• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggunaan Model Pembelajaran Total Physical Response

BAB 3 KAJIAN TEORETIK

H. Mata Pelajaran Bahasa Inggris

I. Penggunaan Model Pembelajaran Total Physical Response

1. Pengertian Model Pembelajaran Total Physical Response.

Model pembelajaran sangat erat kaitannya dengan gaya belajar peserta didik dan gaya mengajar guru. Melalui model pembelajaran, guru dapat membantu peserta didik untuk mendapatkan informasi, keterampilan, cara berpikir, dan mengekspresikan idenya. Menurut Trianto (2007), mengemukakan bahwa : “Model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial”.

Model pembelajaran merupakan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar, selain itu juga dapat diartikan sebagai pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai, efektif, dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan (Kurniasih & Sani, 2015).

Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh seorang guru (Azisah, 2020).

Bruce Joyce dan Marsha Weil dalam Azisah (2020), mengutarakan empat kelompok model pembelajaran, yaitu : (1) model interaksi sosial, (2) model pengolahan informasi, (3) model personal-humanistik, (4) model modifikasi tingkah laku.

Sesuai dengan perkembangan teknologi, maka model pembelajaran pun terus mengalami pengembangan. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan keadaan atau situasi yang sedang terjadi di sekitarnya. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan.

Model pembelajaran total Physical Response adalah sebuah model pengajaran bahasa yang dikembangkan oleh James Asher, seorang profesor psikologi di Universitas San Jose California. Model ini merupakan model pengajaran bahasa yang banyak digunakan oleh pengajar bahasa Asing. Model ini adalah salah satu model pengajaran bahasa yang sangat cocok diterapkan dalam pengajaran Tata Bahasa.

Berbeda dengan model pembelajaran lainnya, Model pembelajaran Total Physical Response merupakan sebuah model pengajaran Bahasa yang menggunakan perintah untuk membangun koordinasi kemampuan berbahasa dan perilaku (Ratminingsih, 2021). Dalam model Total Physical Response pengajar memberikan perintah kepada Peserta didik dan kemudian Peserta didik merespon perintah pengajar dengan gerak tubuh.

Asher dalam Izzan dan Mahfuddin (2014) menyebutkan, “pencapaian keterampilan berbahasa Inggris seorang pelajar dapat dibagi dalam tingkat pencapaian (a) awal, (b) pertengahan, dan (c) lanjutan. Bila sejak awal para pelajar menerima pelajaran Bahasa Inggris dengan metode seperti audiolingual yang menuntut mengungkapkan bentuk-bentuk tanpa kesalahan dan penghafalan aturan-aturan secara sadar (secara eksplisit), para pelajar tidak akan mencapai tingkat (b) karena sudah merasa jurang putus asa. Sebagai penyajian alternatif, Asher mengusulkan untuk memberikan pelajaran secara implisit kepada para pelajar pada tingkat awal agar secara bertahap para pelajar mencapai tingkat lanjutan tanpa ada perasaan frustasi. Pada tingkat lanjutan ini, mereka dapat menerima pelajaran secara eksplisit”.

Asher mengatakan bahwa pelajar menginternalisasikan bahasa ketika mereka merespon dengan gerakan fisik sebagai tanda bahwa mereka mengerti dan paham tentang pelajaran yang diberikan. Pada model total Physical Response ini peserta didik tidak dipaksa untuk langsung bisa berbicara, sebaliknya guru menunggu sampai peserta didik memperoleh bahasa yang cukup melalui mendengarkan sampai mulai berbicara spontan.

Edgar Dale dalam Dimyati (2006) mengatakan, belajar paling baik adalah belajar melalui pengalaman langsung, karena tidak hanya sekedar mengamati tetapi terlibat langsung dalam perbuatan dan bertanggung jawab akan hasilnya.

