• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN Unit Syariah PT Asuransi

B. Ruang Lingkup perusahaan

2. Penghargaan Perusahaan

1) The Big Five Trusted untuk produk Asuransi Kesehatan Tahun 2002

(Majalah Kapital).

      

41

Laporan Tahunan 2009 annual Report, PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967, 2009, h. 28

2) The Big Five Trusted untuk produk Asuransi Kebakaran Tahun 2002 (Majalah Kapital).

3) The Big Five Trusted untuk produk Asuransi Kendaraan Bermotor tahun

2002 ( Majalah Kapital).

b. Tahun 2003

1) The most Valuable Brand untuk produk Asuransi Kebakaran Tahun 2003

(Majalah SWA Sembada).

c. Tahun 2005

1) Sertifikasi ISO 9001 : 2000 Sejak Maret 2005

2) Asuransi Umum Terbaik Tahun 2005 (Majalah Investor)

3) Asuransi Umum sangat Bagus Tahun 2005 (Majalah Info Bank).

d. Tahun 2008

1) Sertifikasi PEFINDO Peringkat BBB+.

2) Asuransi Umum Syariah Terbaik 2008 (Majalah Investor).

3) Asuransi Umum Syariah Terbaik ke-2 2008 (KARIM Business

Consulting)

C. Produk-produk Asuransi Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 196742

1. Produk PaketKoe Syariah A.RumahKoe

a) Ketentuan RumahKoe Lux

      

42

5. Bangunan bersifat permanen, dinding beton/tembok (tidak mudah terbakar atau atap genteng/asbes/seng)

6. Bangunan hanya digunakan untuk tempat tinggal (tidak ada usaha lain) dengan kanan, kiri, belakang adalah rumah tinggal permanen (seperti poin 1) atau kanan, kiri, belakang bukan rumah tinggal dengan jarak minimal 7,5 meter.

7. Untuk santunan sewa diberikan bila rumah tinggal tidak dapat

dipergunakan sama sekali karena habis terbakar.

8. Depan rumah terdapat jalan yang dilalui kendaraan roda

empat/kendaraan pemadam kebakaran.

9. Nilai santunan yang diberikan (poin 2-6) merupakan nilai maksimal

yang diterima nasabah selama 1 tahun periode asuransi.

10. Untuk bangunan tingkat, maka luas bangunan merupakan jumlah dari

luas bangunan masing-masing lantai.

11. Untuk penggantian kerugian yang disebabkan karena risiko banjir

harus disertai dengan surat keterangan dari kelurahan setempat.

b) Yang tidak dijamin RumahKoe Lux

1. Bangunan yang tidak digunakan sebagai rumah tinggal. 2. Rumah yang berada di daerah/provinsi Maluku.

3. Pemilik/pengguna rumah tinggal sudah memiliki polis kebakaran atas

B.MobilKoe43

a) Pengecualian MobilKoe (yang tidak dijamin) 1. Premi belum terbayar.

2. Pemakaian untuk disewakan/komersil.

3. Pencurian yang dilakukan oleh orang yang berada dalam pengawasan

tertanggung (keluarga, sopir, orang yang bekerja pada tertanggung).

4. Pengecualian-pengecualian yang tercantum dalam polis, kecuali yang

ditegaskan kembali untuk dijamin dan tertera dalam klausa.

5. Kerugian akibat risiko bencana alam, RSCC, TS (jika tidak mengambil

manfaat perluasan).

6. Mobil yang dipergunakan didaerah/propinsi Maluku.

7. Pengemudi yang tidak memiliki SIM/Masa berlaku SIM telah habis. b) Hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi suatu kecelakaan/kerugian

1. Segera melaporkan kepada PT. Immediately reported to the PT.

Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 terdekat selambat-lambatnya 3x24 jam kerja.

