PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
B. Pengolaha Data 1. Karakter Respoden
Hasil pengumpulan data pekerja Warung Makan Lesehan Aldan cabang Gejayan, terdiri dari 10 orang dengan 7 pekerja full time dan 3 pekerja shift. Kemudian diambil perhitungan rata-rata dan standar deviasi sebagai berkut:
Tabel 4.2 Data Pekerja
No. Variabel Rentangan Rata-rata Standar Deviasi
1 Umur (Tahun) 17-29 22,2 3,97
2 Tinggi Badan (Cm) 160-170 158 0,12
3 Berat Badan (Kg) 40-72 51,62 10,29
Sumber: Pengumpulan data
Pekerja diukur Indeks Masa Tubuh (IMT) untuk mengetahui kondisi kesehatan ditinjau dari status gizi. Contoh perhitungan data dilakukan pada pekerja 1 (satu). Perhitungan IMT sebagai berikut:
πΌππ = π΅ππππ‘ π΅ππππ (πΎπ)
ππππππ π΅ππππ (π) π₯ ππππππ π΅ππππ (π)
πΌππ = 72 πΎπ
1,69 π π₯ 1,69 π= 25,36 (ππππππ)
Berikut adalah hasil dari perhitungan IMT untuk pekerja (Pengolahan pada Lampiran 3):
Tabel 4.3 Indeks Masa Tubuh Pekerja
Sumber: Pengolahan data
Tabel 4.4 Persentase Indeks Masa Tubuh Pekerja
No Indeks Masa Tubuh Klasifikasi Jumlah Presentasi
1 <18.50 Kg/m2 Kurus 4 40%
2 18.51 β 25.00 Kg/m2 Normal 5 50%
3 >25.00 Kg/m2 Gemuk 1 10%
4 >30.00 Kg/m2 Obesitas 0 0%
Total 10 100%
Sumber: Pengolahan data
Pekerja Umur BB (Kg) TB (m) IMT Klasifikasi
1 23 72 1,69 25,36 Gemuk
2 20 38 1,48 17,35 Kurus
3 22 55,9 1,67 20,04 Normal
4 20 48 1,7 16,61 Kurus
5 17 45 1,4 22,96 Normal
6 21 48,3 1,45 22,97 Normal
7 19 61 1,65 22,41 Normal
8 29 50 1,7 17,30 Kurus
9 29 58 1,6 22,66 Normal
10 22 40 1,48 18,26 Kurus
Rata-rata 22,2 51,62 1,58 20,59 Normal
Gambar 4.1 Persentase Indeks Masa Tubuh Pekerja (Pengolahan data)
Pada penelitian ini digunakan IMT untuk mengambarkan status gizi secara keseluruhan. IMT pekerja dengan rata-rata 20,59 termasuk kategori normal, berarti pekerja dapat bekerja secara optimal. Apabila kelebihan atau kekurangan berat badan akan mempengaruhi kinerja pekerja dan mempercepat timbul kelelahan.
2. Nordic Body Map
Penyebaran kuesioner dilakukan kepada pekerja rumah makan Lesehan Aldan cabang Gejayan. NBM (Kurorinka dkk (1987) dalam Witjaksono (2017)), yang digunakan telah termodifikasi. Sebanyak 10 (sepuluh) kuesioner yang disebarkan kepada responden, antara lain 7 (tujuh orang pekerja full time dan 3 orang pekerja shift.
Kuesioner NBM kemudian digunakan dalam analisis.
Hasil pengambilan data kuesioner NBM untuk mengetahui keluhan nyeri yang dialami operator. Pendataan keluhan operator meliputi keluhan yang dirasakan selama 2 minggu terakhir.
Pengolahan kuesioner NMB ditampilkan pada Tabel 4.5 dan Tabel 4.6.
