Penggunaan Dana Operasional Kegiatan (DOK)
H. Penggunaan Dana Bantuan Pemerintah DOK PID
Dana Bantuan Pemerintah DOK PID dianggarkan melalui DIPA Dekonsentrasi tahun anggaran 2017. DOK PID adalah dana untuk operasional kegiatan yang dialokasikan untuk membiayai kegiatan pemicuan munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif, sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat dan desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan dana di Desa dalam rangka mendorong peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.
DOK PID bersifat subsidi atau melengkapi keswadayaan masyarakat. Oleh karena itu diharapkan masyarakat, Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi serta Tokoh Masyarakat maupun Swasta dapat ikut serta menyediakan dana untuk membiayai kegiatan pelatihan masyarakat dimaksud;
Rencana kerja dan anggaran DOK PID harus disusun dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. Penggunaan DOK PID diputuskan melalui musyawarah masyarakat. Perhitungan penggunaannya dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keswadayaan dan bantuan pihak lain yang tidak mengikat. Hal ini dilakukan karena DOK tersebut hanya bersifat sebagai pelengkap atau subsidi;
b. Realistis dengan kondisi setempat (tidak dibagi sama rata), tetapi penggunaannya didasarkan pada kebutuhan riil .
c. Disesuaikan dengan RKTL Program yang telah disepakati di tingkat Kabupaten dan Kecamatan.
DOK PID dialokasikan untuk Penyelenggaraan Bursa Inovasi Desa yang dilakukan di tingkat Kabupaten sebesar maksimal 20% dari alokasi DOK per Kecamatan. Bursa Inovasi Desa adalah kegiatan untuk pameran kegiatan pembangunan masyarakat dan Desa yang telah dinilai inovatif sekaligus sebagai ajang pertukaran pengetahuan bagi masyarakat dan Desa. Pada tahun anggaran 2017, Bursa Inovasi desa dilakukan di tingkat Kabupaten. Pembiayaan kegiatan dalam penyelenggaran Bursa Inovasi Desa meliputi:
a. Transportasi pelaku program tingkat Desa dan Kabupaten, b. Biaya operasional penyelenggaraan Bursa,
c. Administrasi dan pelaporan kegiatan.
Selanjutnya untuk kegiatan dalam rangka proses pengelolaan pengetahuan dan inovasi di desa dan kecamatan dialokasikan sebesar minimal 80% dari total dana DOK PID. Pembiayaan kegiatan yang dapat dilakukan meliputi:
a. Peningkatan kapasitas Tim Inovasi Desa, b. Operasional transportasi Tim Inovasi Desa, c. Administrasi Keuangan dan Pelaporan,
d. Penyelenggaraan Musyawarah Antar Desa,
e. Dukungan kepada Desa yang akan melakukan replikasi seperti: pelatihan teknis, lokakarya pembelajaran inovasi, pembiayaan tenaga ahli/ pakar dan atau penyedia layanan teknis,
f. Pendokumentasian kegiatan yang dinilai inovatif (cetak, foto, video), dan g. Diseminasi atau penyebarluasan inovasi (radio, sosialisasi, festival inovasi).
Penggunaan DOK PID harus dipertanggungjawabkan secara terbuka melalui forum musyawarah masyarakat di desa dan atau kecamatan. Laporan pertanggungjawaban kegiatan pelatihan masyarakat diinformasikan secara berkala melalui "Papan Informasi" di desa dan kecamatan. Tim Inovasi Desa dengan pendampingan dari Tenaga Ahli PID bertanggungjawab mengadministrasikan penggunaan dana tersebut, dengan catatan setiap pengeluaran harus disertai dengan tanda bukti.
I. Mekanisme Pencairan dan Penyaluran Dana
Keterangan:
1. Satker Provinsi membuat Surat Nota Kesepahaman atau MOU dengan Satker Kabupaten yang isinya berkenaan dengan perikatan dan tata cara Bantuan Pemerintah DOK PID.
