• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TEMUAN PENELITIAN

A. Penggambaran fungsi karakter Rania pada

Love Sparks In Korea?

2. Bagaimana tindakan karakter Rania dan akibat dari tindakannya dalam narasi film, menurut teori Naratif Vladimir Propp?

10

E. Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui bagaimana penggambaran fungsi karakter Rania pada narasi penjelajah muslimah dalam film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea.

b. Untuk mengetahui bagaimana tindakan karakter Rania dan akibat dari tindakannya dalam narasi film, menurut teori Naratif Vladimir Propp.

2. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoritis

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan di bidang komunikasi, khususnya penelitian mengenai Analisis Naratif Vladimir Propp tentang narasi pada film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea.

b. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharakan dapat menambah pengetahuan bagi akademis, praktisi, khususnya mahasiswa komunikasi penyiaran islam dan kepada pembaca pada umumnya. Serta dapat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menambah wawasan Analisis Naratif Vladimir Propp terkait narasi dalam film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea.

F. Tinjauan Kajian Terdahulu

Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi oleh penulis, diantarnya:

Tabel 1. 1

Tinjauan KajianTerdahulu

Judul Peneliti Tahun Persamaan dan Perbedaan Penelitian tentang analisis narasi film yaitu analisis naratif Vladimir Propp

terhadap film

CaptainAmerica: The First Avengers.

Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama

menggunakan teori analisis naratif Vladimir Propp. perbedaan penelitian ini dengan yang lainnya adalah membahas deskripsi 7 fungsi karakter dan mengetahui karakter oposisi berlawanan dari karakter pahlawan dan penjahat dalam film tentang analisi narasi pada film 3 Alif Lam Mim Karya anggy Umbara. Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama menggunakan teori analisis naratif Vladimir

12 berlawanan dalam film 3 Alif Lam Mim. terhadap film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea. Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama mengunakan objek film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea. Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea. tentang Jilbab sebagai identitas muslimah pada studi kasus persepsi pergeseran identitas diri muslimah di komunitas solo hijabers kota surakarta dengan menggunakan teori I

Identitas penelitian ini dengan yang lainnya adalah menggunakan Teori I and Me terhadap naskah Publikasi Jilbab dan Identitas Muslimah.

G. Metodologi Penelitian 1. Paradigma Penelitian

Paradigma penelitian adalah kerangka berpikir atau cara berpikir untuk menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti dalam melihat fakta-fakta yang terjadi di kehidupan sosial.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan paradigma konstruktivis, yaitu paradigma yang menganggap bahwa kebenaran suatu realitas sosial dapatdilihat sebagai hasil konstruksi sosial, dan kebenaran suatu realitas sosial itu bersifat relatif. Paradigma konstruktivisme iniberada dalam perspektif interpretivisme (penafsiran) yang terbagi dalam tiga jenis, yaitu interaksi simbolik, fenomenologis dan hermeneutik.

Paradigma konstruktivisme dalam ilmu sosial merupakan kritik terhadap paradigma positivis6.

2. Pendekatan dan Jenis Metode Penelitian

6 Yanuar Ikbar, Metode Penelitian Sosial Kualitatif (Bandung: PT Refika Aditama, 2012), hal 52

14

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana pendekatan ini menggunakan data-datasecara tertulis, kata-kata, wawancara dan observasiberdasarkan teknik pengumpulan data peneliti.

kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan sebuah data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati, pendekatan ini diarahkan pada latar belakang individu secara holistik (utuh)7. Pendekatankualitatif digunakan untuk meneliti sebuah fenomena agar mendapatkan data yang terperinci dan mendalam, yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya yang memiliki nilai di balik data yang tampak8.

Metode penelitian merupakan metode atau cara yang digunakan oleh peneliti berupa metode secara sistematik, dengan cara mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis data yang kemudian disimpulkan oleh peneliti.

Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu Menunut Gogdan dan Guba,pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data

7LexyI. Ma leong. Metode Penelitian Kualitati f. (Bandung: P.T.

Remaja Rosda Karya .2000), ha1.04

8Sugiono. Memahami Penelitian Kualitatif. (Bandung: Alfabeta . 2010), ha1.03

deskriptif yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka9

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode narasi Vladimir Propp, dimana menganalisis narasi berdasarkan tujuh karakter penokohan dan 31 fungsi cerita10. Fungsi tersebut adalah sebagai penggambaran tindakan dari sebuah karakter, didefinisikan dari sudut pandang signifikannya sebagai bagaian dari tindakannya dalam teks. Fungsi ini dikonseptualisasikan oleh Vladimir Propp lewat dua aspek yaitu tindakan karakter dalam narasi dan akibat dari tindakan dalam narasi.

Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, tulisan, gambar-gambar, dan bukan angka-angka (statistic).

Data tersebut bisa berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, catatan, memo, atau teks tertentu, serta dokumen-dokumen resmi lainnya.

Dalam penulisan laporan penelitian kualitatif berisi kutipan-kutipan dalam kejadian yang sebenarnya terjadi atau fakta yang diungkapkan di lapangan sebagai dukungan terhadap segala sesuatu yang disajikan dalam laporan11.

3. Subjek dan Objek Penelitian

9 Imam Suprayogo, Metode Penelitian Sosial Agama, (Bandung: remaja rosdakarya 2001) hal 6.

10 Eriyanto, Analisis Naratif: Dasar-Dasar Penerapan Dalam Analisis Teks Berita Media. (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2013) hal.72

11AlbiAnggito,JohanSetiawan,Metode

PenelitianKualitatif,(Sukabumi:CVJejak, 20 lS), ha1.11

16

Subjek penelitian ini adalah Film JilbabTraveler:

Love Sparks In Korea.Serta yang menjadi objek penelitian ini adalah Analisis Narasi Penjelajah Muslimah Dalam Film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea.

4. Jadwal Penelitian

Kegiatan penelitian berlangsung mulai dari bulan April, Juni, Juli, September, Oktober hingga November 2021. Penelitian dilakukan secara daring, dengan wawancara secara virtual melalui Zoom kepada Alim Sudio, selaku penulis naskah film JilbabTraveler: Love Sparks In Korea, yaitu pada hari Rabu, 8 September 2021, pukul 10.00 WIB.

5. Teknik Pengumpulan Data a. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan proses pengumpulan dan pengambilan data atau dokumen yang berbentuk tulisan-tulisan, seperti catatan, buku-buku, foto, video dan sebagainya,12. Tujuannya untuk mencari data yang jelas dan mendetail tentang film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea.

b. Wawancara

Wawancara adalah kegiatan berupa memberikan pertanyaan dan jawaban secara lisan oleh seseorang guna mendapatkan informasi. Bentuk informasi yang

12 Burhan Bungin, Metode Peneltian Kualitatif, (Jakarta: Prenada Media Group, 2005). Hal.126

diperoleh berupa tulisan, atau direkam secara suara (audio), gambar (visual), atau audio visual (video).

Peneliti telah melakukan wawancara tidak langsung secara virtual melalui Zoom kepada Alim Sudio selaku Penulis Naskah film Jilbab Traveler:

Love Sparks In Korea . c. Observasi

Observasi merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti, dengan cara mengamati sebuah film yang diteliti untuk mendapatkan data narasi Jilbab dan karakter Tokoh Rania pada film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea.

6. Teknik Analisis Data

Seluruh fakta dan data hasil wawancara, observsi, serta data-data pendukung lain melalui studi pustaka dan dokumentasi, selanjutnya diolah dengan menggunakan Teknik Analisis Narasi model Vladimir Propp, yaitu suatu narasi akan dianalisis melalui 7 karakter penokohan dalam narasi film dan 31 fungsi karakter dalam narasi.

