,0454 0,0084
4.4 Data Trafik Fakultas Teknik
Kinerja sistem antrian Fakultas Teknik dengan menggunakan software Wireshake untuk pengawasan jaringan komputer, yang berfungsi untuk mengawasi dan memonitoring jaringan komputer, dapat menganalisis keseluruhan dalam jaringan komputer dan dari analisis jika terjadi masalah atau kesalahan dalam jaringan bisa segera diketahui dan bisa segera diatasi. Wireshark ini dapat melihat dan menyimpan informasi mengenai paket yang keluar dan masuk di dalam jaringan atau paket yang terkirim dan diterima. Untuk memonitoring jaringan Fakultas Teknik, dimonitoring pada saat jam sibuk yaitu jam 09.30. Dari hasil penggunaan software Wireshake, dapat dilihat delay paket tiba di sistem pada Gambar 4.2
4.5 Trafik Data Departemen Teknik Elektro
Kinerja sistem antrian Departemen Teknik Elektro dengan menggunakan software Wireshake untuk pengawasan jaringan komputer, yang berfungsi untuk mengawasi dan memonitoring jaringan komputer, dapat menganalisis keseluruhan dalam jaringan komputer dan dari analisis jika terjadi masalah atau kesalahan dalam jaringan bisa segera diketahui dan bisa segera diatasi. Wireshark ini dapat melihat dan menyimpan informasi mengenai paket yang keluar dan masuk di dalam jaringan atau paket yang terkirim dan diterima. Dari hasil penggunaan software Wireshake, dapat dilihat delay waktu paket di sistem pada Gambar 4.3
Gambar 4.3 Paket yang masuk dan keluar pada Departemen Teknik Elektro
Dengan perbandingan perhitungan secara teori pada router Fakultas Teknik dengan data lapangan Fakultas Teknik yang dimonitoring melalui software Wireshake dapat melihat dan menyimpan informasi mengenai paket yang keluar dan masuk di dalam jaringan atau paket yang terkirim dan diterima. Dapat dilihat delay waktu di sistem pada Tabel 4.7
Tabel 4.7 Perbandingan Delay Waktu Tiba di Sistem secara Teori dan Data
Dengan perbandingan perhitungan secara teori pada router Departemen Teknik Elektro dengan data lapangan Departemen Teknik Elektro yang dimonitoring melalui software Wireshake dapat melihat dan menyimpan informasi
mengenai paket yang keluar dan masuk di dalam jaringan atau paket yang terkirim dan diterima. Dapat dilihat delay waktu paket tiba di sistem pada Tabel 4.8
Tabel 4.8 Perbandingan Delay Waktu Tiba Paket di Sistem secara Teori dan Data Lapangan di Departemen Teknik Elektro
Hasil tampilan program kinerja Jaringan Local Area Network Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan model antrian M/M/1/N seri atau Multi Phase yang ditulis dalam bahasa pemrograman Java Script, dapat dilihat pada Gambar 4.4 dan untuk lebih lengkapnya, dapat dilhat pada lampiran 2
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis kinerja Jaringan Local Area Network Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan model antrian M/M/1/N seri atau Multi Phase (Simple Tandem Queue, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Sistem antrian model jaringan USU termasuk kedalam model antrian Multi Phase (Simple Tandem Queue) atau sistem antrian dengan server yang disusun secara berurutan atau seri. Sistem antrian ini terdiri dari 2 phase yaitu:
1) Phase 1 yaitu pada router Fakultas Teknik
2) Phase 2 yaitu pada router Departemen Teknik Elektro
2. Periode ketika pemakaian Pagi, trafik dapat didiskripsikan sebagai pola kedatangan dari pukul 09:30-09:45 dinyatakan suatu jam tertentu dimana trafik telekomunikasi pada suatu segmen jaringan adalah tertinggi, nilai panjang paket λ = 77,8125 Mbps, kecepatan router µ=27,04 Mbps, dengan model antrian tersebut didapatkan hasilnya Ls adalah rata-rata banyak paket dalam sistem 41,5074 Mbps Lq adalah rata-rata banyak paket dalam antrian 20,9655 Mbps W adalah rata-rata waktu paket dalam sistem 0,4632 Mbps Wq adalah rata-rata waktu paket dalam antrian 0,4157 Mbps
3. Periode ketika pemakaian Siang, trafik dapat didiskripsikan sebagai pola kedatangan dari pukul 12:00-12:15 dinyatakan suatu jam tertentu dimana trafik telekomunikasi pada suatu segmen jaringan adalah sedang, dengan nilai
panjang paket λ = 38,20131 Mbps, kecepatan router µ=27,04 Mbps. Dengan model antrian tersebut didapatkan hasilnya Ls adalah rata-rata banyak paket dalam sistem 20,1065 Mbps, Lq adalah rata-rata banyak paket dalam antrian 18,1714 Mbps W adalah rata-rata waktu paket dalam sistem 0,6074 Mbps Wq adalah rata-rata waktu paket dalam antrian 0,5466
4. Periode ketika pemakaian Malam, trafik dapat didiskripsikan sebagai pola kedatangan dari pukul 20:00-20:15 dinyatakan suatu jam tertentu dimana trafik telekomunikasi pada suatu segmen jaringan adalah terendah, dengan nilai panjang paket λ = 5 Mbps, kecepatan router µ=27,04 Mbps. Dengan model antrian tersebut didapatkan hasilnya Ls adalah rata-rata banyak paket dalam sistem 0,2338 Mbps Lq adalah rata-rata banyak paket dalam antrian 0,4609 Mbps W adalah rata-rata waktu paket dalam sistem 0,0908 Mbps Wq adalah rata-rata waktu paket dalam antrian 0,0168
5. Dengan perbandingan perhitungan secara teori pada router Fakultas Teknik dan Departemen Teknik Elektro dengan data lapangan Fakultas Teknik dan Departemen Teknik Elektro yang dimonitoring melalui software Wireshake, delay waktu tiba di sistem hasilnya hampir sama dan tidak jauh nilainya.
