BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis regresi berganda maka diperoleh hasil sebagai berikut:
1. Koefisien variabel nilai investasi (X1) sebesar 0,270 variabel tenaga kerja (X2) sebesar 5.128.412,507 dan nilai konstanta sebesar 44.165.034,183. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa nilai investasi berpengaruh positif yang terlihat
45
dari koefisien regresinya yakni 0,270. Namun, nilai investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendapatan yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang lebih besar daripada α = 0,05 yakni 0,200. Investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada saat sekarang dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang. Investasi terbagi 2 yakni investasi pada finansial aset dan real aset. Investasi pada penelitian lebih kepada real aset, karena unit usaha yang diteliti tergolong dalam industri kecil sehingga investasi yang dilakukan cenderung mengarah ke pembukaan usaha baru, pabrik atau pembelian mesin-mesin. Investasi merupakan jalan untuk melakukan perluasan atau pengembangan usaha guna untuk meningkatkan pendapatan tetapi memerlukan pertimbangan yang matang dalam membuat keputusan untuk berinvestasi terlebih apabila dana yang akan diinvestasikan cukup besar. Investasi untuk perluasan usaha seperti membuka usaha baru atau melakukan modernisasi atas peralatan dan mesin-mesin produksi. Investasi yang baik adalah investasi yang tepat sasaran sehingga dapat memberi keuntungan bagi para investor. Jika seorang investor, ingin menginvestasikan dananya pada suatu usaha hendaklah mampu membaca keadaaan dan peluang dari usaha dimana dananya akan diinvestasikan.
Dengan membaca keadaan dan peluang ini diharapkan agar investasi yang dilakukan tepat sasaran artinya seorang investor harus melihat apakah usaha tersebut memiliki peluang untuk berkembang dimasa depan jika dananya diinvestasikan ke usaha tersebut, apakah produk hasil usaha tersebut dapat diterima masyarakat, bagaimana untuk memperoleh bahan bakunya,
46
bagaimana pemasaran produk hasil usaha tersebut. Selain itu, keadaan ekonomi juga perlu diperhatikan misalnya bagaimana kondisi harga di pasar, bagaimana kondisi ekonomi masyarakat yang menjadi sasaran pemasaran produk, dan bagaimana kondisi persaingan usaha diwilayah tersebut.
Mengetahui keadaan dan peluang saja tidak cukup, hal lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana manajemen usaha tersebut. Manajemen usaha yang baik, akan dapat mengontrol setiap kegiatan usaha secara efektif dan efisien sehingga kemungkinan risiko pemborosan dapat diminimalkan. Jika kedua hal tersebut terwujud, maka investasi yang dilakukan akan memberi keuntungan bagi para investor seperti pendapatan yang meningkat atau usahanya akan berkembang sehingga menghasilkan unit-unit usaha lainnya. Namun, apabila salah satu atau keduanya tidak diperhatikan bagi para pelaku investasi tentunya akan memberi hasil yang sebaliknya seperti usaha yang hanya jalan ditempat, kerugian atas investasi yang dilakukan atau pengembalian nilai yang diinvestasikan terlambat dari jangka waktu yang telah diprediksikan sebelumnya.
2. Variabel tenaga kerja (X2) berpengaruh positif terhadap tingkat pendapatan dari nilai koefisien regresi yang dihasilkan sebesar 5.128.412,507. Variabel tenaga kerja juga berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendapatan yang terlihat dari nilai siignifikansi yang dihasilkan yang lebih kecil dari signifikansi α = 0,05 yakni sebesar 0,030. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor pendukung paling utama dalam suatu usaha. Tanpa tenaga kerja, usaha tidak dapat berproduksi meskipun tenaga kerja tersebut dapat digantikan oleh
47
tenaga mesin, namun tetap saja tenaga kerja dibutuhkan untuk mengoperasikan mesin produksi dan melakukan perawatan pada mesin-mesin produksi tersebut. Apabila jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan banyak, maka produksi yang dihasilkan juga akan semakin banyak.
