• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB XI PENGGUNAAN LAHAN DAN POLA PERMUKIMAN

A. Penggunaan Lahan

1. Penggunaan Lahan untuk Kegiatan Pertanian

Pengembangan bidang pertanian merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang masih banyak dilakukan oleh sebagian besar negara-negara berkembang. Di negara berkembang, kegiatan pertanian merupakan kegiatan pokok masyarakat yang menjadi mata pencaharian dan penunjang kegiatan ekonomi. Karena itu, sebagian besar lahan yang ada di negara berkembang digunakan untuk kegiatan pertanian daripada sektor kegiatan ekonomi yang lain seperti industri.

Penggunaan lahan di setiap daerah berbeda-beda bergantung pada potensi sumber daya manusia yang memanfaatkannya. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusia yang ada di suatu negara, semakin bervariasi pemanfaatan lahan yang ada. Faktor tingkat kesuburan tanah dan perkembangan Iptek serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung juga berpengaruh terhadap penggunaan lahan.

Berdasarkan bentuknya, ada beberapa jenis pertanian yang biasa dilakukan yaitu, sebagai berikut.

a. Kegiatan Pertanian di Lahan Basah

Bentuk pertanian lahan basah atau pesawahan biasanya dilakukan di daerah yang memiliki cadangan air cukup banyak. Tanaman utamanya berupa padi. Berdasarkan sumber airnya, daerah persawahan dibedakan menjadi sawah irigasi dan sawah tadah hujan.

Gambar 11.2 Kegiatan pertanian di lahan basah Sumber: sdkmardiwiyata2.files.wordpress.com

Sawah tadah hujan merupakan sawah yang masa tanamnya bergantung pada musim. Ketika musim hujan biasanya akan ditanami padi, sedangkan pada musim kemarau biasanya akan ditanami palawija. Adapun sawah irigasi adalah sawah yang sumber airnya berasal dari irigasi atau saluran air yang dibuat secara sengaja untuk mengairi daerah persawahan. Pada sawah ini, pola pengaturan air lebih teratur sehingga tidak mengenal musim tanam berdasarkan pola cuaca hujan atau kemarau.

b. Kegiatan Pertanian Lahan Kering

Bentuk pertanian lahan kering atau perladangan dilakukan di daerah yang memiliki cadangan sumber air sedikit dan lebih mengandalkan air hujan. Bentuk pertanian perladangan biasanya dilakukan oleh suatu masyarakat yang masih tradisional. Pengolahannya masih sangat sederhana dilakukan secara berpindah-pindah untuk mencari lahan yang bisa dimanfaatkan dengan cara membakar hutan. Tanaman utama kegiatan pertanian perladangan berupa padi ketela pohon dan jagung.

c. Kegiatan Perkebunan

Perkebunan yaitu suatu lahan yang digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran, buah-buahan serta tanaman lainnya. Kegiatan perkebunan biasanya dilakukan oleh sebagian besar penduduk yang tinggal di daerah pedesaan karena selain lahannya masih tersedia juga digunakan sebagai mata pencaharian utama.

Berdasarkan luas lahan dan cara pengelolaannya, kegiatan perkebunan dibedakan menjadi kegiatan perkebunan rakyat dan kegiatan perkebunan besar yang dimiliki oleh pemerintah atau suatu perusahaan tertentu. Contohnya perkebunan teh yang dikelola oleh sebuah Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN) yang ada di Jawa Barat, yaitu PTPN VIII.

Gambar 11.3 Penggunaan lahan untuk perkebunan Sumber: Saryonofiles.wordpress.com

Perkebunan rakyat pada umum memiliki karakterisrtik sebagai berikut. 1) Jumlah tenaga kerja sedikit.

2) Luas lahan garapannya relatif sempit. 3) Peralatan yang digunakan relatif sederhana. 4) Modal yang digunakanya terbatas.

5) Hasil produksinya sedikit, biasanya lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

Adapun perkebunan besar biasanya memiliki karakteristik sebagai berikut. 1) Modal yang digunakan untuk proses perkebunan cukup besar.

2) Lahan yang diusahakan sangat luas. 3) Jumlah tenaga kerja cukup banyak.

4) Peralatan yang digunakan sudah menggunakan teknologi yang modern. 5) Hasil produksinya melimpah, bahkan berorientasi ekspor.

2. Penggunaan Lahan untuk Kegiatan Nonpertanian

Di lingkungan perkotaan atau bagi negara-negara yang sudah maju, pemanfaatan lahan tidak lagi digunakan untuk pertanian, tetapi digunakan untuk sektor-sektor lain di luar pertanian. Contohnya untuk kegiatan industri dan perdagangan. Pemanfaatan lahan semacam ini, biasanya banyak dilakukan di daerah perkotaan atau di negara-negara maju yang kualitas sumber daya manusia dan perkembangan Iptek-nya lebih baik daripada negara berkembang.

a. Kegiatan Industri

Di negara-negara yang sudah maju seperti Jepang dan Amerika, sebagian besar lahan dimanfaatkan untuk kegiatan industri. Industri memiliki peranan yang sangat besar dalam menopang kegiatan ekonomi setiap negara terutama negara maju, karena dengan kegiatan industri dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar dan mendorong peningkatan perekonomian suatu negara. Dalam fenomena dewasa ini, tidak hanya negara maju yang terus berusaha untuk mengembangkan industrinya, tetapi negara berkembang pun berlomba- lomba untuk mengalihkan kegiatan ekonomi mereka dari pertanian ke sektor industri.