2. Mengisi formulir klaim.

3. Melengkapi surat maupun dokumen pendukung klaim.

4. Foto copy : Polis, Kwitansi, STNK, dan SIM pengemudi saat terjadi

kecelakaan

      

43

Diposting pada tanggal 8 juni 2010 situs http://www.bumida.co.id/index.php/main_ind/product

5. Klaim dianggap kadaluarsa jika selama 6 bulan pemegang polis atau keluarganya tidak melengkapi dokumen persyaratan klaim.

C. MotorKoe44

Produk Paket Motorkoe Syariah Adalah suatu produk dari asuransi kendaraan bermotor selain mobil. Karena dalam asuransi kendaraan bermotor terdiri dari mobil dan sepeda motor.

a) Ketentuan Paket MotorKoe

1. Ketentuan Max. berusia 8 tahun dan untuk perpanjangan dapat dilakukan 1 kali bila lebih dari 8 tahun (jadi maksimal usia kendaraan 9 tahun) 2. Kendaraan tidak dipakai untuk ojek/komersial

3. Harga sesuai harga pasar kendaraan roda dua

4. Kendaraan yang akan diasuransikan harus menyertakan bukti gesekan

nomor rangka/mesin kendaraan

5. Kendaraan belum diasuransikan

6. Jaminan/santunan hanya berlaku jika kendaraan tersebut memiliki

STNK yang sah dan masih berlaku saat mengendarai kendaraan yang dijamin dalam polis.

b)Yang tidak dijamin dalam Paket MotorKoe

1. Pemakaian untuk komersil/disewakan

2. Motor gede

3. Kendaraan dipergunakan di wilayah Maluku

      

44 Ibid 

c) Pengajuan Klaim Polis MotorKoe

Hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi suatu kecelakaan/kerugian

1. Segera melaporkan kepada PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967

terdekat selambat-lambatnya 3 x 24 jam kerja. 2. Mengisi formulir klaim

3. Melengkapi surat maupun dokumen pendukung klaim

D. SehatKoe45

a) Peserta Asuransi SehatKoe

1. Individu : Usia dewasa = 18-55 tahun

2. K.0 : Pasangan suami istri tetapi belum memiliki anak

3. K.1 : Pasangan suami istri dengan 1 anak

4. K.2 : Pasangan suami istri dengan 2 anak

5. K.3 : Pasangan suami istri dengan 3 anak

b)Ketentuan paket SehatKoe

1. Pemberian manfaat sesuai kwintasi setinggi-tingginya sesuai dengan

benefit.

2. Pilihan paket pada satu keluarga tidak dapat berlainan (harus sama). 3. Adanya masa tunggu 14(empat belas) hari untuk seluruh penyakit sejak

berlakunya periode jaminan asuransi, kecuali akibat dari suatu kecelakaan berlaku mulai hari pertama.

      

45 Ibid 

4. Usia :

Anak = 1 tahun-17 tahun (usia=18 tahun memakai premi individu) Dewasa = maksimum 55 tahun

5. Single parent : punya anak 1 = K.0, punya anak 2 = K.1, punya anak 3 = K.2 (maksimum).

E. SiswaKoe46

a) Ketentuan paket SiswaKoe

1. Peserta adalah anggota pendidikan dengan usia 3 s/d 18 tahun dengan

melampirkan kelas/jurusan/angkatan dan No.Induk Siswa.

2. Pemberian manfaat rawat inap sesuai dengan paket dan tidak melihat

besar kecilnya perawatan per hari.

3. Manfaat rawat inap diberlakukan masa tunggu 7 hari untuk seluruh jenis penyakit sejak berlakunya periode jaminan asuransi, kecuali akibat dari suatu kecelakaan berlaku mulai hari pertama.

4. Santunan biaya pemakaman hanya berlaku bagi risiko meninggal dunia

karena kecelakaan.

5. Formulir klaim dapat ditandatanganin oleh Kepala Sekolah dan kuitansi pengobatan dapat berupa copy yang dilegalisir oleh kepala Sekolah untuk klaim sampai dengan Rp. 100.000,-.

6. Batas waktu kelengkapan dokumen klaim maksimum 30 hari sejak

tanggal kejadian.

