• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT HILLCON Tbk

TIDAK DIBUTUHKAN PERSETUJUAN DAN PERSYARATAN YANG DIHARUSKAN OLEH INSTANSI BERWENANG TERKAIT DENGAN PENAWARAN UMUM

II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM

Seluruh dana hasil dari Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan digunakan oleh HS dengan rincian sebagai berikut:

• sekitar 55% (lima puluh lima persen) untuk modal kerja HS terkait dengan biaya produksi penambangan, termasuk diantaranya biaya terkait bahan bakar, gaji, biaya overhead, dan pemeliharaan alat-alat berat;

• sisanya sekitar 45% (empat puluh lima persen) akan digunakan untuk belanja modal yang terdiri atas pembelian alat-alat untuk mendukung kegiatan operasional HS. Jenis alat yang akan dibeli yaitu berupa alat berat (main fleet dan supporting fleet) beserta sarana penunjang lainnya yang akan digunakan diantaranya, namun tidak terbatas pada keterangan yang tertera di tabel berikut ini:

No Kategori Pemanfaatan Alat Berat Jenis Alat Berat 1. Main Fleet Unit alat berat untuk kegiatan penambangan

yang meliputi penghancuran overburden, mengeruk hasil tambang (coal/ore) dan sebagainya.

- Excavator

- Articulated Dump Truck

- Heavy Dump Truck - Dump Truck 2. Supporting Fleet Unit alat berat ataupun kendaraan

transportasi/logistik yang digunakan untuk mendukung operasional dari main fleet dan juga untuk mempercepat siklus operasional penambangan.

- Tyre Handler - Bulldozer - Motor Grader - Wheel Loader - Vibro Roller - Crane Truck - Fuel Truck - Lubricant Truck - Water Truck - Light Vehicle 3. Sarana penunjang

lainnya Sarana penunjang lainnya yang diperlukan

untuk mendukung operasional pertambangan. - Genset - Tower Lamp - Dewatering Pump - Ambulance - Kapal Fiber - Mess karyawan - Workshop - Warehouse

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, HS belum melakukan perikatan dengan pihak terkait untuk pembelian alat berat tersebut. Adapun pembelian alat-alat berat tersebut akan dilakukan dengan pihak ketiga.

Penyaluran dana dari Perseroan kepada HS akan dilakukan dalam bentuk pinjaman dengan memperhatikan tingkat bunga serta syarat dan ketentuan wajar yang berlaku di pasar (arm’s length).

Dalam hal terdapat dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham yang belum direalisasikan, Perseroan akan menempatkan dana tersebut dalam instrumen keuangan yang aman dan likuid dengan tingkat suku bunga atau imbal hasil yang wajar atas nama Perseroan.

Apabila dana yang diterima dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham tidak mencukupi, maka Perseroan akan menggunakan kas internal atau menggunakan pendanaan eksternal lainnya untuk membiayai kegiatan usaha sesuai dengan rencana penggunaan dana di atas.

Sesuai dengan Peraturan OJK No. 30/2015, Perseroan akan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini kepada OJK dan wajib mempertanggungjawabkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini dalam RUPS Tahunan Perseroan sampai dengan seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham telah direalisasikan. Laporan realisasi penggunaan dana yang disampaikan kepada OJK akan dibuat secara berkala setiap enam bulan (Juni dan Desember) sampai dengan seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini telah direalisasikan. Perseroan akan menyampaikan laporan tersebut selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya. Perseroan juga wajib menyampaikan laporan kepada BEI mengenai penggunaan dana hasil penawaran umum setiap 6 (enam) bulan sampai dana hasil Penawaran Umum tersebut selesai direalisasikan sebagaimana yang dimaksud dalam POJK No. 30/2015, berikut penjelasan yang memuat tujuan penggunaan dana hasil penawaran umum seperti yang disajikan di prospektus atau perubahan penggunaan dana sesuai dengan persetujuan RUPS atas perubahan penggunaan dana, dan realisasi untuk masing-masing tujuan penggunaan dana per tanggal laporan sesuai dengan ketentuan Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