Dalam model pembelajaran total Physical Response ini, materi diberikan melalui gerakan langsung atau pengalaman langsung yang dilakukan secara berulang-ulang. Materi yang diberikan dapat berupa contoh atau demonstrasi gerakan yang kemudian dijabarkan sebagai bentuk instruksi yang diberikan secara berulang-ulang dan selanjutnya direspon dengan gerakan fisik oleh peserta didik.

Kajian Teoretik | 43

Peserta didik mendengarkan dan merespon instruksi lisan guru. Bentuk instruksi yang diberikan seperti ‘turn around’, ‘sit down’, ‘walk’, ‘stop’, ‘jump’, dsb. Peserta didik dalam total Physical Response mempunyai peran utama sebagai pendengar dan pelaku. Peserta didik mendengarkan dengan penuh perhatian dan merespon secara fisik pada perintah yang diberikan guru baik secara individu maupun kelompok.

Dengan demikian, model pembelajaran total Physical Response merupakan salah satu model yang dapat digunakan dalam pengajaran bahasa. Model ini menitikberatkan pembelajaran pada koordinasi ucapan dan tindakan dalam rangka mengajarkan bahasa melalui aktivitas fisik. Tugas utama peserta didik dalam model ini adalah melaksanakan instruksi verbal guru yang dilakukan secara berulang-ulang hingga lancar, baru setelah itu peserta didik bisa belajar memberikan instruksi kepada temannya yang lain dan kemudian terjadilah pemahaman sendiri dari dalam diri peserta didik akan pentingnya hal yang dipelajari.

2. Prinsip Penggunaan Total Physical Response Dalam Belajar Bahasa.

Dalam proses pembelajaran menggunakan model total Physical Response terdapat prinsip yang harus diterapkan selama pembelajaran (Larsen-Freeman

& Anderson, 2013).

1) Makna dalam bahasa target dapat disampaikan melalui tindakan. Memori diaktifkan melalui respon Peserta didik, bahasa target tidak boleh disajikan dengan sepotong atau kata demi kata;

2) Pemahaman Peserta didik terhadap bahasa target harus dikembangkan sebelum berbicara;

3) Peserta didik dapat mempelajari bahasa dengan menggunakan gerakan tubuh mereka;

4) Perintah adalah perangkat linguistik yang bisa guru gunakan untuk mengarahkan perilaku Peserta didik;

5) Peserta didik dapat mempelajari bahasa melalui pengamatan tindakan serta dengan melakukan tindakan sendiri;

6) Perasaan sukses, percaya diri dan kecemasan yang rendah mendukung kegiatan pembelajaran bahasa;

7) Peserta didik tidak boleh diberikan materi menghafal rutinitas tetap;

8) Koreksi harus dilakukan dengan cara yang tidak mengganggu;

9) Peserta didik tidak harus mengembangkan fleksibilitas dalam memahami kombinasi baru dari target bahasa;mereka perlu memahami kalimat yang tepat yang digunakan dalam latihan;

10) Pembelajaran bahasa akan lebih efektif dengan aktivitas pembelajaran yang menyenangkan;

11) Kemampuan berbicara harus harus lebih ditekankan sebelum bahasa tertulis;

12) Peserta didik akan mulai berbicara ketika mereka sudah siap;

13) Peserta didik diharapkan untuk membuat kesalahan ketika mereka pertama kali mulai berbicara.

Guru sebagai fasilitator dan pengembang kurikulum harus mampu memahami prinsip-prinsip model total Physical Response sebagai dasar untuk merancang proses pembelajaran, sehingga tujuan penggunaan model total Physical Response dalam pembelajaran sebagai model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik dan mencapai hasil yang optimal.

Dari pemaparan diatas diketahui bahwa, kegiatan utama dalam model total Physical Response adalah memberikan perintah kepada peserta didik untuk dipatuhi dan direspon dalam bentuk tindakan oleh peserta didik. Setelah mereka memahami semua perintah yang diberikan, mereka dapat menggabungkan beberapa perintah menjadi suatu rangkaian kegiatan. Dengan cara ini peserta didik belajar bagaimana menggunakan Bahasa yang mereka pelajari, dan dengan demikian akan lebih mudah bagi para peserta didik untuk mengingat kata-kata yang telah mereka pelajari.

