PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
B. Paparan Data Kasus 2 1.Profil Sekolah.1.Profil Sekolah
3) Pengintegerasian dalam Mata Pelajaran
414
Wawancara Dengan, Karini Adelia Sofdie, Siswa kelas VI.A, SDN Sukun 1 Kota Malang. Hari Seni 17 Oktober 2016. Jam 10: 45
415Wawancara Dengan, Acmad Bayu Maulana, Siswa kelas VI.A, SDN Sukun 1 Kota Malang. Hari Seni 17 Oktober 2016. Jam 10: 45
416
Wawancara Dengan, Reno Bagas A.P, Siswa kelas III. C, SDN Sukun 1 Kota Malang, Hari Selasa, tanggal 18 Oktober 2016. Jam 08.30.
417
Hasil Observ asi diSDN 1 Sukun Pada hari Jum’at Tanggal 21 Oktober 2016, Jam 07:30-Selesai.
Pelaksanaan pendidikan karakter peduli lingkungan terintegrasi dalam mata pelajaran yang dilaksanakan di SDN Sukun 1 Kota Malang. Menurut kepala sekolah pengintegrasian pendidikan karakter peduli lingkungan dalam mata pelajaran sebagai berikut:
“Pendidikan lingkungan hidup ini sudah terintegrasikan ke semua mata pelajaran dengan tujuan siswa mendapatkan pembelajaran yang utuh dan tidak terpisah-pisah yang menjadi satu dengan tema. Jadi dalam pembelajran tema dikelas juga terdapat nilai-nilai cinta lingkungan”418
Pernyataan kepala sekolah tersebut diperkuat dengan hasil wawancara dengan guru sebagai berikut:
“Pendidikan karakter peduli lingkungan sudah terintegrasikan dalam pembelajaran, memasukannya ke dalam silabus dan RPP, dalam implementasinya melalui tindakan yang nyata.”419 “pembelajaran dikelas Pendidikan karakter peduli lingkungan, Pertama disusun dalam RPP, disesuaikan dengan silabusnya juga, dan dilaksanakan dalam pembelajaran420. “Pembelajaran PLH ini sudah ada pada kurikuluk 2013 dengan bentuk tema, disusun dengan silabus, dan Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)”421
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru diperoleh hasil bahwa guru sudah berusaha mengintegrasikan pendidikan karakter peduli lingkungan dalam semua mata pelajaran sesuai dengan materi yang diajarkan. Pengintegrasian yang dilakukan guru terutama dalam proses pembelajaran, sehingga anak dapat praktik langsung untuk menerapkan kepedulian terhadap lingkungan.
Berdasarkan hasil wawancara diperkuat dengan hasil observasi, hasil observasi antaralain: Materi pendidikan peduli lingkungan yang terintegrasi dengan mata pelajaran artinya dimasukkan dalam pembelajaran tematik di kelas.
418Wawancara Dengan, Dra. Ratna Suita, MPd. Kepala Sekola SDN Sukun 1 Kota Malang, Hari Selasa, tanggal 27 Oktober 2016. Jam 07.15.
419Wawancara Dengan, Retno Palupi, SPd. Guru kelas III, SDN Sukun 1 Kota Malang, Hari Senin, tanggal 10 Oktober 2016. Jam 07.15.
420Wawancara Dengan, Rosidah Hanum, S.Pd. Guru kelas VI, SDN Sukun 1 Kota Malang, Hari Senin, tanggal 17 Oktober 2016. Jam 09.30.
421Wawancara Dengan, Mustofa Kamal, Selaku Penanggung Jawab (Program
Adiwiyta) pendidikan lingkungan hidup (PLH), SDN Sukun 1 Malang. Hari Jum’at, Tanggal 21 Oktober 2016, jam 08:45
Dalam kurikulum k13 sekarang pembelajaran di sekolah menggunakan tema dari kelas 1 samapi kelas 6. Dalam setiap pembelajaran siswa sudah tidak mengenal lagi mata pelajaran, namun sudah berubah menjadi tema. Dalam tema terdiri dari beberapa mata pelajaran yaitu IPA, IPS, Matematika, PKN, Bahasa Indonesia, SBDB dan PJOK. Dalam tema terdiri dari beberapa sub tema, dan dalam beberapa sub tema masih dibagi lagi dalam beberapa pembelajaran sesuai dengan pedoman kurikulum.