40%
50%
10% 0%
Grafik Persentase Indeks Masa Tubuh Pekerja
Kurus Normal Gemuk Obesitas
Tabel 4.5 Keluhan yang Dirasakan Pekerja Full Time
No Bagian Tubuh Keluhan Persentase
0 Atas Leher 5 71%
Tabel 4.6 Keluhan yang Dirasakan Pekerja Shift
No Bagian Tubuh Keluhan Persentase
0 Atas Leher 2 67%
Dari hasil pengumpulan data diperoleh hasil total keluhan yang dialami pekerja full time adalah 79 keluhan, sehingga diperoleh persentase untuk total keluhan dengan perhitungan sebagai berikut:
Sedangkan untuk total keluhan yang dialami pekerja shift adalah 25 keluhan, sehingga diperoleh persentase untuk total keluhan dengan perhitungan sebagai berikut:
ππππ πππ‘ππ π π‘ππ‘ππ ππππ’βππ
= π½π’πππβ ππππ’βππ
π½π’πππβ ππππ‘πππ¦πππ π₯ πππ πππππππ₯ 100%
= 25
27 π₯ 3π₯ 100% = 31 %
Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keluhan pada sistem muskulus antara pekerja full time dan pekerja shift dilakukan uji Mann Whitney menggunakan SPSS dengan hasil output-nya sebagai berikut:
Tabel 4.7 Hasil output dari Uji Mann Whitney
Test Statisticsa
NBM
Mann-Whitney U 9,000
Wilcoxon W 15,000
Z -,342
Asymp. Sig. (2-tailed) ,732
Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] ,833b
Sumber: Pengolahan data
Gambar 4.2 Output Histogram Perbedaan Variabilitas NBM
(Pengolahan data)
Dari tabel test statisctics di atas dapat dianalisis sebagai berikut:
H0 : Tidak ada perbedaan keluhan antara pekerja full time dan pekerja shift.
H1 : Ada perbedaan keluhan antara pekerja full time dan pekerja shift.
Dasar pengambilan keputusan:
a. Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05, maka H0 ditolak (terdapat perbedaan yang signifikan).
b. Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05, maka H0 diterima (tidak terdapat perbedaan yang signifikan).
c. Diketahui dari hasil output di atas nilai Asymp. Sig. 0,732 > 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji Mann Whitney dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap keluhan antara pekerja full time dan pekerja shift.
3. Beban Kerja Mental
Perhitungan beba kerja mental menggunakan Tes Bourdon Wiersma. Tes Bourdon Wiersma merupakan pengukuran sederhana untuk mengetahui tingkat pembebanan secara mental pada pekerjaan yang memerlukan ketelitian, kecepatan, dan konsistensi tinggi maupun untuk pekerjaan yang bersifat monoton. Contoh perhitungan Tes Bourdon Wiersma pekerja 1 full time sebagai berikut:
a. Menghitung Kecepatan
Tabel 4.8 Formulir Menghitung Kecepatan
Sumber: Pengolahan data
Keterangan:
x = Waktu tiap baris f = Frekuensi n = Jumlah baris
fx = waktu tiap baris kali frekuensi
πΎππππππ‘ππ (ππππ‘π’ π ππ‘π β π ππ‘π) =β ππ₯
π =251
30 = 8,4
x f fx
7 7 49
8 10 80
9 8 72
10 5 50
Jumlah (n) 30 251
b. Menghitung Ketelitian
Setiap baris diperiksa dan dihitung, berapa jumlah kelompok 4 (empat) titik dilimpati dan salah coret.