5.2 Saran
Pada skripsi ini dianalisis tentang kinerja Jaringan Local Area Network Universitas Sumatera Utara dengan menggunakan model antrian M/M/1/N seri atau Multi Phase (Simple Tandem Queue) yang ditulis dalam bahasa pemrograman Java Script.
1. Membuat algoritma untuk mengukur unjuk kerja jaringan berdasarkan variabel jumlah server (dari model antrian M/M/1/N), menggunakan simulator jaringan seperti misalnya, Network Simulator, OPNET, dan lain-lain.
2. Melakukan analisis kinerja jaringan dengan model antrian M/M/1/N yang belum dilakukan dalam penelitian ini antara lain trhoughput yang diklasifikasikan berdasarkan tujuan ip address semisal youtube, facebook, twitter, whatsapp, dan lain-lain.
3. Penambahan server menyebabkan waktu pelayanan paket semakin cepat, sehingga jumlah rata-rata paket yang menunggu didalam antrian menjadi berkurang, disarankan untuk menambah router (redundancy router) sebagai router cadangan atau router backup, sehingga apabila router utama down tidak mengakibatkan keseluruhan jaringan down.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Kakiay, T. J. 2004. Dasar Teori Antrian Untuk Kehidupan Nyata. Penerbit Andi. Yogyakarta.
[2] Bronson, R. 1993.”Operation Research, Teori dan Soal-soal”.Jakarta:
Erlangga.
[3] Zulfin, M., 2008, “Diktat Kuliah : Teori Antrian”. Departemen Teknik Elekro, Universitas Sumatera Utara, Medan.
[4] Djati, Bonett Satya Lelono, 2007, “Simulasi Antrian, Teori dan Aplikasinya ”.
Andi Offset,Yogyakarta.
[5] Zulfin, M., 2013, “Simulasi Antrian ”. Departemen Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara, Medan.
[6] Heizer, Jay dan Render, Bary. 2005. Manajemen Operasi. Edisi ketujuh.
Jakarta: Salemba Empat
[7] Donald Gross, and Carl M. Harris, 1998 “Fundamentals of Queueing Theory”. 3rd Edition, John Wiley & Sons, New York
[8] Nugroho Budi Nurcaho dan Anwar Badrul, 2008. Desain Web Menggunakan HTML dan JavaScript. Junal Saintikom
LAMPIRAN 1
Program Sistem Antrian Multi Phase (Simple Tandem Queue)
<html>
<div class="form-inline">
<div class="form-group">
<label for="start">Start: </label>
<input type="text" class="form-control"
id="start" value="1">
</div>
<div class="form-group">
<label for="range">Range: </label>
<input type="text" class="form-control"
id="range" value="1">
</div>
<div class="form-group">
<label for="N">N: </label>
<input type="text" class="form-control"
id="N" value="10">
</div>
</div>
<br>
<div class="form-inline">
<div class="form-group ">
<label for="lamda1">Lamda (Laju Kedatangan) pada Router 1: </label>
<input type="text" class="form-control"
id="lamda1" value="500">
</div>
<div class="form-group">
<label for="myu">Myu (Laju Pelayanan): </label>
<input type="text" class="form-control"
id="myu" value="100">
</div>
</div>
<br>
<button onclick="hitung()" class="btn btn-primary">Hitung</button>
</div>
<br>
<br>