Sebaliknya, apabila tenaga kerja yang dipekerjakan jumlahnya sedikit, maka produksi yang dihasilkan juga semakin sedikit dengan catatan produktivitas yang dimiliki dari masing-masing tenaga kerja sama. Jika para pelaku usaha ingin menambah atau mengurangi jumlah tenaga kerjanya harus benar-benar mempertimbangkannya dengan baik karena dengan dengan penambahan tenaga kerja akan meningkatkan jumlah produksi namun, akan meningkatkan biaya tenaga kerja dalam hal ini pembayaran gaji atau upah bagi tenaga kerja sedangkan pengurangan tenaga kerja akan mengurangi jumlah produksi dan biaya tenaga kerja juga akan mengalami penurunan. Untuk itu, jika pelaku usaha ingin menambah atau mengurangi tenaga kerja hendakalah mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya dampak dari keputusannya tersebut. Selain itu, para pelaku usaha yang akan merekrut tenaga kerja harus memperhatikan keahlian daripada tenaga kerja tersebut, kesesuaian keahlian yang dimiliki dengan pekerjaan yang akan dikerjakannya tak lupa pula, produktifitas dari para tenaga kerja. Pekerja yang produktif tentunya akan memberi dampak yang baik bagi perkembangan usaha. Tenaga kerja yang memiliki keahlian dan produktif merupakan aset yang berharga untuk itu, tenaga kerja seperti itulah yang perlu dijaga.
48
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka ditarik kesimpulan bahwa:
1. Nilai investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendapatan industri kecil di kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng.
2. Tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendapatan industri kecil di Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng.
A. Saran
Dalam penelitian ini, penulis menyadari masih sangat banyak kekurangan.
Adapun saran-saran yang penulis dapat utarakan terkait penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Para pelaku usaha hendaklah memperhatikan peluang dan kondisi perekonomian apabila akan melakukan investasi serta melakukan beberapa pertimbangan mengenai hasil akhir atau akibat dari investasi yang dilakukannya.
2. Para pelaku usaha apabila ingin menambah atau mengurangi jumlah tenaga kerja hendaklah memperhatikan akibat dari tindakannya tersebut.
Sebaiknya, jika ingin merekrut tenaga kerja haruslah yang memiliki keahlian dan produktifitas yang tinggi serta disesuaikan dengan
48
49
kemampuan keuangan untuk membayar gaji atau upah tenaga kerja tersebut.
50
DAFTAR PUSTAKA
A. Rasyid Baswedan, 2007 “Sumber Daya Manusia Indonesia Sebagai Penunjang Pembangunan Jangka Panjang”, Jurnal Ekonomi Pembangunan, Volume 2 Nomor 2.
Aris Ananta Prijono Tjiptoherijanto, 2007 “Masalah Penyerapan Tenaga Kerja, Prospek dan Permasalah Ekonomi Indonesia” Sinar Harapan, Jakarta.
Basri, Faisal. 2009. Lanskap Ekonomi Indonesia. Airlangga.
Boediono, 1999. “Ekonomi Mikro”. BPFE, Yogyakarta.
Fakultas Ekonomi UGM, 2008, Luas dan Susunan Penyerapan Tenaga Kerja Pada Berbagai Bidang” BPFE, Yogyakarta.
G, Ronald, Ehrenberg, 2000. “Modern Labour Economic”. Scoot and Foresman Company.
Hadi, Sutrisno, M.A., 2005, Statistik, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.
Hasibuan, Nusimansyah. 1994. Ekonomi Industri. Jaakarta: LP3ES.
Husein Umar, 2006. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, PT.
Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Irawan, 1992. Pengaruh Investasi. Jakarta; FE-UI
Kuncoro, Haryo, 2008. Sistem Bagi Hasil dan Stabilitas Penyerapan Tenaga Kerja. Media Ekonomi.
Mulyadi S. 2003. Ekonomi dalam prospek pembangunan investasi. Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada.
Nurkse. 1996. Comprehensive Investation Planning. London: Charles Griffin
& Company LTD
Saleh, I.A. 1990. Pengertian Industri. Jakarta: LP3S
50
51
Sinaga. 2005. Manajemen Tenaga Kerja. PT. Raja Grapinda Persada, Jakarta Suroto, 1992. Perkembangan Industri dan Penyerapan Tenaga Kerja, Jakarta
LAMPIRAN
HASIL PENGOLAHAN SPSS
SAVE OUTFILE='D:\SKRIPSI NINGSIH\Data ningsih spss.sav' /COMPRESSED.