      

46 Ibid 

F. MahasiswaKoe47

Produk MahasiswaKoe ini adalah untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat khususnya pada tingkat mahasiswa (diatas SMA atau sederajat). Nama program ini adalah Asuransi MahasiswaKoe, yang terbagi menjadi 5 paket yaitu paket biasa, paket standat, paket pintar, paket prestasi, dan paket juara. a) Kemudahan program MahasiswaKoe

Perhitungan premi sangat sederhana. b) Sasaran Pasar

Pasar yang ingin dituju untuk program MahasiswaKoe adalah 1. Peserta pendidikan perguruan tinggi formal atau sekolah tinggi

2. Peserta pendidikan non formal (lembaga kursus) minimal berstatus

mahasiswa atau umum. c) Prosedur penutupan

1. Setiap permintaan penutupan program MahasiswaKoe harus mengisi

surat permintaan MahasiswaKoe yang mengatasnamakan peserta. 2. SPPA dilampiri dengan data peserta yang meliputi:

-Nama peserta, Tanggal lahir, Semester/Jurusan/Angkatan/No. Induk Mahasiswa.

3. Usia yang dapat dijamin dibatasi umur 18 thun sampai dengan 65 tahun

      

47 Ibid 

i. Polis peserta untuk setiap kampus/lembaga pendidikan

Untuk setiap satu lembaga pendidikan dibuat 1 (satu) polis. Apabila terdapat perbedaan periode pertanggungan antara kelas/tingkat pada lembaga tersebut, maka polis dapat dibuat lebih dari 1(satu). Dengan catatan bahwa penerbitan polis lebih dari 1(satu) untuk nama lembaga yang sama hanya diperkenankan untuk mengakomodir adanya perbedaan periode pertanggungan.

ii. Besarnya penggantian dan santunan

Ketentuan besarnya penggantian maupun santunan untuk:

1. Besarnya penggantian meninggal dunia akibat kecelakaan dan cacat

tetap (sesuai presentase kecacatan) diberikan sesuai paket yang diambil.

2. Penggantian biaya pengobatan/perawatan di RS bersifat total sesuai

dengan paket yang diambil dan menunjukkan bukti-bukti pengobatan/perawatan yang sah/asli atau legalisir bila yang asli dipergunakan untuk pengajuan lainnya.

3. Santunan meninggal dunia dan santunan biaya pemakaman diberikan

secara total sesuai paket.

4. Penggantian yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas dimana tertanggung mengendarai kendaraan tanpa memiliki SIM diberikan sebesar 50% dari nilai klaim.

iii. Pembuatan kartu ID CARD

Kartu peserta asuransi dapat dibuat di Kantor Operasional atas persetujuan kantor Pusat.

G. SiagaKoe48

Untuk menjangkau nasabah-nasabah individu dan keluarga (nasabah sinergi asper) yang menginginkan perlindungan yang comprehensive atas segala risiko kecelakaan terhadap diri dan keluarganya.

a) Kemudahan program SiagaKoe Perhitungan premi sangat sederhana. b) Sasaran pasar

Pasar yang ingin dituju untuk program SiagaKoe adalah:

1. Nasabah AJB Bumiputera 1912 Divisi Asper

2. Nasabah individu/keluarga non Asper Bumiputera. c) Prosedur penutupan

1. Setiap permintaan penutupan program SiagaKoe harus mengisi Surat

Permintaan Penutupan SiagaKoe yang mengatasnamakan peserta.

2. SPPA dilampiri dengan data peserta yang meliputi : Nama tertanggung, tanggal lahir, pekerjaan, dan data ahli waris.

3. Usia yang dapat dijamin dibatasi mulai umur 1 tahun sampai dengan 60 tahun.

      

48 Ibid 

2. Produk Standar Syariah49 a) Asuransi kebakaran. b) Asuransi kendaraan. c) Asuransi kesehatan. d) Asuransi kecelakaan diri.

e) Asuransi pengangkutan.

f) Asuransi engineering.

g) Asuransi kebongkaran.

h) Asuransi cash in safe dan transit.

i) Asuransi aneka (Billboard, public liability). j) Tanggung gugat profesi dokter.

k) Asuransi yang bersifat tailor made (sesuai kebutuhan).

