• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : ANALISIS DAN EVALUASI

B. Penggunaan Kas Perusahaan

Penggana-pengguna kas yang biasanya dilakukan oleh perusahaan yaitu :

•Pembayaran biaya atau ongko s-ongkos perusahaan

•Pembelian persediaan

•Pembayaran upa h dan gaji

•Pembayaran biaya-biaya lain

Adanya pembentukan dana pemisahan aktiva lancar untuk tujuan-tujuan tertentu dalam jangka panjang misalnya : dana pelunasan obligasi, dana pensiun

pegawai, dan ekspedisi, ataupun dana-dana lainnya. Adanya pembentukan dana ini berarti adanya perubahan aktiva dari aktiva lancar menjadi aktiva tetap.

Pembayaran hutang-hutang jangka panjang yang meliputi hutang hipotik, hutang obligasi dan hutang-hutang jangka panjang lainnya. Serta penarikan atau pembayaran kembali saham perusahaan yang beredar atau adanya penurunan hutang jangka panjang diimbangi dengan berkurangnya aktiva lancar.

Secara ringkas pengguna kas disebabkan adanya transaksi-transaksi : 1.Pembelian saham sebagai investasi janga pendek maupun jangka panjang serta adanya pembelian aktiva tetap lainnya.

2.Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.

3.Pembelian barang dagangan secara tunai adanya pembayaran biaya operasi yang meliputi upah dan gaji pembelian supplier kantor, pembayaran sewa bunga, premi asuransi dan advertensi.

D. LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kebutuhan perusahaan dalam memanfaatkan dana tersebut, yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Idealnya perusahaan memiliki kas bersih yang positif dari kegiatan operasi sehingga perusahaan tidak harus terlalu tergantung pada kegitan investasi dan kegiatan pendanaan.

Laporan arus kas menyajikan rangkaian transaksi-transaksi keuangan yang berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran kas. Laporan ini menggunakan accrual basis, karena laporan arus kas ini merupakan ringkasan transaksi keuangan yang berhubungan dengan kas tanpa memperhatikan hubungan dan tanpa penghasilan yang diperoleh maupu n biaya yang terjadi.

Pengertian Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) adalah :

Menurut Djahidin (2001 : 128 ) yaitu :

“Laporan yang disusun guna menunjukkan perubahan kas bertambah atau berkurang selama periode tertentu dan memberikan gambaran sebab-sebab dari perusahaan tersebut”.

Menurut Munawir (2002 : 157) yaitu :

“Sebuah laporan yang disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama 1 (satu) periode tertentu dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan darimana sumber-sumber dan penggunaannya dalam periode yang bersangkutan”.

1. Pengertian Arus Kas

Arus kas adalah jumlah antara laba bersih dan deprisiasi, dikurangi penambahan dalam piutang usaha dan penambahan dalam persediaan, serta ditambah dengan penambahan dalam piutang usaha yang merupakan siklus atau proses bagi perusahaan untuk menambah jumlah dan menggunakan dana tunainya.

Menurut Alexander Hamilton Institute (Panduan Mengelola Arus Kas yang Efektif, alih bahasa, Soesanto Boedidarmo 2001 : 3) hal ini dapat dinyatakan dalam rumus sebagai berikut :

Arus Kas= Laba Bersih + Deprisiasi – Penambahan dalam Piutang Usaha-Penambahan dalamPersediaan + Usaha-Penambahan dalam Utang Usaha

Informasi tentang arus kas suatu perusahaan sangat berguna bagi para pemakai laporan keuangan, yaitu sebagai dasar untukmenilai kemampuan perusahaan dalam memperoleh dana dan menilai kemampuan perusahaan dalam memperoleh dana dan menilai kemampuan perusahaan dalam menggunakan kas tersebut secara efktif dan efesien. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi perlu dilakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan perolehannya. Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Laporan arus kas merupakan laporan ke-empat yang penting bagi perusahaan disamping Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Modal.

Menurut Sofyan Syafri Harahap (2000 : 92) memberikan pengertian Arus Kas sebagai berikut : “Arus kas merupakan suatu pergerakan dana tertentu dalam sistem usaha yang diakibatkan oleh keputusan sehari-hari yang menyangkutinvestasi, operasi dan pembiayaan”.