Integrasi materi PLH pada tema ini masuk ke dalam kopetensi dasar dan indikator yang ada dalam mata pelajaran. Tidak semua kopetensi dasar mencakup materi PLH hanya beberapa kompetensi dasar saja. Meskipun tidak semua kopetensi dasar dalam mata pelajaran memiliki keterkaitan dengan materi PLH, materi PLH tetap selalu ada dalam setiap pembelajaran. Karena dalam satu pembelajaran dalam sehari sudah tergabung dalam tema yang terintegrasi dalam beberapa mata pelajaran. Contohnya di kelas 3 pada tema 6 (Indahnya Persahabatan), subtema 3 (Sahabat satwa) pembelajaran 1 dengan alokasi waktu 1 hari (5x35 menit). Pada pembelajaran 1 dilaksanakan 1 hari dengan muatan mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, SBDP dan Matematika. Pada 3 mata pelajaran ini tidak semuanya memiliki kopetensi dasar yang dapat diintegrasikan pada materi PLH. Pada mata pelajaran Bahasa indonesia terdapat kompetensi dasar yang dapat terintegrasi dengan PLH yaitu: 3.2 Menguaraikan teks arahan/petunjuk tentang perawatan hewan dan tumbuhan, serta daur hidup hewan dan pengembangbiakan tanaman dengan bantuan guru aau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulisan yang dapat diisi dengan kosa kata bahasa daerah untuk membantu pemahaman dan 4.2 menerangkan dan mempraktikkan teks arahan/petunjuk tentang perawatan hewan dan tumbuhan, serta daur hidup hewan dan pengembangbiakan tanaman dengan bantuan guru aau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulisan yang dapat diisi dengan kosa kata bahasa daerah untuk membantu penyajian. SBDP dengan indikator yaitu: 3.3.1 Mengamati gerak alam (hewan) sebagai bagian dari memahami gerak kuat dalam tari dan 4.11.1 Menirukan gerak alam (hewan) berdasarkan level tempo dan dinamika gerak. Dalam mata pelajaran Matematika tidak terdapat
kompetensi yang bisa diintegrasikan dengan materi PLH, namun sudah bisa terwakili dengan mata pelajaran yang lain dalam satu kali pembelajaran.
Dari hasil observasi dapat disimpulkan pengintegrasian pendidikan karakter peduli lingkungan sudah masuk kedalam tema, subtema dan pengembangan proses pembelajaran melalui RPP. Dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dilaksanakan oleh guru disanalah terlihat peserta didik memiliki keaktifan dalam prose pembelajaran.422
Pengintegrasian pendidikan karakter peduli lingkungan dalam proses pembelajaran tidak terlepas dari proses pembelajaran yang aktif, sehingga peserta didik dapat secara langsung mempraktikan nilai atau sikap cinta lingkungan. Pengembangan pembelajaran yang aktif menurut guru, sebagai berikut:
“Nilai peduli lingkungan langsung dipraktekkan dalam pembelajaran berbasis lingkungan jadi praktiknya langsung di lingkungan sekolah.”423 “Agar anak aktif melaksanakan kegitan peduli lingkungan anak selalu diberi motivasi”424
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru diperoleh hasil bahwa pengembangan pembelajaran aktif yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran adalah dengan memberikan contoh langsung kepada siswa, menggunakan media dari lingkungan. Hal ini diperkuat dengan pernyataan siswa berkaitan dengan pengembangan pembelajaran yang aktif yang dikembangkan guru dalam mengintegrasikan nilai peduli lingkungan dengan hasil sebagai berikut:
“Pernah, waktu pelajaran IPA.”425 “Waktu pelajaran IPA, IPS, Penjaskes.”426 “Pernah waktu MTK pengukuran pake daun pak.”427 (Hasil wawancara dengan siswa lainnya terlampir).
422
Hasil observasi diSDN 1 Sukun Pada hari Rabu Tanggal 24 Oktober 2016, Jam 07:30-Selesai.
423
Wawancara Dengan, Retno Palupi, SPd. Guru kelas III, SDN Sukun 1 Kota Malang, Hari Senin, tanggal 10 Oktober 2016. Jam 07.15.
424Wawancara Dengan, Rosidah Hanum, S.Pd. Guru kelas VI, SDN Sukun 1 Kota Malang, Hari Senin, tanggal 17 Oktober 2016. Jam 09.30.
425
Wawancara Dengan, Reviol R.A, Siswa kelas VI.A, SDN Sukun 1 Kota Malang. Hari Seni 17 Oktober 2016. Jam 10: 45
426
Wawancara Dengan, Karini Adelia Sofdie, Siswa kelas VI.A, SDN Sukun 1 Kota Malang. Hari Seni 17 Oktober 2016. Jam 10: 45
Hasil wawancara dengan guru dan siswa berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang aktif diperkuat dengan hasil dokumentasi kegiatan pembelajaran sekolah. berikut merupakan kegiatan pembelajaran aktif yang dilakukan oleh guru dalam mengintegrasikan pendidikan karakter peduli lingkungan dalam pembelajaran.
