• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN

4.3. Makna Style dalam Lagu Perjuangan Karya Djaga Depari

4.3.2. Harapan

a. Makana tangarlah si ngelem layar-layar Ula kal merangap ula dage jagar

Kesah ras dareh ndube tukurna merdekanta enda Ula lasamken pengorbanen bangsanta

Lirik lagu diatas dapat dilihat dalam lagu Sora Mido, makna dari lirik lagiu tersebut adalah agar penerus bangsa dan generasi muda dapat mendengar dan merasakan bahwa didalam memperoleh kemerdekaan bangsa, nafas dan darah oleh para pejuang menjadi jaminan kemerdekaan ini. Pejuang bangsa juga

berharap untuk tidak serakah dan tidak sepele akan pengorbanan pejuang. Dapat dilihat pada ungkapan lirik “ula kal merangap ula dage jagar-jagar, kesah ras dareh ndube tukurna merdekanta enda” yang berarti “janganlah rakus dibilang jangan bercanda-canda, nafas dan darah menjadi jaminan kemerdekaan ini”.

b. Tegu me dage temanta si enggo cempang Didong kal dage anak-anak tading melumang Keleng ate ras dame sisada karang

Eme pertangisen kalak lawes erjuang

Lirik lagu diatas masih dapat dilihat pada lagu Sora Mido yang memiliki makna harapan penuh pejuang kepada penerus bangsa, juga agar kiranya generasi bangsa saling menuntun dan menopang pejuang yang masih hidup sekarang ini yang kita sebut sebagai veteran, serta memberi apresiasi atau penghargaan akan perjuangan yang sudah mereka berikan terhadap memerdekakan bangsa kita.

Dapat dilihat pada ungkapan lirik “tegu me dage temanta si enggo cempang,eme pertangisen kalak lawes erjuang” yang berarti “tuntun kawan kita yang lagi berjuang, itulah yang diinginkan yang pergi berjuang”.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai lirik lagu perjuangan karya Djaga Depari : kajian stilistika, maka dapat ditarik kesimpulan dari permasalahan yang ada yaitu :

1. Berdasarkan bentuk gaya bahasa yang terdapat pada stilistika yang berjumlah 54 dalam empat kategori gaya bahasa yang digunakan penulis sebagai acuan penelitian, yaitu (1) gaya bahasa perbandingan, (2) gaya bahasa pertentangan, (3) gaya bahasa pertautan dan (4) gaya bahasa perulangan, terdapat 12 gaya bahasa yang masuk ke dalam lirik lagu perjuangan karya Djaga Depari.

2. Fungsi dari lirik lagu perjuangan karya Djaga Depari adalah sebagai acuan dan bahan referensi untuk memperdalam style khususnya yang ingin membahas objek dalam bahasa Karo.

3. Makna dari semua gaya bahasa yang masuk ke dalam lirik lagu perjuangan karya Djaga Depari adalah sebagai harapan para pejuang kepada seluruh generasi penerus bangsa untuk lebih menghargai dan mengerti akan perjuangan dari seluruh pejuang yang mengorbankan jiwa dan raga mereka demi memerdekakan bangsa kita

5.2 Saran

1. Semoga untuk kedepannya skripsi ini dapat menjadi bahan referensi untuk mempelajari dan membahas style dalam lirik lagu perjuangan Karya Djaga Depari.

2. Penulis berharap agar kedepannya penelitian mengenai lirik lagu perjuangan karya Djaga Depari dapat dikembangkan lebih baik lagi.

3. Semoga skripsi ini dapat berguna dan dikembangkan agar generasi muda, khususnya pada masyarakat etnik Karo tidak melupakan karya-karya seniman Karo terkhusus lagu-lagu daerah.

DAFTAR PUSTAKA

A. Teeuw. 2003. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Al-Maruf, Ali Imron. 2009. Stilistika: Teori, Metode, dan Aplikasi Pengkajian Estetika Bahasa. Surakarta: Cakra Books Solo

Aminuddin. 1987. Pengantar Apresisasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2003.

Diniari, Dania. 2013. Analisis Gaya Bahasa dan Makna Pada Lirik Lagu Muse Dalam Album Black Holes and Relevations.

Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.

Hardjana, Suka. 1983. Estetika Musik. Jakarta: Depdikbud.

Hardjana, Suka. 1983. Musik Kontemporer Dulu dan Kini. Jakarta: MSPI.

Keraf, Gorys. 2006. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.

Luxemburg, Jan Van. 1989.. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Mihardja, Ratih. 2012. Buku Pintar Sastra Indonesia. Jakarta: Laskar Aksara.

Natawidjaja, Suparman. 1986. Apresiasi Stilistika. Jakarta: PT Intermassa.

Pradopo, Rachmat Djoko. 1990. Beberapa Teori Sastra, Metode, dan Penggunaannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Purba, Antilan. 2005. Stilistika: Kaji Bahasa Karya Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rajagukguk, Pangihutan. 2019. Hata Pasu-Pasu pada Pernikahan Masyarakat Batak Toba Tinjaun Stilistika.

Ratna, Nyoman Kutha. 2008. Stilistika : Kajian Puitika, Bahasa dan Budaya.

Satoto, Sudiro. 1995. Stilistika. Surakarta: STSI Press.

Semi, Atar. 1988. Kritik Sastra. Bandung. Angkasa.

Sibarani, Maria Fransiska. 2014. Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Syair Lagu Uju Di Ngolukkon Dan Kaitannya Dengan Pandagan Hidup Masyarakat Batak Toba Terhadap Orang Tua.

Susilo, Hariadi. 2019. Ekspresi Stilistika Dalam Wacana. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Tarigan, Henry Guntur. 1985. Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.

Waluyo, Herman J. 1987. Pengkajian Sastra Rekaan. Salatiga: Widyasari Press.

Widias, Ema. 2010. Analisis Gaya Bahasa Pada Suroto. 1989. Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta: Erlangga.

LAMPIRAN 1:

Lirik Lagu Sora Mido Karya Djaga Depari

Terbegi sora bulung-bulung erdeso I babo makam pahlawan si lino Begina sora serko medodo Cawir cere sorana mido-ido

Terawih dipul meseng kutanta ndube

Iluh si lumang ras simbalu balu-balu erdire-dire Sora ndehereng perenge-renge ate

Kinata ngayak-ngayak merdeka ndube

Makana tangarlah si ngelem layar-layar Ula kal merangap ula dage jagar-jagar

Kesah ras dareh ndube tukurna merdekanta enda Ula lasamken pengorbanan bangsata

Enggom kap megara lau lawit ban dareh simbisanta Enggom megersing lau paya-paya ban iluh tangista

Enggom kap megelap langit ban cimber meseng kuta ndube ngayak-ngayak merdeka kal kita

Tegu me dage temanta si enggo cempang Didong kal dage anak-anak tading melunang Keleng ate ras dame sisada karang

E me pertangisen kalak lawes erjuang

Terbegi sora bulung-bulung erdeso I babo makam pahlawan si lino Begina sora serko medodo Cawir cere sorana mido-ido

Lirik Lagu Simulih Karaben Karya Djaga Depari

Langit pe tempa erkire-kire Mulih ku rumah kari si erdahin i sabah

Lit sora kalak erdilo-dilo Sora ndilo mulih ralo-alo Seh kai rumah kari Banci me ia ngadi-ngadi

Nde aku ku ja mulihku gundari I ja ndia inganku ngadi-ngadi Latih kal bage suari ras berngi Denden ukur picet ari

O Si Mulih Karaben

Ercakap aku la radum Rende ningen lanai ersora Kerah iluh ndekahsa ngandung Erdalan pe la jingkangken nakke O Si Mulih Karaben

Lirik Lagu Padang Sambo Karya Djaga Depari Seh kal bergehna bage

Itengah juma rikut udanna pe gembura Wari si ben pe nggo ndabuh ku gelapna I juma-juma i Padang Sambo

Doah-doah kudidong oh turang la megogo E karaben i Padang Sambo

Ula kal tangis turang ula kena muit-uit Nde lenga gia bapanta ndai mulih Ibas tugasna nari si la erlatih-latih