“Laporan Arus Kas mengklarifikasikan penerimaan kas (Cash Receipts) dan pengeluaran kas (Cash Disbursements) berdasarkan

aktivitas-aktivitas operasi investasi dan pendanaan. Klasifikasi menurut aktivitas ini akan memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk menilai pengaruh aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan serta jumlah kas dan setara kas, baik arus kas masuk (Inflow of Cash) maupun arus kas keluar (Outflow of Cash)”.

Arus kas dari aktivitas-aktivitas operasi biasanya disajikan pertama kali, kemudian diikuti oleh arus kas dari aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan, jumlah arus kas dari aktivitas-aktivitas ini adalah kenaikan bersih atau penurunan bersih kas dalam periode tertentu. Saldo kas pada awal periode ditambah kepada kenaikan atau penurunan bersih kas, dan kemudian dilaporkan saldo kas pada akhir periode. Saldo akhir pada laporan arus kas sama dengan kas yang dilaporkan pada neraca.

2. Perkembangan Arus Kas

Buku teks yang membahas tentang Sumber dan Penggunaan Dana dikarang oleh W.M. Cole yang bejudu l “Accont : Their Construction And Intrepretation”, yang diterbitkan pada tahun 1918, dan dibahas oleh Homes Gregory dalam bukunya yang berjudul “Accounting Report in Management” yang diterbitkan pada tahun 1928, Nama laporan tersebut semakin terkenal pada tahun 1920-an melalui ikhtiar dari H.A. Finey kepada buku akuntansi dan editor dari majalah “Journal of Accountary”. Pada dekade selanjutnya laporan itu menjadi topik yang semakin hangat dan penting dari semua buku teks akuntansi. Pada tahun 1941. Paton dalam bukunya “Advance Accounting” memuat bentuk dan

susunan Sumber dan Penggunaan Dana karena dalam APB opinion No.19 mengenai masalah Laporan Sumber dan Penggunaan Dana menetapkan bentuk yang disusun oleh Paton.

Pada tahun 1961, AICPA menspori riset dalam bidang ini yang menghasilkan suatu publikasi Accounting Research Study No.2 yang berjudul

“Analisa Arus Kas” dan laporan dana studi ini merekomendasikan bahwa laporan dana dimasukkan di dalam laporan tahunan kepada pemegang saham. Pada tahun 1963, APB opinion No.3 diterbitkan untuk menstandari penyusunan dalam penyajian dana. Dewan merekomendasikan namanya menjadi “Laporan Sumber dan Penggunaan Dana” dan laporan tersebut disajikan sebagai tambahan dalam laporan keuangan. Masyarakat bisnis, bursa saham, dan SEC mendukung APB opinion No.3, hal ini mengakibatkan jumlah perusahaan yang menyajikan laporan banyak meningkat tajam.

Pada tahun 1971 APB opinion No.19, mengajukan bahwa laporan perubahan posisi keuangan disajikan sebagai bagian terpadu dari laporan keuangan. Dewan merekomendasikan bahwa judul barunya adalah “Laporan Perubahan Posisi Keuangan”. Judul ini secara eksklusif disajikan dari tahun 1972 sampai 1987. Sepanjang dekade 1960-an, laporan dana disajikan dengan memakai konsep model kerja sebagai pendekatan memadai untuk arus kas. Sejalan dengan itu, pada tahun 1981, Financial Exclusive Institute merekomendasikan perusahaan memakai dasar kas (kas dan setara kas) sebagai ganti dasar modal kerja dalam menyiapkan laporan keuangan juga banyak praktisi dan akamedisi menghimbau untuk orientasi kas yang kuat pada laporan perubahan posisi keuangan. Pada

tahun 1984, FASB dalam konsep statement No.5 mendukung dengan kuat pemasukan laporan arus kas dalam laporan keuangan utama, yang mencerminkan penerimaan kas untuk satu kesatuan yang diklasifikasikan menurut sumber kas.

