TINJAUAN PUSTAKA
2.2.1 Pengertian Total Quality Management (TQM)
Menurut Nasution 2005 Total Quality Management (TQM) merupakan satu sistem yang saat ini mulai diterapkan oleh perusahaan-perusahaan karena dianggap mampu mendukung kinerja manajerialnya. “Total Quality Management (TQM) diartikan sebagai perpaduan semua fungsi manajemen, semua bagian dari suatu perusahaan dan semua orang ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, team work, produktivitas, dan kepuasan pelanggan”. Sedangkan menurut Suhartini 2007 Total Quality Managemen (TQM) merupakan teknik dimana manajemen mengembangkan kebijakan-kebijakan dan praktik-praktik untuk meyakinkan bahwa produk dan jasa perusahaan memenuhi harapan pelanggan TQM merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungan
Menurut Antoso 2007 TQM memiliki tujuan perbaikan kualitas terus menerus, disesuaikan dengan perubahan yang menyangkut kebutuhan, keinginan dan selera konsumen. yang juga akan meningkatkan laba dan daya saing perusahaan. Dengan demikian TQM diawali dengan memahami apa yang diinginkan konsumen terhadap produk tertentu, dan kepuasan konsumen adalah inti kegiatan TQM.
13 Menurut Tjipto 2001 perbedaan TQM dengan pendekatan-pendekatan lain dalam menjalankan adalah komponen bagaimana tersebut. Komponen ini memiliki sepuluh unsur utama yaitu fokus pada pelanggan, obsevasi terhadap kualitas, pendekatan ilmiah, komitmen jangka panjang, kerja sama tim, perbaikan system secara berkesinambungan, pendidikan dan pelatihan, kebebasan yang terkendali, kesatuan tujuan dan keterlibatan dan pemberdayaan manajer. Kualitas menjadi hal utama yang menjadi titik fokus setiap perusahaan. Berbagai hal dilakukan untuk meningkatkan kualitas yang diterapkan pada produk, pelayanan dan manajemen perusahaan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, lahirlah suatu inovasi yang dikenal dengan TQM. TQM merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya.
Menurut Gaspersz 2001 TQM didefinisikan sebagai suatu cara meningkatkan performansi secara terus-menerus pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap area fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia. Sedangkan menurut Purnomo 2006 TQM adalah sistem terstruktur dengan serangkaian alat, teknik dan filosofi yang didesain untuk menciptakan budaya perusahaan yang memiliki fokus terhadap konsumen, melibatkan partisipasi aktif kerja, dan perbaikan kualitas terus-menerus dengan tujuan agar sesuai dengan harapan konsumen.
14
2.2.2 Unsur-unsur Total Quality Management (TQM)
Menurut Nasution 2004 ada 10 unsur yang diterapkan dalam TQM, yaitu : 1. Fokus pada pelanggan
Dalam TQM baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal merupakan penggerak. Pelanggan eksternal menentukan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada mereka, sedangkan pelanggan internal berperan besar dalam menentukan kualitas tenaga kerja, proses, dan lingkungan yang berhubungan dengan produk atau jasa.
2. Obsesi terhadap kualitas
Dengan adanya kualitas yang telah ditetapkan, organisasi untuk memenuhi atau melebihi apa yang telah ditentukan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa semua karyawan pada tiap level berusaha melaksanakan setiap aspek pekerjaannya berdasarkan perspektif untuk melakukan segala sesuatunya dengan lebih baik. 3. Pendekatan ilmiah
Pendekatan ilmiah diperlukan dalam penerapan TQM, terutama untuk mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang didesain tersebut.
4. Komitmen jangka panjang
TQM merupakan suatu paradigma baru dalam melaksanakan bisnis. Untuk itu, dibutuhkan budaya perusahaan yang baru pula. Oleh karena itu, komitmen jangka panjang sangat penting guna mengadakan perubahan budaya agar penerapan TQM dapat berjalan dengan sukses.
15 5. Kerjasama tim
Dalam organisasi yang menerapkan TQM, kerjasama tim, kemitraan dan hubungan dijalani dan dibina, baik antara karyawan perusahaan maupun dengan pemasok, lembaga-lembaga pemerintah, dan masyarakat sekitarnya.