      

49

Laporan Tahunan 2009 Annual Report, PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967, 2009, h.23 

BAB IV

ANALISIS PROFIT MARGIN

PADA PRODUK ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR

Penelitian ini diawali dengan melakukan pengumpulan data risk and loss

profile asuransi kendaraan bermotor pada Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 selama 4 tahun terakhir yaitu tahun 2006-2009 yang berisi jumlah produksi/premi yang diterima, jumlah dana tabarru’, jumlah dana ujrah, dan jumlah dana klaim yang akan dianalisis, kemudian akan dilihat apakah produk asuransi kendaraan bermotor tetap profitable selama 4 tahun.

A. Risk and Loss Profile Produk Asuransi Kendaraan Bermotor

Risk and loss profile ini sangat penting dalam melakukan perhitungan profit margin pada produk asuransi kendaraan bermotor, karena dengan data risk and loss profile, kita bisa lihat produk asuransi kendaraan bermotor profitable atau tidak. Dan dengan data ini juga seorang aktuaris memiliki dasar pengetahuan yang luas dan dengan informasi tersebut aktuaris dapat memperkirakan risiko dan kerugian yang mungkin akan terjadi di masa mendatang.

Tabel 4.1

Data Risk and Loss Profile 2006-200950

Tahun Produksi Tabarru Ujrah Klaim

2006 2,409,697,229 1,527,596,033 882,101,196 33,956,625

2007 3,360,246,473 1,890,755,305 1,469,491,168 439,764,957

2008 2,228,894,259 1,291,059,235 937,835,024 962,728,276

2009 2,383,779,545 1,311,357,974 1,072,421,571 717,263,272

TOTAL 10,382,617,506 6,020,768,547 4,361,848,959 2,153,713,130

Dilihat dari tabel 4.1 Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967, yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini adalah terjadinya fluktuasi pada jumlah produksi atau premi, tidak ada peningkatan yang konstan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2006 secara keseluruhan yang tercatat di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mengumpulkan premi sebesar Rp. 2.409.697.229,-. Kemudian dana premi yang terkumpul tersebut akan dikelola oleh perusahaan Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967. Untuk menjalankan fungsi pengelolaan ini tentunya ada biaya yang dibutuhkan oleh pengelola atau perusahaan untuk dapat beroperasi yang disebut ujrah. Biaya ujrah

      

50

Data Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 selama 4tahun terakhir

yang dikeluarkan perusahaan sebesar Rp. 882.101.196,- yaitu untuk biaya pengelolaan didalamnya terdapat komponen-komponen biaya yang harus dikeluarkan oleh pengelola antara lain biaya akuisisi, biaya operasional, ujrah R/A, dan profit margin. Dana tabarru’ yang terkumpul sebesar Rp. 1.527.596.033,-. Dana tabarru’ hanya dapat digunakan untuk pembayaran klaim dan biaya-biaya penanganan klaim seperti biaya adjuster, biaya derek kendaraan, dan lain-lain. Klaim yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 33.956.625.

Pada tahun 2007 secara keseluruhan yang tercatat di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mengumpulkan premi sebesar Rp. 3.360.246.473,-. Di tahun ini, Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mengalami kenaikan jumlah produksi atau premi. Untuk menjalankan fungsi pengelolaan ini tentunya ada biaya yang dibutuhkan oleh pengelola atau perusahaan untuk dapat beroperasi yang disebut ujrah. Ujrah yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 1.469.491.168,-. Kemudian dana tabarru’ yang terkumpul sebesar Rp. 1.890.755.305,-. Sedangkan klaim yang harus dikeluarkan oleh Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Umum sebesar Rp. 439.764.957,-.