Pada bulan November 1987, FASB menerbitkan standar No.95 yaitu

“Laporan Arus Kas” yang menjadi efektif untuk laporan keuangan tahunan untuk tahun fiskal yang berakhir pada tanggal 15 juli 1988.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa sistem Akntansi di Indonesia telah diputuskan untuk mengikti aliran Amerika maka pernyataan ini juga berpengaruh terhadap Akuntansi Indonesia. Dengan melihat keadaan dan kebutuhan di Negara Indonesia khususnya mengenai informasi keuangan dari suatu unit usaha, maka oleh ko mite PAI – IAI dengan penelitian yang telah bertahun tahun dilakukan, mengambil suatu langkah yang matang untuk memasukkan laporan arus kas sebagai laporan utama sebagai pengganti laporan sumber dan penggunaan dana, karena laporan ini dianggap lebih memberikan informasi keuangan yang sangat dibutukan oleh para pemakai laporan. Karena itu, PSAK tahun 1944 No.2 dinyatakan bahwa suatu perusahaan harus menyusun atau diwajibkan menyusun laporan arus kasnya sebagai bagian yang tidak terpisahkan (Bagian Integral) dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. Pernyataan ini mulai efektif berlaku mulai tanggal 1 Januari 1995. Jadi, laporan arus kas ini merupakan perkembangan dari laporan perubahan posisi keuangan dan merupakan pengganti dari laporan sumber dan penggunaan dana yang disusun atau disajikan untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan bagi pihak luar perusahaan.

3. Tujuan dan Manfaat Laporan Arus Kas

Tujuan utama dari Laporan Arus Kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode.

Tujuan keduanya adalah memberikan informasi atas dasar kas mengenai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Menurut Kieso dan Weygandt (2002 : 247) tujuan Laporan Arus Kas adalah sebagai berikut :

a) Menilai kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas masa depan.

b) Menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban.

kemampuannya membayar deviden dan kebutuhannya dan pendanaan ekstern.

c) Menilai alasan antara perbedaan laba bersih dan penerimaan serta pembayaran kas yang berkaitan.

d) Menilai pengaruh pada posisi keuangan suatu perusahaan dan transaksi investasi dan pendanaan kas serta non kasnya selama satu periode.

Menurut Harahap (2004 : 257), disamping tujuan yang disebutkan diatas Laporan Arus Kas juga bermanfaat untuk :

a) Menilai kemampuan perusahaan menghasilkan, merencanakan mengontrol arus kas masuk dengan arus kas keluar pada masa lalu.

b) Menilai kemampuan keadaan arus kas masuk dan arus kas keluar, arus kas bersih perusahaan termasuk kemampuan membayar deviden di masa yng akan datang.

c) Menyajikan informasi bagi investor, kreditor, memproyeksikan return dari sumber kekayaan perusahaan.

d) Menilai kemampuan perusahaan untuk memasukkan kas ke perusahaan di masa yang akan datang.

e) Menilai alasan perbedaan antara laba bersih dibandingkan dengan penerimaan dan pengeluaran kas.

f) Menilai pengaruh investasi baik kas maupun bukan kas dan transaksi lainnya terhadap posisi keuangan perusahaan selama satu periode tertentu.

4. Kalisifikasi Arus Kas

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, Laporan Arus Kas harus melaporkan selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut 3 (tiga) jenis aktiva yaitu :

a.Aktivitas Operasi (Operating) b.Aktivitas Investasi (Investing) c.Aktivitas Pendanaan (Financial)

Berikut ini dijelaskan mengenai aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan :

a. Aktivitas Operasi

Jumlah aliran arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasi PO.Medan Jaya dapat menghasilkan aliran kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, pemeliharaan kemampuannya tersebut membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan para sumber pendanaan dari luar.

Arus kas masuk yang berasal dari aktivitas operasi misalnya :

•Kas yang diperoleh dari penjualan barang dan jasa secara tunai.

•Kas yang diterima dari penagihan piutang dagang dan piutang lainnya.

•Kas yang diterima dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha.

Arus kas keluar yang berasal dari aktivitas operasi misalnya :

•Kas yang dikeluarkan untuk pajak dan biaya administrasi lainnya.

•Pembayaran hutang-hutang jangka pendek, yang meliputi hutang dagang, gaji, bunga dan sebagainya.

•Pembayaran untuk pembelian barang dan jasa.

•Pengeluaran kas untuk kegiatan operasi termasuk juga untuk pembayaran biaya gaji, upah, sewa dan biaya operasi lainnya.

b. Aktivitas Investasi

Transaksi kas yang berhubungan dengan perolehan fasilitas investasi dan non kas lainnya yang digunakan oleh perusahaan. Arus kas masuk terjadi jika kas

diterima dari hasil atau pengembalian investasi yang dilakukan sebelumnya misalnya dari hasil atau penjualan.

Arus kas masuk yang berasal dari aktivitas investasi misalnya :

•Penjualan aktiva tetap.

•Penjualan surat berharga yang berupa investasi.

•Penagihan pinjaman jangka panjang (tidak termasuk bunga jika ini merupakan kegiatan investasi).Arus kas keluar yang berasal dari aktivitas investasi misalnya :

•Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap.