H. Sistematika Penulisan

Dalam penelitian ini skripsi ini, agar lebih sistematis dan saling berhubungan antara satu bab dengan bab berikutnya, maka penulisan skripsi ini dibagi menjadi 5 bab, Adapun susunannya adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

19

Bab ini penulis memaparkan latar belakang masalah, batasan, dan rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini penulis memaparkan tentang pengertian teori analisis naratif Vladimir Prop, Narasi, Film, penjelajah muslimah, Film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea.

BAB III GAMBARAN UMUM

Bab ini penulis memaparkan tentang tayangan Film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea

BAB IV DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

Bab ini penulisakan memaparkan hasil temuan analisi data yang terjadi selama penelitian terhadap analisis narasi teori naratif Vladimir Propp mengenai bagaimana penggambaran fungsi karakter Rania pada narasi penjelajah muslimah dalam film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea dan Bagaimana tindakan karakter Rania dan akibat dari tindakannya dalam narasi film Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea, menurut teori naratif ValdimirPropp.

BAB V PEMBAHASAN

Bab ini berisi uraian uraian yang mengaitkan latar belakang, teori Analisis Naratif Vladimir Proppdan teori rumusan baru dari penelitian.

BAB VI PENUTUP

Bab terakhir, penulis mengakhiri skripsi ini dengan memberikan kesimpulan yang berfungsi menjadi jawaban umum dari Bab I, serta di ikuti pula saran penulis.

1 BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori

1. Analisis Naratif

Narasi adalah gabungan dari berbagai macam peristiwa yang terjadi dalam cerita yang menjadi satu kesatuan cerita. Inti dalam narasi analisis naratif adalaha untuk mengetahui bagaimana sebuah peristiwa disusun menjadi satu jalinan dari satu peristiwa dengan peristiwa lain – misalnya mengapa peristiwa itu ditampilkan di awal sementara peristiwa lain di akhir, bagaimana peristiwa satu dan peristiwa lain dirangkai menjadi satu kesatuan13.

Aspek penting dalam suatu analisis naratif adalah cerita (story) dan alur cerita (plot), kedua aspek tersebut sangat berpengaruh terhadap cara memahami suatu narasi (cerita). Plot adalah apa yang ditampilkan secara eksplisit dalam sebuah teks, sedangkan cerita adalah urutan kronologis dari suatu peristiwa, dimana peristiwa tersebut bisa ditampilkan didalam teks bisa juga tidak ditampilkan dalam teks14.

Analisis Naratif atau analisis narasi adalah sebuah metodologi penelitian yang digunakan untuk menganalisis sebuah narasi dalam cerita. Analisis naratif ini digunakan

13 Eriyanto, Analisis Naratif: Dasar-Dasar Penerapan Dalam Analisis Teks Berita Media. (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2013) hal.16

14 Eriyanto, Analisis Naratif: Dasar-Dasar Penerapan Dalam Analisis Teks Berita Media. hal.16

untuk membantu dalam membantu menggambarkan, menganalisis sebuah cerita. Narasi yaitu menggabungkan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi sehingga menjadi sebuah satu jalur cerita.

Deskripsi teks naratif tersebut akan membantu pemahaman lebih mendalam atas sebuah teks, dampak dan ideologi yang dibawa secara implisit dalam sebuah teks naratif. Metode ini akan membantu pembaca/penonton dan peneliti untuk mengungkap secara sistematis mengenai cara bagaimana teks naratif tersebut dikonstruksi dan menyingkap makna-maknayang tidak dimunculkan secara eksplisit15.