Pada tahun 2008 secara keseluruhan tercatat Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mengumpulkan premi sebesar Rp. 2.228.894.259,-. Ditahun ini, Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mengalami penurunan jumlah produksi atau premi. Ujrah yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 937.835.024,-.

klaim yang harus dikeluarkan oleh Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda sebesar Rp. 962.728.276,-.

Pada tahun 2009 secara keseluruhan tercatat Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mengumpulkan premi sebesar Rp. 2.383.779.545,-. Di tahun ini, Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mengalami kenaikan

jumlah produksi atau premi. Ujrah yang harus dikeluarkan sebesar Rp.

1.072.421.571,-. Kemudian dana tabarru’ yang terkumpul sebesar Rp. 1.311.357.974,-. Sedangkan klaim yang harus dikeluarkan oleh Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda sebesar Rp. 717.263.272,-.

B. Kinerja Produk Asuransi Kendaraan Bermotor51

Kinerja produk asuransi kendaraan bermotor ini sangat penting dalam

melakukan perhitungan profit margin, karena kita bisa mengetahui hasil kinerja

produk asuransi kendaraan bermotor di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 selama 4 tahun terakhir yaitu dari tahun 2006 sampai tahun 2009.

1. Kinerja Produk Asuransi Kendaraan Bermotor di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputer Muda 1967 tahun 2006-2007

Hasil kinerja produk asuransi kendaraan bermotor tahun 2006-2007 mengalami peningkatan/pertumbuhan yang besar bagi Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967.

      

51

Berikut ini adalah data kinerja produk asuransi kendaraan bermotor di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda pada tahun 2006-2007 :

Tabel 4.2

Data Kinerja Produk Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2006-200752 No Keterangan 2006 2007 Pertumbuhan 1 Produksi 2,409,697,229 3,360,246,473 39.45% 2 Ujrah 882,101,196 1,469,491,168 66.59% 3 Biaya Akuisisi 602,424,307 840,061,618 39.45% 4 Biaya Operasional 361,454,584 504,036,971 39.45% 5 Ujrah R/A 68,741,821 85,083,989 23.77% 6 Margin Ujrah -150,519,517 40,308,590 -126.78% 7 Tabarru' 1,527,596,033 1,890,755,305 23.77% 8 Investasi 458,278,810 567,226,592 23.77% 9 Hasil Investasi 36,662,305 45,378,127 23.77% 10 Tabarru' R/A 458,278,810 567,226,592 23.77% 11 Klaim 33,956,625 439,764,957 1195.08% 12 Cadangan Teknis 427,726,889 529,411,485 23.77%

Dilihat dari tabel diatas, Jumlah produksi atau premi di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 yang terjadi pada tahun 2006-2007 mengalami peningkatan/pertumbuhan sebesar 39,45%. Jumlah produksi pada tahun 2006 sebesar Rp. 2.409.697.229,- sedangkan pada tahun 2007 sebesar Rp.

3.360.246.473,-. Jumlah produksi atau premi sangat mempengaruhi profit margin

perusahaan. Apabila jumlah produksi itu mengalami penurunan maka profit margin

      

52

Data dari Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 kemudian diolah oleh Penulis. 

akan mengalami penurunan, sedangkan apabila jumlah produksi mengalami peningkatan maka profit margin nya juga akan mengalami peningkatan.

Dari jumlah produksi atau premi peserta asuransi syariah yang terkumpul tersebut akan dikelola oleh Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967. Pertama yang akan dilakukan oleh Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 adalah jumlah produksi tersebut akan dipisahkan ke dana pengelola (ujrah) dan dana tabarru’. Ujrah yang dikeluarkan pada tahun 2006 sebesar Rp.

882.101.196,- sedangkan pada tahun 2007 sebesar Rp. 1,469,491,168,-. Ujrah

mengalami peningkatan sebesar 66,59%.

Ujrah meliputi biaya akuisisi, biaya operasional, ujrah R/A, dan dari itu semua akan diketahui margin ujrahnya mengalami surplus atau defisit.