•Pembelian investasi jangka panjang.

•Pemberian pinjaman ke pihak lain.

c. Aktivitas Pendanaan

Kegiatan mendapatkan sumber danadari pemilik dengan memberikan prospek penghasilan dari sumber dana tersebut meminjam dan membayar hutang kembali, atau melakukan pinjaman jangka panjang untuk membayar hutang tertentu.

Arus kas masuk yang berasal dari aktivitas pendanaan misalnya :

•Penerimaan kas dan surat berharga dalam bentuk equity (sewajarnya).

•Penerimaan dari penerbitan hutang obligasi dan hutang jangka pendek lainnya.

Arus kas keluar yang berasal dari aktivitas pendanaan misalnya :

•Pembayaran kas kepada pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan.

•Pembayaran deviden dan pembagian lainnya yang diberikan kepada pemilik.

•Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lease) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna pembiayaan.

5. Metode Penyusunan Laporan Arus Kas

Salah satu analisis keuangan yang sangat penting bagi manajer keuangan, di samping alat keuangan lainnya adalah laporan arus kas. Yang dimaksud dari analisis ini adalah untuk mengetahui bagaimana akan digunakan dan bagaimana kebtuhan dana tersebut akan dibelanjakan. Analisis arus kas tersebut dapat diketahui darimana diperoleh dan untuk apa dana tersebut digunakan. Suatu laporan yang menggambarkan darimana diperoleh dan untuk apa kas tersebut digunakan, sering disebut sebagai Laporan Arus Kas.

Laporan Arus Kas secara langsung atau tidak langsung mencerminkan penerimaan kas entitas yang diklasifikasikan menurut sumber-sumber utama dan pembayaran kas yang diklasifikasikan menurut pengguna utama selama satu periode.

Laporan ini memberikan informasi yang berguna mengenai aktivitas entitas dalam menghasilkan kas, mengenai aktivitas keuangannya dan mengenai investasi atau pengeluaran kasnya.

Dalam menyusun Laporan Arus Kas terdapat 2 (dua) metode yang dapat digunakan, yaitu :

a). Metode Langsung (Direct Method)

Dalam metode langsung dilapokan golongan penerimaan kas bruto dari aktivitas operasi dan pengeluaran bruto untuk kegiatan operasi. Perbedaan antara penerimaan kas dan pengeluaran kas dari kegiatan operasi akan dilaporkan sebagai arus kas bersih dari aktivitas operasi. Dengan kata lain metode langsung, mengurangkan pengeluaran kas operasi dari penerimaan kas operasi. Metode langsung menghasilkan penyajian laporan penerimaan dan pengeluaran kas secara ringkas. Keunggulan utama dari metode langsung adalah metode ini memperlihatkan laporan penerimaan dan pengeluaran kas lebih konsisiten dengan tujuan suatu laporan arus kas. Disamping itu metode langsung ini lebih mudah dimengerti dan memberikan informasi yang lebih banyak dalam mengambil keputusan. Format laporan arus kas dengan menggunakan metode langsung adalah sebagai berikut :

PT. ABC

LAPORAN ARUS KAS

Periode yang berakhir 31 Desember 2012

Arus kas dari Aktivitas Operasi

Penerimaan kas dari pelanggan xxx

Pembayaran kas kepada pemasok (xxx)

Pembayaran bunga (xxx)

Hasil dari asuransi pabrik xxx

Pembayaran pajak penghasilan (xxx) Arus kas bersih dari Aktivitas Operasi xxx Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Pembelian tanah, bangunan peralatan (xxx) Hasil dari penjualan peralatan xxx

Penerimaan bunga xxx

Penerimaan deviden xxx

Arus kas bersih dari Aktivitas Investasi xxxx Arus kas dari Aktivitas Pendanaan

Hasil dari penerbitan modal xxx

Hasil dari pinjaman jangka panjang xxx Pembayaran hutang sewa guna usaha (xxx)

Pembayaran deviden (xxx)

Arus kas bersih dari Aktivitas Pendanaan (xxx)

Kenaikan kas bersih dan setara kas xxxx

Kas dan setara kas pada awal periode xxxx Kas dan setara kas pada akhir periode xxxx

b).Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

Dalam metode tidak langsung, pengaruh dari semua penangguhan penerimaan dan pengeluaran kas dimasa lalu dan semua akurat dari penerimaan kas dan pengeluaran yang diharapkan pada masa yang akan datang dihilangkan dari laba bersih yang diperhitungkan laba rugi. Penyediaan ini dilakukan dengan menambahkan pos-pos yang tidak memerlukan pengeluaran kas kembali ke laba bersih serta penambahan dan pengurangan, kenaikan maupun penurunan hutang dan piutang. Keunggulan utama dari metode ini adalah bahwa hal ini memusatkan perbedaan antara laba bersih dan aliran kas bersih dari aktivitas operasi.

