• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gejala hilangnya pensyarafan suatu otot dalam tubuh manusia dapat dirangsang dengan pemberian arus DC atau dikenal dengan arus Interuptur atau arus terputus – putus ini adalah salah satu pemanfaatan arus listrik berfrekwensi rendah. Arus listrik dengan frekwensi 20 Hz sampai 500.000 Hz digolongkan dengan arus listrik frekwensi rendah, arus ini dapat merangsang syaraf otot yang hilang pensyarafannya. Listrik frekwensi rendah ini dihasilkan oleh instrumen yang rangkaiannya terdiri dari multivibrator

Lain halnya dengan arus listrik frekwensi tinggi yaitu dengan frekwensi diatas 500.000 Hz jika dikenakan pada otot motoris atau sensoris dalam waktu singkat dan tidak dilakukan pengulangan tidak akan dapat merangsang untuk berkontraksi. Listrik yang berfrekwensi tinggi ini harus dilakukan pengulangan sehingga rangsangan terjadi. Proses pengobat dengan listrik ini dikenal dengan Short Wave Diathermy . Akibat dari diatermi ini adalah meningkatkan metabolisme, terjadi pengkatan suplai darah, mengurangi relaksasi otot dan meningkatkan efisiensi usaha otot.

Hal lain yang sering dilakukan dari aplikasi listrik magnet adalah syol listrik atau disebut kejut listrik. Pemanfaatan syok listrik ini adalah dalam bidang psikiatri. Istilah syok listrik dalam psikiatri adalah elektroconvultion therapy. Pasien penderita psikosis sengaja dilakukan pengobatan atau terapi dengan tujuan untuk memperoleh ketenganan atau relaksasi temporalis kanan dan kiri. Pada penderita ini dilakukan pemberian aliran listrik dengan arus antara 0,5 sampai 1,5 Amper dengan tegangan 80 sampai 110 Volt dengan periode waktu 0,1 sampai 1,5 detik dari aliran listrik ini diperoleh relaksasi kejiwaan pasien.

Penggunaan listrik dan magnet sudah pasti ada yang tidak seratus peersen aman sehingga diperlukan senergitas fisikawan sebagai teknisi ahli dan dokter sebagai terapis dan diagnosis.

BAB VI PENUTUP 4.1. Kesimpulan

Tubuh manusia terdiri dari 70 % cairan dan dalam cairan tersebut terdiri dari ion- ion yang bersifat dinamis sehingga dengaan kedinamisan tersebut maka mengakibatkan terjadi aliran listrik seperti tinjauan pustaka yang dituliskan dalam karya tulis ini. Kajian pustaka dalam tulisan yang singkat ini juga dapat menyimpulkan :

1. Karena ion- ion dalam tubuh manusia bersifat dinamis maka gejala kelistrikan dapat dianalogikan terjadi dalam tubuh manusia. Dan hukum dasar kelistrikan juga berlaku terhadap aliran signal dalam otot dan syaraf.

2. Gejala kemagnetan ditimbulkan oleh gejala kelistrikan tubuh sehingga kemagnetan pun terjadi dalam tubuh manusia seperti dicontohkan bagaimana gaya magnet tubuh dapat dihitung dengan mengetahui potensial istirahat sel.

3. Pemanfaatan listrik saat ini juga sering digunakan teritama untuk tujuan mendapatkan relaksasi pada otot. Aplikasi listrik dan magnet itu adalah Gelombang pendek, atau disebut shortwave diatermy atau juga shok listrik untuk penderita psikosis.

4.2. Saran

Pentingnya melakukan penelitian lebih dalam tentang komposisi ion- ion dalam sel dan bagaimanan penjalaran signal rangsangan pada sel syaraf adalah salah satu saran yang penulis berikan karena dengan semakin banyak pengobatan dan diagnosis menggunakan listrik dan magnet dilakukan untuk menjaga keamanan dan tidak terjadi kesalahan diagnosis pada pasien. Serta perlu sinergitas antar para ahli yang bergerak dalam dunia biologi, fisika dan kesehatan sehingga bahaya dalam penggunaan instrumentasi yang menggunakan listrik dan magnet aman dan sesuai tujuan tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Alonso Fin. 1980 Fundamental University Physics, Vol 2, New York Addison Wesley Publihing Company

Arthur, Beiser. 1995. Consept of Modern Physic,s, Fifth Edition. MC Graw Hill international Edition

Halliday Resnick and Krane. Physics Fourt Edition, John Willey Johanes Surya 1996. Olimpiade Fisika. PT Primatika Cipta Ilmu.