1. Biaya akuisisi pada tahun 2006 sebesar Rp. 602.424.307,- dan pada tahun 2007 sebesar Rp. 840.061.618,-. Biaya akuisisi ini untuk biaya agen asuransi syariah, diskon, hadiah, dan lain-lain. Penetapan biaya akuisisi dilakukan sesuai dengan ketentuan PMK No.74/PMK.010/2007 tentang penyelenggaraan pertanggungan asuransi pada lini usaha asuransi kendaraan bermotor. Besarnya pembebanan biaya akuisisi yaitu tidak boleh melebihi 25% dari premi bruto. Pada Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mengeluarkan biaya akuisisinya ditetapkan sebesar 25% dari jumlah produksinya.

2. Biaya operasional pada tahun 2006 sebesar Rp. 361.454.584,- dan pada tahun 2007 sebesar Rp. 504.036.971,-. Biaya operasional ini untuk biaya administrasi, biaya

pemasaran, dan lain-lain. Biaya operasional juga telah ditentukan besarnya yaitu tidak boleh melebihi 15% dari jumlah produksinya atau premi.

3. Ujrah R/A pada tahun 2006 sebesar Rp. 68.741.821,- dan pada tahun 2007 sebesar Rp. 85.083.989,-.

4. Dari biaya akuisisi, biaya operasional, dan ujrah R/A, kita akan mendapatkan margin ujrahnya pada tahun 2006 sebesar Rp. (150,519,517) dan pada tahun 2007 sebesar Rp. 40.308.590,-. Disini kita bisa melihat dari tahun 2006-2007 ternyata margin ujrah mengalami peningkatan sebesar 126.78%.

Dana tabarru’ merupakan dana kolektif diantara peserta yang hanya boleh

digunakan untuk kepentingan peserta saja seperti klaim, cadangan tabarru dan

reasuransi syariah. Dana tabarru ini dapat diinvestasikan oleh perusahaan sebagai pihak pengelola, dan jika terdapat surplus dari investasi dana tabarru itu akan dimasukkan ke rekening dana tabarru peserta dan pihak pengelola mendapatkan upah/ bagi hasil sesuai dengan akad yang disepakati (wakalah bil ujrah, mudharabah, atau mudharabah musyarakah).53

1. Investasi pada tahun 2006 sebesar Rp. 458.278.810,- dan pada tahun 2007 sebesar Rp. 567.226.592,-. Dari investasi tersebut Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mendapatkan hasil investasi dengan asumsi 8% yaitu pada tahun 2006 sebesar Rp. 36.662.305,- dan pada tahun 2007 sebesar Rp. 45.378.127,-. Hasil investasi tersebut akan dibagi dua yaitu untuk perusahaan dan dana tabarru’.

      

53

2. Beban tabarru’ meliputi tabarru’ reasuransi (tabarru’ R/A), pembayaran klaim, cadangan teknis dan juga pendapatan dari hasil investasi dan pencairan cadangan teknis. Dari itu semua kita akan mengetahui surplus atau defisit.

a. Tabarru’ R/A pada tahun 2006 sebesar Rp. 458.278.810,- dan pada tahun 2007 sebesar Rp. 567.226.592,-

b. Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 harus membayar

klaim pada tahun 2006 sebesar Rp. 33.956.625,- dan pada tahun 2007 sebesar Rp. 439.764.957,-.

c. Cadangan teknis pada tahun 2006 sebesar Rp. 427.726.889,- dan pada tahun

2007 sebesar Rp. 529.411.485,-. Dari cadangan teknis pada tahun 2006, dana tersebut akan dicairkan pada tahun 2007.

2. Kinerja Produk Asuransi Kendaraan Bermotor di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumitera Muda 1967 tahun 2007-2008.

Hasil kinerja produk asuransi kendaraan bermotor tahun 2007-2008 mengalami penurunan tetapi tidak begitu besar bagi Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967.