Ketelitian = 22 kesalahan c. Menghitung Konstansi
Tabel 4.9 Formulir Menghitung Konstanta
X f fx X fX fX2
7 7 49 -1,4 -9,567 13,1
8 10 80 -0,4 -4 1,6
9 8 72 0,6 4,8 2,9
10 5 50 1,6 8 12,8
Jumlah 30 251 30,4
Sumber: Pengolahan data
Keterangan:
x = Waktu tiap baris f = Frekuensi
fx = waktu tiap baris kali frekuensi X = Deviasi
fX = Frekuensi kali deviasi fX2= fX kali deviasi (X)
πΎπππ π‘πππ π = β ππ2 (ππ₯
π )
= 30,4 (251 30 )
= 3,6
d. Interpretasi Hasil Kualitatif
Tabel 4.10 Interpretasi Hasil Kuantitatif
No Variabel Nilai WS Kategori
1 Kecepatan 8,4 14 B
2 Ketelitian 22 7,5 R
3 Konstansi 3,6 11 C
Sumber: Pengolahan data
Untuk hasil pengolahan data secara menyeluruh yang terdiri dari pekerja full time sebanyak 7 (tujuh) orang dan pekerja shift sebanyak 3 (tiga) orang adalah sebagai berikut:
a. Hasil Perhitungan Kecepatan
Tabel 4.11 Penilaian Kecepatan
Pekerja
Perhitungan Kecepatan
Kecepatan Nilai WS Gol
Full Time
1 8,4 9 14 B
2 8,8 9 14 B
3 8,6 9 14 B
4 10 8,5 13 CB
5 10,6 8 12 CB
6 10,4 8,5 13 CB
7 9 9 9 B
Shift
8 18,3 4,5 7 R
9 12,1 7 10,5 C
10 11,2 6,5 11 C
Sumber: Pengolahan data
Tabel 4.12 Presentase Kecepatan
Golongan
Full Time Shift
Jumlah Persen Jumlah Persen
Baik 4 57% 0 0%
Cukup Baik 3 43% 0 0%
Cukup 0 0% 2 67%
Ragu-ragu 0 0% 1 33%
Kurang 0 0% 0 0%
Sumber: Pengolahan data
Tabel 4.13 Hasil output dari Uji Mann Whitney
Sumber: Pengolahan data
Test Statisticsa
Kecepatan Mann-Whitney U
,000 Wilcoxon W
28,000
Z -2,393
Asymp. Sig. (2-tailed)
,017 Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)]
,017b a. Grouping Variable: PEKERJA
b. Not corrected for ties.
Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kecepatan antara pekerja full time dan pekerja shift dilakukan uji Mann Whitney menggunakan SPSS dengan hasil output-nya sebagai berikut:
Gambar 4.3 Output Histogram Perbedaan Variabilitas Kecepatan (Pengolahan data)
Dari tabel test statisctics di atas dapat dianalisis sebagai berikut:
H0 : Tidak ada perbedaan kecepatan antara pekerja full time dan pekerja shift.
H1 : Ada perbedaan kecepatan antara pekerja full time dan pekerja shift.
Dasar pengambilan keputusan:
1) Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05, maka H0 ditolak (terdapat perbedaan yang signifikan).
2) Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05, maka H0 diterima (tidak terdapat perbedaan yang signifikan).
3) Diketahui dari hasil output di atas nilai Asymp. Sig. 0,017
< 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji Mann Whitney dapat disimpulkan bahwa H0
ditolak, yang artinya ada perbedaan yang signifikan terhadap keluhan antara pekerja full time dan pekerja shift.
b. Hasil Perhitungan Ketelitian
Tabel 4.14 Penilaian Ketelitian
Pekerja
Perhitungan Ketelitian
Kesalahan Nilai WS Gol
Full Time
1 22 5 7,5 R
2 15 5,5 8 R
3 21 5 7,5 R
4 6 7 7 C
5 9 6,5 10 C
6 8 6,5 10 C
7 22 5 7,5 R
Shift 8 9 6,5 10 C
9 6 7 11 C
10 6 7 11 C
Sumber: Pengolahan data
Tabel 4.15 Persentasi Ketelitian
Golongan
Full Time Shift
Jumlah Persen Jumlah Persen
Baik 0 0% 0 0%
Cukup Baik 0 0% 0 0%
Cukup 3 43% 3 100%
Ragu-ragu 4 57% 0 0%
Kurang 0 0% 0 0%
Sumber: Pengolahan data
Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan ketelitian antara pekerja full time dan pekerja shift dilakukan uji Mann Whitney menggunakan SPSS dengan hasil output-nya sebagai berikut:
Tabel 4.16 Hasil output dari Uji Mann Whitney
Sumber: Pengolahan data
Test Statisticsa
Ketelitian
Mann-Whitney U 3,500
Wilcoxon W 9,500
Z -1,625
Asymp. Sig. (2-tailed) ,104
Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] ,117b
a. Grouping Variable: PEKERJA c. Not corrected for ties.