APLIKASI LISTRIK DAN MAGNET DALAM TUBUH MANUSIA

OLEH

IDA BAGUS MADE SURYATIKA

PROGRAM STUDI FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA

2019

ABSRAKSI

Telah dipaparkan dalam karya tulis ini dasar- dasar kelistrikan dan kemagnetan dapat di aplikasikan dan perhitungan dasar listrik dan magnet dapat diterapkan pada sistem biologi khususnya pada manusia. Dalam paparan ini ditunjukkan komposisi mahluk hidup yang terdiri dari cairan dan dalam cairan tersebut terdiri dari ion- ion yang bersifat dinamis. Sifat ion dalam tubuh atau sel manusia dapat menimbulkan aliran arus dan aliran arus ini dapat menimbulkan medan magnet. Seperti pada contoh perhitungan potensial istirahat – 70 mvolt dengan komposisi ion- ion Na, K, Cl dan protein tertentu dapat dihitung besarnta potensial membran 1 x 107 v/m dan dari perhitungan medan ini didapat gaya listrik pada sel tersebut. Selain itu juga dipaparkan bagimana penggunaan listrik magnet untuk pengobatan diantaranya pemanfaat gelombang untuk diatermi dan penggunaan gelombang ini untuk mendapatkan kestabilan relaksasi otot pada pasien psikosis. Pemaparan karya tulis menggunakan metode kepustakaan sudah tentu masih banyak yang perlu disempurkan karena keterbatasan sumber.

Kata kunci : vektor, listrik, kelistrikan, kemagnetan, short wave diatermy, psikosis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...i

ABSRAKSI ...ii

KATA PENGANTAR ...iii

DAFTAR ISI ...iv

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1. LATAR BELAKANG ...1

1.2. PERMASALAHAN ...2

1.3. TUJUAN ...2

1.4. METODE PENULISAN ...2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...3

2.1. VEKTOR ...3

2.2. KELISTRIKAN ...5

2.3. KEMAGNETAN ...6

2.4. MEDAN MAGNET ...7

2.5. GAYA MAGNET ...8

2.6. DASAR- DASAR KELISTRIKAN DALAM SISTEM BIOLOGI ...13

2.7. SIFAT- SIFAT SARAF ...17

BAB III PEMBAHASAN ...18

3.1. DASAR KELISTRIKAN DAN KEMAGNETAN DALAM SISTEM TUBUH MANUSIA ...23

3.2. PENGGUNAAN LISTRIK DAN MAGNET DALAM PENGOBATAN ...26

BAB IV PENUTUP ...27

4.1. KESIMPULAN ...27

4.2. SARAN ...27

DAFTAR PUSTAKA ...v

KATA PENGANTAR

Begitu besar peran Sang Maha Pemberi atas terselesainya karya tulis ini, maka sudah selayaknya puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmat dan anugrah-Nya karya tulis yang berjudul

“APLIKASI LISTRIK DAN MAGNET DALAM TUBUH MANUSIA” dapat diselesaikan. Tujuan penulisan makalah ini adalah agar dapat dipakai sebagai pedoman singkat mahasiswa dalam mengaplikasikan kuliah dasar- dasar listrik dan magnet dalam tubuh manusia dan memperdalam matakuliah BIOFISIKA.

Saat ini pembelajaran tentang listrik dan kemagnetan masih sedikit menggambarkan pada sistem hidup khususnya manusia sehingga mahasiswa cukup sulit mengaktualisasikan kuliah listrik dan kemagnetan kedalam sistem hidup, munculnya karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dan pembaca sekalian untuk mencari dan pempelajari lembih lanjut tentang fenomena sistem biologi dalam fisika khususnya kelistrikan dan kemagnetan. Penyelesaian makalah ini penulis menyadari bahwa ini dibantu oleh banyak pihak, baik dari pihak program Studi, teman- teman sejawat maupun pihak perpustakaan untuk itu pada kesempatan ini juga penulis sampaikan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya.

Penulis juga menyadari hasil ini tidaklah sempurna oleh karena itu bila ada kritik dan saran penulis akan terima sebagai kesempurnaan makalah.

Denpasar, 18 Januari 2018

Penulis

Dokumen terkait