Berikut ini adalah data kinerja produk asuransi kendaraan bermotor di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda pada tahun 2007-2008 :

Tabel 4.3

Data Kinerja Produk Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2007-200854 No Keterangan 2007 2008 Pertumbuhan 1 Produksi 3,360,246,473 2,228,894,259 33.67% 2 Ujrah 1,469,491,168 937,835,024 36.18% 3 Biaya Akuisisi 840,061,618 557,223,565 33.67% 4 Biaya Operasional 504,036,971 334,334,139 33.67% 5 Ujrah R/A 85,083,989 58,097,666 31.72% 6 Margin Ujrah 40,308,590 -11,820,345 129.32% 7 Tabarru' 1,890,755,305 1,291,059,235 31.72% 8 Investasi 567,226,592 387,317,771 31.72% 9 Hasil Investasi 45,378,127 30,985,422 31.72% 10 Tabarru' R/A 567,226,592 387,317,771 31.72% 11 Klaim 439,764,957 962,728,276 -118.92% 12 Cadangan Teknis 529,411,485 361,496,586 31.72%

Dilihat dari tabel di atas, jumlah produksi atau premi di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 yang terjadi pada tahun 2007-2008 mengalami penurunan sebesar 33,67%. Jumlah produksi pada tahun 2007 sebesar Rp. 3.360.246.473,- sedangkan pada tahun 2008 sebesar Rp. 2.228.894.259,-.

Ujrah yang dikeluarkan pada tahun 2007 sebesar Rp. 1.469.491.168,-

sedangkan pada tahun 2008 sebesar Rp. 937.835.024,-. Ujrah mengalami penurunan

sebesar 36,18%.

      

54

Data dari Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 kemudian diolah oleh Penulis.

Ujrah meliputi biaya akuisisi, biaya operasional, ujrah R/A, dan dari itu semua kita akan mengetahui margin ujrahnya mengalami surplus atau defisit.

1. Biaya akuisisi pada tahun 2007 sebesar Rp. 840.061.618,- dan pada tahun 2008 sebesar Rp. 557.223.565,-.

2. Biaya operasional pada tahun 2007 sebesar Rp. 504.036.971,- dan pada tahun 2008 sebesar Rp. 334.334.139,-.

3. Ujrah R/A pada tahun 2007 sebesar Rp. 85.083.989,- dan pada tahun 2008 sebesar Rp. 58.097.666,-.

4. Dari biaya akuisisi, biaya operasional, dan ujrah R/A, kita akan mendapatkan margin ujrahnya pada tahun 2007 sebesar Rp. 40.308.590 dan pada tahun 2008 sebesar Rp (11.820.345),-. Disini kita bisa melihat dari tahun 2007-2008 ternyata margin ujrah mengalami penurunan. Itu disebabkan karena dampak PMK No.74/PMK.010/2007.

Dana tabarru’ merupakan dana kolektif diantara peserta yang hanya boleh

digunakan untuk kepentingan peserta saja seperti klaim, cadangan teknis dan

reasuransi syariah.

1. Investasi pada tahun 2007 sebesar Rp. 567.226.592,- dan pada tahun 2008 sebesar Rp. 387.317.771,-. Dari investasi tersebut Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mendapatkan hasil investasi dengan asumsi 8% yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp. 45.378.127,- dan pada tahun 2007 sebesar Rp. 30.985.422,-. Hasil investasi tersebut akan dibagi dua yaitu untuk perusahaan dan dana tabarru’.

2. Beban tabarru’ meliputi tabarru’ reasuransi (tabarru’ R/A), pembayaran klaim, cadangan teknis dan juga pendapatan dari hasil investasi dan pencairan cadangan teknis. Dari itu semua kita akan mengetahui surplus atau defisit.

a. Tabarru’ R/A pada tahun 2007 sebesar Rp. , 567.226.592- dan pada tahun 2008 sebesar Rp. 387.317.771,-

b. Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 harus membayar

klaim pada tahun 2007 sebesar Rp. 439.764.957,- dan pada tahun 2008 sebesar Rp. 962.728.276,-. Pada tahun 2007-2008 pembayaran klaim mengalami peningkatan sebesar 118,92%.

c. Cadangan teknis pada tahun 2007 sebesar Rp. 529.411.485,- dan pada tahun

2008 sebesar Rp. 361.496.586,-. Dari cadangan teknis pada tahun 2007, dana tersebut akan dicairkan pada tahun 2008.