REGRESSION
/DESCRIPTIVES MEAN STDDEV CORR SIG N
/MISSING LISTWISE
/STATISTICS COEFF OUTS CI(95) BCOV R ANOVA COLLIN TOL CHANGE ZPP /METHOD=ENTER Nilai_Investasi Tenaga_Kerja
/SCATTERPLOT=(*ZPRED ,*SRESID)
/RESIDUALS DURBIN HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID).
Regression [DataSet0]
Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N
Pendapatan 67600000.00 41540320.440 46
Nilai_Investasi 18665217.39 28323654.954 46
Tenaga_Kerja 3.59 2.570 46
Correlations
Pendapatan Nilai_Investasi Tenaga_Kerja
Pearson Correlation
Pendapatan 1.000 .209 .332
Nilai_Investasi .209 1.000 .079
Tenaga_Kerja .332 .079 1.000
Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 Tenaga_Kerja,
Nilai_Investasib
Enter
a. Dependent Variable: Pendapatan b. All requested variables entered.
Model Summaryb
Model R
R Square
Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 .379a .144 .104 39323436.233
a. Predictors: (Constant), Tenaga_Kerja, Nilai_Investasi b. Dependent Variable: Pendapatan
11159616600812300.000 2 5579808300406130.000 3.608 .036b Residual 66492303399187700.000 43 1546332637190410.000
Total 77651920000000000.000 45
a. Dependent Variable: Pendapatan
b. Predictors: (Constant), Tenaga_Kerja, Nilai_Investasi
Coefficientsa
Tenaga_Kerja 5128412.507 2288266.952 .317 2.241 .030 a. Dependent Variable: Pendapatan
Coefficientsa
Model Correlations
Collinearity Statistics
Zero-order Partial Part
Toleran
Model Tenaga_Kerja Nilai_Investasi
1 Correlations Tenaga_Kerja 1.000 -.079
Nilai_Investasi -.079 1.000
Covariances Tenaga_Kerja 5236165641981.650 -37325.712
Nilai_Investasi -37325.712 .043
a. Dependent Variable: Pendapatan
(Constant) Nilai_Investasi Tenaga_Kerja
1 1 2.252 1.000 .05 .08 .05
2 .568 1.991 .04 .89 .11
3 .180 3.539 .91 .03 .84
a. Dependent Variable: Pendapatan
Residuals Statisticsa
Minimum Maximum Mean Std. Deviation N
Predicted Value 49482444.00 124601200.00 67600000.00 15747745.236 46 Std. Predicted
Value -1.150 3.620 .000 1.000 46
Standard Error of
Predicted Value 5877489.000 28386492.000 8817005.823 4860216.488 46 Adjusted Predicted
Value 50616832.00 165563760.00 69399196.29 22063031.027 46
Residual -64921572.000 86878160.000 .000 38439650.651 46
Std. Residual -1.651 2.209 .000 .978 46
Stud. Residual -2.386 2.245 -.019 1.034 46
Deleted Residual -135563760.000 89721984.000 -1799196.290 44240933.608 46 Stud. Deleted
Residual -2.531 2.362 -.017 1.056 46
Mahal. Distance .027 22.471 1.957 4.585 46
Cook's Distance .000 2.064 .064 .304 46
Centered Leverage
Value .001 .499 .043 .102 46
a. Dependent Variable: Pendapatan
RIWAYAT HIDUP
2 Lembang Cina Kec. Bantaeng Kab. Bantaeng pada tahun 1998 dan lulus pada tahun 2003. Kemudian menempuh pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 2 Bantaeng dan lulus pada tahun 2007. Setelah selesai penulis kemudian melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 2 Bantaeng. Pada tahun 2010 penulis diterima sebagai Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar pada program studi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis program Strata 1 (S1).
Syahria Ningsih, lahir di Bantaeng pada tanggal 18 Desember 1992. Anak ke empat dari empat bersaudara yang merupakan buah kasih sayang dari pasangan Drs.Adjdji (Alm) dan Baho Daeng (Almh). Penulis memulai jenjang pendidikan Sekolah Dasar di SD negeri