Sebuah analisis naratif menitik beratkan pada narasi atau cerita yang akan digunakan sebagai bahan penelitian, baik alur ceritanya, unsur penokohan, karakter tokoh dan sebagainya. Analisis naratif adalah sebuah analisis yang digunakan untuk mengetahui bagaimana sebuah peristiwa disusun menjadi satu jalur cerita atau plot (alur cerita) dari berbagai peristiwa baik yang terjadi di awal sementara cerita lain di akhir cerita, hingga peristiwa tersebut terangkai menjadi satu kesatuan cerita yang utuh16.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahawa analisis naratif adalah sebuah analisis yang digunakan untuk meneliti sebuah narasi dalam sebuah cerita, baik

15 Lilik Kustanto. Analisis Naratif:Kemiskinan Dalam Program RealityTv

“Pemberian Misterius” Di Stasiun Sctv. (2015). hal 114

16 Eriyanto, Analisis Naratif: Dasar-Dasar Penerapan Dalam Analisis Teks Berita Media. hal.15

3

cerita fiksi ataupun cerita modern, yang didalamnya terdapat unsur cerita seperti jalan cerita, karakter, tokoh, tema, penggambaran sudut pandang dan lainnya. Menurut Vladimir Propp, narasi sebuah cerita erat kaitannya dengan karakter tokohnya, terdapat 2 aspek penting dalam analisis naratif, yaitu:

a. Tujuh karakter penokohan, dan b. 31 fungsi karakter dalam cerita.

Fungsi ini dikonseptualisasikan oleh Vladimir Propp lewat dua aspek yaitu tindakan karakter dalam narasi dan akibat dari tindakan dalam narasi.

2. Teori Analisis Naratif Vladimir Propp

Vladimir Propp adalah seorang peneliti dongeng (folktale)yang berasal dari Rusia. Propp menyusun karakter-karakter yang hampir selalu ditemukan dalam setiap narasi dari cerita-cerita rakyat yang ada di Rusia.

Dari cerita tersebut dibagi dalam beberapa bagian dan setiap karakter memiliki fungsi tertentu dalam cerita.Tahun 1928, Propp menulis hasil temuan penelitiannya dalam sebuah buku yang kemudian diterbitkan tahun 1965 dalam bahasa Inggris yang berjudul “Morphology of the Folktale”. Sejak saat itulah buku tersebut tersebar luas dikalangan akademisi dan banyak dipakai sebagai rujukan untuk menjelaskan struktur sebuah narasi.

Pada dasarnya sebuah narasi memiliki fungsi pokok untuk membawakan keteraturan pada apa-apa yang tidak teratur. Menurut Propp, masing-masing ceita memiliki unsur yang sama yang disebut sebagai fungsi-fungsi, hal tersebut menunjukkan karakter masing-masing sebuah fungsi dalam narasi17.

Karakter dan fungsi tertentu dalam narasi tidak hanya berlaku untuk cerita rakyat klasik saja namun berlaku untuk seluruh cerita-cerita modern yang ada di dunia ini. Terdapat Tujuh karakter penokohan dan 31 fungsi cerita dalam teori ini. Fungsi tersebut adalah sebagai penggambaran tindakan dari sebuah karakter, didefinisikan dari sudut pandang signifikannya sebagai bagaian dari tindakannya dalam teks. Fungsi ini dikonseptualisasikan oleh Vladimir Propp lewat dua aspek yaitu tindakan karakter dalam narasi dan akibat dari tindakan dalam narasi18.

Berikut ini adalah tabel Tujuh Karakter Penokohan dalam Narasi

Tabel 2. 1

Tujuh Karakter Penokohan dalam Narasi Karakter Simbol Fungsi Deskripsi

Penjahat A, H, Pr Melawan Pahlawan

17 Alex Sobur. Komunikasi Naratif: paradigma, analisis, dan Aplikasi.(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014) hal. 234-236

18 Eriyanto, Analisis Naratif: Dasar-Dasar Penerapan Dalam Analisis Teks Berita Media. (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2013) hal.65-66

5

Pengirim B Mengirim Pahlawan

Menjalankan Misi Pahlawan C, E, W Mencari sesuatu dan

menjalankan misi.