6. Perbaikan sistem secara berkeseimbangan
Setiap produk atau jasa dihasilkan dengan memanfatkan proses-proses tertentu didalam suatu siste/ lingkungan. Oleh karena itu, sistem yang ada perlu diperbaiki secara terus-menerus agar kualitas yang dihasilkannya dapat semakin meningkat.
7. Pendidikan dan pelatihan
Dalam menerapkan TQM, pendidikan dan pelatihan merupakan faktor yang fundamental untuk dapat berkembang dan bersaing dengan perusahaan lain, apalagi dalam era persaingan global.
8. Kebebasan yang terkendali
Kebebasan yang timbul karena keterlibatan dan pemberdayaan karyawan merupakan hasil dari pengendalian yang terencana dan terlaksana dengn baik. 9. Kesatuan tujuan
Agar TQM dapat diterapkan dengan baik, maka perusahaan harus memiliki kesatuan tujuan. Dengan demikian, setiap usaha dapat diarahkan dengan tujuan yang sama.
16 10.Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan
Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan merupakan hal yang penting dalam penerapan TQM. Menurut Tjipto dan Dianan (2003) “Tujuan pelibatan dan pemberdayaan adalah untuk meningkatkan kmampuan organisasi untuk memberikan customer value”.
2.2.3 Prinsip-prinsip dalam Total Quality Management (TQM).
Ada empat prinsip-prinsip utama dalam TQM, yaitu:
1. Kepuasan Pelanggan dalam TQM konsep mengenai kualitas dan pelanggan diperluas. Kualitas tidak hanya bermakna kesesuaian dengan spesifikasi-spesifikasi tertentu, tetapi kualitas tersebut di tentukan oleh pelanggan. Berdasarkan fakta perusahaan, pelanggan itu sendiri meliputi pelanggan internal dan pelanggan eksternal. Kebutuhan pelanggan di usahakan untuk dipuaskan dalam segala aspek, termasuk didalamnya harga, keamanan, dan ketepatan waktu.
2. Respek Terhadap Setiap Orang adalah Dalam perusahaan yang kualitasnya tergolong kelas dunia, setiap karyawan dipandang sebagai individu yang memiliki talenta dan kreatifitas yang khas. Dengan demikian, karyawan merupakan sumber daya organisasi yang paling bernilai. Oleh karena itu, setiap orang dalam organisasi diperlakukan dengan baik dan di beri kesempatan untuk terlibat dan berpartisipasi dalam tim pengambil keputusan.
3. Manajemen kelas dunia berorientasi pada fakta. Maksutnya, bahwa setiap kaputusan slalu didasarkan pada data, bukan sekedar pada perasaan (feeling).
17 Ada dua konsep pokok yang berkaitan dengan hal ini. Pertama, prioritas (prioritization), yakni suatu konsep bahwa perbaikan tidak dapat dilakukan pada semua aspek pada saat yang bersamaan, mengingat keterbatasan sumber daya yang ada. Oleh karena itu dengan menggunakan data, maka manajemen dan tim dalam organisasi dalam memfokuskan usahanya pada situasi tertentu yang vital. Konsep kedua, variasi atau variabilitas kinerja manusia.
4. Perbaikan, berkesinambungan agar dapat sukses, setiap perusahaan perlu melakukan proses sistematis dalam melaksanankan perbaikan secara berkesinambungan. Konsep yang berlaku disini adalah siklus PDCAA (plan, do, check, act, analyze), yang terdiri dari langkah – langkah perencanaan, dan melakukan tindakan korektif terhadap hasil yang diperoleh. Perbaikan seharusnya menjadi tujuan permanen organisasi
5. Kepemimpinan, seorang pemimpin mampu menentukan kesatuan arah dan tujuan organisasi. Pemimpin harus menciptakan dan menjaga atau memlihara lingkungan eksternal dimana orang-orang dapat terlibat secara penuh dalam pencapaian tujuan-tujuan organisasi.
2.3 Sistem Penghargaan