Gambar: 4. 25 Pembelajaran Yang Aktif
Peserta didik dalam memahami suatu pembelajaran tentu membutuhkan bantuan dari guru. Dalam mengintegrasikan nilai pendidikan karakter peduli lingkungan, siswa tidak terlepas dari bantuan yang diberikan guru kepada siswa. Menurut guru, bantuan yang diberikan kepada siswa sebagai berikut:
“Iya anak dibantu dalam menanamkan karakter peduli lingkungan dalam pembelajaran. Diberi penjelasan, diberi contoh nyata.”428 “Anak tentu harus dibantu agar memahami peduli lingkungan itu apa, lalu anak diajarkan untuk mempraktikannya, dicontohkan agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-harinya.”429
427
Wawancara Dengan, M. Nuril Anwar Ardianto, Siswa kelas III. C, SDN Sukun 1 Kota Malang, Hari Senin, tanggal 10 Oktober 2016. Jam 08.30.
428
Wawancara Dengan, Retno Palupi, SPd. Guru kelas III, SDN Sukun 1 Kota Malang, Hari Senin, tanggal 10 Oktober 2016. Jam 07.15.
429Wawancara Dengan, Rosidah Hanum, S.Pd. Guru kelas VI, SDN Sukun 1 Kota Malang, Hari Senin, tanggal 17 Oktober 2016. Jam 09.30.
Dalam membuktikan apakah guru benar-benar memberikan bantuan kepada siswa, maka peneliti juga mengajukan pertanyaan kepada siswa yang berkaitan dengan bantuan yang diberikan guru kepada siswa dengan hasil sebagai berikut:
“Diberi contoh dan penjelasan dari bu guru.”430 “Biasanya bu guru memberi contoh dan penjelasan.”431
Berdasarkan pernyataan yang disampaikan siswa diatasa memperkuat pernyataan yang disampaikan guru berkaitan dengan memahami suatu pembelajaran. Hasil wawancara dengan guru dan siswa berkaitan dengan kegiatan proses pembelajaran yang diperkuat dengan hasil dokumentasi guru memberikan bantuan kepada siswa dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Gambar: 4. 26
Guru Memberikan Bantuan
Kepada Siswa Dalam Proses Pembelajaran
Hasil wawancara dengan guru dan siswa berkiatan dengan kegaitanpembelajaran yang aktif dan bantuan yang diberikan guru kepada siswadalam mengintegrasikan pendidikan peduli lingkungan dalam matapelajaran diperkuat dengan hasil observasi selama peneliti
430Wawancara Dengan, Amalai Choirun Nisa, Siswa kelas VI.A, SDN Sukun 1 Kota Malang. Hari Seni 17 Oktober 2016. Jam 10: 45
431Wawancara Dengan, M. Nuril Anwar Ardianto, Siswa kelas III. C, SDN Sukun 1 Kota Malang, Hari Senin, tanggal 10 Oktober 2016. Jam 08.30.
melakukan pengamatan. Berdasarkan tentang pengintegrasianpendidikan karakter peduli lingkungan dalam mata pelajaran, diperoleh hasilsebagai berikut: guru menggunakan media sesuai dengan mata pelajaranyang diajarkan, Guru mengajak siswa untuk praktik langsung baik dikelas maupun diluar kelas, Guru menggunakan metode tertentu dalam pembelajaran sehingga anakterlibat aktif dalam proses pembelajaran, guru menjelaskan kepada siswa tentang materi yang belumdipahami oleh siswa, guru melakukan pendampingan secara personalkepada siswa yang belum mencapai nilai yang diharapkan, dan gurumemberikan pemahaman kepada siswa selama proses pembelajaran untuksenantiasa mencintai lingkungan dengan selalu menjaga lingkungan danfasilitas sekolah.432
Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi makapeneliti menyimpulkan bahwa pengintegrasian pendidikan karakter pedulilingkungan dalam mata pelajaran dilakukan guru dengan caramengintegrasikan nilai peduli lingkungan dalam semua mata pelajaran.Pengintegrasian pendidikan peduli lingkungan dalam materi pembelajaranterutama dalam proses pembelajaran, guru mengembangkan pembelajaranyang aktif kepada siswa, guru senantiasa memberikan bantuan kepada siswadalam menginternalisasi nilai pendidikan pedui lingkungan dalam prosespembelajaran. Pengitegrasian dalam mata pelajaran yang dilakukan guruberkaitan dengan metode dan materi yang diberikan dikaitkandengan pendidikan karakter peduli lingkungan, pengintegrasian dalam matapelajaran diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
4) Pengembangan kesehatan lingkungan sekolah.