Pahlawan Palsu C, E, L Mengklaim sebagai pahlawan tetapi penyamarannya terbuka.

Sumber : Olahan data peneliti berdasarkan buku Eriyanto, Analisis Naratif: Dasar-Dasar Penerapan Dalam Analisis Teks Berita Media. Tentang 7 Karakter dalam Narasi19.

Tabel diatas menjelaskan tentang Karakter dalam narasi yang bisa diterapkan pada semua narasi (cerita) baik cerita lampau, tradisional (kisah rakyat, sejarah, atau dongeng) maupun cerita modern seperti serial drama televisi saat ini. Karakter yang dikemukakan oleh Propp pada tabel diatas harus diadaptasi dan dikembangkan untuk konteks cerita modern. Seperti contohnya pengirim (dispatcher) dalam cerita tradisional pengirim umumnya adalah raja atau orang bijak, sedangkan pada cerita modern, pengirim bisa berupa tokoh-tokoh penting seperti pejabat pemerintah atau pimpinan organisasi20.

19 Eriyanto, Analisis Naratif: Dasar-Dasar Penerapan Dalam Analisis Teks Berita Media. hal.72

20 Eriyanto, Analisis Naratif: Dasar-Dasar Penerapan Dalam Analisis Teks Berita Media. hal.73

FilmJilbab Traveler: Love Sparks In Koreadikategorikan sebagai film dengan cerita modern, dalam cerita tersebut tidak menemukan karakter penokohan yang berhubungan dengan kekuatan mistis, supranatural, peramal, atau pun kekuatan magis lainnya.

Tidak ditemukan juga karakter putri kerajaan dalam cerita film tersebut. Akan tetapi karakter pahlawan dalam tabel tersebut bisa diartikan dalam FilmJilbab Traveler: Love Sparks In Korea sebagai seseorang perempuan tangguh, yang memiliki keberanian untuk melalukan misi perjalanan keliling dunia seorang diri untuk menemukan bukti-bukti kebesaran Allah dan nilai-nilai islamdidalamnya.

Berikut ini 31 fungsi dalam Narasi Vladimir Propp Tabel 2. 2

31 fungsi dalam Narasi Vladimir Propp

No. Simbol Fungsi Deskripsi Fungsi

Α

Situasi Awal Anggota Keluarga atau sosok pahlawan diperkenalkan.

Pahlawan sering kali digambarkan sebagai orang biasa.

1. Β

Ketidakhadira (Absensi)

Salah seorang anggota keluarga tidak berada di rumah. Dalam banyak cerita, ini menjadi awal dari sebuag malapetaka. Dunia yang teratur tiba-tiba terlihat akan menjadi kacau.

2. Γ Pelarangan (Penghalangan)

Larangan yang ditujukan kepada pahlawan. Pahlawan

diperingatkan agar tidak

melakukan suatu tindakan (Jangan kesana, jangan melakukan ini itu dan sebagainya).

3. Δ Kekerasan Larangan dilanggar. Pahlawan melanggar larangan. Ini umumnya menjadi pintu masuk penjahat kedalam cerita, meskipun tidak selalu menghadapi pahlawan. anak-anak atau permata, dll).

Penjahat kerap kali menyamar sebagai cara mencari informasi yang berharga atay mencoba secara aktif menangkap seseorang.

Mereka dapat berbicara dengan anggota keluarga yang lugu agar membuka rahasia.

5. Pengiriman Penjahat menerima informasi mengenai korban. Para penjahat memperoleh beberapa bentuk informasi, misalnya mengenai pahlawan atau korban. Informasi lain juga diperoleh, misalnya tentang peta atau lokasi harta karun.