Kegiatan industri artinya suatu bentuk usaha terencana yang dilakukan manusia guna menambah nilai guna suatu barang. Karena itu dalam kegiatannya, ada usaha untuk mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Contoh industri otomotif, tekstil, dan industri makanan.

Di Indonesia, kegiatan industri masyarakat dikelompokkan menjadi sebagai berikut. 1) Aneka industri dan kerajinan, seperti pengolahan makanan dan minuman.

2) Industri logam dasar dan elektronika, seperti besi/baja, peralatan listrik, alat transportasi, dan mesin-mesin.

3) Industri kimia dasar, seperti industri pupuk, pestisida, dan kertas.

4) Industri kecil atau sandang dan tekstil, seperti industri rumah tangga, dan serat sintesis. Berdasarkan daya serap tenaga kerjanya, industri dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut.

1) Industri besar yang menyerap tenaga kerja lebih dari 200 orang. 2) Industri menengah yang menyerap tenaga kerja antara 50-200 orang. 3) Industri kecil yang menyerap tenaga kerja kurang dari 50 orang.

Gambar 11.4 Pemanfaatan lahan untuk kegiatan industri Sumber: www.langitbiru.menlh.go.id

Adapun berdasarkan luas dan kompleksitas kegiatannya, industri dibedakan menjadi sebagai berikut.

1) Industri besar yaitu industri yang sudah menggunakan mesin-mesin modern dengan jumlah tenaga kerja yang banyak serta menggunakan lahan yang luas.

2) Industri kecil yaitu industri yang menggunakan peralatan sederhana dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit serta menggunakan lahan yang relatif sempit.

b. Kegiatan Perdagangan

Interaksi antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memenuhi kebutuhan masing-masing dapat diartikan sebagai aktivitas perdagangan. Namun yang lebih tepatnya, perdagangan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan membeli barang dari pedagang tertentu yang kemudian dijual kembali kepada konsumen atau pedagang lain dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Kegiatan perdagangan dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak. Perdagangan yang dilakukan secara langsung biasanya tidak melibatkan perantara, sedangkan yang tidak langsung akan melibatkan perantara dalam menyalurkan barang dari pihak penjual kepada pihak pembeli.

Berdasarkan ruang lingkup wilayahnya kegiatan perdagangan dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1) Perdagangan dalam negeri, yaitu kegiatan perdagangan yang ruang lingkup perdagangannya dalam wilayah suatu negara, baik di tingkat lokal maupun regional. Produk yang diperjualbelikan dalam perdagangan ini berupa produk lokal dalam skala yang kecil. Contoh jual beli antara seorang petani sayuran dan pemborong untuk dijual ke pasar.

2) Perdagangan luar negeri, yaitu kegiatan perdagangan yang memasarkan produknya dalam lingkup antarnegara atau lintas negara. Perdagangan luar negeri melakukan

kegiatan perdagangannya dalam bentuk ekspor dan impor. Ekspor yaitu kegiatan menjual barang ke luar negeri, orangnya disebut eksportir, sedangkan impor yaitu kegiatan membeli barang dari luar negeri ke negara kita, orangnya disebut importir.

Gambar 11.5 Sebagai pusat perdagangan di wilayah Jawa Timur dan Indonesia Timur, Kota Surabaya memiliki banyak fasilitas perdagangan dan perkulakan modern yang melayani

penduduk kota. Sumber: www.surabaya.go.id

Aktivitas perdagangan memiliki beberapa manfaat bagi para pelakunya, di antaranya sebagai berikut:

1) memudahkan mendapatkan barang yang dibutuhkan bagi para konsumen; 2) menjadi media bagi para produsen dalam memasarkan produksi barangnya; 3) menjadi peluang bagi masyarakat umum sebagai sumber mata pencaharainya; 4) membuka kesempatan kerja;

5) meningkatkan proses perputaran uang di masyarakat.

Potensi lahan di setiap daerah biasanya berbeda-beda bergantung pada kondisi fisik dan bentang alam yang ada di daerah tersebut. Perbedaan potensi lahan yang ada di setiap daerah tersebut akan menyebabkan perbedaan dalam pemanfaatan lahan tersebut. Contohnya pemanfaatan lahan di daerah pedesaan akan berbeda dengan pemanfatan lahan yang ada di daerah perkotaan.

Dokumen terkait