Metode ini memberikan jaminan yang berguna antara laporan arus kas dan perhitungan laba rugi serta neraca. Selain itu, data yang diperlukan untuk metode tidak langsung umumnya lebih siap tersedia dan lebih mudah untuk diperoleh, dibandingkan dengan data yang diperlukan dalam metode langsung.

Dalam metode tidak langsung ini, penyajiannya dimulai dari laba rugi bersih dan selanjutnya disesuaikan dengan menambah atau mengurangi perbahan-perubahan dalam pos-pos yang mempengaruhi operasional seperti penyusutan, naik turun pos aktiva dan hutang lancar.

Format laporan arus kas dengan menggunakan metode tidak langsungadalah sebagai berikut :

PT. ABC

LAPORAN ARUS KAS

Periode yang berakhir 31 Desember 2012

Arus kas dari Aktivitas Operasi xxx Laba bersih

Penyesuaian untuk :

Penyusutan xxx

Kerugian selisih kurs (xxx)

Penghasilan inve stasi xxx

Beban bunga xxx

Kenaikan piutang dagang (xxx)

Penurunan persediaan xxx

Penurunan hutang dagang xxx

Pembayaran pajak penghasilan (xxx)

Hasil dari asur ansi pabrik xxx

Arus kas bersih dari Aktivitas Operasi xxx Arus kas dari Aktivitas Investasi (xxx)

Pembelian tanah, bangunan, dan peralatan xxx Hasil dari penjualan peralatan xxx

Penerimaan deviden xxx

Arus kas bersih dari Aktivitas Investasi xxx

Arus kas bersih dari Aktivitas Pendanaan

Hasil dari penerbitan modal saham xxx Hasil dari pinjaman janka panjang xxx Pembayaran hutang sewa guna usaha (xxx)

Pembayaran deviden (xxx)

Arus kas bersih dari Aktivitas Pendanaan xxx

Kenaikan bersih kas dan setara kas xxx

Kas dan setara kas pada awal periode xxx

Kas dan setara kas pada akhir periode xxx

6. Teori Analisa Laporan Arus Kas

Sebagai langkah pertama dalam analisa laporan arus kas adalah penyusunan “Laporan Perubahan Neraca” (Statement of Balance Sheet Changes) yang disusun atas dasar dua neraca dalam periode. Laporan tersebut menggambarkan perubahan masing-masing elemen neraca antara dua periode tersebut, dan setiap perubahan elemen tersebut mencerminkan adanya sumber penggunaan kas. Dari laporan perubahan neraca dengan bantuan dari laporan laba ditahan dapatlah disusun laporan arus kas.

Untuk analisa dan evaluasi ini penulis akan menggunakan laporan arus kas tahun 2014 (dengan membandingkan dua neraca yaitu neraca tahun 2013 dan neraca tahun 2014). Laporan tersebut akan menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen neraca, dan dari kertas kerja, kemudian akan disusun laporan arus kas.

Dalam melakukan analisa laporan arus kas, penulis akan membuat komposisi dana berdasarkan laporan arus kas pada PO. Medan Jaya. Dalam komposisi dana ini, penulis akan membuat perbandingan setiap sumber kas dan perbandingan antara penggunaan kas dengan total pengunaan kas pada tahun yang bersangkutan yaitu 2014.

Sebagai bahan analisa dalam tugas akhir ini, Penulis akan mencantumkan neraca konsolidasi dua tahun, yaitu tahun 2013 dan 2014 serta laporan arus kas yang berakhir pada tahun 2013.

