• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.3 Penghitungan dengan Uji t

4.1.3.1Uji Kesamaan Hasil Pre-test Kelompok E ksperimen dan Kontrol

Uji kesamaan data hasil pre-test antara kelompok eksperimen dan kontrol dimaksudkan untuk mengetahui apakah sebelum diberikan perlakuan kedua kelompok tersebut memiliki kemampuan passing bawahyang sama atau tidak. Hasil dari uji kesamaan data pre-test kelompok eksperimen dan kontrol dapat dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.5. Uji Kesamaan Hasil Pre-test Kelompok eksperimen dan Kontrol

Kelompok dk Rata-rata thitung ttabel keterangan

Eksperimen 12 22,42

1,21 2,20 Tidak berbeda signifikan

Kontrol 12 21,83

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai thitung = 1,21 < ttabel = 2,20 untuk  5% dengan dk = 11, hal ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan hasil pre-test dari kelompok eksperinen dan kelompok kontrol. Dengan

demikian dapat dijelaskan bahwa sebelum diberikan perlakukan kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama.

4.1.3.2 Uji Beda Hasil Pre-T est dan Post-test Kelompok E ksperimen

Uji beda data hasil pre-test dan post-test kelompok eksperimen dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh latihan passing bawah langsung terhadap kemampuan passing bawah. Hasil dari uji beda data pre-test dan post-test kelompok eksperimen dan kontrol dapat dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.6. Uji Beda Hasil Pre-Test dan Post-test Kelompok Eksperimen

Hasil dk Rata-rata thitung ttabel keterangan

Pre test 12 22,42

8,08 2,20 Berbeda

signifikan

Post test 12 31,33

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai thitung = 8,08 > ttabel = 2,20 untuk  5% dengan dk = 11, hal ini berarti hipotesis nol yang menyatakan tidak ada perbedaan yang signifikan ditolak dan hipotesis kerja yang menyatakan ada perbedaan yang signifikan diterima. Dengan adanya perbedaan yang signifikan antara data pre test dan post-test kelompok eksperimen menunjukkan bahwa ada pengaruh latihan kemampuan passing bawah langsung terhadap kemampuan passing bawah pada siswa ekstrakurikuler bola voli putra SMK 75 “1” Purwokerto Kecamatan Porwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.

4.1.3.3 Uji Beda Hasil Pre-T est dan Post-test Kelompok Kontrol

Uji beda data hasil pre-test dan post-test kelompok kontrol dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh latihan passing bawah tidak langsung terhadap kemampuan passing bawah. Hasil dari uji beda data pre-test dan post-test kelompok eksperimen dan kontrol dapat dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.7. Uji Beda Hasil Pre-Test dan Post-test Kelompok Kontrol

Hasil dk Rata-rata thitung ttabel keterangan

Pre test 12 21,83

4,03 2,20 Berbeda

signifikan

Post test 12 25,25

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai thitung = 4,03 > ttabel = 2,20 untuk  5% dengan dk = 11, hal ini berarti hipotesis nol yang menyatakan tidak ada perbedaan yang signifikan ditolak dan hipotesis kerja yang menyatakan ada perbedaan yang signifikan diterima. Dengan adanya perbedaan yang signifikan antara data pre test dan post-test kelompok kontrol menunjukkan bahwa ada pengaruh latihan kemampuan passing bawah tidak langsung terhadap kemampuan passing bawah pada siswa ekstrakurikuler bola voli putra SMK 75 “1” Purwokerto Kecamatan Porwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.

4.1.3.4 Uji Beda Hasil Post-test Kelompok E ksperimen dan Kontrol

Uji beda data hasil post-test antara kelompok eksperimen dan kontrol dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan passing bawah langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan passing bawah. Hasil dari uji beda data post-test kelompok eksperimen dan kontrol dapat dirangkum pada tabel berikut:

Tabel 4.8. Uji Beda Hasil Post-test Kelompok Eksperimen dan Kontrol

Kelompok dk Rata-rata thitung ttabel keterangan

Eksperimen 12 31,33

3,83 2,20 Berbeda

signifikan

Kontrol 12 25,25

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa nilai thitung = 3,83 > ttabel = 2,20 untuk  5% dengan dk = 11, hal ini berarti hipotesis nol yang menyatakan tidak ada perbedaan yang signifikan ditolak dan hipotesis kerja yang menyatakan ada

perbedaan yang signifikan diterima. Dengan adanya perbedaan yang signifikan antara data post-test kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan bahwa ada perbedaan pengaruh latihan kemampuan passing bawah langsung dan tidak langsung terhadap kemampuan passing bawah pada siswa ekstrakurikuler bola voli putra SMK 75 “1” Purwokerto Kecamatan Porwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.