3. Langkah-langkah Total Physical Response Dalam Belajar Bahasa.

Seperti yang sudah dijelaskan secara detail diatas bahwa model total Physical Response adalah sebuah metode pengajaran bahasa yang dibangun berdasarkan koordinasi ujaran dan tindakan. Guru memberikan perintah kepada Peserta didik dalam bentuk ujaran untuk kemudian direspon dengan tindakan. Metode ini juga disebut the comprehension approach yang menekankan pada pentingnya pemahaman mendengarkan. Tahap awal pembelajaran bahasa asing bagi Peserta didik adalah terfokus pada pemahaman mendengarkan.

Tarigan (Tarigan, 1989), mengemukakan contoh-contoh kegiatan di kelas dengan menggunakan model total Physical Response sebagai berikut

1) Latihan Menyimak. Aktivitas kegiatan ini adalah menyimak terhadap perintah-perintah guru yang kemudian direspon oleh Peserta didik secara tepat dan tanpa ragu-ragu. Guru meminta Peserta didik untuk membuat setengah lingkaran yang mengelilingi gurunya, kemudian guru menyuruh Peserta didik untuk diam dan memperhatikan dengan seksama instruksi atau perintah gurunya dalam Bahasa Inggris. Kemudian guru meminta Peserta didik untuk merespon perintah guru dengan gerakan tubuh.

Kajian Teoretik | 45

2) Pembalikan Peran. Bentuk dari aktivitas pembelajaran ini adalah kebalikan dari kegiatan pertama yang menjadikan Peserta didik sebagai penerima perintah dari instruksi-instruksi guru. Dalam kegiatan pembalikan peran ini, Peserta didik memberikan perintah kepada guru dan teman sekelas mereka untuk melakukan beberapa tindakan berdasarkan ujaran yang mereka lontarkan. Kegiatan ini bisa didesain dengan bentuk permainan outdoor dengan mengelompokkan Peserta didik menjadi beberapa kelompok dan meminta kelompok untuk memberikan perintah pada kelompok lain untuk kemudian direspon dengan tindakan.

3) Urutan Tindakan. Dalam kegiatan ini, guru memberikan tiga perintah terhubung kepada Peserta didik baik itu dikelas (indoor) maupun di luar kelas (outdoor) sesuai dengan design kegiatan guru dan Peserta didik.

Misalnya, guru mengatakan kepada Peserta didik untuk berjalan ke pintu, dan menyentuh pintu. Dengan kegiatan ini Peserta didik belajar menggunakan bahasa Inggris, sehingga penguasaan terhadap bahasa Inggris bisa berkembang. Kegiatan ini disebut dengan urutan tindakan, artinya bahwa dalam teknik ini guru mencoba untuk memberikan perintah kepada Peserta didik mereka dengan menggunakan terhubung perintah atau frase kalimat. Seperti, naikkan tangan Anda, sentuh hidung anda dan pegang hidung teman Anda.

Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran total Physical Response merupakan model pembelajaran yang mengajarkan peserta didik bergerak dan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih santai dan membantu ingatan dengan mengaitkan gerakan dengan kata-kata. Peserta didik diminta mendengar dan merespon pada perintah guru ketika menggunakan bahasa Inggris sehingga dalam proses pembelajaran dapat menarik perhatian peserta didik untuk belajar. Dengan kemenarikan model pembelajaran dan kejelasan langkah-langkah dalam pembelajaran, diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk aktif di setiap pembelajaran dan diharapkan mampu mengatasi kesulitan belajar Bahasa Inggris.

J. MODEL BLENDED LEARNING

Dokumen terkait