Gambar 4.4 Output Histogram Perbedaan Variabilitas Ketelitian (Pengolahan data)
Dari tabel test statisctics di atas dapat dianalisis sebagai berikut:
H0 : Tidak ada perbedaan ketelitian antara pekerja full time dan pekerja shift.
H1 : Ada perbedaan ketelitian antara pekerja full time dan pekerja shift.
Dasar pengambilan keputusan:
1) Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05, maka H0 ditolak (terdapat perbedaan yang signifikan).
2) Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05, maka H0 diterima (tidak terdapat perbedaan yang signifikan).
3) Diketahui dari hasil output di atas nilai Asymp. Sig. 0,104 >
0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji Mann Whitney dapat disimpulkan bahwa H0
diterima, yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap ketelitian antara pekerja full time dan pekerja shift.
c. Hasil Perhitungan Konstansi
Tabel 4.17 Penilaian Konstansi
Pekerja
Perhitungan Konstansi
Konstansi Nilai WS Gol
Full Time
1 3,6 7,5 11 C
2 5,3 6,5 10 C
3 5,3 6,5 10 C
4 6 6 9 C
5 13,2 4,5 7 R
6 3 8 12 CB
7 6,9 5,5 8 R
Shift
8 36,4 3 6 K
9 22,2 3,5 6 K
10 7,8 5,5 8 R
Sumber: Pengolahan data
Tabel 4.18 Persentase Konstansi
Golongan Full Time Shift
Jumlah Persen Jumlah Persen
Baik 0 0% 0 0%
Cukup Baik 1 14% 0 0%
Cukup 4 57% 0 0%
Ragu-ragu 2 29% 1 33%
Kurang 0 0% 2 67%
Sumber: Pengolahan data
Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan konstansi antara pekerja full time dan pekerja shift dilakukan uji Mann Whitney menggunakan SPSS dengan hasil output-nya sebagai berikut:
Tabel 4.19 Hasil output dari Uji Mann Whitney
Sumber: Pengolahan data
Gambar 4.5 Output Histogram Perbedaan Variabilitas Konstanta (Pengolahan data)
Test Statisticsa
Konstansi
Mann-Whitney U 1,000
Wilcoxon W 29,000
Z -2,172
Asymp. Sig. (2-tailed) ,030
Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] ,033b
a. Grouping Variable: PEKERJA b. Not corrected for ties.
Dari tabel test statisctics di atas dapat dianalisis sebagai berikut:
H0 : Tidak ada perbedaan konstansi antara pekerja full time dan pekerja shift.
H1 : Ada perbedaan konstansi antara pekerja full time dan pekerja shift.
Dasar pengambilan keputusan:
1) Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05, maka H0 ditolak (terdapat perbedaan yang signifikan).
2) Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05, maka H0 diterima (tidak terdapat perbedaan yang signifikan).
3) Diketahui dari hasil output di atas nilai Asymp. Sig. 0,030 <
0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji Mann Whitney dapat disimpulkan bahwa H0
ditolak, yang artinya ada perbedaan yang signifikan terhadap konstansi antara pekerja full time dan pekerja shift.
4. Kelelahan Kerja
Kuesioner kelelahan Kerja merupakan salah satu metode yang dapat dipakai untuk mengukur kelelahan kerja operator. Kuesioner untuk menunjang penelitian kelelahan kerja pada pekerja rumah makan Lesehan Aldan cabang Gejayan adalah kuesioner 30 Items of Rating Scale dari IFRC yang digunakan untuk mengukur kelelahan kerja secara umum dengan sebanyak 30 pertanyaan. Kuesioner kelelahan kerja mengambil data dari 10 (sepuluh) operator yaitu 7 (tujuh) pekerja full time dan 3 (tiga) pekerja shift.
Perhitungan rekapitulasi dikenakan pembobotan dengan melakukan perkalian jumlah jawaban terhadap skor pada bobot, untuk jawaban A dikenakan skor 1 (satu), jawaban B dikenakan skor 2 (dua), jawaban C dikenakan skor 3 (tiga), dan jawaban D dikenakan skor 4 (empat). Rekapitulasi dan pengolahan data persentase disajikan pada Tabel 4.16 dan Tabel 4.17.
