dengan mengembangkan kriteria pemilihan pemenang dalam mutu. Penghargaan dalam hal mutu (quality awards) merupakan suatu alat di mana perusahaan mendapat pengakuan atas usaha-usaha merek dan akan menjadi dicapai kita kenalo misalnya The Deming Prize yang digunakan di Jepang, The Baldridge
39 Awards yang digunakan di Eropa. Penghargaan tersebut sebenarnya merupakan annual competition yang bertujuan untuk mengadakan continuous improvement. a. The Deming Prize
The Deming Prize disusun oleh Japanese Union of Scientists and Engineers pada tahun 1987. Pengenalan penghargaan tersebut dilakukan oleh Dr. W. Edward Deming sehingga beliau mendapat julukan Bapak Total Quality Control di Jepang atau Total Quality Management di Amerika. Kriteria yang digunakan dalam pemberian penghargaan tersebut antara lain :
Pengetahuan dan semangat Top Management terhadap mutu.
Kebijakan, sasaran, dan tujuan (antara lain pengujian filosofi seperti Deming’s 14 points yang digunakan organisasi untuk usaha perbaikan mutu).
Organisasi yang bermutu, termasuk sistem dan keterlibatan karyawan.
Pengetahuan tentang mutu, menggabungkan kekuatan dalam prinsip dan metode pengajaran statistik dan perluasannya kepada Supplier.
Penerapan proses perbaikan kualitas.
Kebijakan masa mendatang, perencanaan dan pengakuan performansi. Kriteria-kriteria tersebut berkaitan dengan tanggapan perubahan organisasi. b. The Baldridge Awards
The Baldridge Awards disusun dalam Act of Congress pada 20 Agustus 1987 dan direkayasa untuk mempromosikan :
Kesadaran akan pentingnya mutu sebagai suatu elemen kemampuan bersaing. Pengertian akan pentingnya keunggulan mutu.
Berbagai informasi tentang strategi mutu dan manfaat dari pelaksanaan strategi yang sukses.
40 Malcolm Baldridge National Quality Awards merupakan suatu program penghargaan yang diberikan kepada perusahaan yang unggul dalam menerapkan manajemen mutu terpadu, dengan penilaiannya adalah : Kepemimpinan (Leadership) : mendefinisikan nilai, sasaran, perencanaan kualitas untuk pencapaian dan pengkomunikasian.
Informasi dan analisis (Information and Analysis) : meliputi dapat dipercaya (reliability), dapat disampaikan (currency), dapat digunakan (usability). Perencanaan mutu strategic (strategic quality planning) : tingkat keterlibatan pemimpin dan penyatuan rencana mutu kedalam bisnis.
Human resource development and management : mengembangkan potensi kekuatan kerja secara penuh.
Manajemen dari mutu proses (management of process quality) : menjamin mutu produk dan jasa.
Hasil mutu dan operasional (quality and operational results) : bagaimana perbaikan dan performansi mutu tersebut dapat diukur.
Fokus dan kepuasan pelanggan (customer focus and satisfaction) : termasuk pesan pelanggan dalam pendefinisian kebutuhan akan mutu.
41
c. The European and British Model
Penghargaan ini diperkenalkan dalam The European Foundation For Quality Management tahun 1991 oleh Rank Xerox yang telah mencapai 100% kepuasan pelanggan dan 100% kepuasan karyawan. Kriteria dalam The European Quality Awards adalah sebagai berikut :
Pendorong Sistem Manajemen Kualitas Proses Pengenbangan & Manajemen SDM Perencanaan Kualitas Strategik Informasi dan Analisis Fokus dan Kepuasan Pelanggan Hasil-hasil Kualitas dan Operasional Tujuan Ukuran-ukuran Kemampuan Kepuasan pelanggan Kepuasan pelanggan relative terhadap pesaing Retensi pelanggan Perolehan pangsa pasar
Peningkatan produktivitas Pengurangan dan
penghapusan pemborosan Kualitas produk dan jasa Kualitas pemasok Kepemimpinan
Eksekutif Senior
42 2.10 Analisis Kemampuan Proses
Analisis kemampuan proses merupakan suatu tahapan yang harus dilakukan dalam mengadakan pengendalian kualitas proses statistic (statistical process control). Statistical Process Control (SPC) dikenal pada berbagai organisasi sebagai bagian penting dalam Total Quality Management (TQM). Lebih dari itu, SPC merupsksn cara berpikir mengenai perubahan pada proses yang sangat penting dalam perbaikan kualitas produk atau jasa yang tidak pernah berakhir. Yang terpenting dalam menerapkan SPC adalah memahami dan mengindentifikasi karakteristik produk yang paling penting bagi pelanggan, atau variable-variabel proses yang mempunyai pengaruh paling kuat dalam variasi proses (Rungasamy et al.,2002).
Situasi yang menjadi bahan pertimbangan adalah proses produksi berada dalam batas pengendalian (in control) tetapi produk yang dihasilkan tidak Leadership 10% People Management 9% Policy & Strategy 8 % Recources 9% Process 14% People Satisfaction 9% Customer Satisfaction 20% Impact on Society 6% Business Results 15%
43 memenuhi spesifikasi atau proses produksi berada diluar batas pengendalian (out of control) tetapi produk yang dihasilkan justru memenuhi spesifikasi. Kemampuan proses yang berkenaan dengan keseragaman proses, sehingga variabilitas merupakan ukuran keseragaman proses. Kemampuan proses menyediakan prediksi terhadap kecukupan suatu proses (Gyrna, 2001). Analisis kemampuan proses merupakan suatu studi guna menaksir kemampuan proses dalam bentuk distribusi probabilitas yang mempunyai bentuk, rata-rata (mean), dan penyebaran. Studi kemampuan proses biasanya mengukur parameter fungsional pada produk, bukan proses itu sendiri.