2. Satker Kabupaten, sebagai penanggung jawab kegiatan Bantuan Pemerintah DOK PID, dalam pelaksanaan pencairan dan pertanggung jawaban dananya didukung oleh Tim Inovasi Kabupaten dibantu oleh TA P3MD dan atau TA PID. Dukungan Tim Inovasi Kabupaten dibantu TA P3MD dan atau TA PID:
a. membantu Satker Kabupaten dalam memverifikasi usulan-ususaln kegiatan dari TPID, dalam kegiatan PID.
b. memfasilitasi pelaksanaan Bursa Inovasi Desa di Kabupaten pada TA 2017 c. membantu satker dalam hal-hal administrasi dan pelaporan keuangan dari
TPID.
d. membantu Satker Kabupaten dalam proses pencairan dana ke TPID.
3. Pada tahap awal Bantuan Pemerintah DOK PID, TPID menyerahkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kepada Satker Kabupaten melalui Tim Inovasi Kabupaten untuk diverifikasi dan dimintakan pencairannya ke Satker Propinsi, pengajuan awal maksimal 30% dari dana DOK, dan permintaan dana tahap selanjutnya TPID wajib menyerahkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) disertai Laporan Penggunaan Dana (LPD) sebelumnya dan menyertakan kwitansi bermaterai dan data dukung (dokumen) asli.
Catatan: Pada tahun 2017 Bursa Inovasi Desa yang dilaksanana di Kabupaten yang pelaksanaannya setiap kecamatan mengalokasi 20% dari seluruh pagu alokasi kecamatan, Tim Inovasi Kabupaten sebagai Koordinator Kegiatan Bursa Inovasi.
4. Setelah semua dokumen permintaan DOK diverifikasi oleh Tim Inovasi Kabupaten dibantu TA P3MD dan atau TA PID diserahkan kepada Satker Kabupaten untuk dikirim kepada Satker Provinsi guna permintaan pencairan dana DOK PID.
5. Dokumen akan diproses lebih lanjut oleh Satker Propinsi apabila sudah benar dan lengkap, dan apabila terdapat kesalahan atau/dan kekurangan, dokumen akan dikembalikan ke satker kabupaten guna dilengkapi atau di revisi. Terhadap dokumen yang kurang lengkap atau/dan terdapat kesalahan, Satker Kabupaten bersama dengan Tim Inovasi Kabupaten segera melakukan perbaikan untuk diserahkan kembali ke Satker Propinsi apabila sudah dianggap lengkap dan benar Tim Inovasi Kabupaten.
6. Setelah dokumen lengkap dan benar Satker Provinsi memproses pembayaran melalui KPPN dengan menggunakan mekanisme LS.
7. Satker Kabupaten maksimal 3 hari setelah dana masuk ke rekening segera mencairkan dan menyerahkan kepada TPID sesuai dokumen-dokumen RAB dan
atau RPD pada masing-masing TPID di kecamatan.
J. Monitoring dan Evaluasi
1. Pelaporan
Pelaporan dilakukan secara periodik dan berjenjang.Laporan terdiri dari laporan bulanan, laporan 6 bulanan, dan laporan akhir.Pelaksanaan laporan akan dilakukan secara digital dan manual yang akan dikoordinasikan oleh TA Nasional Bidang Monitoring dan Evaluasi dan TA Inovasi Kabupaten bagian pendataan.
2. Pemantauan
Pemantauan akan dilakukan secara periodik dengan pengawasan secara melekat, fungsional dan eksternal. Pendekatan pemantauan dapat dilakukandengan pendekatan antara lain: monitoring partisipatif dan longitudinal studi selama 2 tahun program. Pemantauan dapat dilakukan juga melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi dan atau LSM lokal khususnya dalam proses monitoring partisipatif.
3. Evaluasi
Evaluasi akan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak khususnya dalam mendukung proses pengembangan dan keberhasilan program Inovasi Desa. Evaluasi ini dilakukan secara menyeluruh baik itu kinerja pelaku program, operasional kegiatan dan subtansi program Inovasi desa yangdiidasarkan atas Indikator Keberhasilan Program.