Engkawali rakyat si la erkelis

Doah-doah kudidong oh turang la megogo E karaben i Padang Sambo

Tangis kal turang singuda ari Nde bapa-bapa la erngadi-ngadi Mejuah-juah gelah bapanta agi Mulihna pagi mbaba berita simehuli

I juma-juma i Padang Sambo

Doah kudidong oh turang la megogo

LAMPIRAN 2:

Terjemahan Lirik Lagu Sora Mido (Suara Himbauan)

Karya Djaga Depari

Terdengar suara daun-daun berdesir Diatas makam pahlawan yang sepi Terdengar suara manggil-manggil Sungguh pilu suaranya memanggil

Terasa terbakar kampung kita ini Air mata yang berlinang

Mengerang yang menyayat hati Demi mengejar kemerdekaan dulu

Itulah sebabnya dengarkan dan rasakan

Jangan kau rakus sayang, dibilang jangan bercanda-canda Nyawa dan darah yang menjadi jaminan kemerdekaan ini Jangan sia-siakan pengorbanan bangsa kita

Sudah merah air yang mengalir

Sudah kuning air karena airmata tangisnya

Sudahlah gelap karena asap yang menyelimuti kampung kita Demi mengejar-ngejar kemerdekaan itu

Tuntun kawan kita yang sedang pincang Di sayang-sayang anak yatim

Sayang dan damai kita semua

Itulah yang diinginkan yang pergi berjuang

Terdengar suara daun, daun berdesir Diatas makam pahlawan yang sepi Sungguh nyaring suaranya memanggil Sungguh nyaring suaranya memanggil

Terjemahan Lirik Lagu Si Mulih Karaben (Orang Yang Pulang Sore Hari)

Karya Djaga Depari

Hari pun kini menjelang sore Langit pun seperti terpasang tirai Pulang lah ke rumah

Orang yang bekerja di sawah

Terdengar suara orang memanggil-manggil Suara itu terdengar sahut-menyahut

Sampai di rumah nanti Bolehlah dia melepas lelah

Namun kemana aku pulang kini

Di manakah gerangan tempatku mengadu Sangat lelah siang malam

Dipenuhi perasaan sedih O orang yang pulang sore hari

Aku ingin bebicara namun tak ada teman Ingin bernyanyi namun tak ada suara lagi

Air mata mengering karena terlalu banyak menangis Ingin berjalan tenaga sudah habis

O orang yang pulang sore hari

Terjemahan Lirik Lagu Padang Sambo Karya Djaga Depari

Cuacanya sungguh dingin

Ditengah ladang beserta hujan yang deras Hari yang sore seolah sudah seperti malam hari Ladang di Padang Sambo

Doah-didong kesayanganku Sore ini di Padang Sambo

Janganlah kau menangis, jangan tergesa-gesa Walaupun Ayah belum pulang

Dari tugasnya yang taidak mengenal lelah

Menjaga rakyat yang tidak berdaya Doah-didong kesayanganku

Sore ini di Padang Sambo

Sungguh menangis adikku Ayah yang tidak pernah berhenti Semoga selamat Ayah kita adikku

Pulang dengan membawa kabar bahagia Ladang di Padang Sambo

Doah-didong kesayanganku

LAMPIRAN 3:

DAFTAR RIWAYAT HIDUP DJAGA DEPARI

Djaga Depari dilahirkan di Desa Seberaya, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo pada tanggal 5 Mei 1922. Ayah Djaga Depari adalah Ngembar Sembiring Depari. Ayahnya bekerja sebagai seorang mandor besar Wer bas elkawe (Perusahaan Pekerjaan Umum) Deli Hulu pada masa penjajahan Belanda.

Ibu Djaga Depari adalah Siras br Karo Sekali. Djaga depari mempunyai empat saudara perempan dan satu saudara laki-laki. Djaga Depari merupakan anak kedua. Berikut nama-nama saudara-saudari Djaga Depari : Tempat br Depari, Djalim Depari, Nengeni br Depari, Ngasali br Depari dan Senter br Depari.