Rata-rata skor post-test kemampuan passing bawah kelompok eksperimen yang dilatih melakukan passing bawah langsung mencapai 31,33 sedangkan kelompok kontrol yang dilatih passing bawah tidak langsung mencapai 25,25. Dilihat dari perolehan rata-rata kemampuan passing bawah dari kedua kelompok tersebut menunjukkan bahwa kemampuan passing bawah pada kelompok yang dilatih melakukan passing bawah langsung lebih tinggi dari pada kemampuan passing bawah kelompok yang dilatih passing tidak langsung.

Sebelum dilakukan latihan, pada kelompok eksperimen rata-rata kemampuan passing bawahnya sebesar 22,42 dan kelompok kontrol sebsesar 21,83. Secara kuantitas menunjukkan bahwa latihan passing bawah langsung dapat meningkatkan skor kemampuan passing bawah rata-rata 8,92 atau dalam persentase sebesar 39,8%, sedangkan pada latihan passing bawah tidak langsung dapat meningkatkan skor kemampuan passing bawah rata-rata 3,42 atau dalam persentase sebesar 15,6%. Tampak bahwa kedua latihan passing bawah tersebut mampu meningkatkan kemampuan passing bawah, akan tetapi latihan passing bawah langsung lebih efektif daripada latihan passing bawah tidak langsung dalam meningkatkan kemampuan passing bawah.

Latihan passing bawah adalah salah satu bentuk latihan teknik dasar dalam permainan bola voli yang di dalamnya terdapat unsur-unsur kecepatan, kemampuan dan kelincahan. Dalam melaksanakan latihan passing bawah dapat menggunakan metode langsung dan tidak langsung. Pada prinsipnya latihan dari kedua metode tersebut mempunyai tujuan yang sama, yang membedakan hanya pada cara latihannya saja. Dari hasil kedua metode latihan yang digunakan dalam penelitian passing bawah ini yaitu yang menggunakan latihan passing bawah langsung maupun tidak langsung ternyata sama-sama memberikan pengaruh terhadap kemampuan passing bawah.

Dilihat dari hasil mean masing-masing kelompok ternyata mean kelompok eksperimen lebih besar dan berbeda secara signifikan dengan mean kelompok kontrol. Hal ini berarti bahwa latihan passing bawah langsung lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan passing bawah dibandingan metode latihan passing bawah tidak langsung dalam permainan bola voli khususnya pada siswa ekstrakurikuler bola voli putra SMK 75 “1” Purwokerto Kecamatan Porwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.

Kondisi tersebut dikarenakan pada latihan passing bawah langsung memiliki berbagai keuntungan yaitu tingkat kesulitan lebih kecil dan pelaksanaan dalam latihan lebih mudah karena anak hanya mengontrol dan mengerahkan bola se satu sasaran sehingga konsentrasi anak apat lebih terfokus. Selain itu dengan melakukan passing bawah secara langsung materi latihan akan lebih cepat dikuasai karena tidak adanya geakan-gerakan lain yang mungkin dapat mengurangi kualitas dalam melakukan passing bawah.

Disisi lain latihan passing bawah tidak langsung juga memiliki berbagai keuntungan yaitu ada pengulangan gerakan passing bawah, tingkat kerusakan memori lebih kecil dalam latihan anak tidak cepat lelah dan perekaman gerakan passing bawah lebih kuat. Akan tetapi karena di dalam pelaksanaan latihan passing bawah tidak langsung ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi karena anak harus mengontrol dan mengarahkan bola kedua sasaran maka materi latihan menjadi lebih lambat dikuasai sehingga hasilnya menjadi tidak optimal.

Walaupun hasil dari latihan passing bawal tidak langsung lebih rendah dibandingkan latihan passing bawah langgsung, akan tetapi dalam latihan, guru olahraga atau pelatih tetap dapat menggunakan metode laihan ini untuk memberikan variasi latihan agar tidak terkesan membosankan.

Ada beberapa hal yang terjadi dalam penelitian ini, sehingga bisa mempengaruhi pelaksanaan dan hasil penelitian, yaitu faktor kesungguhan dan kehadiran sampel dalam latihan. Namun hal tersebut dapat diatasi oleh peneliti, dengan adanya koordinasi yang baik antara guru pembina ektrakurikuler bola voli, sampel, dan peneliti dalam memberikan pengertian dan motivasi pada anak coba agar bersungguh-sungguh dalam melakukan latihan sehingga pelaksanaan penelitian dapat berjalan dengan baik dan hasil yang dicapai sesuai yang diharapkan peneliti.

BAB V

Dokumen terkait