Analisis kemampuan proses mendefinisikan kemampuan proses memenuhi spesifikasi atau mengukur kinerja proses. Analisis kemampuan proses juga merupakan prosedur yang digunakan untuk memprediksi kinerja jangka panjang yang berada dalam batas pengendalia proses statistic (Pyzdek, 1995). Yang perlu diingat adalah analisis kemampuan proses harus dilakukan hanya apabila proses berada dalam batas pengendali statistic (in statistical control). Dengan kata lain, didalam proses tersebut, penyebab penyimpangan hanyalah penyebab umum. Identifikasi adanya sebab khusus membuat langkah analisis kemampuan proses terhenti dan melakukan tindakan perbaikan. Proses menunjukkan kombinasi mesin, alat, metode, material, dan karyawan yang terkait dengan kegiatan produksi atau operasi. Sementara kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan prosesnya berdasarkan pada penilaian kinerja untuk mencapai hasil yang terukur. Kemampuan yang diukur tersebut menunjukkan kenyataan bahwa kemampuan proses dihitung dari data yang diambil dari kinerja proses. Selanjutnya, kemampuan yang melekat menunjukkan pada keseragaman produk yang
44 dihasilkan dari proses yang berada pada kondisi in statistical control. Sedangkan pengukuran produk yang dimaksudkan adalah variasi produk sebagai hasil akhir suatu proses.
Sementara itu, dalam analisis kemampuan proses ada dua asumsi penting yang digunakan dalam membentuk analisis kemampuan proses dengan data kontinyu, yaitu proses berada dalam batas pengendali statistik dan distribusi proses adalah distribusi normal (Bower 1997). Hal ini disebabkan apabila proses tidak berada dalam batas pengendali statistik, proses tidak dapat diperkirakan kemampuannya dari sudut pandang pelanggan. Selain itu, kemampuan proses juga diartikan sebagai variabilitas proses yang bukan disebabkan oleh sebab khusus (special cause atau assignable cause), tetapi karena sebab umum (common cause) (Systma, 1997).
Selanjutnya, dalam analisis kemampuan proses dikenal adanya batas-batas spesifikasi. Batas spesifikasi tepat bagi kategori seperti bahan baku, produk, atau pelayanan. Batas spesifikasi ditentukan berdasarkan kebutuhan pelanggan. Apa yang diinginkan pelanggan terhadap produk atau pelayanan dianalisis dengan riset pasar dan dikombinasikan dengan perancangan produk dan jasa/pelayanan. Batas-batas spesifikasi sering disebut dengan Batas-batas-Batas-batas toleransi. Batas spesifikasi atau batas toleransi juga meliputi batas spesifikasi atau toleransi atas dan batas spesifikasi atau toleransi bawah. Kedua data tersebut merupakan batas kesesuaian unit-unit secara individu dengan operasi manufaktur atau jasa. Menurut Tham (1997), analisis kemampuan proses merupakan konsep yang penting dalam statistical process control, karena analisis ini menguji variabilitas dalam karakteristik-karakteristik proses dan apakah proses mampu menghasilkan produk
45 yang sesuai dengan spesifikasi. Analisis kemampuan proses membedakan kesesuaian dengan batas-batas toleransi. Oleh karenanya, ada dua kondisi yang mungkin terjadi, yaitu :
1. Jika rata-rata proses dalam batas pengendali dan berada dalam batas spesifikasi, atau
2. Berada dalam batas pengendali tetapi tidak berada dalam batas spesifikasi.
Analisis kemampuan proses yang dilakukan pada kondisi proses in statistical control dilaksanakan bukan tanpa tujuan. Menurut Gyrna (2001), ada beberapa tujuan dilaksanakannya analisis kemampuan proses, yaitu:
1. Memprediksi variabilitas proses yang ada. Informasi kemampuan proses tersebut disediakan bagi para perancang (designers) sebagai informasi penting mengenai batas-batas spesifikasi.
2. Memilih diantara proses-proses yang paling tepat atau memenuhi toleransi.
3. Merencanakan hubungan diantara proses-proses yang berurutan. Sebagai contoh satu proses menyimpang dari ketentuan karena proses sebelumnya. Mengkuantifikasikan kemampuan proses masing-masing secara berturut-turut merupakan suatu cara mengambil keputusan.
4. Menyediakan dasar kuantitatif untuk menyusun jadwal pengendalian proses dan penyesuaian secara periodik.
5. Menugaskan mesin-mesin ke dalam kelas kelas pekerjaan sehingga sesuai dengan pengujian yang dilakukan.
46 6. Menguji teori mengenai penyebab kesalahan selama program perbaikan
kualitas.
7. Memberikan pelayanan sebagai dasar untuk menentukan syarat kinerja kualitas mesin-mesin yang ada.
Manfaat mempelajari analisis kemampuan proses antara lain : Dapat menciptakan output yang seragam
Kualitas dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan
Membantu dalam membuat perancangan produk maupun proses Membantu dalam pemilihan pemasok yang memenuhi persyaratan Mengurangi biaya mutu total dengan memperkecil biaya kegagalan
internal dan eksternal
Memperkirakan seberapa baik proses akan memenuhi toleransi Mengurangi variabilitas dalam proses produksi
Membantu dalam pembentukan interval untuk pengendalian interval antara pengambilan sampel
Merencanakan urutan proses produksi apabila ada pengaruh interaktif proses pada toleransi
Menetapkan persyaratan penampilan bagi alat baru