6. Η Tipu Daya Penjahatberusahamenipu korbannya. Penjahat berusaha menipu korban untuk menguasai korban atau barang-barang korban (tipu daya : penjahat menyamar, mencoba untuk memenangkan kepercayaan dari korban). Para penjahat menggunakan berbagai macam cara untuk menipu pahlawan atau korban. Misalnya menyamar, penangkapan korban, menculik dan sebagainya.

7. θ Keterlibatan Korban tertipu, tanpa disadari membantu musuhnya. Korban tertipu oleh penipuan, tanpa disadari membantu musuh. Tipu daya dari penjahat bekerja dan pahlawan atau korban masuk dalam perangkap yang dibuat oleh penjahat. Dalam banyak cerita ini bisa berupa memberikan penjahat suatu informasi yang penting (peta, tempat rahasia, gua persembunyian, senjata magis). siksaaan). Atau seorang anggota keluarga tidak memiliki sesuatu atau menginginkan sesuatu (ramuan magis, dll) ada dua pilihan untuk fungsi ini, salah satu

atau kedua yang mungkin muncul dalam cerita. Pilihan pertama, penjahat menyebabkan beberapa jenis bahaya, misalnya membawa pergi korban atau benda magis tertentu yang menjadi penyebab suatu bencana besar. Pada pilihan kedua, keluarga berada dalam situasi bahaya atau kekurangan yang apabila tidak segera ditolong dapat menyebabkan kematian.

9. B Mediasi Terjadi keadaan yang malang, pahlawan dikirim untuk mengejar dan ,menumpas penjahat.

Pahlawan menemukan kondisi yang mengenaskan (misalnya menemui anggota keluarga yang dibawa lari penjahat, orang yang tidak berdosa terbunuh, dsb).

10. C Tindakan balasan Seseorang setuju untuk melakukan aksi balasan. Pahlawan bertekad untuk menghentikan penjahat.

Pahlawan memutuskan bertindak untuk mengatasi kekacauan, misalnya menemukan benda magis, menyelamatkan mereka yang ditangkap atau mengalahkan penjahat. Ini adalah saat yang menentukan karenakeputusan yang diambil akan menentukan masa depan. Biasanya dalam bagian ini kerap ada pertentangan apakah menyerah ataukah memutuskan untuk melakukan balasan kepada penjahat.

11. ↑ Keberangkatan Pahlawan meninggalkan rumah.

Pahlawan mendapat ujian dan menerima pertolongan dari orang pintar (dukun/paranormal).

Pahlawan pertamakali kalah (menerima serangan, terluka, tidakbisa menemukan kelemahan penjahat, terluka). Pahlawan bertemu dengan orang pintar yang memberi benda-benda magis agar bisa mengalahkan penjahat. bantuan dari penolong seperti membebaskan tawanan, mendamaikan pihak yang berselisih, menggunakan magis (kekuatan supra natural) yang bisa menghindari dari kesulitan besar. Pahlawan mendapat kekuatan magis dari paranormal. Kekuatan utu bisa didapat dengan makanan/ minum ramuan tertentu, bertapa,

menggunakan alat tertentu (cincin, pedang, dan sebagainya).

15. G Pemindahan ruang

pahlawan mengarah pada objek yang diselidiki. Pahlawan

dikirimkan ke lokasi dimana objek berada, tempat di mana tawanan ditahan.

16. H Perjuangan Pahlawan dan penjahat bertarung secara langsung. Pahlawan bertarung secara langsung hidup danmati.

18.

I

Kemenangan Penjahat dikalahkan.

Pahlawan berhasil mengalahkan penjahat, penjahatterbunuh, menyerah.

19.

K

Pembubaran Kemalangan dan kesulitan berhhasil dihilangkan.

Kemenangan membawa awalbaru yang baik. Tawanan bisa

dibebaskan orang yang terbunuh bisa dihidupkan kembali.

20. ↓ Kembali Pahlawan kembali dari tugas.

Pahlawan kembali dari peperangan, bersiao untuk kembali ke rumah.

