• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI A.Soft Skills

1. Pengertian Soft Skills

BAB II

LANDASAN TEORI A. Soft Skills

1. Pengertian Soft Skills

Soft skills dimiliki oleh semua orang dengan proporsi yang berbeda-beda hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan, pola pikir, berkata dan bertindak. Berdasarkan hasil penelitian dari Hadvard University Amerika Serikat bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skills), tapi oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skills). Kesuksesan 20% dengan hard skills dan 80% dengan soft skills (Muqowim, 2012: 3).

Hard skills didefinisikan sebagai kemampuan minimal yang dibutuhkan karyawan untuk bekerja (Budiarso, 2011: 46). Hard skill merupakan keterampilan terkait bidang keahlian dengan melibatkan ranah kognitif dan psikomotor yang hasilnya bisa dilihat langsung misal mengikir, membubut. Sedangkan soft skills didefinisikan sebagai perilaku personal dan interpersonal yang mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia seperti membangun tim, pembuatan keputusan, inisiatif, dan komunikasi (Muqowim, 2012: 5). Dua jenis keterampilan tersebut dirinci sebagai berikut:

11

Tabel 1. Kategori Soft Skills

No Intrapersonal skills Interpersonal skills

1. Transforming character Communication skills

2. Change management Relationship building

3. Stress management Motivation skills

4. Time management Leadership skills

5. Creative thinking processes Self-marketing skills

6. Goal setting & life purpose Negotiation skills

7. Accelerated learning techniques Presentation skills

8. Public speaking skills

(Sumber: Muqowim, 2012: 9,10 ) Menurut Budiarso (2011), soft skills didefinisikan sebagai kemampuan yang berupa nilai dan sikap dan menjadi karakter seseorang untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu, kemampuan ini mendukung kompetensi yang bersifat hard skills di mana hasilnya tidak terlihat secara langsung, tetapi mempengaruhi terhadap hasil. Misalnya: Semangat untuk mendapatkan hasil bubutan yang baik. Soft skills dikategorikan menjadi intrapersonal skills dan interpersonal skills. Intrapersonal skills adalah keterampilan seseorang dalam mengatur dirinya sendiri untuk mengembangkan kerja secara optimal. Sedangkan internal skills adalah keterampilan seseorang dalam hubungannya dengan orang lain untuk mengembangkan kerja secara optimal (Budiarso, 2011: 44). Dalam penelitiannya Budiarso mengembangkan model pembelajaran soft skills untuk siswa SMK dengan menyisipkan unsur kedisiplinan, bertanggung jawab, semangat kerja, pemecahan masalah, kerjasama, dan komunikasi. Penyisipan dilakukan pada pembelajaran praktikum dengan kegiatan sosialisasi, pengkondisian pembelajaran, pemantauan dan evaluasi.

12

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Siti Hamidah (2011) menemukan 14 soft skills yang diintegrasikan berdasarkan kajian kebutuhan industri dan pendapat guru meliputi: bekerja dalam tim, startegi berfikir, kemampuan untuk selalu belajar, kemampuan untuk mengembangkan potensi, komunikasi. Berdasarkan kajian kurikulum meliputi: orentasi pada tujuan , disiplin , pemecahan masalah, kreatifitas, usaha keras mencapai sukses, menghadapi dan mengelola rasa takut, profesional, komitmen dan tanggung jawab.

Menurut Widarto (2012), Soft skills terbagi menjadi dua jenis yaitu: (1) personal skills yang terdiri dari: rasa tanggung jawab, kepercayaan diri, mampu bersosialisasi, self management (mampu mengatur diri sendiri) dan integritas/kejujuran, dan (2) interpersonal skills yang terdiri dari: leadership (kepemimpinan) kemampuan bernegoisasi, mampu bekerja sama dalam tim, mau berbagi ilmu dengan orang lain serta dapat melayani klien. Dalam pengembangannya soft skills disajikan dalam 14 aspek yang tersaji dalam tabel berikut:

Tabel 2. Empat Belas Aspek Soft Skills

No Aspek soft skills No Aspek soft skills

1 Adaptabilitas 8 Kerjasama

2 Disiplin 9 Komunikasi/ presentasi

3 Etika 10 Kreatifitas/inisiatif

4 Etos kerja 11 Percaya diri

5 Kejujuran 12 Sopan santun

6 Kemandirian 13 Tanggung jawab

7 Kepemimpinan 14 Toleransi

13

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh negara-negara Inggris, Amerika dan Kanada, ada 23 atribut soft skills yang dominan di lapangan kerja. Ke 23 atribut tersebut diurut berdasarkan prioritas kepentingan di dunia kerja, 23 atribut tersebut dituangkan dalam Tabel 2. Dua puluh tiga atribut dalam soft skills yaitu:

Tabel 3. Dua Puluh Tiga Atribut dalam Soft Skills

No Atribut soft skills No Atribut soft skills

1. Inisiatif 13. Manajemen diri

2. Etika/integritas 14. Menyelesaikan persoalan

3. Berfikir kritis 15. Dapat meringkas

4. Kemauan belajar 16. Berkooperasi

5. Komitmen 17. Fleksibel

6. Motivasi 18. Kerja dalam tim

7. Bersemangat 19. Mandiri

8. Dapat diandalkan 20. Mendengarkan

9. Komunikasi lisan 21. Tangguh

10 Kreatif 22. Manajemen waktu

11 Beragumen logis 23. Dapat mengatasi stres

12 Kemampuan analitis

(Sumber: Muqowim, 2012: 3) Dari definisi diatas dapat dirumuskan bahwa soft skills merupakan kemampuan yang diperlukan untuk mengembangkan dirinya dalam melakukan pekerjaan, seperti perilaku sopan, disiplin, keteguhan hati, kemampuan bekerjasama, membantu orang lain dan lainnya. Dari atribut-atribut soft skills tersebut tidak semua dapat diterapkan, hal ini berkaitan dengan kondisi yang ada di sekolah sehingga diambil enam buah atribut yang coba diintegrasikan. Atribut tersebut adalah disiplin, tanggung jawab, kerja keras, berfikir kreatif, kerjasama, dan komunikasi.

