• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2. Penggolongan Subjek Pajak

Wajib Pajak (WP) adalah orang pribadi atau badan yang oleh UU

Perpajakan dimaksudkan untuk mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai

dengan peraturan perundang-undangan perpajakan, termasuk membayar pajak.

WP adalah subjek pajak yang menerima atau memperoleh objek pajak sehingga

dikenakan pajak.

2

Gunadi, Panduan Komprehensif Pajak Penghasilan, Bee Media Indonesia, Jakarta : 2013, hlm. 2-3.

Pasal 1 (1) UUPPh, menyatakan bahwa yang menjadi subjek pajak adalah :

a. Orang Pribadi

b. Warisan yang belum terbagi sebagai suatu kesatuan yang menggantikan

yang berhak

c. Badan, dan

d. Bentuk Usaha Tetap (BUT)

3. Objek Pajak Penghasilan

Pasal 4 (1) UU PPh menyatakan bahwa yang menjadi objek pajak adalah

penghasilan. Setiap hukum termasuk UU Pajak bertujuan menciptakan keadilan.

Dalam Public Finance in Theory and Practice (1989), Musgrave menyatakan bahwa sesuai dengan prinsip manfaat (benefit principle) yang diperoleh masyarakat dari pengeluaran pemerintah, dan beban pajak didistribusikan berdasar

kemampuan bayar (ability to pay) pembayar.

Indikator kemampuan membayar termasuk :

a. Penghasilan

b. Pengeluaran

c. Kekayaan, dan

d. Transfer kekayaan.

UU PPh memanfaatkan penghasilan sebagai indikator kemampuan

membayar dari WP. Penghasilan merupakan ukuran terbaik dari kemanpuan bayar

WP, karenanya UU PPh menjadikannya sebagai basis pemajakan (objek pajak –

income bass transaction). UU PPh merumuskan definisi penghasilan secara konseptual yang luas komprehensif berdasarkan konsep pertambahan accretion

concept, dan sekaligus merujuk pada beberapa unsur penghasilan, yaitu konsep, pengakuan, sumber, pemanfaatan dan substansi.

Selain itu, UU PPh merumuskan definisi penghasilan secara ilustratif

operasional, sebagai berikut :

a. Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa

b. Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan lain dari penghargaan

c. Laba usaha

d. Keuntungan karena penjualan atau pengalihan harta (capital gains)

e. Penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai

biaya pada sata menghitung Penghasilan Kena Pajak dan pembayaran

tambahan pengembalian pajak.

f. Bunga

g. Dividen dengan nama dan dalam bentuk apapun

h. Royalti

i. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta

j. Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala

k. Keuntungan karena pembebasan utang

l. Keuntungan karena selisih kurs mata uang asing

m. Selisih bersih karena penilaian kembali aktiva (revaluasi)

n. Premi asuransi

o. Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang

p. Tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum

dikenai pajak

q. Penghasilan dari usaha yang berbasis syariah

r. Imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam UU KUP

s. Surplus Bank Indonesia (BI)

B. PASAR MODAL

1. Pengertian Pasar Modal

Pasar modal adalah sarana yang mempertemukan antara pihak yang

memeliki kelebihan dana (surplus fund) dengan pihak yang kekurangan dana (defisit fund), dimana dana yang diperdagangkan merupakan dana jangka panjang. Pasar modal merupakan pasar yang menyediakan sumber pembelanjaan dengan

jangka waktu yang lebih panjang, yang diinvestasikan pada barang modal untuk

menciptakan pasar kerja dan meningkatkan kegiatan perekonomian yang sehat.

Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar

modal menjalankan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan.

Pasar modal dikatakan memiliki fungsi karena pasar modal menyediakan fasilitas

atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan, yaitu pihak yang kelebihan

dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana (issuer, pihak yang menerbitkan efek atau emiten). Dengan adanya pasar modal, maka pihak yang memiliki

kelebihan dana dapat menginvestasikan dana tersebut dengan harapan

memperoleh imbal hasil (return), sedangkan pihak issuer (dalam hal ni perusahaan) dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan investasi tanpa

harus menunggu tersedianya dana dari operasi perusahaan. Pasar modal dikatakan

memiliki fungsi keuangan, karena memberikan kemungkinan dan kesempatan

memperoleh imbal hasil bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi

yang dipilih.

Dipasar modal terdapat pasar perdana, pasar sekunder dan bursa pararel.

Untuk lebih jelasnya dijelaskan sebagai berikut:

a. Pasar Perdana

Yang dimaksud pasar perdana adalah penjualan efek/sertifikat atau

penjualan yang dilakukan sesaat sebelum perdagangan di pasar sekunder

atau bursa pararel. Pada pasar ini efek/sertifikat diperdagangkan dengan

harga emisi. Pada pasar perdana perusahaan akan memperoleh dana

dengan menjual sekuritas (saham, obligasi, hipotek). Selanjutnya

perusahaan dapat menggunakan dana hasil emisi tersebut untuk menambah

barang modal dan seterusnya digunakan untuk memproduksi barang dan

jasa. Artinya pasar perdana ini sangat penting untuk pertumbuhan

ekonomi. Penjualan saham dan obligasi ini dilaksanakan oleh

lembaga-lembaga keuangan, investment banker, broker dan dealers. Para perantara ini mengatur baik kepada lembaga maupun perorangan3.

b. Pasar Sekunder

Pasar sekunder adalah penjualan efek/sertifikat setelah pasar

perdana berakhir. Pasar sekunder merupakan pasar dimana surat berharga

di jual setelah pasar perdana. Ditinjau dari sudut investor, pasar sekunder

3

Abdul Manan, Aspek Hukum dan Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal Syariah Indonesia, Jakarta: Kencana, 2009, hlm. 26

harus dapat menjamin likuiditas dari efek. Artinya, investor menghendaki dapat membeli kembali sekuritas jika ia punya dana dan juga menghendaki

menjual sekuritas untuk memperoleh uang tunai atau dapat mengalihkan

kepada investor lain. Dari sudut pandang perusahaan, pasar sekunder merupakan wadah untuk menghimpun para investor baik investor lembaga maupun investor perorangan.

Apabila pasar sekunder tidak cukup likuid, tentunya investor tidak akan membeli efek-efek pada pasar perdana. Di dalam hal ini,

lembaga-lembaga pasar sekunder meliputi para broker dan dealers yang menjual dan membeli surat berharga untuk para investor. Jual beli dilakukan di bursa reguler bagi para perusahaan yang belum sepenuhnya persyaratan

listing. Emisi pada pasar perdana dan perdagangan pada hakikatnya adalah saling memerlukan satu sama lain. Pasar perdana membutuhkan pasar

sekunder untuk menjamin likuiditas sekuritas sedangkan pasar sekunder

membutuhkan pasar perdana di dalam menambah sekuritas untuk

Tabel 2.1 Struktuk Pasar Modal

Menteri Keuangan

OJK

Bursa Efek Lembaga Kliring dan Penjamin ( LKP)

Lembaga Penyimpanan Penjamin Simpanan

Perusahaan Efek Lembaga Penunjang

Profesi Penunjang

Menjamin emisi Biro administrasi efek Akuntan Emiten

Perantara Pedagang Bank kustodian

Konsultan

hukum Perusahaan publik

Wali amanat Penilai Reksa dana

Penasihat keuangan Notaris Peringkat efek

Dokumen terkait