21. Pr Pengejaran Penjahat kembali melakukan pembalasan. Pahlawan dikejar.

Penjahat atau pengikut penjahat tidak terima dengan kekalahan.

Melakukan pengejaran terhadap

pahlawan, merusak nama baik pahlawan.

22. Rs Pertolongan Pahlawan ditolong dari pengejaran. Pahlawan

diselamatkan oleh seseorang dari pengejaran, disembunyikan, diselamatkan nyawanya.

23. O Kedatangan tidak dikenal

Pahlawan tidak dikenal, pulang kerumah atau kenegeri lain yang tidka dikenal. Pahlawan tidak dikenali kehadirannya, tiba di rumah atau di negara lain.

24. L Tidak bisa mengklaim

Pahlawan palsu hadir tanpa mendapatkan kepahlawanannya.

Muncul pahlawan palsu, mengaku mengalahkan penjahat.

25.

M

Tugas berat Tugas berat ditawarkan kepada pahlawan. Pahlawan diberikan ujian untuk membuktikan dirinya asli. Misalnya dengan uji

kekuatan, pertarungan hidup mati dengan

pahlawan palsu.

26.

N

Solusi Tugas diselesaikan. Pahlawan lolos dari ujian, bisa membuktikan dirinya adalah pahlawan asli.

27. R Pengenalan Pahlawan dikenali. Pahlawan asli dikenali dengan tanda yang melekat pada dirinya (tanda-tanda tubuh, ketrampilan khusus yang hanya dipunyai orang tertentu).

28. Ex Pemaparan Kedok terbuka : penjahat dan pahlawan palsu. Kedok pahlawan palsu terbuka. Pahlawan palsu menampilkan dirinya sebagai sosok yangjahat.

29. T Perubahan Rupa

Pahlawan mendapat penampilan baru. Pahlawan tampil dengan wajah baru, pakaian baru.

Dibebaskan dari mantra atau kutukan menjadi pangeran tampan atau puteri cantik.

30.

U

Hukuman Penjahat dihukum. Penjahat mengalami depresi, gila, berubah menjadi jelek.

31. W Pernikahan Pahlawan menikah dan memperoleh tahta. Pahlawan menikah dengan puteri raja, naik tahta (menjadi raja baru, mendapat posisi baru di kerajaan seperti menjadipanglima perang atau penasihat kerajaan).

Sumber : Olahan data peneliti berdasarkan buku Eriyanto, Analisis Naratif: Dasar-Dasar Penerapan Dalam Analisis Teks Berita Media. Tentang 31fungsi NarasiVladimir Propp21.

Pengertian film menurut Effendi (1986; 239), film adalah hasil budaya dan alat dari sebuah ekspresi kesenian, film termasuk dalam alat komunikasi massa yang merupakan gabungan dari berbagai tekhnologi seperti fotografi dan rekaman suara, mulai dari kesenian

21 Eriyanto, Analisis Naratif: Dasar-Dasar Penerapan Dalam Analisis Teks Berita Media. hal.66-71

rupa hingga teater sastra dan arsitektur seni musik.22 Film merupakan salah satu alat penyampaian komunikasi yang unik, karena disajikan dengan gambar bergerak dan juga suara atau disebut sebagai Video.

Salah satu keunikan film yang membedakan dengan media komunikasi lainnya yaitu memiliki sifat yang bergerak secara bebas dan tetap, lalu diterjemahkan melalui gambar-gambar secara visual dan suara atau audio yang nyata, serta memiliki berbagai subjek yang tidak terbatas ragamnya23. Karena bentuknya yang sebagai

Salah satu keunikan film yang membedakan dengan media komunikasi lainnya yaitu memiliki sifat yang bergerak secara bebas dan tetap, lalu diterjemahkan melalui gambar-gambar secara visual dan suara atau audio yang nyata, serta memiliki berbagai subjek yang tidak terbatas ragamnya23. Karena bentuknya yang sebagai

Dokumen terkait