Adapun perubahan-perubahan dari elemen-elemen neraca yang efeknya memperbesar kas adalah sebagai berikut :

1. Berkurangnya aktiva lancar.

2. Berkurangnya aktiva tetap.

3. Bertambahnya setiap jenis hutang.

4. Bertambahnya modal sendiri (kenaikan modal disetor atau laba yang ditahan), sedangkan perubahan-perubahan yang akan memperkecil kas dan dikatakan sebagai penggunaan kas adalah sebagai berikut :

1. Bertambahnya aktiva lancar . 2. Bertambahnya aktiva tetap.

3. Berkurangnya setiap jenis hutang.

4. Berkurangnya modal sendiri (turunnya modal disetor atau laba ditahan).

TABEL1 PO. MEDAN JAYA

NERACA

UNTUK PERIODE 31 DESEMBER 2013 DAN 2014

AKTIVA 2013

TOTAL AKTIVA Rp. 615.750.000 Rp. 629.260.000 PASSIVA TOTAL PASSIVA Rp. 615.750.000 Rp. 629.260.000

TABEL 2 PO. MEDAN JAYA LAPORAN LABA RUGI

UNTUK PERIODE 31 DESEMBER 2013 DAN 2014

PENDAPATAN Penjualan Tiket

BIAYA LANGSUNG PERUSAHAAN Biaya Cetak Tiket

Biaya Cetak Surat Jalan

Biaya Cetak Amplop dan Kertas Surat

2013 PENGHASILAN BRUTO Rp. 404.800.000 Rp. 401.865.000 BIAYA UMUM DAN ADM TOTAL BIAYA UMUM DAN ADM (Rp. 314.300.000) (Rp. 306.005.000)

LABA KOTOR Rp. 90.500.000 Rp. 95.860.000

PAJAK Rp. 18.750.000 Rp. 10.177.500

LABA SETELAH PAJAK Rp.71.750.000 Rp. 85.682.500

TABEL 3 PO. MEDAN JAYA LAPORAN ARUS KAS

UNTUK PERIODE BERAKHIR 31 DESEMBER 2014

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Laba Bersih Rp. 85.682.500

Penyusutan Rp. 32.689.000 +

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi Rp. 118.371.500 Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Pembelian Bus (Rp.5.000.000)

Kenaikan Pemeliharaan (Rp. 650.000) -

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi Rp. 112.721.500 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Modal Disetor Rp. 19.000.000

Pembayaran Prive (Rp.90.522.500) -

Kenaikan Arus Kas Rp. 41.199.000

Saldo Kas Awal Periode Rp. 105.750.000 +

Saldo Kas Akhir Periode Rp. 146.949.000

TABEL 4 PO. MEDAN JAYA NERACA PERBANDINGAN

UNTUK PERIODE TAHUN 2013 DAN 2014

AKTIVA 2013 2014 NAIK/TURUN Total Aktiva Rp. 615.750.000 Rp. 629.260.000 Rp. 13.510.000

PASSIVA Total Passiva Rp. 615.750.000 Rp. 629.260.000 Rp. 13.510.000

BAB III

ANALISA DAN EVALUASI

Pada bab ini penulis akan melakukan analisa dan evaluasi terhadap hasil-hasil penelitian yang telah diperoleh dari PO. Medan Jaya. Di dalam melakukan analisa dan evaluasi Penulis membandingkan dengan teori yang diuraikan pada bab II dengan pelaksanaannya di dalam perusahaan, sehubungan dengan adanya analisa dan evaluasi ini maka Penulis akan dapat melihat sejauh mana teori-teori yang ada tersebut telah diterapkan oleh perusahaan dalam kenyataan sehari-hari.

Adapun masalah-masalah yang akan dianalisa dan dievaluasi oleh Penulis adalah sebagai berikut :

A.Sumber Kas Perusahaan B.Penggunaan Kas Perusahaan C.Analsa Laporan Arus Kas

A. SUMBER KAS PERUSAHAAN

Sumber kas yang dimiliki oleh perusahaan pada tahun 20013 dan 2014 terdiri dari sumber-sumber yang berasal dari 3 (tiga) kegiatan, yaitu kegiatan operasi, kegiatan investasi, dan kegiatan pendanaan. Penulis akan menjelaskan secara ringkas sumber dan penggunaan kas yang diperoleh perusahaan pada tahun 2013 dan 2014.

Sumber Kas pada tahun 2014

a. Sumber kas yang berasal dari aktivitas operasi

 Kenaikan Laba Bersih

Laba bersih merupakan smber dana utama bagi perusahaan. Pada tahun 2014 PO. Medan Jaya memperoleh laba bersih sebesar Rp. 85.682.500,- sedangkan

Laba bersih merupakan smber dana utama bagi perusahaan. Pada tahun 2014 PO. Medan Jaya memperoleh laba bersih sebesar Rp. 85.682.500,- sedangkan

Dokumen terkait