Komponis nasional Djaga Depari tidak saja menulis lagu lagu romantika kehidupan orang karo tapi beliau juga menulis lagu lagu yang bernafaskan perjuangan rakyat karo menentang pendudukan bangsa bangsa asing dibumi Karo.

Karya karyanya yang melukiskan perjuangan rakyat Karo inilah yang menasbihkan beliau sebagai seorang komponis nasional RI.

Apabila semangat patriotisme seorang Djaga Depari tergugah, maka note note lagu yang diciptakannya menjadi sangat berbeda . Langgam kesenduan lagu lagu Karo berubah menjadi hentak jiwa yang bergelora ingin membebaskan diri dari belenggu ketertindasan.

Lagu “Erkata Bedil ( Dentuman Senjata)“ menggambarkan semangat perjuangan yang dia embankan pada pemuda pemuda Karo untuk ikut mengangkat senjata melawan kuasa kuasa asing di tanah Karo walaupun pemuda pemuda itu sedang dilanda asmara. Lagu ini kemudian menjadi lagu nasional perjuangan rakyat RI.

Djaga Depari juga berpesan kepada pemuda pemuda Karo untuk mengutamakan kemerdekaan bangsa dan rakyat Karo. Hubungan hubungan romantis antara pemuda dan pemudi menjadi nomor dua dibawah kepentingan rakyat. Pesan ini dapat kita rasakan bila kita menyimak syair lagu

“Kemerdekaanta”. Dia melukiskan kata kata seorang pemuda kepada kekasihnya

“Bila kelak kita telah mendapatkan kemerdekaan negara ini, maka kita akan bersatu kepelaminan”. Ternyata memang semangat pemuda pemudi di Karo untuk memperjuangakn kemerdekaan menjadi membara dibawah komando seorang pemimpin tentara Djamin Gintings.

Dipuncak kreativitas Djaga Depari, keberadaan ekonomi dan teknologi tidak mampu mengangkat beliau kejenjang selibriti. Lagu lagunya tidak dapat diperdengarkan dengan mudah seperti dijaman ini. Lagu lagu itu hanya sering

didengar dalam acara acara tahunan orang Karo didesa desa dinyanyikan oleh artis artis perkolong-kolong tanpa harus membayar royalti kepada Djaga Depari.

Djaga Depari menghabiskan masa masa tuanya dikampung Seberaya dengan menuliskan banyak lagu lagu Karo yang sekarang ini dengan mudah kita peroleh dalam bentuk pita kaset atau dvd yang diperdagangkan secara komersil.

Salah satu Lagu ciptaan Djaga Depari yang pernah populer secara Nasional di Indonesia pada tahun 2000-an adalah berjudul Piso Surit. Pisot Surit yang digambarkan dalam lagu tersebut merupakan bunyi sejenis burung yang suka bernyanyi. Kicau burung ini bila didengar secara seksama sepertinya sedang memanggil-manggil dan kedengaran sangat menyedihkan. Jenis burung tersebut dalam bahasa karo disebut “pincala” bunyinya nyaring dan berulang-ulang dengan bunyi seperti “piso surit”.

Atas karya terbaik yang telah ditorehkan Djaga Depari, khususnya bagi bangsa Karo dan secara umum untuk bangsa Indonesia, maka untuk mengabadikan pengabdiannya, pemerintah propinsi Sumatera Utara mendirikan sebuah monument Djaga Depari dikota Medan.Penghargaan Yang Diperoleh Alm.Djaga Depari :

1. Piagam Anugerah Seni dari Presiden RI (2 Mei 1979)

2. Piagam Anugerah Seni dari Gubernur Sumatera Utara (13 Juli 1979)

LAMPIRAN 4 : Data Informan

1. Nama : Ngapuli Sembiring Depari

Pekerjaan : Guru

Usia : 57 tahun

Status : Anak dari Alm. Djaga Depari

2. Nama : Marianna Br Ginting

Pekerjaan : Petani

Usia : 79 tahun

Status : Perkolong-kolong ( Penyanyi)

3. Nama : Amat Karo Sekali

Pekerjaan : Pemain musik

Usia : 73 tahun

Status : Penggual ( Pemain Musik)

Dokumen terkait