Penggunaan dana tersebut di atas merupakan Transaksi Afiliasi yang tidak mengandung Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.42/2020 karena akan dilakukan melalui bentuk pinjaman dari Perseroan kepada HS dan tidak terdapat kepentingan ekonomis Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, Pemegang Saham, atau Pengendali yang dapat merugikan Perseroan dan merupakan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 17/2020 karena memiliki nilai transaksi lebih dari 50% ekuitas Perseroan, dimana Perseroan wajib (i) menggunakan Penilai untuk menentukan nilai wajar dari objek Transaksi Afiliasi/Transaksi Material dan/atau kewajaran transaksi dimaksud; (ii) mengumumkan keterbukaan informasi atas setiap Transaksi Afiliasi/Transaksi Material kepada masyarakat; (iii) menyampaikan keterbukaan informasi terkait dengan Transaksi Afiliasi/Transaksi Material dan dokumen pendukungnya kepada OJK; dan (iv) terlebih dahulu memperoleh persetujuan Pemegang Saham Independen dalam RUPS sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (1) Peraturan OJK 42/2020 juncto Pasal 6 ayat (1) Peraturan OJK No. 17/2020. Perseroan akan memenuhi kewajibannya berdasarkan dalam Pasal 4 ayat (1) Peraturan OJK 42/2020 juncto Pasal 6 ayat (1) Peraturan OJK No. 17/2020 tersebut sebelum Perseroan memberikan pinjaman kepada HS.

Perseroan dan HS telah memperoleh persetujuan dari para krediturnya terkait dengan rencana penggunaan dana yang diperoleh dan hasil Penawaran Umum Perdana Saham, sebagai berikut:

- PT Bank Capital Indonesia Tbk., sebagaimana termaktub dalam Surat Perseroan No.

014/H/LGL/X/2021 tanggal 12 Oktober 2021 tentang Permohonan Persetujuan Terkait Penawaran Umum Perdana dan Penggunaan Dana yang telah disetujui oleh PT Bank Capital Indonesia Tbk. pada tanggal 14 Oktober 2021 dan Surat HS No. 112/HS/HO/LGL/X/2021 tanggal 12 Oktober 2021 tentang Permohonan Persetujuan Terkait Penawaran Umum Perdana dan Penggunaan Dana yang telah disetujui oleh PT Bank Capital Indonesia Tbk. pada tanggal 14 Oktober 2021.

- PT Bank Artha Graha Internasional Tbk., sebagaimana termaktub dalam Surat No.

SK/607/DKF/X/2021 tanggal 28 Oktober 2021 tentang Permohonan Persetujuan Terkait Aksi Korporasi;

- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., sebagaimana termaktub dalam Surat HS No.

123/HS/HO/LGL/X/2021 tanggal 21 Oktober 2021 tentang Permohonan Persetujuan Terkait Aksi Korporasi yang telah disetujui oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pada tanggal 25 Oktober

- PT Bank Artha Graha Internasional Tbk., sebagaimana termaktub dalam Surat No.

SK/216/DKKF/IV/2022 tanggal 28 April 2022 tentang Penegasan Atas Tindakan Korporasi PT Hillconjaya Sakti dan PT Hillcon.

Apabila di kemudian hari Perseroan bermaksud mengubah rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini, maka Perseroan akan terlebih dahulu melaporkan rencana tersebut ke OJK dengan mengemukakan alasan beserta pertimbangannya, dan perubahan penggunaan dana tersebut harus mendapat persetujuan dari RUPS terlebih dahulu. Pelaporan perubahan rencana penggunaan dana tersebut akan dilakukan bersamaan dengan pemberitahuan mata acara RUPS kepada OJK.

Perubahan rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum yang mengakibatkan penggunaan dana menjadi:

(i) Transaksi Afiliasi atau Transaksi Benturan Kepentingan; dan/atau (ii) Transaksi Material atau Perubahan Kegiatan Usaha, mewajibkan Perseroan untuk memperhatikan kembali ketentuan Peraturan OJK No. 42/2020 dan Peraturan OJK No. 17/2020.

Sesuai dengan Peraturan OJK No. 8/2017, total perkiraan biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah sekitar [●]% dari nilai Penawaran Umum Perdana Saham, yang meliputi:

• Biaya jasa untuk Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek sebesar [●]%, yang terdiri dari biaya jasa penyelenggaraan (management fee) sebesar [●]%; biaya penjaminan (underwriting fee) sebesar [●]% dan biaya jasa penjualan (selling fee) sebesar [●]%;

• Biaya jasa profesi penunjang pasar modal sebesar [●]%, yang terdiri dari biaya jasa Konsultan Hukum sebesar [●]%; biaya jasa Akuntan Publik sebesar [●]%; dan biaya jasa Notaris sebesar [●]%;

• Biaya jasa Lembaga Penunjang Pasar Modal sebesar [●]%, yang merupakan biaya jasa Biro Administrasi Efek;

• Biaya jasa konsultasi keuangan sebesar [●]%;

Biaya lain-lain sebesar [●]%, termasuk biaya Pernyataan Pendaftaran di OJK, pencatatan di BEI, dan pendaftaran di KSEI, biaya penyelenggaraan public expose dan due diligence meeting, biaya pencetakan Prospektus, sertifikat, biaya iklan surat kabar, biaya kunjungan lokasi dalam rangka uji tuntas dan biaya-biaya lain yang berhubungan dengan hal-hal tersebut.