a. Disiplin adalah kepatuhan mentaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk pekerjaan tertentu yang dirasakan

14

menjadi tanggung jawabnya. Indikator disiplin yang digunakan meliputi:

1) Melaksanakan tata tertib dengan baik; 2) Tingkah laku yang menyenangkan; 3) Tepat waktu; 4) Mengerjakan tugas sesuai dengan prosedur dan waktu yang ditetapkan.

b. Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya yang telah dilakukan, baik terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya) negara, dan Tuhan YME. Indikator yang digunakan meliputi:

1) Sukarela melakukan kewajibannya; 2) Keberanian menanggung resiko apa yang telah dikerjakan; 3) Berusaha menyelesaikan setiap tugas yang diberikan kepadanya; 4) Menjaga kenyamanan lingkungan khususnya lingkungan belajar.

c. Kerja keras adalah kecenderungan atau karakter, sikap, kebiasaan, keyakinan dari individu atau kelompok yang dicerminkan dari perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan kerja dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Indikator yang digunakan meliputi:

1) Menggangap kerja adalah ibadah dan tanggungjawab; 2) Optimis dan percaya diri dalam mengambil keputusan maupun langkah; 3) Pantang menyerah dalam mengatasi kesulitan; 4) Berusaha menyelesaikan setiap tugas yang diberikan dengan baik.

15

d. Berfikir kreatif adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyatabaru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang belum pernah ada sebelumnya dengan menekankan kemampuan yaitu berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan mencerminkan kemampuan operasional seseorang. Indikator yang digunakan meliputi:

1) Dorongan ingin tahu besar, senang mencoba hal-hal baru dan percaya diri; 2) Berani mengeluarkan pertanyaan, memberikan banyak gagasan penyelesaian terhadap suatu masalah; 3) Mempunyai rasa keindahan, daya imajinasi kuat, dapat bekerja sendiri dan visioner; 4) Mempunyai pendapat sendiri, berani mengungkapkannya, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, tidak pernah merasa puas dengan hasil yang kurang maksimal. e. Kerjasama adalah merujuk pada praktik seseorang atau kelompok

yang bekerja dengan tujuan yang telah disetujui/ditetapkan secara bersama. Kerjasama menghindari bekerja secara terpisah dalam persaingan. Kerjasama pada intinya menunjukkan adanya kesepakatan antara dua orang atau lebih yang melakukan aktivitas bersama yang dilakukan secara terpadu yang diarahkan kepada suatu target atau tujuan tertentu. Indikator yang digunakan meliputi:

1) Bekerjasama menyelesaikan tugas; 2) Memberikan kesempatan rekan menunjukkan keterampilannya, saling memberikan masukan

16

dalam memecahkan persoalan; 3) Mengesampingkan keinginan pribadi dan mengutamakan hasil kerja yang maksimal.

f. Komunikasi adalah suatu proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan irformasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Komunikasi dapat dilakukan secara lisan atau verbal yang dimengerti oleh kedua belah pihak. Indikator yang digunakan meliputi:

1) Mampu memberikan informasi yang jelas; 2) Adanya interaksi( hubungan tukar menukar informasi); 3) Adanya informasi yang dapat digali.

Untuk menilai hasil integrasi ke enam atribut tersebut maka penilaian dilakukan dengan meminimalkan lingkup atribut ke dalam lima butir penilaian yaitu kedisiplinan berkaitan dengan atribut Disiplin, atribut tanggungjawab dan atribut kerja keras, kerjasama dan partisipasi berkaitan dengan atribut kerjasama, kreatifitas berfikir berkaitan dengan atribut kreatifitas, dan mengungkapkan pendapat/komunikasi berkaitan dengan atribut komunikasi. Sehingga dengan cara tersebut akan memudahkan dalam penilaian.

Indikator pada penilaian kedisiplinan: 1) Konsisten mematuhi aturan dalam kelas; 2) Konsisten mengikuti langkah kerja yang dibuat; 3) Mampu menempatkan diri saat bekerja maupun saat istirahat; 4) Mampu menjaga kenyamanan ruang belajar.

17

Indikator pada penilaian tanggungjawab dan kerja keras: 1) Konsisten bekerja dan menjaga kebersihan area kerja; 2) Siswa mampu menempatkan diri; 3) siswa tanggap terhadap kesalahan l; 4) konsisten menunjukkan kemauan untuk selalu belajar ; 5) konsisten mencapai target tepat waktu.

Indikator kerjasama dan partisipasi: 1) konsisten dalam berpartisipasi menyelesaikan tugas; 2) Memberikan kesempatan rekan menunjukkan keterampilannya; 3) Saling memberikan masukan dalam memecahkan persoalan; 4) Mengesampingkan keinginan pribadi dan mengutamakan hasil kerja yang maksimal.

Indikator kreatifitas berfikir; 1) Percaya diri; 2) konsisten mengerjakan runtun sesuai petunjuk pengerjaan; 3) mampu membuat langkah-langkah efektif dan efisien; 4) mampu mencapai ketepatan waktu.

Indikator mengungkapkan pendapat/komunikasi: 1) Konsisten memberikan informasi lugas dan mudah dimengerti; 2) Mampu menggunakan etika komunikasi; 3) Percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan mampu berinteraksi dalam kelompok; 4) berani bertanya pada guru bila menemui kesulitan.

18