3. Kinerja Produk Asuransi Kendaraan Bermotor di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 tahun 2008-2009.

Hasil kinerja produk asuransi kendaraan bermotor tahun 2008-2009 mengalami peningkatan bagi Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967. Berikut ini adalah data kinerja produk asuransi kendaraan bermotor di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda pada tahun 2008-2009 :

Tabel 4.4

Data Kinerja Produk Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2008-200955 No Keterangan 2008 2009 Pertumbuhan 1 Produksi 2,228,894,259 2,383,779,545 6.95% 2 Ujrah 937,835,024 1,072,421,571 14.35% 3 Biaya Akuisisi 557,223,565 595,944,886 6.95% 4 Biaya Operasional 334,334,139 357,566,932 6.95% 5 Ujrah R/A 58,097,666 59,011,109 1.57% 6 Margin Ujrah -11,820,345 59,898,644 -606.74% 7 Tabarru' 1,291,059,235 1,311,357,974 1.57% 8 Investasi 387,317,771 393,407,392 1.57% 9 Hasil Investasi 30,985,422 31,472,591 1.57% 10 Tabarru' R/A 387,317,771 393,407,392 1.57% 11 Klaim 962,728,276 717,263,272 -25.50% 12 Cadangan Teknis 361,496,586 367,180,233 1.57%

Dilihat dari data di atas, jumlah produksi atau premi di Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 yang terjadi pada tahun 2008-2009 mengalami peningkatan sebesar 6,95%. Jumlah produksi pada tahun 2008 sebesar Rp. 2.228.894.259,- sedangkan pada tahun 2009 sebesar Rp. 2.383.779.545,-.

Ujrah yang dikeluarkan pada tahun 2008 sebesar Rp. 937.835.024,-

sedangkan pada tahun 2009 sebesar Rp. 1.027.421.571,-. Ujrah mengalami

peningkatan sebesar 14,35%.

      

55

Data dari Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 kemudian diolah oleh Penulis.

   

Ujrah meliputi biaya akuisisi, biaya operasional, ujrah R/A, dan dari itu semua kita akan mengetahui margin ujrahnya mengalami surplus atau defisit.

1. Biaya akuisisi pada tahun 2008 sebesar Rp. 557.223.565,- dan pada tahun 2009 sebesar Rp. 595.944.886,-.

2. Biaya operasional pada tahun 2008 sebesar Rp. 334.334.139,- dan pada tahun 2009 sebesar Rp. 357.566.932,-.

3. Ujrah R/A pada tahun 2008 sebesar Rp. 58.097.666,- dan pada tahun 2009 sebesar Rp. 59.011.109,-.

4. Dari biaya akuisisi, biaya operasional, dan ujrah R/A, kita akan mendapatkan margin ujrahnya pada tahun 2008 sebesar Rp. (11.820.345),- dan pada tahun 2009 sebesar Rp. 59.898.644,-. Disini kita bisa melihat dari tahun 2008-2009 ternyata margin ujrah mengalami peningkatan/pertumbuhan.

Dana tabarru’ merupakan dana kolektif diantara peserta yang hanya boleh

digunakan untuk kepentingan peserta saja seperti klaim, cadangan teknis dan reasuransi syariah.

1. Investasi pada tahun 2008 sebesar Rp. 387.317.771,- dan pada tahun 2009 sebesar Rp. 393.407.392,-. Dari investasi tersebut Unit Syariah PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 mendapatkan hasil investasi dengan asumsi 8% yaitu pada tahun 2008 sebesar Rp. 30.985.422,- dan pada tahun 2009 sebesar Rp. 31.472.591,-. Hasil investasi tersebut akan dibagi dua yaitu untuk perusahaan dan dana tabarru’.

2. Beban tabarru’ meliputi tabarru’ reasuransi (tabarru’ R/A), pembayaran klaim,

Dokumen terkait