Tabel 4.20 Jumlah Rekapitulasi Kelelahan Kerja pada Pekerja Full
Sehingga hasil persentase dari tingkat kelelahan dari pembobotan pada pekerja full time adalah sebagai berikut:
B + C + D = 37% + 29% + 24% = 90 %
Tabel 4.21 Jumlah Rekapitulasi Kelelahan Kerja pada Pekerja Shift
Pertanyaan Tingkat Kelelahan
A B C D
Sehingga hasil persentase dari tingkat kelelahan dari pembobotan pada pekerja shift adalah sebagai berikut:
B + C + D = 16% + 30% + 40% = 86 %
Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan tingkat kelelahan pada sistem muskulus antara pekerja full time dan pekerja shift dilakukan uji Mann Whitney menggunakan SPSS dengan hasil output-nya sebagai berikut:
Tabel 422 Hasil Output dari Uji Mann Whitney
Sumber: Pengolahan data
Test Statisticsa
IFRC
Mann-Whitney U 9,000
Wilcoxon W 37,000
Z -,345
Asymp. Sig. (2-tailed) ,730
Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] ,833b
a. Grouping Variable: PEKERJA b. Not corrected for ties.
Gambar 4.6 Output Histogram Perbedaan Variabilitas IFRC (Pengolahan data)
Dari tabel test statisctics di atas dapat dianalisis sebagai berikut:
H0 : Tidak ada perbedaan tingkat kelelahan antara pekerja full time dan pekerja shift.
H1 : Ada perbedaan tingkat kelelahan antara pekerja full time dan pekerja shift.
Dasar pengambilan keputusan:
a. Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05, maka H0 ditolak (terdapat perbedaan yang signifikan).
b. Jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0,05, maka H0 diterima (tidak terdapat perbedaan yang signifikan).
c. Diketahui dari hasil output di atas nilai Asymp. Sig. 0,730 > 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji Mann Whitney dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, yang artinya tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kelelahan antara pekerja full time dan pekerja shift.
BAB V PEMBAHASAN
A. Karakteristik Responden
Karakteristik responden berfungsi untuk mengetahui data diri pekerja rumah makan Lesehan Aldan cabang Gejayan. Berdasarkan dari hasil pengumpulan data terdapat 10 pekerja dengan sistem kerja shift dan full time adalah sebagai beriku:
Hasil dari analisis umur pekerja didapatkan kriteria umur dengan jumlah n = 10 orang, rentangan umur pekerja antara 17 tahun sampai 29 tahun, dengan rata-rata 22,2 tahun. Pada rentangan umur tersebut merupakan usia produktif untuk pekerja, batas usia yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun sampai dengan 64 tahun (Undang-Undang No. 13 Thun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 2 dalam Muthafiqin, 2018).
Menurut Tarwaka (2015), umur seseorang berbanding langsung dengan kapasitas fisik sampai batas tertentu dan mencapai puncak pada umur 25 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa umur pekerja dapat menunjang penelitian karena berada dalam rentangan umur dengan kemampuan fisiologi yang sesuai.
Hasil penelitian menunjukkan berat badan antara 38 kg sampai 72 kg, dengan rata-rata 51,62 kg. Tinggi badan pekerja antara 145 cm sampai 170 cm, dengan rata-rata 158 cm. Berdasarkan berat badan dan tinggi badan pekerja digunakan untuk menghitung Indeks Masa Tubuh (IMT) yang berguna untuk mengetahui keseimbangan energi yang masuk melalui asupan makanan dengan energi yang dikeluarkan. Kelebihan dan kekurangan berat badan dapat mempengaruhi kinerja. Indeks Masa Tubuh (IMT) pekerja termasuk dalam kategori normal, yaitu dengan rata-rata 20,59 kg/m2 dengan rentang antara 16,61 kg/m2 sampai dengan 25,36 kg/m2. Secara spesifik IMT pekerja terdiri dari kurus (40%), normal (50%), gemuk (10%), dan obesitas (0%). Hal tersebut menunjukkan status gizi pekerja
49
warung makan Lesehan Aldan cabang Gejayan baik dan dapat bekerja secara optimal.